
"Aku adalah kekasih Nayya. Kami bahkan sudah bertunangan." jelas Daniel.
"Diam kau! Aku tidak punya kekasih sepertimu." balas Nayya.
"Kau bahkan tidak mengakui calon suamimu." seru Daniel.
"Hiy, gak sudi aku memiliki suami yang super menjijikkan sepertimu." jawab Nayya.
'Kenapa dia harus muncul dihadapanku lagi? Jelas-jelas dia sudah bermalam dengan wanita lain.' batin Nayya.
"Kenapa? Hanya karna kejadian sebulan lalu?" tanya Daniel.
"Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya. Lagian aku sudah punya pacar." jawab Nayya.
"Apa? Tidak boleh! Kau hanya milikku. Tidak seorangpun boleh memilikimu." sambung Daniel.
"Aku bukan milikmu! Kita sudah memutus hubungan kita bahkan membatalkan pertunangan kita sebulan lalu. Aku akan segera menikah dengan pacarku." jelas Nayya berbohong.
"Tidak! Tidak boleh!" jawab Daniel.
"Baiklah kalau kau tidak percaya, aku akan meneleponnya sekarang." jawab Nayya.
"Halo sayangku, ini aku Nayya."
"Ada apa Nayya ku sayang?" tanya Reno terpaksa.
"Apakah kau sibuk? Aku ingin menemuimu sekarang."
"Sebenaranya aku sibuk, tapi apa yang nggak kalau buat Nayya kesayanganku ini."
"Ohoho.. kau memang kekasih kesayanganku, Reno."
"Tentu saja, aku otw kesana. Aku pesan tiket dulu ya."
Nayya menunggu kehadiran Reno.
"Hah.. gila ya perempuan itu menyuruh ku datang ke Amerika.
"Nayya, aku dah sampek." ucap Reno di teleon.
"Oke aku otw ke Bandara." jawab Nayya.
Nayya menjemput Reno bersama Adel dan Daniel.
"Oke Daniel. Ini adalah calon suami ku yang kubilang padamu." seru Nayya memperkenalkan Reno pada Daniel.
"Siapa dia sayangku?" tanya Reno.
"Dia mantanku. Dia selama ini selalu mengganggu ku. Dia ingin aku kembali dengannya. Aku sudah bilang padanya bahwa kita akan segera menikah. Tapi dia tetap tidak percaya padaku dan memaksaku kembali." jelas Nayya.
"Berani sekali kau mengganggu calon istriku yang manis ini." ancam Reno.
__ADS_1
"M..ma..maaf tuan. Aku salah." jawab Daniel.
"Maaf saja? Tidak berguna. Pengawal! Bawa dia untuk di siksa.
"Nay, apa benar dia calon suamimu?" bisik Adel.
"Bukan! Nanti aku jelaskan di kamar." bisik Nayya.
"Bisakah kau menjelaskannya?" tanya Reno.
"Maaf, aku terpaksa. Karna dia ingin melecehkan ku, tuan. Jadi aku perlu bantuan tuan muda." jawab Nayya.
"Tuan? Bukannya sayang?" tanya Reno.
"M..ma.. maaf." jawab Nayya.
"Teruskan panggilan itu sayang." sambung Reno.
"Renooo!" Nayya berteriak.
"Kau bisa panggil aku seperti itu saat berada di atas ranjang nanti sayang." jawab Reno.
"Hah?!"
"Oh ya, siapa temanmu ini?" tanya Reno.
"Dia teman sekamarku, namanya Adel." jawab Nayya.
"Nih kartu VIP ku, kalian boleh berbelanja. Aku akan cari hotel untuk menginap. Ingat kau harus membayarnya nanti malam diatas ranjang."
"Nayya, dia siapa?" tanya Adel.
"Dia adalah orang yang suka mengerjaiku. Dia sering berbuat seperti itu padaku. Ada yang bilang dia menyukaiku, tapi dia bilang tidak. Tapi aku merasa sedih mendengar dia tidak menyukaiku. Itu artinya apa, Del?" tanya Nayya.
"Itu artinya kamu suka dia. Ayo kejar!" jawab Adel.
"Gak mungkin! Dia dari keluarga bangsawan, punya perusahaan sendiri dan ayahnya adalah pemegang perusahaan besar di Amerika." jelas Nayya.
"Asalkan kau bisa membuat lelaki itu jatuh cinta padamu, apapun akan dilakukan olehnya." jawab Adel.
"Benarkah? Aku akan berusaha untuk bisa pantas dengannya!" seru Nayya.
"Bagus, itu baru teman ku." jawab Adel.
"Lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Nayya.
"Kau harus kerja kecil-kecilan dulu sambil kuliah. Lalu setelah tamat kuliah kau harus melamar pekerjaan yang mapan. Kau bahkan pandai bermain biola, ikut audisi aja sekalian biar kamu terkenal. Ada yang mengadakan audisi alat muik lho! Kamu harus coba! Setelah kau terkenal, orang tua lelaki itu pasti menerimamu." jelas Adel.
"Baiklah, aku akan coba!" jawab Nayya.
"Ini baru Nayya yang ku kenal." sambung Adel merasa senang.
__ADS_1
Nayya mencoba bekerja paruh waktu di minimarket untuk mengikuti audisi yang dibicarakannya dengan Adel tadi.
Hari audisi sudah tiba, Nayya sudah mempersiapkan diri dengan berlatih biola di asrama bersama Adel.
Saat audisi...
"Ini giliranmu, Nay. Ayo tunjukkan bakatmu! Acara ini live streaming dan ada di channel tv Indonesia. Orang tua lelaki itu pasti melihatnya." seru Adel menyemangati Nayya.
"Baiklah, silahkan Nayya!" seru pembawa acara.
"Hah? Nayya masuk tv? Dia ikut audisi biola? Kenapa dia tidak bilang kalau dia suka biola?" guman Reno terkejut.
"Wah! Perempuan yang di tv ini cantik sekali, bahkan ia bisa memainkan biola. Sangat cocok dengan Reno ku." guman Nyonya Shahraraen mengangumi Nayya.
Nayya memainkan biolanya sesuai kemampuannya yang sudah ia latih dari kecil bersama ibunya. Ia memainkannya dengan sangat anggun.
"Halo, Reno. Ini aku ibumu." seru Ibu Reno di telepon.
"Ada apa, Ibu? Aku lagi di Amerika." tanya Reno.
"Sedang apa disana?" tanya Ibunya balik.
"Menonton audisi musik dan mengurus beberapa proposal perusahaan Diyhan." jawab Reno.
"Perusahaan ayahmu itu?" tanya Ibu Reno.
"Iya, kenapa Bu?" tanya Reno balik.
"Apa kau melihat gadis bernama Nayya Grainne itu?" tanya Ibu Reno.
"Iya ada apa ibu?" tanya Reno balik.
"Dia sangat cantik dan anggun, Ibu sangat menyukainya. Aku ingin dia menjadi menantuku." jawab Ibu Reno.
"Ibu serius?" tanya Reno sedikit terkejut.
"Iya." jawab Ibu Reno.
"Aku akan pikirkan." balas Reno kemudia menutup telepon.
'Sebenarnya aku senang Ibu mengajukannya
sendiri. Tapi bagaimana jika Ibu tau kalau Nayya ada perempuan yang dia ingin aku jauhi?' batin Reno.
"Nayya, kau ada waktu? Aku ingin bicara." seru Reno lewat telepon.
"Ada, kau mau ngomong apa?" tanya Nayya.
"Jadi Ibuku.."
Penasaran? Ikutin terus novel ini dan nantikan episode seterusnya. Jangan lupa like, komen, dan share setiap episode kepada teman-teman kamu ya! Dan jangan lupa berikan tip!
__ADS_1
Kalau mau lebih mengenal author, follow aja ig author @achaaeeeee****. Kalau mau di follback, dm aja bilang kalau kamu adalah pembaca setia True Love A Noble.
Sekian Terima Kasih\~