True Love A Noble

True Love A Noble
Eps. 15 (Episode Spesial)


__ADS_3

Halo semuanya! Saya mau berterima kasih untuk semua readers yang sudah baca hingga epsiode 14. Nah, sebelum kalian lanjut baca episode 15, saya mau minta maaf sekali lagi karna jarang sekali up. Tapi kalian jangan bosan ya dengan cerita saya. Saya memiliki niat jika semua novel saya tamat, saya akan menerbitkan novel baru.


Jika kalian bersedia, kalian boleh kok request ke saya genre yang kalian mau.


_____________________________________________________


"Nayya, kami sangat berterima kasih kepada ayahmu. Kami di beri pekerjaan yang sangat hebat, gaji yang besar, tempat tinggal, makan siang dan makan malam. Ini merupakan keberuntungan yang tidak mungkin bisa didapatkan oleh semua orang." Dina mengoceh panjang.


"Ya benar itu, jika bukan karna kamu kami pasti pengangguran." lanjut Adel. "Pekerjaanmu itu hebat tau." jawab Nayya. "Tapi aku mengundurkan diri karna pekerjaan dari ayahmu lebih hebat. Hoho\~" jawab Adel licik.


"Dasar kalian ini." tukas Nayya.


"Mumpung kami lagi banyak uang, bagaimana kalau kita makan? Aku dan Adel yang akan mentraktirmu." ujar Dina dan disetujui oleh Adel.


"Hmm, boleh deh." jawab Nayya. "Let's go!!!" teriak Adel semangat.

__ADS_1


Mereka memesan taksi online menuju restoran beef steak. Selama perjalanan mereka hanya membahas makanan.


————


Setelah sampai restoran...


"Makasih ya, pak. Tadi bayarnya pakai Pom Pay ya pak." seru Dina. "Iya, dek." jawab sopir taxi.


"Steak! Kami datang!" teriak Adel. "Dasar penggila steak." tukas Nayya.


Mereka makan dengan sangat lahap. Setelah selesai makan mereka pulang ke kediaman Shahraen. Adel dan Dina masuk ke kamar mereka. "Ini sudah malam, tapi aku belum mengantuk. Apa yang bisa kita lakukan?" tanya Adel.


"Ah, alat itu kita kan bisa cari di pasar." jawab Adel. "Mana mungkin alat seperti itu ada di pasar. Om Royyan bilang ia ingin yang sangat bagus dan terhebat di seluruh dunia." lanjut Dina.


"Iya deh, bilang aja kamu ngantuk." jawab Adel pura-pura merajuk. "Itu juga bener." lanjut Dina dan langsung nyeludup ke dalam selimut.

__ADS_1


"Jangan tidur dulu dong." seru Adel. "Aku ngantuk!" jawab Dina. "Yahh..." Adel menyerah dan akhirnya memilih tidur.


Keesokan harinya...


"Ayo kita cari alatnya!" seru Dina terburu-buru. Adel terdiam melihatnya. "Kenapa diam aja?! Cepetan kita keluar cari alatnya." sentak Dina. "Kamu gak lupa sesuatu?" tanya Adel. "Apa?" tanya Dina berusaha untuk menyadarinya.


"Kamu belom mandi, aku juga belom mandi. Kamu mau nyari alatnya dengan bau ketek gitu?" tanya Adel. "YA AMPUUNNN!! Aku lupa kalau aku belom mandi." teriak Dina langsung mengambil handuk dan berlari ke kamar mandi.


"Dasar, anak siapa sih dia." guman Adel saking herannya melihat temannya yang satu ini.


Setelah Dina selesai mandi, Adel pun mandi dan mereka langsung menjalankan misi. Mereka langsung mencari alat tersebut pagi sekali saat semua orang belum bangun. Mereka sengaja pergi pagi sekali agar tidak ketahuan oleh Nayya.


Mereka langsung mencari profesor handal yang dapat membuat alat pelacak tersebut. Dan akhirnya mereka menemukannya, yaitu Prof. Handers.


"Jadi kalian ditugaskan Tuan Besar Grainne mencari alat pelacak untuk Nyonya Muda Shahraen agar selalu dalam keadaan aman dan kejadian kemarin tidak terulang?" tanya Prof. Handers. "Iya, Prof." jawab Dina.

__ADS_1


"Emm, bisa kok. Kalian bilang kepada Tuan Grainne kalau aku bisa membuat alatnya dalam seminggu." seru Prof. Handers. "Oke, prof." jawab Dina.


"Del, bilang sama Om Grainne kalau alatnya akan siap dalam seminggu. Atas nama Prof. Handers." seru Dina. "Oke." sahut Adel kemudian mengambil hp nya. Adel memberitahukan kepada tuan Grainne dan tuan Grainne menyetujuinya.


__ADS_2