
"Ada apa? Apa sekarang kamu mulai mengerti yang aku bilang?" tanya Reno yakin.
"Hidih, sok banget sih kamu." jawab Nayya.
"Jadi kamu mau apa?" tanya Reno,
"Ada yang mau aku tanyakan, kau ada waktu?" tanya Nayya.
"Baiklah, ayo kita ke kantor saja." jawab Reno.
"Tidak apa-apa? Nanti pegawai lainnya akan curiga." tanya Nayya.
"Kamu tidak perlu peduli dengan apa yang mereka pikirkan." jawab Reno.
"Oke." balas Nayya.
"Oke, apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Reno.
"Aku ingin menanyakan maksud dari yang kau katakan tadi pagi di atas ranjang." jelas Nayya.
"Oh, ternyata dugaanku benar. Tapi, aku ingin kamu mengetahui secara sendiri nya. Karna kalau aku memberi tahumu, kau pasti tidak percaya dan menganggapku berbohong." jelas Reno.
"Jadi benar yang kau katakan itu serius?" tanya Nayya.
"Ya, aku serius Nayya. Sekarang kamu mengerti?" tanya Reno balik.
"Baiklah, aku mengerti." jawab Nayya.
"Serius kamu mengerti?" tanya Reno memastikan.
"Iya, Reno. Kamu menyukaiku kan?" tanya Nayya.
"Hah? Aku menyukaimu? Jangan bercanda! Maksudku adalah, aku suka mengganggumu karna reaksimu itu berbeda dengan wanita lain. Reaksimu itu lucu tau." jawab Reno ingin menutupi kebenarannya.
"Hah?" seru Nayya terkejut.
'Gila gue malu banget!' batin Nayya.
"Kamu ge-er banget." jawab Reno sambil tertawa.
"Iya deh aku salah! Jangan diungkit!" jawab Nayya malu.
"Wkwkwk. Makanya jangan ngawur." balas Reno.
'Aku tidak sangka ternyata kau menyadarinya. Tapi aku gak bisa membiarkan dia tau. Aku takut dia akan mencintaiku nanti. Ayah dan Ibu pasti tidak merestui kami.' batin Reno.
"Humph!" jawab Nayya memalingkan wajah.
"Hahaha. Sudah-sudah, kau hanya ingin menanyakan ini?" tanya Reno.
__ADS_1
"Iya, yaudah aku keluar." jawab Nayya.
"Baiklah, perlu ku antar ke rumah?" tanya Reno.
"Gak kok, makasih." jawab Nayya.
'Aku kenapa merasa sedih saat mendengar bahwa dia tidak menyukaiku? Apa yang terjadi padaku? Tapi rasanya sesak banget mendengar dia tidak mencintaiku. Apa dia sudah punya pacar? Ah sudahlah.' batin Nayya.
Tiba-tiba, ada seseorang yang menghampiri Nayya. Dia memberikan sebuah brosur.
"Ini brosur apa ya, bang?" tanya Nayya.
"Ini brosur olimpiade. Olimpiade untuk mendapatkan beasiswa." jawab orang yang memberi brosur.
"Beasiswa apa?" tanya Nayya.
"Beasiswa kuliah, kak. Kuliah di kampus ternama di Amerika, yaitu Stanford University."
"Serius? Kapan olimpiade nya?"
"Satu minggu lagi, kak."
"Oke makasih bang."
"Sama-sama kakak cantik."
"Eh?"
'Baiklah aku akan belajar untuk kuliah di Amerika. Aku akan kuliah untuk S2.' batin Nayya.
Keesokan harinya..
"Aduuuhhh! Lagi-lagi harus bertemu Reno si Sok Keren itu." keluh Nayya.
'Besok adalah olimpiade beasiswa Stanford. Kalau aku berhasil, berarti aku harus mengundurkan diri. Apakah Reno akan mengizinkanku? Eh, kenapa aku harus menerima persetujuan dia dulu? Bodo amat la dia mau apa' batin Nayya.
Seseampainya di kantor..
"Hey, besok kau harus lembur. Kerjakan semua brangkas-brangkas yang aku letak di mejamu. Tapi kalau kau bisa menyelesaikan dengan celat, kau tidak perlu lembur dan dapat bonus gaji. Ingat lusa kau gajian. Pastikan kau dapat bonusnya." jelas Reno.
"Hah! Banyak banget. Besok aku ada tes olimpiade." jawab Nayya.
"Olimpiade apaan?" tanya Reno.
"Untuk dapetin Beasiswa kuliah." jawab Nayya.
"Dimana emang? Udah gausah ikut olimpiade, aku akan menanggung biaya kuliahmu." balas Reno.
"Hah? Gausah. Aku kuliahnya gak di Indonesia."
__ADS_1
"Jadi? Diluar negri? Aku gak izin!"
"Hah? Emang kau siapa mengatur hidupku? Aku ingin menjalani hidupku sendiri."
'Setidaknya aku pantas untuk bersamamu, makanya aku akan kuliah di Amerika. Aku akan berusaha.' batin Nayya.
"Yaudah terserah." jawab Reno marah.
'Dia marah? Kenapa dia marah?' batin Nayya.
Nayya mengerjakan brangkas-brangkasnya agar besok ia bisa pulang cepat untuk olimpiade.
"Hah.. akhirnya selesai. Aku tak sangka akan selesai hari ini. Walaupun aku harus merelakan waktu belajarku yang berharga ini. Baiklah sekarang aku harus belajar, setidaknya sampai jam 11." Nayya berbicara sendiri.
Nayya belajar dengan giat sampai jam setengah 12 dan tanpa sadar ia tertidur di atas meja belajar nya.
Keesokan harinya..
Nayya bergegas ke kantor membawa bragkas-brangkasnya. Ia juga membawa baju ganti dan buku-buku yang mau dipelajarinya.
"Nih brangkas-brangkasnya udah selesai semua." seru Nayya sambil memberi semua brangkasnya.
"Hah? Udah selesai? Bagaimana kau bisa menyelesaikannya?" tanya Reni terkejut.
"Hah! Ada apa dengan matamu? Kenapa hitam gitu?" tanya Reno terkejut lagi.
"Aku menyelesaikannya tadi malam. Aku tidur terlalu malam karna harus belajar juga. Tolong berikan aku waktu untuk belajar." jawab Nayya.
"Hm, baiklah." jawab Reno.
Saat olimpiade tiba..
Nayya menjawab dengan teliti, semua soal persis dengan yang dipelajarinya.
' Syukurlah soalnya sudah kupelajari semua.' batin Nayya.
Nayya sudah selesai menjawab semua soal dan memeriksanya kembali. Semua jawabannya tepat dan benar. Nayya yakin dia akan mendapatkan beasiswa nya.
Hasil olimpiadenya sudah keluar. Nayya bergegas melihat hasilnya. Dan ternyata Nayya tidak tertulisa di daftar lulus.
"Hah? Kenapa bisa begini? Aku sudah memeriksanya. Kenapa aku tidak lulus?" Nayya berbicara sendiri dan menangis.
"Oh maaf, ternyata ada kesalahan pada hasil. Untuk yang tidak lulus jangan pesimis dulu dan lihat hasil yang sebenarnya. Sebentar lagi akan keluar." jelas Juri.
Menurut hasil yang baru, keterangan untuk hasil Nayya adalah..
Penasaran dengan hasil yang Nayya dapatkan? Kalau mau tau, trus ikuti novel ini. Kalau Nayya kuliah di Amerika, apa yang terjadi pada Reno? Apakah ia akan bersedih?
Saksikan terus ya! Jangan lupa like, komen, dan share novel ini ke teman-teman kamu. Beri tip juga ya! Kalau mau kenal dengan author, bisa follow ig nya yaitu @achaaeeeee. Kalau mau di follback, dm aja bilang kalau kamu adalah pembaca True Love a Noble.
__ADS_1
Sekian\~