
"Selamat siang para permirsa, pada pagi hari ini kita akan membahas tentang Taun Besar Royyan yang diam-diam akan melacak keberadaan putri kesayangannya. Sepertinya Tuan Royyan takut kejadian sebelumnya terungkap, bagaimana kelanjutannya? Tetap saksikan Noble Show di emTV." suara host di TV.
"Bagaimana mereka bisa tau tentang ini?!" ketus Tuan Royyan lalu mendobrak meja. "Ada apa ayah?" tanya Reno. "Bagaimana rencana kita bisa diketahui oleh publik? Ini sangatlah rahasia." jawab Tuan Royyan. "Tenang ayah, kita akan tanyakan pada pengurus rahasia." Reno berusaha menenangkan mertuanya.
"Baik, kita ke ruangan mereka sekarang." jawab Tuan Royyan berusaha menenangkan diri. "Oke, ayah." mereka langsung melesat ke ruang Adel dan Dina.
Brakk.. "KALIAN!" bentak seseorang yang mendobrak pintu. "Apakah kalian yang membocorkan rahasia ini kepada publik?!" lanjutnya. "Om Royyan? Reno? Ada apa?" Adel dan Dina kebingungan.
"Lihat gosip bangsawan yang ada di Channel TV emTV itu. Mereka membahas tentang kita menaruh alat pelacak pada Nayya. Jika publik tau tentang itu, akan lebih banyak yang mengincar Nayya." Tuan Royyan mengomel.
"Maaf, Om. Tapi bukan kami yang melakukannya. Bahkan kau pernah bilang pada kami, agar terus memantau di rumah. Bagaimana bisa kami memberi tahu publik?" jelas Dina. "Lagipula di komputer dan tablet yang Om kasih ini tidak bisa menyebar berita, bagaimana kami bisa membeberkan rahasia itu?" lanjut Adel berusaha membantu Dina menjelaskan.
Nyatanya memang bukan mereka yang menyebarkan berita itu. Mana mungkin mereka berani.
__ADS_1
"Kalau gitu, siapa yang membeberkan nya?" tanya Royyan untuk kesekian kalinya. "Kamu tidak tahu, kami akan mencari info secepat mungkin." jawab Adel. "Baiklah." Royyan dan Reno langsung melesat pergi meninggalkan ruangan Adel dan Dina.
"Haihh.." Dina mengeluh. "Kenapa Din? Kepikiran?" tanya Adel yang sudah mengerti kenapa temannya ini mengeluh. "Iya, kita harus mencari pelakunya. Aku takut jika kita tidak mengumpulkan bukti yang kuat, maka kita yang akan disalahkan." jelas Dina.
"Tenang, Din. Kita gak salah! Pasti kita bisa menemukan jalannya." jawab Adel menyemangati. "Tapi-" kata Dina yang terputus karna Adel menutup mulut Dina menggunak jari telunjuknya. "Ssstt.. kamu jangan takut. Kamu lupa kalau aku ini hebat kalau soal melacak seseorang?" tanya Adel berusaha meyakinkan Dina. "Percayakan semuanya padaku" lanjutnya.
"Baiklah, aku percaya padamu. Kita pasti bisa menyelesaikannya." kata Dina yang dijawab dengan anggukan oleh Adel.
————
"Baiklah, aku akan mencari data tentang EmTV. Wahh! Ternyata kemampuan ku tidak berkurang, aku dengan cepat mendapatkan informasi tentang EmTV itu." Adel berhasil mencari data tentang EmTV , sekarang ia sedang melacak kontak direktur EmTV Entertainment, dan ia mendapatkannya dengan cepat.
"Wihh! Dapat E-Mail nya direktur EmTV Entertainment, aku harus menanyakannya soal ini." guman Adel. Jari-jemarinya masih saja menari di atas keyboard. Ia mengirim pesan ke direktur itu.
__ADS_1
Adel sudah menanyakannya tetapi belum dibalas oleh direktur itu. Ia menunggu esok pagi, ia tertidur. Lalu keesokannya...
"Wahhh! Dibalas! Gila ini sih." teriak Adel senang. "Ia langsung melihat jawaban direktur tersebut. "Kamu ini siapa? Menanyakan tentang itu? Aku bisa menjawabmu bila ada bayarannya, atau jika kau punya berita yang lebih menarik."
"Apa?! Jawaban aneh macam apa ini?" Adel teriak-teriak tak jelas. "Kenapa, Del?" tanya Dina. "Aku harus punya berita menarik baru bisa tau siapa pelakunya. Berita apa?" tanya Adel.
"Kita tanya saja ke Om Royyan. Aku takut kalau kita sembarangan memberi berita, akan berpengaruh dengan kelurga Grainne dan Shahraen." jawab Dina. "Bener juga tug, ayo kita tanya!" Adel dan Dina langsung melesat ke tempat dimana ada Royyan disana.
"Om!" teriak dua orang gadis di depan pintu ruang baca. "Eh kalian berdua? Masuk, mau bilang sesuatu?" Royyan mempersilahkan mereka masuk.
"Iya, Om! Kami mau bilang sesuatu." Adek dengan semangat 45 yang membara ingin memberitahukan apa yang mereka dapat. "Apa itu?" tanya Royyan.
"Kami bisa menemukan pelakunya." jawab Adel. "Benarkah? Kalau gitu apa lagi? Cepat cari dia!" Royyan juga sudah tak sabar menemukan pelakunya.
__ADS_1
"Tapi kami harus punya berita menarik." jawab Dina. "Untuk apa?" tanya Royyan heran. "Iya, karna kami sudah menghubungi direktur EmTV Entertainment. Dia minta berita yang lebih menarik agar mau memberitahu siapa pelakunya." jelas Dina. "Berita menarik?" tanya seseorang yang baru saja masuk ke ruang baca.
"Sepertinya aku punya berita menarik." jawab orang tersebut. "Reno?! Apa berita menariknya?" tanya Adel tak sabar. "Beritanya adalah..."