True Love A Noble

True Love A Noble
Eps. 04


__ADS_3

Sesampainya di tempat Nayya, Nayya langsung bergegas untuk meninggalkan lift. Reno mengikutinya, dan kemudian menarik tangan Nayya. Nayya terkejut, dan Reno mendorongnya ke arah dinding. Nayya mematung, kemudian Reno memegang tangan Nayya dan kemudian menciumnya.


"Uhm"


Kemudian, Nayya mendorong Reno untuk menjauh.


"Kenapa kau melakukannya? Aku tidak


suka diperlakukan seperti itu." seru Nayya dengan nada yang cukup tinggi.


"Hey, aku tidak akan senang jika aku tidak melakukannya." jawab Reno.


Ternyata pada saat itu, teman Nayya menyaksikannya. Reno sontak terkejut saat mengetahui bahwa ia sedang dilihat orang lain.


"Hey! Sedang apa kau di sana?" teriak Reno.


"M.. ma.. maaf, tuan. Aku baru datang dan tidak sengaja melihatnya." jawab pegawai tersebut gugup.


"Pergi kau dari sini!" perintah Reno.


"B.. ba.. baik, tuan." jawab pegawai tersebut dan terburu-buru keluar.


"Maafkan aku, Nayya." seru Reno.


"Ya, gapapa kok." jawab Nayya.


"Kau boleh bekerja sekarang." seru Reno dengan nada kesal.


"Baik, tuan." jawab Nayya.


Saat berada di ruangan, Reno merenungkan diri. Ia berpikir sejenak. 'Mengapa aku melakukan itu? Aku tidak pernah merasa seperti ini pada wanita lain, tetapi aku hilang kendali saat bersama Nayya.' batin Reno.

__ADS_1


Sekarang sudah saatnya Nayya pulang. Reno bergegas menemui Nayya.


"Nayya! Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, datanglah ke ruanganku sekarang." seru Reno.


"Baik, tuan." jawab Nayya sopan.


Mereka segera menuju ruangan Reno.


"Ada apa kau memanggilku? Apa yang ingin kau bicarakan padaku?" tanya Nayya ketus.


"Aku ingin kau bekerja sebagai sekretaris pribadi ku. Aku tidak ingin kau bekerja sebagai pegawai dengan jabatan rendah." jelas Reno.


"Kenapa kau ingin aku jadi sekretarismu?" tanya Nayya penasaran.


"Karna aku ingin kau selalu ada di sisiku." jawab Reno.


"Atas dasar apa aku menjadi sekretarismu? Bagaimana jika ada yang menanyakan hal ini? Apa yang harus dibilang?" tanya Nayya.


"Terserah." balas Nayya singkat.


"Aku akan membuat suratnya. Setelah ditanda tangani, berikan pada manajermu." jelas Reno.


"Ya ya ya." jawab Nayya.


Reno langsung membuat suratnya, menanda tanganinya, kemudian memberikannya kepada Nayya. Nayya pun memberikan surat itu pada manajernya.


"Bu manajer, ini surat dari Pak Reno." ujar Nayya sambil menyerahkan surat tersebut.


"Surat apa ini?" tanya Manajer Lina


"Ibu liat aja sendiri." jawab Nayya.

__ADS_1


Setelah dibaca..


"Kamu mau jadi sekretaris Pak Reno?" tanya Lina.


"Saya butuh uang banyak untuk pengobatan ayah saya. Mungkin dengan saya menjadi sekretaris Pak Reno, penghasilan saya jadi lebih banyak sehingga cukup untuk pengobatan ayah saya." jelas Nayya, lebih tepatnya diajarkan oleh Reno.


"Oh, baiklah kalau begitu. Saya akan menanda tanganinya." jawab Lina.


'Syukurlah ia memercayainya.' batin Nayya.


"Sudah kutanda tangani." ujar Lina.


"Terima kasih, bu." jawab Nayya.


"Ya." balas Lina singkat.


Nayya segera bergegas menuju ruangan Reno. Nayya memberitahu bahwa manajernya telah menanda tangani surat tersebut. Reno menyerahkan semua peralatan yang diperlukan Nayya.


"Ganti bajumu sekarang." perintah Reno.


"Baik, tuan." jawab Nayya. Ia menjawab formal seperti itu karna ada Kevin di sebelah Reno.


Nayya bergegas ke kamar ganti baju dan menggunakan baju dan tanda pengenalnya.


"Sudah siap pakaian nya?" tanya Reno.


"Su.. sudah, tuan." jawab Nayya masih gugup.


"Baiklah. Kalau begitu kerjakan semua brangkas ini." perintah Reno kemudian meninggalkan Nayya.


'Banyak sekali?!' batin Nayya.

__ADS_1


Nayya mengerjakan dengan giat. Setelah selesai, Nayya merasa puas. Saat sudah pulang dari kantor, Nayya bergegas pulang.


__ADS_2