
"Tadi itu kau bersama siapa ha?" seru seorang wanita di belakang Reno.
"Ibu?" jawab Reno terkejut. Reno sangat tau bahwa ibunya tidak suka bila ia berbaur dengan wanita yang bukan seorang bangsawan.
"Wah.. wah.. sepertinya anak kesayangan ibu sudah mulai tidak ingin mendengarkan ibunya lagi ya? Ibu sudah melarangmu berbaur dengan gadis seperti itu tapi kamu malah tetap melakukannya." seru ibunya Reno.
Ibu Reno adalah seorang yang disiplin, rapi, tegas, dan memiliki pendirian yang kuat. Bila ada yang berjanji padanya, maka harus ditepati. Bila ada yang melanggarnya, maka mereka akan tau hukumannya. Namanya ada Devian Nan Shahraen. Marga aslinya adalah Nan, tetapi karna menikah dengan keluarga Shahraen, ia jadi harus menggunakan marga itu juga.
"Ibu, maafkan aku ibu. Bukannya aku tidak ingin mendengarkan ibu, tapi apa salahnya aku berbaur dengan siapa saja? Aku ini sudah besar bu. Aku sudah dewasa dan aku berhak melakukan apa saja yang aku mau." jelas Reno takut ibunya memarahinya dan Nayya.
"Wah.. wah.. demi membela permpuan itu kamu rela melawan perkataan ibu ha? Mau jadi apa kamu ha? Kamu itu anak bangsawan serta ahli waris keluarga Shahraen, kamu tidak boleh melakukan hal yang menyalahi aturan bangsawan." balas ibunya Reno.
"Maaf, ibu" jawab Reno tertunduk.
"Supir, segera bawa dia pulang ke kastil." perintah Nyonya Devian.
"Baik, Nyonya besar." (supir).
Supir pun segera membawa Reno pulang ke kastil, yak lebih tepatnya lagi rumah kebesaran keluarga besar Shahraen.
"Kakak! Kakak sudah pulang?" sambut Lia, adik Reno.
Lia atau lebih tepatnya lagi Falia Shahraen, adalah anak kedua serta adik kandung Reno. Mereka dua bersaudara. Bagi Reno, Lia adalah adik kesayangannya. Reno tidak akan mengampuni orang yang melukai Lia, baik secara fisik maupun batin.
"Wah, adik kesayanganku. Kamu sudah makan?" tanya Reno dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Belum, aku nungguin kakak pulang." jawab Lia dengan lugu.
"What? Kamu belum makan? Cepet makan. / Bibi, berikan makanan Lia!" seru Reno.
"Pfft.. iya ampun bos. Sekarang aku makan." jawab Lia dengan penuh semangat dan sambil tertawa kecil.
Reno dan Lia pun makan, dan pada akhirnya Lia membuka pembicaraan yang serius dengan kakaknya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan rencanamu kak? Apakah sudah sukses?" tanya Lia serius.
"Ya, aku sudah menemukan orangnya. Tinggal menemukan satu hal lagi.." jawab Reno tiba-tiba terputus.
"Apa itu? Sepertinya penting." tanya Lia penasaran.
"Cara untuk mendapatkan hati gadis itu." jawab Reno dengan muka pura-pura serius.
"Ih! Aku kira apa! Kakak, aku serius tau(k)!" teriak Lia tidak terima.
"Pfft.. Wahahahahaha." Reno tertawa melihat tingkah adiknya.
"Jangan ketawa(k)!" seru Lia makin tidak terima.
"Yes, I'm sorry. Don't angry." jawab Reno menahan tawa.
"Huh! Bullshit!" seru Lia kemudian meninggalkan tempat.
Reno tak henti tertawa. Akhirnya ia terpikirkan dengan ucapannya tadi. Dia tak habis pikir bagaimana cara mendapatkan hati Nayya.
"Hai." sapa Reno.
"Hah! Kok bisa ada kami di sini?" tanya Nayya terkejut.
"Tidak sopan sekali dia berbicara seperti itu pada tuan muda Shahraen." bisikan yang sangat tidak disukai oleh Nayya.
"Maaf tuan Reno, saya tidak tau kalau itu anda. Saya kira kamu adalah teman saya." seru Nayya.
"Hey, kenapa tiba-tiba nada bicaramu formal hah?" tanya Reno.
"Maaf tuan muda, kita belum pernah berbicara sebelumnya. Bahkan ini pertama kalinya kita bertemu." ujar Nayya pura-pura tidak kenal.
"Kamu jangan mempermainkan saya, nona Nayya." balas Reno dengan wajah tajam.
__ADS_1
"Bagaimana tuan bisa tau nama saya?" tanya Nayya masih dalam sandiwaranya.
"Kevin, bawa dia ke ruanganku. Sekarang!" perintah Reno.
"Baik, tuan." jawab Kevin.
Kevin segera membawa Nayya ke ruangan Reno.
CEO' s Room- tertulis di depan pintu ruangan Reno.
'What? Dia CEO perusahaan di kantor tempatku bekerja? Kenapa aku tidak tau?' Batin Nayya.
"Kamu! Kenapa kau pura-pura tidak kenal denganku? Kau mau mempermalukanku di depan umum ha? bentak Reno.
"Kau mau aku mati dibunuh oleh fans-fans gila mu itu hah?" tanya Nayya.
Reno terkejut sekaligus tidak mengerti maksud dari pertanyaan Nayya.
"M..mak..maksud kamu apa?" tanya Reno penasaran.
"Kalau aku bicara seolah aku kenal denganmu, maka aku akan dibully, akan dicemooh dan bahkan aku bakal dibunuh dengan fans mu yang ada diluar itu. Kau kan tau aku ini orang miskin, aku ini orang yang tidak memiliki latar belakang keluarga bangsawan. Orang tidak akan setuju aku akrab dengan mu." jelas Nayya tidak santuy.
"Kenapa kau merasa seperti itu?" tanya Reno masih tidak mengerti apa yang dimaksud Nayya.
"Kamu ini bodoh atau tidak pintar sih? Kamu kaya dan aku miskin, orang tidak suka dengan aku yang miskin." jelas Nayya kemudian mengeluarkan air mata.
"Hey.. hey.. jangan menangis. Ya sekarang aku mengerti." jawab Reno dengan rasa iba.
"Iya tidak apa." balas Nayya.
"Tapi aku tidak merasa seperti itu, karna menurut ku kaya dan miskin itu tidak ada bedanya. Ketahuilah bahwa semua orang yang beranggapan seperti itu hanyalah orang bodoh." jelas Reno.
"Haha, itu menurutmu." ucap Nayya.
__ADS_1
Nayya langsung pergi keluar dari ruangan Reno.
"Hey! Tunggu dulu, kau salah paham. Hey!" teriak Reno. 'Argh, kenapa dia langsung salah paham seperti itu?' batin Reno