True Love A Noble

True Love A Noble
Eps. 14


__ADS_3

"Apa?! Jadi ini perbuatan Tammy?!" bentak tuan besar Grainne. "Iya, Ayah." jawab Reno.


"Reno, Ibu, Ayah!" sapa Tammy. "Kalian semua sudah sarapan?" lanjut Tammy.


"Sudah, duduklah. Saya mau bertanya ke kamu." seru tuan besar Grainne. "Apa itu ayah?" tanya Tammy. "Apa benar ini kelakuan mu?" tanya Ayah.


Tammy terkejut, bagaimana video itu tersebar secepat itu. "Video apa itu, ayah?" tanya Tammy pura-pura tidak tau. "Video? Aku bahkan tidak bilang itu Video. Bagaimana kau bisa tau kalau ini video?" tanya Ayah lagi.


"Ah.. i.. ituu, ahahah benar! Aku kira itu video." jawab Tammy terbata-bata karna ketakutan. "Kenapa kau pucat, hah!" tanya Reno. "Jangan-jangan benar kalau kau yang melakukannya?" lanjut Reno.


"Bukan, sayang! Bukan aku kok." jawab Tammy gemetaran. "Hah, sudah jelas. Pengawal! Cari nyonya muda Shahraen di manapun!" perintah Reno. "Baik, tuan!" jawab para pengawal.


————


"Nayya!" teriak Reno lalu berlari dan memeluk Nayya. "Eh, Reno?" tanya Nayya terkejut. Padahal sebelumnya Reno marah, apakah Reno sudah tau.


"Maafkan aku Nayya! Aku tidak tau kalau Tammy menipu ku. Mulai sekarang aku hanya akan mempercayaimu saja." ujar Reno yang semakin erat memeluk Nayya.


"Ehk!! Reno! Aku gabisa nafas!" teriak Nayya. "Oh, maaf! Aku terlalu senang mengetahui kalau kamu tidak salah." jawab Reno.


"Jadi bagaimana kau ingin mengurus Tammy?" tanya seseorang di depan Nayya. "Ayah!" Nayya langsung memeluk Ayahnya dengan erat. "Aku serahkan pada Ayah dan Reno saja." jawab Nayya.


"Baiklah, pengawal! Kurung wanita kurang ajar itu di penjara bawah tanah." perintah tuan besar Grainne. "Baik, tuan besar!" jawab pengawal.

__ADS_1


————


"Berani sekali kalian mengurungku di bawah tanah. Aku ini nyonya muda Shahraen!" teriak Tammy. "Kau tidak pernah di akui oleh nyonya besar." bentak pengawal.


"Lepaskan aku!!!" teriak Tammy. "Kau, tutup mulutnya!" perintah salah satu pengawal "Baik!" jawab salah satunya lagi. Ia menutup mulut Tammy dengan lakban.


"Emh! Emh!" Tammy berusaha mengeluarkan suara. "Diam!" bentak salah satu pengawal.


————


"Sudah kalian kurung dia?" tanya Reno. "Sudah, tuan." jawab pengawal. "Kita apakan dia ayah?" tanya Reno. "Kita urus itu nanti, yang penting Nayya kita selamat." jawab Ayah Nayya.


"Nayya anakku. Kepada siapa ayah harus berterima kasih?" tanya tuan Grainne. "Ayah, berterima kasihlah pada teman-temanku. Adel dan Dina." jawab Nayya.


————


"Temen-temen, kalian dipanggil Reno dan Ayahku ke kediaman Shahraen." kata Nayya dari telepon grup.


"Serius? Kenapa?" tanya Dina dari seberang telepon. "Iya ada apa?" tanya Adel. "Ayahku ingin berterima kasih pada kalian." jawab Nayya.


"Serius?" tanya Dina dan Adel bersamaan. "Iya, datanglah besok. Aku akan meminta supir untuk menjemput kalian." jawab Nayya. "Oke!"


————

__ADS_1


"Selamat pagi, tuan Grainne. Selamat pagi, tuan Shahraen." sapa Adel dan Dina. "Jadi kalian Adel dan Dina yang dikatakan oleh Nayya?" tanya tuan Grainne. "Iya, tuan." jawab Adel.


"Panggil Om aja, gausah sungkan. Dan panggil dia Reno aja, kalau perlu Reno ane." ujar tuan Grainne. "Pfft.. oke, Om!" jawab Dina dan Adel menahan tawa.


"Ayah! Hey kalian jangan ketawa!" teriak Reno tak senang. "Pfft.. hahahahaha! Apa-apaan wajahmu itu Reno!" teriak Nayya menertawakan Reno.


"Hey! Semua ini gara-gara ayah!" tukas Reno tak senang. "Hahaha." tuan Grainne dan Nayya tertawa terbahak-bahak.


"Oke, sekarang kita akan serius. Karna kalian sudah menolong Nayya, bagaimana kalau kalian menerima kebaikan hatiku untuk bekerja di sini sebagai detektif kediaman Grainne dan Shahraen." jelas tuan Grainne menjelaskan.


"Ah? Bagaimana ya, Om. Bukannya tidak mau, tapi apa tidak apa-apa kalau kami di beri pekerjaan hebat seperti itu?" tanya Dina dan disetujui oleh Adel. "Tentu saja." jawab tuan Grainne.


"Baiklah dengan senang hati kami menerimanya." jawab Adel dan disetujui oleh Dina. "Terima kasih ya, karna kalian mau menerima kebaikan saya." ujar tuan Grainne." Seharusnya kami yang berterima kasih, om. Dapat pekerjaan sehebat ini langka buat orang seperti kami." jawab Adel.


"Haha, kalau begitu kalian beruntung." seru Reno. "Siapa yang ngomong sama kamu Reno jelek." jawab Nayya. "Hey! Aku kan ngomong sama mereka bukan ke kamu!" tukas Reno. "Tapi kan mereka ngomong ke ayah bukan ke kamu Reno jelek!" lanjut Nayya. "Kamu ini!" teriak Reno.


"Sudah-sudah, masa' di depan tamu istimewa seperti ini kalian malah bertingkah seperti itu." seru seseorang dari balik tangga.


"Ibu!" teriak Nayya langsung menghampiri nyonya Devian. "Halo, nyonya Shahraen." sapa Dina dan Adel.


"Santai saja, panggil saya tante." jawab nyonya Devian. "Hey, kenapa semua mau dipanggil seperti itu sih?" tanya Reno. "Diem napa!" tukas Nayya sambil menyumbat mulut Reno dengan tisu.


"Hey!"

__ADS_1


"Oke, tante." jawab Adel dan Dina yang sempat terpotong karna teriakan Reno yang begitu bising. Siapa sangka seorang bangsawan termyata sifatnya masih kekanak-kanakan. Hari berlalu begitu cepat dan dipenuhi dengan tawa.


__ADS_2