
Akhirnya,
tumpukan berkas di atas meja kerja berhasil Hana selesaikan.
ia mengangkat kedua lengannya tinggi-tinggi melakukan peregangan . hari ini sungguh melelahkan baginya.
hana melirik jam di dinding kantor menunjukan pukul 5 sore. segera ia berkemas merapihkan isi tasnya yang tadi ia keluarkan.
ia berdiri dari kursi dan menenteng tasnya ingin pergi, namun tepat saat itu juga telepon di mejanya berdering
"Hallo" ucap Hana seraya menempelkan gagang telepon di telinganya
"Hana, ke ruangan saya! " ucap suara tegas di seberang telepon. kemudian terdengar suara sambungan terputus.
haish... sudah jam pulang kantor, bos masih saja memanggilku. jangan-jangan aku di suruh lembur. gerutu Hana dalam hati
Hana meletakan kembali tasnya, dengan terpaksa ia melangkahkan kakinya segera menuju ruangan bosnya, Adrian.
"Kamu pulang kantor ada acara tidak?" tanya Adrian setelah Hana duduk di kursi di hadapan bosnya. hanya meja kerja besar yang mengahalangi mereka berdua
Hana terdiam sejenak. mencerna pertanyaan bosnya . kemudian ia menggelengkan kepala, memberi jawaban.
"kalau begitu, saya mau minta tolong sama kamu"
"minta tolong apa, pak?"
"tolong jemput Elia di tempat les. saya masih ada meeting di luar dengan Mr.Henry"
what?? lagi-lagi dapat tugas sampingan. jadi baby sitter nya anak Bos. gumam Hana dalam hati
"Kamu bisa tolong saya untuk jemput Elia 'kan?"
__ADS_1
"Bisa, pak"
kalau sudah Bos yang beri perintah, mana bisa menolak . batin Hana
"ini kunci rumah" Adrian menyodorkan kunci kepada Hana
"Memangnya dirumah tidak ada Bu Asih?" tanya Hana. Bu Asih adalah asisten rumah tangga Adrian.
sebelumnya Hana pernah mendapat perintah menjemput Anak Bosnya, Elia. tapi ia tidak pernah dititipkan kunci rumah karna ada Bu Asih di rumah.
"Bu Asih sedang mudik"
Hana mengangguk sambil menerima kunci dari tangan bosnya
"Kamu jangan dulu pulang sebelum saya datang" pesan Adrian
"ya, pak. kalau begitu saya permisi"
"sama-sama, pak"
Hana keluar dari ruangan Adrian, lalu mampir ke meja kerjanya untuk mengambil tas dan segera menuju parkiran.
ia berjalan di pelataran parkir kantor mencari civic hatchback hitam nya, alias si mungil - mobil kesayangannya. lalu meletakan tas di kursi penumpang dan melajukan mobil keluar gerbang setelah berpamitan dengan security.
seperti biasa, jalanan di jam segini sangat padat. Hana menekan screen yang ada di depannya dan seketika mengalun lagu-lagu.
Hana menggoyangkan kepalanya mengikuti alunan musik, sesekali mulutnya mengikuti lirik lagunya.
sekitar 15 menit ia berkendara dan mobilnya berhenti di pelataran parkir bangunan Ruko tempat Elia mengikuti Les.
Hana keluar dari mobil dan duduk di ruang tunggu. beberapa orang juga sedang duduk menunggu sama sepertinya.
__ADS_1
tepat 5 menit kemudian kelas bubar. beberapa murid keluar berhamburan menuju pintu keluar melawati ruang tunggu
"Elia!" panggil Hana sambil melambaikan tangannya
gadis kecil itu menengok dan tampak tak senang dengan kehadiran Hana
"Tante Hana sedang apa disini?" ketus Elia
"Tante Hana mau jemput Elia pulang" ucap Hana tetap ramah.
"Papa kemana?" protesnya
"Papa Elia masih ada kerjaan"
Elia tidak menimpali ucapan Hana lagi. tapi kini raut wajahnya yang bicara. wajahnya tampak kecewa, dan bibirnya mengatup rapat.
"Elia senyum, dong. Tante Hana jadi sedih kalau Elia seperti ini" ucapnya sambil berlutut dihadapan Elia
tak lama senyuman mengembang diwajah gadis berusia 6 tahun itu, meski terpaksa.
"Ya, sudah. ayo, pulang!" gerutu Elia
___________
💕hai readers...
ini adalah novel pertamaku.
maaf jika banyak kesalahan dlm penulisan
berikan like atau komentar supaya menambah semangat author dlm proses penulisan.
__ADS_1
terima kasih 🥰