
Rihana kembali kerumahnya setelah Christian berhasil mentransfer uang penjualan mobil ke rekeningnya
ia lega, mobilnya masih bisa ia bawa pulang. ia tidak ingin diketahui oleh keluarganya bahwa untuk pernikahan adiknya ia harus menjual mobil kesayangannya
setidaknya, keluarganya akan tahu setelah acara pernikahan Adelia
Rihana pernah mendatangi bagian keuangan untuk mengajukan pinjaman, namun ditolak karena jumlahnya terlalu besar.
karena itu, ia terpaksa menjual mobil kesayangannya demi bisa melangsungkan pernikahan adiknya.
tok ! tok ! tok !
terdengar suara ketukan di pintu kamar Rihana
"Masuk, tidak di kunci !" teriak Rihana
Rihana menatap arah pintu, menunggu seseorang yang muncul dari baliknya
"Apa kakak sibuk ?"
"Tidak, masuklah"
Adelia muncul, melangkah masuk kemudian menutup pintunya. ia duduk di ranjang kakaknya dan tampak ragu ingin bicara
__ADS_1
"Kak Hana.."
"Hmm.."
"Tadi pagi aku lihat ibu menjual perhiasannya" tutur Adelia. Rihana terkejut mendengar perkataan Adelia, namun ia tak berkata apapun
"Aku tahu ini semua pasti ada hubungannya dengan acara pernikahanku. aku tidak masalah jika pernikahanku dilaksanakan hanya di ¹KUA daripada melihat ibu kesulitan dan menjual barang-barang miliknya" tutur Adelia mulai menangis
Rihana menghampiri Adelia dan memeluknya. tangannya bergerak mengusap kepala Adelia. Adelia memang sangat perasa.
"Adelia.. ibu, kakak dan kak Mira hanya ingin yang terbaik untukmu. meski pernikahanmu karena suatu hal, kamu layak mendapatkan pernikahan impianmu" tutur Rihana menenangkan
"Kakak masih ingat kamu pernah mengatakan bahwa di hari pernikahanmu, kamu ingin terlihat seperti seorang Puteri kerajaan yang sangat cantik dengan gaun panjang yang indah. dan di hari itu hanya kamulah wanita paling cantik" tutur Rihana mengenang ucapan adiknya kala itu sambil tersenyum.
tangannya tak henti mengusap kepala Adelia dengan lembut. sementara Adelia hanya diam mendengarkan
"Kami semua ingin melihatmu bahagia, mengantarmu menjadi seorang istri di hari pernikahan impianmu. jika benar ibu menjual perhiasannya untuk alasan pernikahanmu, itu semua karena ibu sangat menyayangimu. seorang ibu akan melakukan apa saja demi kebahagiaan anaknya" tutur Rihana tersenyum menatap Adelia
Adelia menangis dan tersenyum mendengar penuturan Rihana. Adelia semakin mempererat pelukannya
setelah Adelia cukup tenang, ia kembali ke kamarnya dengan perasaan lega.
ia tahu telah melakukan kesalahan besar, seburuk apapun dirinya dan dalam keadaan terpuruk sekalipun, keluarga adalah tempatnya kembali.
__ADS_1
dalam hati Adelia, ia sangat bersyukur memiliki keluarga yang sangat menyayanginya.
beberapa hari berlalu begitu cepat. persiapan pernikahan mulai dari Gedung, catering, dan gaun pengantin semua telah terencana dengan baik
Rihana menatap Kartu undangan pernikahan Adelia dan Haris yang ada di tangannya. ia melihat nama yang tercantum pada kolom putih tertera nama Adrian, bosnya
haruskah aku mengundangnya ? Mm...undang saja lah. sekedar basa-basi. terserah dia mau datang atau tidak !. batin Rihana
ia melangkahkan kakinya menuju ruangan Bosnya dan mengetuk pintu dengan tiga ketukan
Rihana masuk kedalam ruangan Adrian setelah dipersilakan. ia duduk di kursi di hadapan Bosnya
"Saya mau memberitahu kalau besok saya sudah mulai cuti, jika ada pekerjaan mendesak, hari ini saya siap lembur " ucap Rihana mengingatkan Bosnya
"Berapa lama ?"
"2 hari. ini undangan pernikahan adik saya, untuk pak Adrian."
Adrian mengaggukan kepalanya kemudian mengambil kartu undangan yang di sodorkan Rihana
"Adikmu menikah lebih dulu ?" tanya Adrian
ia Tahu maksud dari pertanyaan Adrian. Rihana menjawab pertanyaan Bosnya secukupnya. kemudian Rihana kembali ke meja kerjanya
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
KUA \= Kantor Urusan Agama