Try To Love

Try To Love
pacaran


__ADS_3

tiba-tiba Adrian me-rem mobilnya mendadak membuat Rihana terkejut. ia hampir saja membentur dashboard didepannya jika ia tidak menggunakan seat belt


"Aku lupa kalau hari ini Elia pentas seni" ucap Adrian


kemudian ia melajukan mobilnya ke arah sekolah Elia. untunglah sekolah Elia searah dengan tempat pertemuan mereka selanjutnya. jadi tidak memakan waktu lama untuk sampai di sekolah Elia


Adrian mengambil ponsel miliknya dan menyentuh layarnya menekan beberapa angka.


Adrian menelepon seseorang dan berbicara bahwa ia menunda meetingnya sampai jam dua siang.


Rihana masih mengatur nafasnya. jantungnya masih berdegup kencang meskipun tidak sehebat saat Adrian tiba-tiba me-rem mobilnya


"Terimakasih sudah mengingatkan tentang pentas seni. jika tidak, Elia pasti marah padaku" ujarnya sambil diiringi tawa


"Ya"


ternyata si bos bisa takut juga. di atas bos masih ada bos. batin Rihana sambil tersenyum


"Awalnya hanya mau sebentar saja meeting dengan direksi, tetapi keasyikan meeting jadi lupa waktu" tutur Adrian


what ? keasyikan meeting?!. meeting menegangkan seperti itu dia bilang asyik. ya Tuhan... batin Rihana sambil memutar kedua bola matanya


beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di pelataran parkir sekolah Elia.


"Ayo" ajak Adrian


"Apa tidak anda saja yang masuk, saya menunggu disini ?"


"Yakin mau menunggu disini?" tanya Adrian sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh area parkiran yang sepi.


hanya terlihat beberapa orang sedang berjongkok dibawah pohon sambil merokok


"Ayo, ikut masuk saja"

__ADS_1


"Ya, baiklah"


Rihana terpaksa ikut masuk kedalam sekolah bersama Adrian. sebenarnya ia sangat ingin berdiam diri di dalam mobil


ia tidak ingin mengganggu waktu ayah dan anak itu, harusnya ia bisa nonton film atau dengar musik sambil santai didalam mobil


tiba di aula gedung, Rihana dan Adrian mencari kursi penonton yang masih kosong. untunglah acara belum selesai. mereka masih bisa melihat beberapa penampilan, bahkan Elia pun tampil menyanyi kolosal dengan teman-temannya


Adrian berdiri dengan mengangkat ponselnya, merekam seluruh penampilan Elia dengan kamera video ponsel


Rihana melihat Elia di atas panggung tersenyum dengan kehadiran ayahnya. dan Rihana pun ikut menyunggingkan senyumnya


ia jadi teringat akan ayahnya, waktu Rihana masih di bangku Sekolah Dasar ayahnya juga sering memfoto serta merekam kegiatan pentas Seni yang diikuti Rihana.


tanpa sadar air mata lolos dari mata sendu Rihana yang kini sedang melamun. bahkan ia tidak sadar bahwa sejak tadi Adrian memperhatikannya


"Apa kamu baik-baik saja ?" tanya Adrian menyadarkan lamunan Rihana


"Eh ? Ba.. Baik. saya baik" ucap Rihana sambil mengusap air matanya


"Tidak. mata saya hanya sedikit perih, mungkin karena debu" ucapnya bohong sambil menyentuh matanya


"Papa !" tegur Elia sambil melompat ke pelukan Adrian


"Hai, sayang. Penampilan yang sangat bagus. good job!" ucap Adrian sambil mengangkat tangannya, dan keduanya melakukan high five


"Halo Tante Hana"


"Halo, Elia. selamat untuk penampilannya. tadi itu sangat keren !" ucap Rihana sambil mengacungkan ibu jarinya.


"Terima kasih" balas Elia


"Acaranya sudah selesai. setelah ini kita pergi makan siang baru menemui Tuan David" ucap Adrian kemudian

__ADS_1


"Ya. baik"


mereka bertiga beranjak dari duduknya, juga seluruh tamu undangan berhamburan memenuhi pintu keluar


"Kak Hana !"


seseorang memanggil Rihana, ia hafal betul dan sudah bisa dipastikan suara itu milik adiknya, Namira.


Rihana mengedarkan pandangannya mencari keberadaannya adiknya.


karena suasana aula yang riuh, Rihana kesulitan mencari namun pada akhirnya ia dapat menemukan posisi adiknya saat ini yang tengah berdiri di bawah panggung pentas


"Pak Adrian, saya permisi menemui Mira sebentar"


"Ya. Elia dan aku menunggu di mobil"


Tanpa basa-basi dan mengulur waktu Rihana bergegas menemui adiknya


"Kakak ada disini ?"


"Ya, Bos kakak ingin melihat penampilan Elia"


"Sengaja dari kantor datang kemari ?"


"Hem" balasnya sambil menganggukan kepala


"Kemarin masih tidak mengaku pacaran. sekarang malah jalan berdua menemui anak"


"Tidak seperti itu ! setelah ini Kakak ada meeting jadi sekalian ikut kemari"


"Kakak main backstreet ya ?" tanya Namira menggoda kakanya


"Namira !" Rihana membulatkan matanya menatap Namira

__ADS_1


sedangkan yang mendapat sorotan mata itu malah tertawa puas


__ADS_2