Try To Love

Try To Love
es krim


__ADS_3

Hana melajukan mobilnya menembus keramaian kota sore itu.


sesekali ia melirik Elia yg terus memalingkan wajahnya keluar jendela. raut kesedihan masih terpancar di wajah gadis kecil itu.


"Elia... apa boleh kita mampir ke kedai es krim sebentar?" tanya Hana mencoba membuat percakapan untuk memecah keheningan diantara mereka


"Untuk apa?" jawab Elia tanpa merubah posisinya


"Hari ini ada menu baru di kedai es krim. Tante ingin sekali mencobanya. apa Elia juga mau?"


Elia menghadapkan wajahnya kepada Hana sambil tersenyum dan mengangguk dengan antusias.


Hana tersenyum melihat Elia yang kini mulai ceria. ia pun segera melajukan mobilnya, dan tak lama kemudian menepikan mobilnya di depan kedai es krim


"kita sudah sampai" ucap Hana ceria, berharap keceriaannya menular kepada Elia


Hana mengajak Elia turun dan menuntunnya memasuki kedai. Elia langsung memilih tempat duduk tepat tepi jendela, Hana pun mengikuti.


Elia langsung membuka buku menu yang ada di atas meja, ia menunjuk menu Red Kitty Parfait dan Hana menunjuk Parfait Chocolate.


tak lama, pesanan mereka pun tiba. Elia tampak senang melihat hidangan dihadapannya.


" Tadaaaa... es krim dataaang" ucap Hana setengah berteriak dengan mata berbinar bahagia karena es krim pesanannya dihidangkan dihadapannya, juga bahagia melihat gadis mungil dihadapannya ikut tersenyum.


Tanpa basa basi lagi, Elia langsung menyantap es krim miliknya, Parfait strawberry Dengan es krim yang dicetak berbentuk kepala kucing lucu


Hana tersenyum melihat Elia. kemudian ia pun menyantap es krim miliknya.


"Tante Hana.." panggil Elia


"Ya"


"Terima kasih karena mengajakku kesini" ucap Elia ramah di sela-sela kegiatannya menyantap es krim

__ADS_1


"sama-sama" jawab Hana mengumbar senyum sambil menyantap es krim


"Tante sangat suka es krim dan cokelat. karena itu, tante cukup sering datang kemari" tutur Hana lagi


" Aku juga suka cokelat dan es krim. tapi Papa hampir tidak pernah mengajakku pergi ke tempat seperti ini" tuturnya sedih


"Sebenarnya aku kesal pada Papa, karena selalu sibuk, tidak bisa menjemputku apalagi mengajakku pergi makan es krim seperti ini. tapi tidak apa-apa, aku senang karena bisa makan es krim disini" tutur Elia sambil menunjukan senyumnya pada Hana


Hana membalas senyum Elia dan mengelus pipi gadis kecil itu.


ini kali kedua Hana menjemput Elia di tempat les nya. sebelumnya, Hana merasa kesal saat menjemput Elia pulang les. Elia selalu saja ketus setiap menjawab pertanyaan Hana. benar-benar menguji kesabarannya


namun kali ini Hana menyadari, Elia hanyalah seorang anak-anak. dia akan jujur menunjukan isi hatinya yang polos.


Elia berbicara ketus karena merasa kesal ayahnya tidak bisa menjemputnya.


usai menyantap habis es krim, Hana pun mengajak Elia pulang


setibanya di rumah, waktu menunjukan pukul 7 malam. keadaan rumah sangat gelap. Elia memeluk Pinggang Hana, ketakutan.


setelah semua ruangan cukup terang, Hana mengantar Elia ke kamarnya.


"Ayo, ganti bajumu" ajak Hana dan Elia menurutinya


"Tante Hana.." panggil Elia


"Ya"


"Bisa buatkan aku teh manis hangat ?" pinta Elia


"Tentu. tunggu disini, aku akan segera kembali"


Hana segera menuju dapur dan mencari-cari kantung teh dan gula. ia tidak tahu dimana Bu Asih meletakkannya.

__ADS_1


hana membuka satu persatu lemari dapur, dan akhirnya menemukannya.


setelah membuat teh, ia segera menghampiri Elia dikamarnya.


"Elia, Apa kamu sakit?" tanya Hana khawatir karena wajah Elia agak pucat


"Iya, perutku sakit"


wajah Hana menegang khawatir mendengar ucapan Elia. Hana ingin mengajaknya ke Dokter, namun Elia menolak.


"Ayo, minum teh hangatnya. mungkin perutnya akan sedikit baikan" tutur Hana


Hana membantu Elia meneguk teh hangatnya perlahan hingga tandas setengahnya.


"Elia..." terdengar suara Adrian memanggil anaknya dari tengah ruangan


Adrian langsung menuju kamar anaknya, dan menghampiri Elia


"Pak Adrian .." sapa Hana


"Papa sudah pulang" ucap Elia girang. ia tersenyum dan memeluk ayahnya dengan senang.


"Sayang.. maafkan Papa karena tidak bisa menjemputmu" sesal Adrian.


Elia mengangguk dan tersenyum menatap wajah ayahnya. namun Adrian menangkap wajah pucat Elia dan mulai khawatir.


"Sayang, Apa kamu sakit?"


______________


💕hai readers...


berikan like atau komentar supaya menambah semangat author dlm proses penulisan.

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2