Try To Love

Try To Love
welcome back, Rihana


__ADS_3

#Tiga bulan kemudian.


Rihana merapihkan barang-barang pribadi miliknya, memasukannya ke dalam kardus sedikit demi sedikit.


hari ini,


hari pertama Anita bekerja kembali setelah cuti.


Anita sekretaris Adrian, juga ikut membantu Rihana. memasukan berkas, dan perlengkapan lainnya yang di butuhkan Hana.


"Hana, terima kasih ya, sudah membantu pekerjaan ku selama aku cuti" tutur Anita


"Ya, Sama-sama, bu Anita. saya senang bu Anita kembali kerja"


"Betulan senang?" tanya Anita


Rihana menatap Anita serius


"Tentu senang" pekik Rihana girang. kemudian membungkukkan badannya mendekat ke arah Anita


"Pekerjaan bu Anita sebagai sekretaris sangat banyak, aku cukup kewalahan dengan schedule Boss yang padat." ucap Rihana berbisik. kemudian ia menegakan kembali tubuhnya


Anita hanya tertawa mendengar penuturan Rihana


"karna bu Anita sudah kembali, dengan senang hati aku kembalikan pekerjaan ini" tutur Rihana riang sambil menjulurkan tangannya ke arah Anita seperti sedang mempersilahkan Anita untuk duduk kembali di kursi kerjanya


"Bukan itu yang aku maksud, sayang" ucap Anita sembari mencubit pipi Rihana dengan gemas


"Kamu senang berpisah dengan Boss ganteng kita? yakin tidak sedih berpisah ruang? " sambung Anita


Rihana menatap Anita dan mengerti arah pembicaraan nya


"Huss... Bu Anita jangan bikin gosip, ya." tukas Rihana

__ADS_1


"ok. ok. aku tidak akan bergosip. kalo begitu, aku telepon OB dulu supaya membantumu membawa barang-barang ini" jelas Anita


tak lama kemudian, OB kantor datang dan membantu membawa barang-barang milik Rihana berpindah ke ruang HRD.


"Bu Anita, Aku menghadap pak Adrian dulu, ya. minta tanda tangan surat mutasi" tutur Rihana


"Oke. oh ya, Hana"


"Ya"


"Mm... By the way, kamu dan pak Adrian betulan cocok, loh" goda Anita lagi


"Bu Anita!" celetuk Rihana berlagak marah


"Hahaha.. ok. ok. aku tidak akan menggodamu lagi" ujar Anita sambil mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.


Rihana mengetuk pintu ruangan Adrian dan masuk setelah dipersilahkan.


"Permisi, pak. saya mau minta tanda tangan surat mutasi" ucap Rihana sambil menyodorkan selembar surat pada Adrian


- yang memerintahkan mutasi


- persetujuan pimpinan divisi


- persetujuan pimpinan tertinggi perusahaan


"Terima kasih sudah membantu saya selama Anita cuti."


"sama-sama, pak. saya permisi"


Rihana keluar ruangan Adrian dan berpamitan pada Anita, kemudian menuju lift dan menekan angka menuju ruang HRD


di dalam lift Rihana termenung. sebersit perasaan sedih muncul di hatinya. 3 bulan bukan waktu yang lama, tapi cukup bagi Rihana untuk membiasakan diri dengan rutinitasnya sebagai sekretaris, dan kini ia harus meninggalkan rutinitas itu dan kembali membiasakan diri dengan rutinitasnya yang lama.

__ADS_1


ting!!


pintu lift terbuka, menampilkan ruangan dengan segala aktifitasnya yang sibuk


dan tiba-tiba..


CTTAAAKKKK***


butir-butir kertas warna-warni turun bak hujan di atas kepala Rihana


"Welcome back, Hana... " kompak suara seluruh penghuni bersorak. beberapa dari mereka meniup terompet pesta menambah riuh ramai suasana di ruangan itu.


"i miss you" ucap sahabat Rihana, Gabriela. kemudian memeluk Rihana diikuti beberapa rekan kerja wanita di departemen HRD, turut memeluk Rihana


Rihana tersenyum. sungguh kejutan yang mengejutkan.


Ya.. kembalinya di ke departemen HRD adalah pilihan yang tepat. ini adalah 'rumahnya' dan ia kembali 'pulang'


"i miss you too" balas Rihana haru. sambil membuka lebar tangannya membuat pelukan besar untuk menjangkau seluruh Teman-temannya


"Baiklah, hari ini kita makan siang dimana untuk merayakan kembalinya Hana" celetuk Gabriela salah satu sahabat nya


Rihana langsung memasang wajah masam dan menatap tajam pada Gabriela


"Bagus sekali, ya.. Gabriela Anastasya!" celetuk Rihana pura-pura marah


yang di sebut namanya hanya tersenyum puas mengerjai sahabatnya


"Oke, hari ini kita makan sepuasnya" lanjut Rihana menimpali. sontak seluruh ruangan HRD riuh dengan sorak sorai penghuninya.


"Hana is the best" timpal Gabriela bersorak


"Pastinya.. tapi kita makan sepuasnya di warung makan bu Ipah ya"

__ADS_1


"Humm.. tapi masih oke lah" celetuk Gabriella sambil merengut.


Rihana hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat aksi sahabatnya.


__ADS_2