
"Boleh Kakak masuk?" tanya Hana
ia melongokkan kepalanya didepan pintu.
Namira menganggukan kepalanya tanpa
menyahut.
Hana masuk kedalam kamar dan duduk ditepi ranjang.
"Sedang apa disitu?" tanya Hana melihat Namira sedang berdiri ditepi jendela
Mira mengalihkan pandangan menatap kakaknya cukup lama, kemudian menarik nafas panjang dan membuangnya sekaligus dengan kasar.
Hana menyadari, ada sesuatu yang tidak ia ketahui dirumah ini. sikap diam ibunya yang tidak seperti biasa ibunya merindukan ayahnya. juga sikap Mira yang seperti sedang memikul beban berat.
Mira menghampiri kakaknya dan ikut duduk ditepi ranjang bersebelahan dengan Hana.
Mira diam. begitupun Hana.
Hana ingin sekali bertanya, namun ia tahan. ia memilih menunggu Mira mengungkapkannya sendiri tanpa dipaksa.
"Kakak, aku ingin mengatakan sesuatu..." ucap Mira ragu. sejenak ia terdiam dan melanjutkan lagi ucapannya
"Adel Hamil" ucap Mira lirih
Hana terkejut dan tubuhnya menegang. matanya membulat besar mendengar penuturan adiknya itu
"jangan bercanda!!" ucap Hana geram
"Aku serius !" Ucap Mira dengan ekspresi sungguh-sungguh
"Laki-laki yang tadi kakak lihat di ruang tamu, dia pacar Adel, ayah dari anak yang di kandung Adel" tutur Mira
Hana memejamkan matanya, nafasnya seperti tercekat. ia menunduk, menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Laki-laki itu Haris, senior Adel di kampus. dia mau bertanggung jawab dan datang kemari karena ingin meminta izin pada Ibu untuk menikahi Adel" jelas Mira
"Lusa, dia akan membawa kedua orangtuanya kesini untuk membicarakan pernikahan" lanjut Mira
"Ya Tuhan... kenapa anak itu melampaui batas!" lirih Hana geram
__ADS_1
"Kak .." panggil Mira ragu.
"Kakak mau ke kamar Adel !" ucap Hana bangkit dan berlalu
"Aku ikut, kak" sahut Mira mengikuti langkah Hana
Hana mempercepat langkahnya, ia tak sabar ingin segera sampai di kamar Adelia setibanya didepan pintu kamar Adelia, Hana mengetuk pintunya beberapa kali karna tak kunjung dibuka.
"Kakak, mungkin Adel sudah tidur" bujuk Mira agar Kakaknya tidak menemui Adel saat ini.
Mira hafal betul sifat kakaknya. sangat tegas. Mira takut Hana akan mengamuk dikamar Adelia.
"Dik, buka pintunya !" ucap Hana sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Adelia.
tak lama pintu kamar Adelia pun terbuka. Adel melihat Kedua kakaknya berdiri dibalik pintu.
Wajah Adel menegang seketika. ia yakin kakak sulungnya pasti sudah mengetahui kabar dirinya.
"Adel, boleh kakak masuk ?" ucap Hana dengan nada biasa seolah tidak ada yang terjadi
"Ya, Kak. boleh" Adel membuka pintunya lebar, setelah kedua kakaknya masuk Adel pun menutup pintu.
Hana menarik kursi belajar Adel dan duduk disana. sementara Mira dan Adelia duduk di tepi ranjang.
"Maaf karena kakak mengganggu jam tidurmu" ucap Hana memulai
"Tidak, Kak. aku belum tidur" jawab Adel
"Bagus !"
"Kakak sudah dengar dari Kak Mira, kalau kamu sedang..." ucap Hana tidak melanjutkan. ia menarik nafas dan membuangnya dengan kasar
Adel menunduk, Mira yang duduk di samping Adel langsung merangkul adiknya.
"Benar, kamu sedang hamil ?!" tanya Hana Mulai mengintrogasi
Adelia menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Hana.
"Jawab pakai mulutmu !" Hana setengah berteriak
"I..ya, Kak" jawab Adel mulai menangis. namun Hana tidak mempedulikannya
__ADS_1
"Sudah berapa bulan ?" tanya Hana lagi ketus
"Aku tidak tahu"
"Siapa ayahnya?"
"Kak-Haris, se-niorku di-kampus" ucap Adel sesenggukan
"Ta-pi dia ma-u tang-gung ja-wab, Kak" lanjut Adel membela diri dengan terbata karena senggukan menangis
"Ya, harus!! kalau sampai dia tidak mau tanggung jawab. kakak akan datangi rumahnya mencari dia !" jawab Hana emosi
Adel makin menangis melihat kakaknya marah besar. Mira mengusap punggung Adelia mencoba menenangkannya.
"Apa otakmu tidak bisa berfikir sedikit sebelum kamu melakukan hal itu dengan Haris ?
kamu masih muda, kuliahmu belum selesai !
belajar yang serius, bergaul sewajarnya saja!"
Adel masih terus menangis, Mira tetap diam tak berani bicara jika kakaknya sudah marah
"kamu selalu bilang kakak cerewet, kakak galak, tidak sayang pada adik-adik kakak, kakak kuno, kakak tidak gaul, kakak suka mengatur, membatasi kalian.. apalagi sebutanmu untuk kakak ??"
"Kakak melakukan semua itu, karena kakak sangat sayang pada adik-adik kakak!" ucap Hana dengan nada lebih rendah, tak sengaja air mata Hana menetes.
"Kakak benar-benar kecewa"
"Kak... aku minta maaf" ucap Adel sambil menjatuhkan tubuhnya di kaki Hana.
Hana diam. ia marah, kecewa, dan malu pada dirinya sendiri. ia merasa sudah gagal menjaga Adelia, adik kecilnya.
nasi sudah menjadi bubur. menyesal pun percuma, semua sudah terjadi.
Hana membantu Adelia berdiri dan membantunya duduk di ranjang
"Sudah malam, kamu istirahatlah. Mira, kamu juga kembali ke kamarmu" ucap Hana melembut
Hana keluar dari kamar Adelia di ikuti Mira.
"Kak Hana.." panggil Mira
__ADS_1
"Besok saja, sekarang kakak mau istirahat" ucap Hana dingin kemudian masuk kedalam kamarnya.