
Hana masuk kedalam kamarnya langsung merebahkan diri di ranjang tidur. matanya terjaga nyalang menatap langit-langit kamar
ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. kepalanya begitu pusing. seketika wajahnya memanas, matanya memerah dan mulai basah
"Ayah..." lirih Hana begitu menyayat
tangisnya tumpah tak bisa dibendung lagi. Hana menutup wajah dengan kedua telapak tangannya karena tangisnya semakin menjadi
"Ayah.. Maafkan Hana karena tidak bisa menjaga Adel dengan baik" lirih Hana disela tangisnya
Cukup lama Hana menangis, hingga akhirnya ia terlelap juga dalam tidur.
paginya, Hana sudah bersiap untuk bekerja. Hana keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan.
belum ada seorangpun yang duduk di meja makan. hanya ibunya yang sesekali mondar-mandir menghidangkan makanan.
"Ayo, sarapan. ibu sudah buat Roti jagung manis dan jus susu jagung" ucap Sarah
"Kenapa hari ini semuanya serba jagung ?" tanya Hana sambil mengunyah roti
"Kemarin Bibi Jessy mengantarkan banyak jagung. ia punya ladang jagung di desanya dan sekarang sedang masa panen" tutur Sarah menjelaskan
Bibi Jessy atau Jessica adalah tetangganya, dia sangat baik, keluarga Hana menganggapnya seperti saudara.
__ADS_1
kemudian terdengar langkah kaki membuyarkan obrolan ibu dan anak. langkah kaki milik Namira, yang kemudian bergabung bersama Hana dan ibunya.
"Wow...kelihatannya lezat!" ucap Namira bersemangat sambil menarik kursi dan duduk. tangannya langsung meraih roti dan segelas susu
"Adel mana?" tanya Hana
"Sepertinya belum bangun" jawab Namira sambil mengangkat kedua bahunya
"Panggil adikmu !. kita sarapan bersama" perintah Hana. namira langsung berdiri dan melangkah menuju kamar Adelia
Namira mengetuk pintu kamar adel beberapa kali sembari memanggil nama adiknya.
"Dik... kamu sudah bangun kan? ayo, sarapan" panggil Namira diluar pintu.
"Adel, sudah rapi mau pergi ke kampus ?" tanya Sarah pada putrinya, Adelia.
Sarah menatap Adelia yang sudah rapi mengenakan oversize sweater dan straight jeans .
"Ya, Bu. Hari ini ada seminar di kampus" jawab Adelia kemudian menyantap roti nya
tak ada yang bicara selama makan hingga suasana saat itu sangat sunyi, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang berdenting beradu dengan piring.
Namira dan Adelia pamit lebih dulu untuk pergi, hanya tinggal Hana dan Sarah di meja makan.
__ADS_1
"Bu.." panggil Hana
ibunya menoleh, mengalihkan pandangannya ke Hana.
"Aku sudah tahu tentang Adelia" lanjut Hana. seketika Sarah terkejut dan kemudian raut wajahnya menjadi sendu
"Maaf, ibu belum menceritakannya. semalam kamu terlihat lelah sekali"
"Jujur, Ibu kecewa dan marah. tapi percuma berlarut-larut menyalahkan Adelia, itu hanya akan membuat dia semakin tertekan" jelas ibu.
Hana diam. dalam hati ia membenarkan perkataan ibunya.
tiba-tiba tangan Hana terasa hangat karena sentuhan tangan ibunya dan membuyarkan lamunan Hana
"Ibu minta maaf karena harus menikahkan Adelia terlebih dahulu. harusnya kamu yang pertama ibu nikahkan" sesal ibu
aku...menikah ? kalau harus menikah lebih dulu pun siapa pendamping pria nya ?. batin Hana
Hana terdiam, kemudian menghela nafasnya
"Tidak apa-apa, Bu. aku mengerti" balas Hana sambil mengusap punggung tangan ibunya. kemudian berpamitan untuk bekerja
Hana membawa beberapa potong Roti Jagung yang dibuat ibunya untuk cemilan di kantor.
__ADS_1
Hana segera menuju halaman dan masuk ke dalam mobil kesayangannya. lalu ia mulai menyalakan mesinnya dan melaju menembus keramaian kota pagi hari