
setibanya di kantor, Rihana langsung menuju meja kerjanya. ia meletakan tasnya di laci meja kemudian bergegas ke pantry membuat kopi
Rihana mengeluarkan kopi krim saset dari saku blazernya kemudian meraih cangkir dan menuang air panas ke dalam cangkir yang telah diisi kopi
Rihana segera kembali ke meja kerjanya usai membuat kopi. kemudian Adrian baru saja tiba di kantor, berjalan menuju ruangannya melewati Rihana tanpa menyapa
Ada apa dengan Bos ? pagi-pagi sudah bad mood. apa Bos masih marah soal es krim kemarin? hmmm... terserah deh !. batin Rihana sambil menyeruput kopinya dan menyalakan komputer
Rihana ingat, ia membawa roti jagung buatan ibunya. Rihana melirik bungkusan roti yang isinya cukup banyak.
aku tidak mungkin makan roti ini sendirian. bisa-bisa aku tidak makan siang karena masih kenyang. batin Rihana
Rihana membawa bungkusan roti itu ke pantry untuk dibagikan pada OB, dan meminta tolong pada OB agar menghidangkannya untuk Adrian
beberapa jam kemudian Rihana sudah tenggelam dengan pekerjaannya dan telepon di mejanya berdering membuat Rihana terpaksa menunda pekerjaannya
"Halo..Hana, bersiaplah. ikut aku bertemu Mr.Henry" perintah Adrian lewat telepon
"Baik, pak"
Rihana merapihkan meja kerjanya kemudian ke toilet merapikan diri dan riasannya
setelah Adrian dan Rihana siap, mereka segera berangkat dengan menggunakan mobil Adrian
selama perjalanan Rihana tak banyak bicara karena Bos nya pun sejak masuk mobil tak mengeluarkan sepatah katapun.
__ADS_1
Rihana menyibukkan diri dengan memainkan ponselnya. di dalam mobil begitu sunyi, bahkan Adrian tidak menyalakan audionya
"Hana..aku minta maaf untuk yang kemarin sore, tidak seharusnya aku marah padamu" ucap Adrian memulai obrolan sambil terus fokus mengendarai mobil
"Tidak apa-apa, pak Adrian. saya mengerti"
Rihana paham akan posisi Adrian saat itu. mungkin ia akan melakukan hal yang sama juga bila itu terjadi padanya
"Dan terimakasih roti jagungnya. apa kamu yang membuatnya ?"
"Bukan saya, tapi Ibu saya yang membuat"
"pantas saja rasanya enak"
"Aku tidak bilang seperti itu. kamu saja yang menyimpulkannya sendiri" celetuk Adrian
Rihana tersenyum menanggapi ucapan Adrian. ia baru tahu sisi lain dari Bos nya ini, orang yang cukup hangat bila sudah mengenalnya.
selama dua pekan bekerja bersama Adrian, Rihana selalu merasa tegang karena Bos nya itu selalu bersikap dingin.
sampai-sampai Rihana merasa ingin sekali mengundurkan diri dari pekerjaannya karena tak kerasan bekerja.
beberapa saat kemudian, mobil Adrian berhenti di pelataran parkir sebuah Restoran bintang lima.
Rihana tak banyak bicara, ia turun dari mobil mengikuti langkah Bos nya masuk kedalam restoran
__ADS_1
Adrian melangkahkan kakinya menuju sebuah meja yang sudah ditempati dua orang pria warga negara asing
"Selamat siang Mr.Henry dan Mr.David. sudah lama menunggu ?" ucap Adrian sambil menjabat tangan mereka satu persatu-satu
"Tidak begitu lama" jawab salah satu di antara mereka berdua
kemudian Adrian juga memperkenalkan Rihana kepada mereka sebagai sekretarisnya
Bermula acara makan siang, dalam makan itu sesekali di selingi obrolan tentang pekerjaan
usai makan siang, mereka berempat membicarakan tentang pekerjaan hingga waktu menunjukkan pukul 3 sore, rapat itu baru usai.
perjalanan kembali ke kantor memakan waktu satu jam. setibanya di kantor, Hana segera berpamitan untuk pulang
besok adalah hari libur, dan besok akan ada calon besan datang melamar Adelia
tentu ibunya membutuhkan bantuan untuk mempersiapkan acara lamaran besok malam
________
hai readers... maaf jika banyak kesalahan dlm penulisan novel ini
berikan like, kritik dan saran di kolom komentar supaya menambah semangat author dlm proses penulisan.
terima kasih
__ADS_1