Try To Love

Try To Love
pentas seni


__ADS_3

Setibanya di rumah, tak ada seorang pun terlihat. Rihana langsung menuju kamarnya, namun saat hendak menaiki anak tangga tiba-tiba suara ibunya mengejutkan Rihana


"Kamu sudah pulang ? ibu tidak mendengar suara mobilmu ?" tanya Sarah


Rihana terdiam beberapa detik kemudian langsung menjawab pertanyaan ibunya


"Mobilku di bengkel Chris"


"Servis ?"


Rihana terdiam lagi. ia menarik nafas panjang dan menghelanya sekaligus.


ia berjalan menghampiri ibunya yang sedang duduk di sofa sambil memutar Chanel televisi


lebih baik berterus terang. pikir Rihana


ia tidak ingin berlarut-larut menyembunyikan ini..


ia duduk di samping ibunya dan mulai bicara


"Bu..sebenarnya mobilku sudah di jual" ucap Rihana pilu


Sarah terkejut mendengar penuturan putrinya. ia tahu betul mobil itu adalah kesayangan putrinya


"Kenapa di jual ? itu mobil kesayanganmu.." tanya ibunya kemudian melanjutkan lagi ucapannya seolah menemukan jawaban atas perbuatan anaknya


"Wedding Organizer Adelia, kamu lunasi pakai uang mobil ?"


"Ya"


ibunya terdiam. dadanya terasa sesak mendengar itu


"tapi masih ada sisa. aku bisa beli mobil yang baru, yang lebih murah"


"Kamu tidak harus sampai menjual mobil untuk pernikahan Adikmu. kita bisa melakukan resepsi yang lebih sederhana"

__ADS_1


"tidak apa-apa, bu. itu pernikahan impian Adelia, lagipula aku masih bisa membeli mobil lagi." jawabnya sembari mengumbar senyum


"Aku pergi ke kamar dulu. badanku lengket"


"Ya, ibu akan siapkan makananmu"


dikamar, Rihana meletakan tasnya di meja kerjanya. kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang


ia menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong cukup lama, kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


esoknya, pagi-pagi sekali Rihana sudah bersiap. mulai hari ini ia pergi bekerja dengan transportasi umum.


Rihana membungkus sarapannya, memasukannya ke dalam kotak makan.


Namira menghampiri Rihana dan melakukan hal yang sama


"Kakak berangkat sepagi ini ?" tanya Namira melihat Kakaknya berpakaian rapi dan kerepotan membungkus makanan


"Ya. kakak ada meeting pagi. kamu sudah rapi mau kemana ?" Rihana balik bertanya


"ke Sekolah. hari ini ada acara pentas seni"


"Kak !" panggil Namira "mau berangkat bareng denganku ?" lanjutnya


"Kita berbeda arah, Mira"


"Aku akan mengantarmu sampai pertigaan trafic light. "


"Ok, kakak ikut"


Namira sudah tahu tentang mobil kakaknya yang dijual. semalam, ia tidak sengaja mendengar percakapan kakak dan ibunya itu


Namira mengambil kunci motornya dan memberikan Helm serta jaket hoody kepada kakaknya.


"Pakai jaket, agar bajumu tidak bau asap. Pakai helm juga" ucap Namira mengingatkan

__ADS_1


"Kakak tidak mau pakai helm, nanti rambut kakak berantakan. lagipula Tidak ada polisi"


"Astaga, kakak. apa harus menunggu polisi dulu baru mau pakai helm ? ini untuk keselamatan. pakai saja !"


Rihana memutar bola matanya, kesal. tapi akhirnya ia pakai juga helmnya.


Namira mengantar kakaknya sampai pertigaan jalan. setelah itu mereka mengambil jalur berbeda


Rihana menyetop bus yang akan mengantarnya sampai halte depan kantor tempatnya bekerja.


Ia naik ke dalam Bus dan duduk di barisan tengah tepi jendela. ia merapihkan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan dan menyiapkan uang untuk membayar ongkos Bus


setengah jam kemudian, ia tiba dan turun di halte. suasana halte tak begitu ramai. hanya ada tiga orang sedang duduk menunggu sambil memainkan handphonenya


Rihana terus berjalan hingga akhirnya ia tiba di kantor, dan duduk di meja kerjanya sambil menghela nafas karena lelah.


Masih ada beberapa menit lagi sebelum jam masuk kantor. Rihana membawa kotak bekalnya ke pantry dan duduk di meja makan menyantap bekalnya yang ia bawa dari rumah


setelah selesai menyantap habis menu sarapannya, Rihana kembali ke meja kerjanya


semua yang di minta bosnya ia siapkan dengan rapi dan teliti.


tepat pukul sembilan. seluruh dewan direksi sudah berkumpul di ruang rapat. Adrian langsung memulai pembicaraan dan dua jam kemudian rapat selesai


"Hana, langsung siapkan kontrak yang di berikan Tuan David" perintah Adrian


"Baik, pak"


Dengan cekatan Rihana menyiapkan berkas-berkas yang di minta Bos nya. dan mereka berdua segera keluar dari kantor menuju parkiran


Rihana dan Adrian masuk kedalam mobil milik Adrian. kali ini tanpa supir. Adrian mengendarai mobil dengan kecepatan sedang membelah keramaian ibukota


seperti biasa, suasana dalam mobil selalu hening. tampaknya bos nya tidak suka musik saat berkendara.


Rihana yang bingung mengambil handphone dan memilih memainkannya. ia melihat akun media sosial dan muncul foto adiknya, membuat Rihana tak bisa menahan senyum. Namira dengan kostum dan make-up lucu bak penyihir serta disampingnya foto anak-anak dengan kostum kurcaci, putri, dan pengeran.

__ADS_1


"Pak Adrian, anda tidak pergi ke sekolah ? bukankah hari ini di sekolah Elia ada pentas seni ?" tanya Rihana tiba-tiba teringat akan putri Bos nya yang merupakan murid di sekolah Namira mengajar


tiba-tiba Adrian me-rem mobilnya mendadak membuat Rihana terkejut. ia hampir saja membentur dashboard didepannya jika ia tidak menggunakan seat belt


__ADS_2