Try To Love

Try To Love
marah


__ADS_3

"Sayang, apa kamu sakit?" tanya Adrian khawatir melihat wajah putrinya yang begitu pucat


Adrian meletakan telapak tangannya di dahi Elia, namun suhunya normal.


"Perutku sedikit sakit" jawab Elia sambil meringis


"Ayo, periksa ke dokter" ajak Adrian, namun Elia menggelengkan kepalanya


"Aku tidak mau pergi ke Dokter. Aku tidak mau di suntik lagi" celetuk Elia. Adrian mengehela nafasnya.


Hana masih berdiri diam dan membisu menyaksikan percakapan antara sang ayah dan anak. bak menonton drama dari jarak dekat.


"Apa yang kamu makan seharian ini?" tanya Adrian menyelidik


"Semua makanan yang diberikan sekolah, susu kotak yang ku bawa, dan ... es krim" Elia menurunkan suaranya saat menyebut kata es krim


Adrian membelalakkan matanya mendengar kata es krim


"Papa sudah bilang padamu untuk tidak makan es krim!" ucap Adrian dengan menaikan nada bicaranya dua tingkat lebih tinggi


"Maafkan aku, Pa. tapi aku akan baik-baik saja, Tante Hana sudah membuatkan aku teh hangat"


Hana terkejut mendengar Adrian begitu marah mengetahui Elia makan es krim. ia merasa bersalah karena telah mengajaknya untuk makan es krim tadi sore.


Hana tak punya maksud lain, ia hanya tidak ingin melihat Elia sedih karena itu ia mengajaknya pergi ke kedai es krim


"Mm.. Pak Adrian.. tolong jangan marahi Elia lagi. saya minta maaf, karena saya yang mengajak Elia makan es krim sebelum pulang ke rumah" ucap Hana takut-takut

__ADS_1


kini Adrian menatap Hana masih dengan kemarahan di wajahnya


"Mengapa kamu tidak bertanya dulu apa Elia boleh makan es krim atau tidak?!" ucap Adrian dingin


"Maaf, Pak Adrian.. saya tidak tahu kalau Elia -" ucap Hana lirih


"Jika tidak tahu sebaiknya bertanya!" ketus Adrian memotong ucapan Hana


Hana terdiam. dia ingin sekali menangis dimarahi seperti ini, namun hatinya menguatkan untuk tidak menangis di hadapan bos nya.


"Papa..jangan marahi Tante Hana. aku yang salah karena tidak memberitahunya" bujuk Elia


Hana masih terdiam. wajah Hana mulai menghangat dan matanya mulai basah. sungguh ia ingin menangis, namun Hana menggigit bibirnya sekuat mungkin, menahan diri agar tidak menangis.


"Sayang, sebaiknya kamu istirahat. Papa akan mengantar Tante Hana sampai depan rumah" ucap Adrian


Hana masih terdiam tak berani bicara. setelah dimarahi, bahkan ia di usir oleh bos nya.


"Tante Hana, terima kasih karena telah mengajakku makan es krim. Tante Hati-hati dijalan" ucap Elia sambil tersenyum


"Semoga cepat sembuh" tutur Hana sambil mengelus pipi Elia


"Aku sudah sembuh. perutku tidak sakit lagi" balas Elia


Hana tersenyum pada Elia, kemudian mengikuti Adrian keluar dari kamar Elia, Hana mengikuti langkah Adrian dari belakang sampai ke depan rumah.


"Terima kasih telah menjemput Elia" tutur Adrian masih dingin

__ADS_1


"Ya. saya pamit pulang. permisi" ucap Hana


tak ada jawaban apapun dari bos nya itu.


Hana melangkahkan kakinya sampai ke halaman tempat ia memarkirkan mobil.


ia merogoh tasnya mencari kunci mobil dan membukanya dengan tangan gemetar. setelah berhasil, ia masuk kedalam mobilnya dan segera melajukan mobil meninggalkan halaman rumah Adrian.


Hana menangis di dalam mobil. hatinya begitu terluka di marahi bahkan ia tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan.


ia benar-benar tidak tahu jika Elia akan sakit sesudah makan es krim.


Hana menekan tombol musik di hadapannya, berharap rasa sedihnya akan hilang


setelah melajukan mobilnya selama kurang lebih setengah jam, akhirnya ia tiba dirumahnya.


Hana memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil. ia mengerutkan keningnya melihat mobil lain terparkir di halaman rumahnya. pintu rumahnya pun masih terbuka.


ia melirik jam di tangannya menunjukan pukul 9 malam.


siapa yang malam-malam begini masih bertamu. batin Hana


Hana melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan setibanya di ruang tamu, ia melihat ibu dan dua adiknya serta seorang laki-laki sedang duduk. wajah mereka tampak menegang dan tidak ada yang bicara saat Hana memasuki rumah.


_______________


💕hai readers...

__ADS_1


berikan like atau komentar supaya menambah semangat author dlm proses penulisan.


terima kasih


__ADS_2