Ustadzku Jodohku

Ustadzku Jodohku
Episode 12


__ADS_3

Aku memilih pergi ke apartemen Evelyn, sahabatku.


Aku sudah menceritakan semuanya pada Evelyn lewat pesan.


Tok tok tok.


Evelyn membuka pintu, aku memeluknya.


Dia mengajakku masuk ke dalam. Evelyn membawakanku segelas air, aku meminumnya.


"Maafin gue jadi ngrepotin elu" Ucapku pada Evelyn.


"Gak papa santuy keless" Balasnya.


"Gimana kabar bokap lu udah pulang dari rumah sakit ?" Tanyaku pada Evelyn.


"Udah, kakak ipar gue yang ngerawat di rumah, sehari sekali gue jengukin" Jawab Evelyn.


"Maaf banget yaaa gue gak tau harus kemana lagi selain kesini gak mungkin gue ke rumah si Vani sahabat Reno, gue takut aja nanti si Vani bilang Reno, soalnya kemarin malem gue ketemu Reno di club" aku menceritakan semuanya pada Evelyn.


Termasuk setelah kejadian aku bertemu dengan Reno, aku hampir saja ternoda oleh dua pria yang tak ku kenal tapi ada Alvin si Ustadz itu.


"Hahahaha lu kaya di film-film aja" Kelakar Evelyn


"Diem lu, gue masih mikir kenapa harus dia yang nolongin, gue juga gak tau kenapa gue gak suka ma itu cowok mama sama papa kemarin nyuruh gue untuk hubungin Ustadz itu buat bilang makasih tapi sampai sekarang belum" ceritaku pada Evelyn yang dari tadi senyum-senyum.


"Tapi Sar maaf loh yaa sebelumnya.. Apa yang di katain bokap lu emang bener, gak ada gunanya lu kaya gini lama-lama ngrusak kehidupan lu sendiri, nih saran dari gue, mending lu denger apa kata bokap sama nyokap lu lebih baik lu berubah saatnya lu membuka mata membuka hati membuka lembaran baru, kalo lu masih kaya gini terus berarti lu gak bisa move on dari Reno, nanti si Reno malah semakin gede rasa, lu harus berfikir realistis walaupun lu mencoba menjauh dari masa lalu lu dengan cara lari ke minuman alkohol rokok dunia malam, itu tidak akan merubah apapun, malah nantinya lu bisa makin rusak dan lu sendiri nantinya yang rugi" Evelyn mengingatkanku.


Aku hanya mendengarkan tanpa menjawab apapun yang di katakan Evelyn. Ada benarnya juga yang di katakan sahabatku, tapi pertanyaanya apa aku bisa?


"Eh uda jam segini.. lu tadi waktu di usir sama bokap lu pasti belum makan kan ?" Tanya Evelyn terkekeh padaku


"Iyaaa belom, gue lapar juga dari malempun gue belom makan,males turun" Jawab


"HHahahah yaelah lu sih gedein gengsi" Kelakar Evelyn.


Evelyn menyiapkan makanan di meja aku membantunya, aku dan Evelyn makan siang.


********


Sore ini aku ikut Evelyn menyambangi outletnya di pusat perbelanjaan kota. Lumayan rame, Evelyn baru membuka usaha food and beverage baru beberapa bulan tapi sudah berkembang dan rame seperti ini, aku ikut membantu melayani pengunjung karena karyawan Evelyn kuwalahan.

__ADS_1


Setelah tiga jam pengunjung agak berkurang evelyn pamit kepada karyawannya untuk pulang.


"Sar lu ikut gue gak ? Gue mau ke rumah kakak ipar gue jengukin bokap, ini juga udah malem jam sembilan nanti bokap uda tidur, kalo uda tidur dia gak tau gue datang bisa-bisa semalam dan sehari besok dia tanyin gue mulu ke kakak ipar" Jelas Evelyn padaku.


"Gak deh Lyn, gue gak enak sama kakak ipar lu nantinya, gue ikut lu naik mobil turunin gue nanti di jalan Sumatera" Balasku.


Aku dan Evelyn meninggalkan outletnya, aku dan Evelyn dalam perjalanan.


"Maaf banget Lyn gue jadi ngrepotin lu, gue gak tau nih kapan pulang buat ambil baju, mobil sama dompet gue yang ada isi kartu, gue mau beli apartemen aja" Ucapku pada Evelyn.


"Beneran lu mau beli apartemen ? Uda mikir panjang lu Sar ? Lu kan anak sulung seharusnya lu tinggal di rumah dan jadi panutan yang baik buat saudara lu" Evelyn mengingatkanku lagi.


"Beneran gue mau beli, adek gue udah gak perlu panutan, malah gue yang di suruh mama papa nyontoh Daniah" Balasku "Eh eh eh udah sampai" Ucapku


Evelyn menghentikan mobilnya.


"Astaga.. Lu masih ke sini lagi ?" Tanya Evelyn heran


"Gue sumpek kalo di rumah nanti lu gak usah kesini lagi gue nanti pulang sendiri" Ucapku pada Evelyn.


"Ngaco lu mau pulang sendiri, jam berapa emang masih ada taxi ? Gini aja nanti lu kabarin lagi gue jemput di sini" Pesan Evelyn.


"Oke" Jawabku singkat.


Aku masuk ke dalam, pengunjung masih sepi.


Kali ini aku hanya minum softdrink, kufikirkan kembali apa yang di katakan Evelyn mungkin ya benar, aku harus berubah dan benar-benar move on dari masalahku.


Aku menikmati alunan musik dari DJ, club Mulai ramai.


Aku duduk di sebelah beberapa pria yang terlihat mencurigakan. Aku sedikit menjauh dari mereka.


Tiba-tiba


"Angkat tangan !! Ikut kami" Terdengar suara di belakangku.


Aku menoleh, beberapa anggota kepolisian, aku sangat terkejut, ada apa ini ?


Polisi itu menyeretku agak menepi, memeriksaku seperti menggledah copet. Polisi itu menemukan satu plastik serbuk putih seperti kristal di saku belakang. Aku melihat ada beberapa orang yang sudah di borgol polisi. Dan apa ini ?


"Kamu ikut ke kantor" Kata polisi itu padaku.

__ADS_1


Aku masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa serbuk putih itu ada di saku hot pantsku ? Siapa yang menaruhnya ?


"Sebentar sebentar pak saya gak tau kenapa itu barang bisa ada di saku saya" Jelasku pada anggota polisi dan berusaha melepaskan pergelangan tanganku.


"Nanti bisa kamu jelaskan di kantor polisi" Jawab seorang anggota polisi.


*********


Aku di masukkan dalam sel, ponselku disita.


"Pak sebentar" Ucapku keras.


Polisi itu berbalik menolehku kemudian mendekatiku.


"Pak, bapak tidak bisa menahan saya, tidak ada bukti saya cuma cluber, bukan mafia yang sedang bertransaksi atau pemakai" Jelasku.


"Baik, itu semua bisa di jelaskan dengan bagian penyidik nanti kamu jelaskan semua" Kata anggota polisi.


"Sebentar pak, saya mau pinjam handphone saya sebentar, saya di sini masih tahanan bukan narapidana" Ucapku padanya.


Polisi itu memberikan ponselku, aku menghubungi Evelyn beberapa tapi tidak tersambung, dengan berat hati aku mencoba menghubungi nomer mama dari kemarin mama mengirimiku pesan tidak kubalas panggilanpun tidak kujawab. Lalu mau bagaimana lagi, aku harus menghubungk siapa, tersambung tapi belum terhubung.


Tuuut tuuutt tuuut


Ku hubungi sekali lagi, dan tersambung.


"Mama...."


"Halo Sarah ya nak akhirnya kamu menghubungi mama, kamu pulang yaaa kamu sekarang dimana ?" Tanya mama.


"Ma.. Papa di rumah nggak ?" Tanyaku.


"Papa belum pulang sayang, ada apa pulanglah Sarah" Bujuk mama.


"Maaa... Sarah gak bisa pulang sekarang, Sarah butuh bantuan, Sarah di tahan sama polisi" Terangku pada mama.


"Apa Sarah ? Kenapa bisa begitu nak apa yang terjadi ?" Tanya mama khawatir.


"Aku di jebak ma.. Aku tadi di club ada yang memasukkan sabu di saku ma" Jelasku


Tidak ada suara, mama tidak menjawab.

__ADS_1


"Maaa.. Mama.. Mama dengar sarah kan ?!" Tanyaku khawatir. Panggilan masih terhubung tapi tidak ada suara, ada apa ?


__ADS_2