
Perkataan Alvin tadi siang tidak bisa membuatku tidur nyenyak.
Benar-benar dari hati atau hanya sekedar bercanda ?
Dia mengatakan lebih sayang aku dari pada mobilku. Aah dasar akunya aja yang baperan toh belum tentu yang di maksudkan aku, ketika aku bertanya siapa orang yang dia suka, Alvin tidak menyebutkan siapa orangnya.
Ku ambil lagi sapu tangan Alvin yang ku simpan di laci lemari.
Apa aku harus mengungkapkan perasaanku pada Alvin ?? Tidak, tidak.
Aku seorang wanita pantang bagiku mengemis cinta dari laki-laki, tapi bagaimana aku bisa tau siapa orang yang Alvin sukai. Tapi sesungguhnya hatiku juga tidak siap patah jika aku mengetahui orang yang di sukai Alvin bukanlah aku.
Aku meremas-remas sapu tangan itu.
Aku membuka ponselku ingin mengirim pesan pada Alvin tapi aku urungkan. Aku takut mengganggunya, dia terlalu sibuk saat siang mungkin malam seperti ini dia waktunya beristirahat.
Kubuka lagi handphoneku, aku berfikir dengan alasan apa aku menghubungi Alvin, kulihat masih pukul 21:00 dari pada aku tidak bisa tidur lebih baik aku mengiriminya pesan, semoga tidak mengganggu.
Aku : Malam , sudah tidur kah ?
Tidak lama kemudian ponselku berdering, Alvin membalas pesanku.
Alvin : Belum Sarah, ada apa ?
Aku : Maaf kalo aku mengganggumu
Alvin : Tidak ada yang merasa terganggu, katakan saja ada apa ? Ada yang perlu di bantu ?
Aku : Eemmm begini, lusa mama check up lagi, mang Saleh belum masuk kerja kamu bisa gak temenin aku sama mama check up ? Tapi itu sih kalau kamu gak sibuk gak ada jam ngajar.
Alvin : Oh....
Apaan ini orang cuma bales O. Aku merasa kesal dengan Alvin yang suka pelit berbicara langsung maupun lewat pesan.
Aku : Kok oh sih ?! Kamu bisa apa enggak ?
Alvin : (laugh emoticon) Sarah, tadi aku belum selesai ngetik tapi terkirim, aku bisa kok.
Iyyeeeesssss aku guling-guling di atas tempat tidur sambil menciumi sapu tangan Alvin.
Aku : Oke makasih yaaa !!
Alvin : (smile emoticon)
What ?? Cuma emoji senyum ?? Dasar pelit.
__ADS_1
**********
Hari berganti hari saatnya mama kembali check up ke rumah sakit. Hari yang sangat ku nantikan karena hari ini aku bakal ketemu sama Alvin.
Aku bersiap-siap, aku sibuk memilih baju satu persatu kukeluarkan dan kutempelkan di badan.
"Cieeee ada yang jatuh cinta nih yee... Kak Sarah, aku berangkat sama papa aja, biar kakak sama ustadz Alvin sedikit punya privacy" Daniah tiba-tiba nongol di kamarku.
"Kepo... Yaudah sana berangkat sama papa aja" Jawabku pada Daniah yang sudah turun ke bawah.
Setelah memilih beberapa kali akhirnya aku menemukan pakaian yang menurutku srek di hati. Aku pakai longdress warna rosewood kupadukan dengan jaket denim warna biru muda dan kupakai pashmina warna dusty pink.
Warna ini melambangkan hatiku yang sedang jatuh cinta, semoga Alvin peka dengan sinyal yang kuberikan.
Sebentar, kenapa aku mendadak jadi bucin gini ya ? Padahal dulu aku benci sama Alvin.
Tidak lupa aku menyemrprotkan parfum aroma mawar ke pakaianku. Siap !!
Aku turun ke bawah, di ruang keluarga sudah ada mama dengan suster. Aku melihat jam tangan, sudah pukul 08:00 kenapa Alvin belum datang ? Please jangan sampai batal.
Aku mendekati mama di kursi roda yang dari tadi tersenyum melihatku.
"Mama maafin Sarah yaa jika kemarin Sarah lalai ngurusin mama lebih sering suster dari pada Sarah" Ucapku pada mama.
"Gak pa pa sa yang,ma mma tau kam mu se dang jat uh ci nta sa ma Al vin" Ucap mama pelan terbata sambil mengusap kepalaku.
Kami berangkat ke rumah kerumah sakit.
Sampai di rumah sakit Alvin menurunkan mama dari mobil dan mendudukan mama di kursi roda. Alvin mengunci mobil, lalu berjalan di sampingku.
"Sini biar aku aja yang dorong bu Widya" Ucap Alvin padaku.
Aku tidak bisa menolak, sikap Alvin membuatku kagum dan speechless. Aku berjalan di belakanya sambil melihat cara berjalan Alvin bak model profesional.
Ya tuhan, kenapa aku sebucin ini ?? Konyol.
Aku dan Alvin mengantar mama masuk ke dalam ruangan dokter untuk di periksa.
Alvin mendengarkan dengan seksama penjelasan dokter. Sedangkan aku hanya memandang Alvin saja dari tadi.
Aku dan Alvin keluar dari ruangan dokter. Aku menyuruh suster untuk menungguku, aku akan pergi menebus obat mama tiba-tiba Albin menyusulku dari belakang.
"Sarah, kamu temenin suster sama bu Widya saja, sini resepnya biar aku yang ambil obatnya" Ucap Alvin, aku menyodorkan kertas resep begitu saja mataku terbius oleh ketampanan Alvin.
"Sarah" Panggil Alvin sambil tersenyum.
__ADS_1
Aku tersadar dan mengedipkan mata.
"Ada apa ?" Tanya Alvin.
"Enggak kok" Jawabku grogi.
"Yaudah kamu tunggu dulu sisini aku ambil obatnya dulu"
Tidak lama kemudian Alvin datang, sungguh aku tidak bisa memalingkan padanganku.
Kami berempat langsung pulang, sampai di rumah mama di haruskan istirahat oleh domter dan latihan setiap pagi, Alvin mendorong kursi mama ke kamar lalu memindahkan mama ke tempat tidur.
Alvin keluar dari kamar mama ku sambut dengan jus jeruk, kopi dan teh manis di baki.
Alvin tertawa kecil.
"Kali ini jangan menolak minum, setiap kali kamu kesini hanya air putih saja untuk hari ini berbeda, jangan takut aku tidak mencampuri racun atau apapun" Ucapku dengan nada memohon.
Alvin tertawa kecil lagi lalu menutup bibir dan hidungnya dengan sebelah tanganya.
"Aku gak nolak kog, aku juga mau bicara sama kamu sebentar" Ucap Alvin.
Aku dan Alvin menuju kursi santai di taman dekat dengan kolam renang.
Aku duduk bersebrangan dengan Alvin.
"Apakah ada yang penting ?" Tanyaku tidak sabar.
Alvin tersenyum lalu meminum teh yang kubuatkan dan kembali tersenyum lagi.
"Ngapain sih kamu senyum mulu ?" Tanyaku salah tingkah
"Kamu cantik dengan pakaian seperti ini, aku suka perubahanmu dan cara kamu berpakaian sekarang" Puji Alvin padaku.
Tanpa bisa berkata apapun aku tersenyum malu mendengar Alvin memujiku.
"Sarah.. Aku minta maaf jika perkataanku kemarin membuatmu terganggu" Ucap Alvin serius sambil memandangku.
"Ucapan yang mana, aku tidak mengerti" Tanyaku tidak faham dengan ucapan Alfin
"Aku mengatakan padamu, kalau aku lebih sayang kamu dari pada mobilmu" Jelas Alvin
"Lalu ???" Tanyaku semakin penasaran.
"Aku memang harus jujur bahwa perkataanku memang benar adanya" Ucap Alvin.
__ADS_1
"Trus maksudnya apa ? jangan berbelit-belit gini dong aku jadi bingung nih !!! Bisa gak sih to the point aja " Ucapku kesal pada Alvin.
Aku tidak tahu apa yang di maksud Alvin tapi aku sangat berharap bahwa persaanya sama dengan perasaanku.