Ustadzku Jodohku

Ustadzku Jodohku
Episode 20


__ADS_3

Aku Alvin dan mama sedang jalan-jalan pagi di jalanan komplek.


"Sayang, sebentar aku mau ambil air dulu kerumah kamu jaga mama yaaa" Ucap Alvin padaku.


"Iya sayang" Jawabku.


Alvin berjalan pulang kerumah untuk mengambil air minum, tidak lama aku melihat dari arah yang sama denganku di belakang Alvin seseorang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi menabrak Alvin.


"Awaaasss saayaaang" Teriakku.


Brraaaaakkk.


Aku lari menuju Alvin yang sudah terjatuh dan terguling dengan kaki yang berdarah, aku berteriak minta tolong kepada setiap rumah. Telingaku tidak tahan mendengar rintihan Alvin yang merasa kesakitan. Warga pun keluar berhamburan menolong kami.


Tidak lama kemudian ambulance datang dan membawa Alvin kerumah sakit, Alvin masuk IGD lalu di bawa ke ruang operasi, aku tidak bisa berhenti menangis melihat Alvin kesakitan seperti itu, ayah dan ibu mertuaku menenangkan aku.


Tidak lama kemudian ada beberapa anggota polisi datang menemuiku di rumah sakit, ternyata papa telah melaporkan kejadian tabrak lari itu.


Akupun menceritakan kronologi kejadian itu, polisi menyuruhku mengingat-ingat nomor plat motor yang sudah menabrak Alvin.


Dan aku mengingatnya, polisi sudah mengantongi beberap info dariku, polisi segera menindak lanjuti perkara ini.


Aku berdoa semoga operasi Alvin berjalan dengan lancar dan baik.


Siapakah orang yang dengan sengaja menabrak Alvin ?


Dua puluh empat jam telah berlalu, dokter memanggilku dan mengatakan bahwa suamiku telah siuman dan akan segera di pindahkan dari kamar operasi ke ruang rawat inap.


Aku bersyukur, Alvin berhasil menjalani operasi, walaupun rencana bulan madu kami harus gagal. Yang terpenting Alvin dalam keadaan sehat dan selamat.


Aku menemui Alvin yang sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.


Air mataku mengalir tak terbendung aku lari menuju Alvin yang masih ada di bed lalu memeluknya.


"Alhamdulillah sayang kamu selamat kamu baik-baik aja, aku takut terjadi apa-apa sama kamu, aku takut kehilangan kamu" Ucapku pada Alvin


Alvin tersenyum padaku menguatkan, Alvin menggenggam tanganku.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja sayang, sebentar lagi aku pasti sembuh dan bisa jalan, maaf yaa gara-gara aku bulan madu impian kamu jadi batal" Ucap Alvin.


Aku menutup mulutnya dengan jari telunjukku.


"Huuuusstt.. Apa yang kamu katakan sayang ?? Bulan madu tidak ada artinya apa-apa , yang terpenting adalah kamu, karena kamu yang sangat berarti bagiku" Ucapku pada Alvin.


Handphoneku berdering kulihat panggilan dari papa.


Aku menjawabnya, papa bilang papa sudah dapat kabar dari polisi bahwa orang yang menabrak Alvin sudah di tangkap. Aku merasa bersyukur sekali. Akupun menceritakan kejadian itu pada Alvin.


Tujuh hari sudah berlalu Alvin sudah di perbolehkan pulang, Alvin harus memakai kursi roda, perkiraan dokter kaki Alvin akan sembuh dalam waktu tiga atau empat bulan karena tidak terlalu parah.


Sebelum pulang aku akan mampir ke kantor polisi untuk mengetahui siapa pelaku yang sudah menabrak suamiku, atas motif apakah ?


Aku dan Alvin sampai di kantor polisi, aku menemui polisi yang menangani kasus ini. Aku menunggu di ruang kunjung, polisi menyeret seorang pria ke hadapanku, betapa terkejutnya aku, orang yang menabrak Alvin dengan sengaja adalah Reno. Reno hanya tertunduk tanpa bisa menatap mataku yang sudah berapi-api. Aku menghela nafas panjang, Alvin yang berasamaku tidak mengerti dengan sikapku, wajar karena Alvin selama ini belum pernah bertemu dengan Reno.


"Jadi kamu yang menabrak suamiku ?? ada masalah apa kamu dengan suamiku ?? masalahmu bukan dengan sumaiku tapi denganku ?? kamu dendam ?? seharusnya kamu sadar dong kamu yang menghianati aku kamu yang meninggalkan aku kamu sudah menyakitiku, lalu kenapa kamu sakit hati saat aku lebih memilih pria yang baik ini ?" Ucapku dengan lantang sambil menggebrak meja.


"Sayang... Tenang !! Turunkan nada bicaramu sedikit" Ucap Alvin padaku.


"Aku gak bisa tenang sayang, ini keterlaluan bagaimana jika nyawamu tidak tertolong ??" Ucapku emosional.


"Tidak sayang, aku baik-baik saja, aku akan mencabut perkara ini, Reno masih muda dia masih punya kesempatan untuk berubah dan hidup lebih baik lagi" Ucap Alvin.


"Tapi sayang dia sudah membahayakan nyawamu ?!" Bantahku.


"Buktinya aku baik-baik saja, lihat !! Sarah aku tidak ingin kamu menyimpan dendam, ikhlaskan semua biar Tuhan yang mengambil alih" Alvin mengingatkanku.


"Dengar hah ? Apa kamu dengar Reno apa yang di katakan suamiku ? Bahkan setelah kamu mencelakainya dia masih bisa memaafkanmu, atas permintaan suamiku kasus ini akan di cabut kamu akan bebas tapi ingat satu hal Reno, jika suatu hari kamu berusaha mencelakai salah satu dari keluarga kami aku bersumpah aku akan membuatmu membusuk di penjara" Ancamku pada Reno.


"Sayang.. Sayang tenang, kamu ingat apa yang pernah aku ajarkan kan ?! marah-marah itu tidak baik apalagi sampai seperti tadi berdampak pada kesehatan juga" Ucap Alvin mengingatkanku.


Jam kunjung selesai, aku dan Alvin berbicara dengan polisi bahwa Alvin ingin mencabut perkara itu dan membebaskan Reno, tapi tidak bisa, karena yang berkuasa membebaskan adalah orang yang sudah melaporkan dalam hal ini papa adalah orangnya.


Aku dan Alvinpun pulang, semua keluarga berkumpul di rumahku menyambut Alvin, ayah ibu mertua, mama papa daniah. Raut wajah bahagia tergambar jelas di wajah merak melihat kepulangan Alvin.


Kemudian kami berbicara dengan papa, awalnya papa keberatan tapi setelah mendengarkan Alvin akhirnya papa setuju melepas kasus Reno.

__ADS_1


***********


Waktu berlalu begitu cepat, walau selama 4 bulan aku bersyukur aku dan Alvin masih bisa untuk 'quality time' walaupun dengan kondisi yang tentunya sulit. Dan sekarang aku bersyukur kaki Alvin sudah bisa di buat berjalan tanpa menggunakan alat bantu, begitupun dengan mama yang kesehatanya berangsur membaik.


Aku keluar dari kamar mandi dan hendak menyiapkan sarapan untuk suamiku yang tersayang, tapi sebelum itu aku harus berhias untuk suamiku.


Aku duduk di meja rias pandanganku tertuju pada sebuah amplop coklat yang tergulung di tali dengan pita. aku panasaran apa isinya ?


Alvin masuk ke dalam kamar, aku memperlihatkan gulungan amplop coklat itu, seperti biasa Alvin tersenyum padaku meberikan isyarat agar aku membuka gulungan amplop itu.


Speechless


Aku tidak bisa berkata apa-apa selain berlari memeluk suamiku, Alvin mengecup keningku.


"Terimakasih sayang" Ucapku pada Alvin.


"Maafkan aku sayang, bulan madu sempat tertunda gara-gara aku" Ucap Alvin.


"Kenapa kamu bisa kasih kejutan seromantis ini ke aku ?" Tanyaku pada Alvin dengan bercanda.


Yeeaaaayyy tiket bulan madu ke Jepang, aku dan Alvin akan menghabiskan waktu selama dua minggu di sana.


***********


Aku berpamitan dengan mama papa dan mertuaku untuk pergi bulan madu ke Jepang, terlihat Daniah yang murung karena sebenarnya dia juga ingin ke Jepang.


Aku mendekati Daniah lalu mencubit pipinya yang chubby.


Alvin mendekati Daniah lalu mengelus kepala Daniah.


"Lain waktu mas Alvin akan ajak kamu ke Jepang" Ucap Alvin pada Daniah.


Seketika wajah Daniah langsung ceria mendengar perkataan Alvin.


Akupun mulai berangkat ke bandara bersama Alvin, menghabiskan waktu dua minggu di Jepang untuk berbulan madu.


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2