Ustadzku Jodohku

Ustadzku Jodohku
Episode 7


__ADS_3

Tiga hari berlalu prosesi demi prosesi telah di lakukan mulai dari yang pertama Marasek dimana pihak keluargaku datang ke kediaman Reno mencari tahu apakah Reno calon yang pantas untukku.


Setelah itu Maminang dimana pihak keluargaku datang ke kediaman Reno lagi membawa buah tangan serta untuk meminang dan bertukar tanda.


Dan kemarin selesailah prosesi dari Mahanta Siri dimana Reno di kediamanya meminta restu pada kedua orang tuanya.


Dan besok tibalah hari bersejarah untukku yang di sebut Manjapuik Marapulai dimana pihak keluargaku akan menjemput Reno datang kesini untuk melaksanakan akad nikah.


Tapi sebelum itu hari ini tibalah satu prosesi yang sangat mengharukan yaitu Babako Babaki di pagi ini dan Malam Bainai untuk nanti malam.


Ya Babako Babaki adalah dimana proses papaku sebakai bako menunjukkan kasih sayangnya dengan memberiku bantuan biaya.


Kemudian di lanjut nanti malam yaitu malam Bainai dimana para pihak keluargaku dan sesepuh keluargaku memakaikan tumbukan halus daun pacar merah atau inai ke kuku ku, dan kemudian di lanjut dengan siraman bunga tujuh rupa.


Mama membantuku bersiap, setalah selesai mama mengajakku turun di bawah begitu riuh semua keluarga berkumpul.


Mama mendudukkanku depan dekorasi khas minang kemudian papa datang padaku membawa baki, papa membelai rambutku lalu menyerahkan baki yang berisi segepok uang mama juga datang dengan beberapa perhiasan mereka memelukku dan bergantian mencium keningku.


Di ikuti para tetua keluarga yang datang dari padang mereka turut memberi petuah dan memberikan padaku.


Semua keluarga ikut berbahagia dengan pernikahan ini. Tapi sebentar aku belum mendapatkan kabar dari reno hari ini, sedang apakah di sana ?


Aku menekan nomer reno, tersambung.


"Halo.." sapaku.


"Halo honey.." jawab reno.


"Kamu sedang apa ?" Tanyaku.


"Ini aku dirumah kumpul sama keluarga " jawabnya.


"Eghhmm hari ini gak boleh ketemu dulu awaasss lohh" Sahut tanteku.


Aku tertawa dan Renopun tertawa di seberang.

__ADS_1


"Uda dulu ya sayang disini berisik sampi jumpa besok " Pamitku akan menutup panggilan.


"Iya honey sampai besok, I love you honey mmuuaachh" Reno memberiku kiss jauh.


"Love you too" Balasku kemudian ku matikan panggilan.


Aku naik ke atas menuju kamarku terlihat begitu banyak uang yang di berikan papa padaku tadi di bawah sekarang sudah ada di kamarku serta perhiasan baju yang di berikan mama dan para kerabat . Aku menyimpanya di dalam lemari.


Rasanya tidak sabar menanti hari esok dimana dia akan mengucap Ijab Qobul mengucapkan namaku dan seutuhnya aku akan menjadi nyonya Reno Angga Syahputra. Menjadi ibu dari anak anak Reno.


Dan itu adalah impian yang pernah di katakan Reno juga saat masih kuliah dulu.


Semoga semua berjalan sesuai keinginan dan di lancarkan segalanya sampai besok.


Waktu sudah menunjukkan jam 7 malam semua para tetua keluarga nenek dari papa dan mama, tante dari papa dan mama, serta mamaku juga, semua akan memakaikan inai di kuku ku.


Di iringi dengan musik dan nyanyian khas minang, acara begitu meriah.


Prosesi Bainai telah selesai, Sambil menunggu kering aku mengamati beberapa orang yang sedang mempersiapkan prosesi siraman, sungguh aku sangat bahagia melalui semua ini, sesuatu yang sangat bersejarah dalam hidupku.


Mama menyuruhku naik ke atas untuk istirahat akupun naik ke atas menuju kamarku setelah selesai berganti piyama aku naik ke atas ranjang dan memeluk guling mencoba menutup mata tapi tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.


"Sarah sudah tidur nak ?" Tanya mamaku dari luar.


"belum Ma .." Jawabku.


Mama kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam kamarku, akupun bangun dan duduk mamapun duduk di sampingku.


"Ada apa maa ..?" Tanyaku penasaran


mama cuma tersenyum manis padaku.


"Tidak ada apa apa sayang mama hanya ingin menghabiskan malam ini denganmu karena besok kamu sudah bersama reno pastinya" Jelas mama.


Aku meletakan kepalaku di pangkuan mama sambil bercerita tentang masa masa kecilku dulu, mama meneteskan air mata mengingat dimana Sarah kecil sangat pandai tapi bandel Mama mencium keningku dan mendo'akan aku agar aku selalu bahagia mama menghapus air mata yang menetes di pipinya.

__ADS_1


Mama membelai rambutku dan menyuruhku tidur di pangkuanya sudah lama aku tidak menghabiskan waktu bersama mama seperti malam ini dan akhirnya aku terlelap.


Mama meraih bantal dan kemudian memindahkan kepalaku ke bantal, mama mencium pipiku dan keluar dari kamar dengan pelan kemudian mama menutup pintu.


******


Tiba tiba ponselku berbunyi mataku masih enggan untuk kubuka, aku membiarkan ponselku berbunyi tapi lama lama mengganggu juga akhirnya ku raih ponsel itu dan melihat siapa yang menghubungiku malam malam seperti ini dan ternyata Evelyn yang menelfonku.


Aku melirik jam dan baru jam satu dini hari kenapa Evelyn menelfonku.


"Ada apa lu jam segini telfon gue ganggu aja" Ucapku dengan nada kesal.


"Bentar bentar jangan di matiin ini penting sar lo bisa datang kesini kan secepatnya ?" Tanya Evelyn.


"Gila lu yaa, gue harus tidur besok acara sakral di kehidupan gue bisa berantakan kalo gue sekarang nemenin lu begadang" Ucapku dengan nada tinggi.


"Ini penting banget buat lu Sar percaya deh sama gue ini mengenai hidup lu" Evelyn sepertinya memaksaku.


"apa-apaan sih lu ?! ada apa sebenernya ???" Tanyaku makin penasaran.


"Udah deh lu cepet datang kesini sekarang juga ini penting gue matiin ya nanti gue share lokasi tapi beneran lu datang" Tegas Evelyn memaksa.


"Oke oke gue datang cepet kirim lokasinya" Omelku.


Aku kemudian bangun dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan mengganti piyamaku dengan setelan rok pendek dan t shirt lengan pendek ku ikat rambutku dengan sedikit cepolan di atas kemudian mencari kunci mobil.


Aku turun kebawah. Sepi, semua orang beristirahat aku berjalan dengan pelan jangan sampai ada yang tahu kalau aku keluar malam malam begini, ku intip mang Saleh juga tertidur aku membuka pagar pelan pelan kemudian mengeluarkan mobilku terlebih dulu dan menutup pagar kembali untunglah mang Saleh tidak terbangun mendengar suara mobil ku nyalakan, aku masuk kedalam mobil lagi dan menunggu Evelyn mengirimkan lokasi.


Ponselku bergetar kubuka pesan dari Evelyn aku terkejut mengapa Evelyn mengirimiku lokasi tempat itu, ada apakah?


aku semakin penasaran. Jalanan sepi lumayan aku bisa sedikit ngebut agar cepat sampai di tempat tapi sepenting apakah?


seharusnya malam ini aku tidur nyenyak dirumah sambil bermimpi indah tentang kehidupanku dan Reno di masa yang akan datang tapi sial Evelyn memaksaku menemuinya tidak jelas juga apa tujuanya.


Akhirnya aku sampai di tempat ini. Kulihat Evelyn sudah menungguku dengan wajah cemas di lobi hotel, semakin membuatku penasaran saja.

__ADS_1


__ADS_2