Ustadzku Jodohku

Ustadzku Jodohku
Episode 9


__ADS_3

Aku terbangun, banyak orang di sekitar mobilku ada yang berbisik ada yang mengetuk kaca pintu mobilku. Rupanya aku tertidur disini.


Aku membuka kaca ku katakan pada mereka aku baik-baik saja.


Kulihat ponselku ternyata sudah pukul tujuh pagi, kulihat lagi ada banyak panggilan tak terjawab dan banyak pesan dari nomer Mama Papa Daniah bahkan Om dan Tanteku, terlambat seharusnya aku tidak ketiduran disini.


Aku bergegas pulang secepatnya untuk sampai dirumah, semua anggota keluargaku pasti khawatir.


********


Aku hampir sampai di rumah terlihat sudah banyak mobil para undangan yang datang, aku melihat begitu banyak papan karangan bunga ucapan selamat dari para rekan bisnis Papa.


Ya tuhan, apa yang terjadi ? Kenapa ini terjadi padaku ? Papa dan Mama pasti sangat malu.


Mobilku kuparkir jauh dari rumah karena tidak bisa masuk, aku keluar dari mobil dan berjalan masuk ke rumahku, Para tamu undangan menatapku dengan heran. Terlihat mama sudah rapi memakai kebaya dan jarik dengan konde yang indah sedang mondar mandir, pasti beliau khawatir memikirkan aku. Mama melihatku datang, mama berlari menghampiriku. Aku tersenyum.


"Sarah.. Dari mana saja nak kamu ? mama sangat mengkhawatirkanmu, mama menyuruh Daniah membangunkanmu tapi kamu tidak ada di kamar" Ucap mama, terlihat papa langsung keluar dari rumah mendengar suara mama berbicara padaku.


Aku tidak menjawab, aku memeluk mama. Mama menutup hidungnya mungkin mencium aroma alkohol. Aku melepaskan mama.


"Apa yang sebenarnya terjadi nak? Kenapa keluarga Reno menghubungi mama agar tidak membatalkan pernikahan, mereka bilang kamu membatalkan pernikahan ini secara sepihak" Ucap mama tidak mengerti. Aku hanya tersenyum pada mama, aku tidak tega mengatakan pada mama. Papa datang kepadaku .


"Katakan Sarah !! Apa yang terjadi kenapa kamu membatalkan pernikahan dengan tiba-tiba sedangkan semua sudah siap seratus persen bahkan tamu undangan sudah banyak yang datang dan kenapa kamu pulang dengan keadaan seperti ini bau alkohol menempel di tubuhmu" Ucap Papa meminta penjelasanku.


Semua tamu undangan memandang kami, Tante dan Omku mendekati kami. Aku masih terdiam.


"Ayo sarah... Katakan !!" Desak Papa "Keluarga kita bukanlah sebuah tontonan" Tambah Papa mulai emosional.


Aku mengeluarkan ponselku dari saku kemudian membuka galeri dan memperlihatkan rekaman video saat aku menggrebek Reno dan Riska di kamar hotel pada semua anggota keluargaku. Mama terlihat syok. Mama jatuh terduduk di lantai.


Papa dan Omku meminta maaf kepada tamu undangan yang sudah datang dan mempersilahkan mereka pergi. Tante membantu mama berdiri air mata mama mengalir aku mencoba tetap kuat di depan mama.


"Papa akan menemui Reno sekarang" Ucap papa marah.


Aku memegang lengan papa berusaha menahanya pergi.


"Tidak perlu pa... Semua sudah selesai, kita tidak lagi terikat dengan mereka, lupakan saja hubungan yang pernah ada" Pintaku pada papa.

__ADS_1


Nasi sudah menjadi bubur, tidak akan pernah berubah menjadi nasi lagi. Aku tidak tahu apa motif Reno melakukan semua ini.


Tamu undangan sudah pergi meninggalkan rumah kami. Mama masih menangis di shofa di temani Daniah dan tanteku menenangkan mama.


Aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Aku memilih naik keatas masuk ke dalam kamar saja.


Aku membuka laci meja mengeluarkan benda yang berhubungan dengan Reno. Aku turun ke bawah kubuang semua ke tempat sampah, aku memanggil mang saleh.


"Ada apa non ?" Tanya mang saleh.


"Tolong sekarang juga kembalikan cincin pertunangan dan cincin yang di berikan Reno untuk pernikahan ini ke rumah Reno, sekarang juga" Pintaku


"Baik non"


Ada mobil datang, siapa ? Entahlah !


Aku masuk kedalam.


"Assalamualaikum"


Aku menoleh, Astaga !! Kenapa mereka datang.


Aku cuek, berlalu pergi meninggalkan mereka. Mama keluar dari kamar dan melihatku tidak menyambut mereka.


"Maaf bu Widya, kami datang terlambat" Ucap ibu itu "Maaf nak Sarah, kami tidak bisa menyaksikan pernikahan nak Sarah" Tambah ibu itu


"Gak papa bu, lagian saya gak jadi nikah" Balasku jutek.


Semua orang terkejut memandangku termasuk Ustadz itu.


"Maaf bu Widya, nak Sarah, kalau pertanyaan saya salah" Ucap ibu itu lagi.


"Tidak, tidak salah bu hajah, memang pernikahan Sarah di batalkan" Potong mama


Mereka tampak terkejut mendengar pengakuan mama.


"Kenapa bu ?" Tanya ibu itu lagi.

__ADS_1


"Karena, calon suami saya menghianati saya malam menjelang pernikahan, karena itu saya membatalkan pernikahan ini" Jawabku dengan nada tinggi.


"Sarah bicara dengan sopan" Ayah keluar dari kamar langsung memarahiku.


Aku meninggalkan mereka semua dan kembali ke kamarku. Kulihat dengan semangat Daniah turun menemui Ustadz itu.


Aku penasaran apa sih spesialnya Ustadz itu sampai-sampai Daniah sperti itu, Daniah tipe anak yang tidak mudah berteman dengan orang lain, lima tahun aku bersama Reno bahkan Daniah masih menganggap Reno sebagai orang asing. Sedangkan Ustadz itu, belum genap dua tahun Daniah sudah terlihat akrab seperti kakak adik.


********


Seharusnya malam ini jadi malamku yang indah bersama Reno, tapi sialan Reno sudah menghancurkan semuanya, aku tidak akan memaafkanya untuk kesalahan yang dia buat.


Aku mencoba memejamkan mataku tapi walau dalam keadaan tertutup, mata ini masih saja melihat kejadian saat di hotel.


Tok tok tok


"Kaaaaak...." Pangggil Daniah dari luar.


"Masuk aja pintunya gak di kunci" Suruhku "Ada apa ?" Tanyaku pada Daniah.


"Pinjam charger kak, punyaku rusak" Ucap Daniah.


"Tuh di laci ambil sendiri" Perintahku.


Daniah mengambil charger itu lantas pergi.


"Eh bentar nyelonong pergi aja" Tegurku pada Daniah.


"Kakak lihat kamu semakin dekat dengan Ustadz itu, kakak cuma mau ingetin kamu, kamu jangan terlalu dekat dengan Ustadzmu itu, bisa saja dia nanti akan manfaatin kebaikan dan kepolosanmu" Ucapku pada daniah mengingatkan.


"Ustadz Alvin itu bukan mas Reno, kak Sarah jangan suka menilai orang sebelum benar-benar mengenal orang tersebut, jangan memandang orang dengan sebelah mata" Daniah mendebatku.


"Eh siapa yang mandang orang dengan sebelah mata ?" Tanyaku pada Daniah.


"Ya kakak, siapa lagi ? Kak Sarah memandang mas Reno sebelah mata, jadi kakak tidak benar-benar mengenalnya, dan ya sebelum mengatakan Ustadz Alvin macam-macam kakak harus mengenalnya terlebih dahulu dengan cara pandang dia dengan kedua mata kakak jangan sebelah" Daniah memperingatkanku lalu pergi.


Aku mengambil ponsel yang aku taruh di meja dekat tempat tidurku, aku membuka galeri dan sosial mediaku, kuhapus semua foto Reno dan foto-fotoku denganya. Tidak adalagi yang tersisa kecuali rasa sakit yang teramat dalam. Penghianatan yang dilakukan Reno membuatku benar-benar merasa hancur, kenapa baru sekarang saat aku dan Reno akan melangsungkan pernikahan ? kenapa tidak tiga atau empat tahun yang lalu saat aku baru menjalin hubungan denganya ?

__ADS_1


Ah sudahlah memikirkan semua ini membuat kepalaku rasanya mau pecah.


__ADS_2