Ustadzku Jodohku

Ustadzku Jodohku
Episode 18


__ADS_3

Alvin berdehem lalu tersenyum lagi, gak ngerti banget sama ini orang, murah senyum tapi pelit bicara. Aku uda gak sabar nunggu penjelasan Alvin.


"Sarah aku ingin bicara sama kamu dan ini serius" Ucap Alvin lagi menguji kesabaranku.


"Iyaaaa to the point aja, dari tadi muter-muter mulu" Aku semakin di buat Alvin jengkel.


"Sarah.. Aku ingin jujur sama kamu, tapi kamu jangan marah setelah mendengarkan ucapanku, yang aku katakan mengenai aku lebih sayang kamu dari pada mobilmu itu memang benar, tidak bisa di pungkiri aku memang sayang sama kamu" Terang Alvin.


"Sayang ?? Sebagai apa ? teman ? Saudara ? Atau pacar ?" Tanyaku memperjelas


"Dalam kamusku tidak ada kata pacaran, aku hanya ingin pacaram setelah menikah karena itu lebih indah" Jawab Alvin serius.


"Jika dalam kamusmu tidak ada kata pacaran, lalu aku kamu anggap apa ? Maksudku kamu menyayangiku hanya sebagai saudara ? Atau teman ?" Tanyaku lagi pada Alvin yang berbelit-belit


"Lebih dari itu.. Sarah aku ingin serius denganmu, aku ingin menjalin sebuah ikatan yang sah" Jawab Alvin memperjelas.


Sekarang giliran aku yang ragu pada Alvin, ada apa dengan hatiku tiba-tiba seperti ini ?


Aku masih diam membisu.


"Ada apa ? Kenapa kamu diam ?" Tanya Alvin padaku.


"Tidak, apa kamu serius ingin menjalin ikatan yang sah denganku ? Sedangkan masa laluku sangatlah kelam, apa orang tuamu mau menerimaku ?" Tanyaku serius kepada Alvin.


"Jika memang itu yang kamu takutkan, mari kita bicara dengan ayah dan ibu bersama meyakinkan mereka, tapi itu jika kamu benar-benar mau denganku" Bujuk Alvin padaku.


"Sejak kapan kamu jatuh cinta maksudku kamu mulai merasa menyayangiku ?" Tanyaku pada Alvin.


"Setelah aku menolongmu dari pria-pria itu, tidak tau kenapa setelah itu aku merasa sayang padamu, dan lama sampai saat ini perasaan itu semakin kuat, setiap bersamamu mengajarkanmu mengaji sholat saat itu rasa cinta di hatiku mulai muncul, maafkan aku jika aku lancang sudah mengungkapkan isi hatiku" Alvin bicara dengan lembut dan merendah semakin membuat hatiku luluh.


"Baiklah, jika memang kamu mau denganku yang pernah punya masa lalu kelam aku tidak bisa menolak karena sebenarnya aku juga punya perasaan yang sama sepertimu" Balasku


Alvin tersenyum mendengar ucapanku.


"Tapi maaf Sarah aku tidak seromantis pacar-pacarmu dulu" Ucap Alvin lalu tertawa kecil


"Kamu memang gak seromantis mantanku tapi kamu pintar membuat jantung orang mau lepas" Ledekku


"Sekali lagi Sarah, aku tidak ingin pacaran, karena aku yakin pacaran setelah menikah itu lebih indah" Alvin memperjelas lagi.


"Lalu ? Kita menikah ? Sebentar.. aku sebelumnya pernah gagal sebelum melangsungkan pernikahan dan aku tidak mau gagal lagi, pernikahan itu bukan mainan" Ucapku serius pada Alvin.


"Aku sudah mantapkan hatiku untuk hidup bersamamu, maka dari itu aku ingin segera menghalalkanmu, aku tidak ingin jika kita terjatuh dalam lubang dosa" Jelas Alvin.


"Lalu kapan kita akan bicara dengan orang tua kita ?" Tanyaku.


"Nanti malam aku akan jemput kamu" Jawab Alvin.


*********


Aku tidak bisa menceritakan bagaimana isi hatiku, antara bahagia dan takut, takut orang tua Alvin tidak mau menerima niat baikku dan Alvin.

__ADS_1


Aku sama sekali tidak meragukan orang tuaku, karena dari awal mereka ingin sosok suami yang baik untukku, apalagi mama yang sejak dulu sering memuji Alvin di depanku, jika mereka mendengar kabar ini mereka pasti sangat bahagia.


Tapi jangan mama papa dulu, jika orang tua Alvin sudah memberikan lampu hijau baru aku dan Alvin akan memberi tahu mama dan papa.


Aku lihat dari jendela kamar alvin sudah datang untuk menjemputku, aku langsung turun ke bawah.


Alvin baru akan masuk tapi aku sudah keluar menuju teras rumah, Alvin tersenyum padaku.


Alvin membukakan pintu mobil untukku dan kami langsung menuju rumah Alvin.


Dalam mobil aku hanya diam, entah bagaimana nanti ? Tanganku begitu dingin.


"Ada apa ?" Tanya Alvin.


"Tidak" Jawabku bohong


"Kenapa diam ? Santai saja kenapa wajah kamu setegang itu ?" Tanya Alvin sambil tertawa kecil


"Aku takut" Jawabku.


"Takut kenapa ? Kita bukan akan bertemu hakim atau malaikat, kita hanya akan bertemu dengan ayah dan ibu meminta restu atas hubungan kita" Jawab Alvin di selingi candaanya yang khas.


"Aku takut mereka tidak bisa menerimaku, kamu seorang ustadz dan dosen sedangkan aku ? Aku cuma mantan pemabuk perokok aku pernah masuk sel tahanan" Jelasku dengan nada ketakutan


"Itu tidaklah penting itu hanya masa lalu yang terpenting sekarang kamu sudah hijrah, setiap orang pasti punya masa lalu" Balas Alvin.


"Sekrang kamu ambil nafas kemudian buang dan ambil lagi coba beberapa kali sampai kamu merasa rilex" Tambah Alvin sambil tersenyum padaku.


Oke aku akan mencoba apa yang di katakan Alvin.


Aku menghentikan langkahku.


Alvin melihatku dan tersenyum.


"Kenapa lagi ?" Tanya Alvin.


"Kamu ingat kan apa yang pernah aku ajarkan setiap kali kita akan memulai sesuatu kita harus baca bismillah" Alvin mengingatkanku.


Aku mengangguk lalu mengikuti Alvin dan membaca basmalah dalam hati, sungguh senyuman dan setiap ucapan Alvin dapat meneduhkan hatiku.


"Assalamualaikum Ayah.. Ibu.." Alvin mengucapkan salam


Terlihat orang tua Alvin keluar dari dalam lalu menyambut kami.


"Nak Sarah.. Silahkan duduk" Ucap ibu Alvin


Kami berempat pun duduk di ruang tamu.


"Ada apa nak Sarah ? Dan kamu Alvin kenapa bisa bareng dengan nak Sarah ?" Tanya ayah Alvin


"Begini ayah.. Ibu.. Kami berdua ingin menyampaikan suatu hal yang penting bagi kami" Jelas Alvin memulai mengungkapkan niat.

__ADS_1


Ayah dan ibu Alvin saling berpandangan tidak mengerti dengan maksud anaknya.


"Aku dan Sarah sudah berkomitmen akan menghalalkan hubungan agar kami tidak terjebak dosa" Jelas Alvin pada ayah dan ibunya.


"Iya pak, bu, itupun kalau bapak dan ibu merestui hubungan kami, mengingat Alvin adalah seorang ustadz dan dosen, dan siapalah saya mantan gadis yang rusak dan pernah gagal menikah" Ucapku merendah.


"Begini Alvin, apa kamu sudah yakin ? Pernikahan bukanlah mainan, ini ikatan yang suci, nak Sarah pernah jatuh dan ayah tidak mau lain hari kamu menjatuhkan Sarah atau menyakiti Sarah" Ucap ayah Alvin pada Alvin.


"InshaAllah yah Alvin tidak akan menjatuhkan ataupun menyakiti Sarah .. Alvin sudah siap, Alvin sudah mantapkan hati Alvin untuk hidup bersama Sarah" Ucap Alvin pada ayahnya dengan sungguh-sungguh.


"Bagaimana bu ?" Tanya ayah Alvin pada ibu Alvin.


"Ibu ikut apa kata ayah dan Alvin saja, jika ini yang terbaik buat Alvin dan Alvin bahgia, mengapa ibu harus menolak" Ucap ibu Alvin yang berarti memberi lampu hijau pada hubungan kami.


Alvin langsung memeluk kedua orang tuanya dengan haru dan berterima kasih. Begitupun dengan aku yang kemudian sungkem pada kedua orang tua Alvin.


"Terima kasih Pak.. Buu.. Sudah bersedia menerima saya sebagai menantu" Ucapku bahagia pada kedua orang tua Alvin.


"Iya nak Sarah, jika kalian bahagia kami juga bahagia" Balas ibu Alvin.


"Ayah Ibu kami ingin secepatnya meresmikan hubungam kami manjadi ikatan yang sah, jika berkenan Alvin ingin menikah di hari jum'at depan, bagi Alvin semua hari sama baiknya apa lagi hari jum'at, dan kami ingin menikah dengan tertutup dan sederhana saja, hanya di hadiri oleh kedua keluarga" Terang Alvin pada ayah dan ibunya. Dan kedua orang tua Alvin mengiyakan permintaan anaknya.


Aku berpamitan pada kedua orang tua Alvin.


********


Aku dan Alvin sampai di rumahku.


Aku bertanya pada suster apa mama sudah tidur.


"Sus mama dimana ? sudah tidur belum ?"


"Belum mbak, Bu Widya di kamar dengan Pak wijaya" Jawab suster


Aku mengajak Alvin untuk menemui mama dan papa di kamar.


Tok tok tok


"Papa ... Paaa" Panggilku dari luar


"Paaaa Sarah mau biacara sama mama papa bisakah Sarah masuk ?" Tanyaku pada mama.


"Masuk saja Sarah pintunya tidak di kunci" Jawab papa.


Papa sedikit terkejut melihat Alvin yang datang bersamaku. Aku dan Alvin duduk di samping papa.


"Ada apa nak ?" Tanya papa


"Pa .. Ma.. Aku dan Alvin ingin secepatnya meresmikan hubungan ini dengan pernikahan" Jawabku pada mama dan papa.


Papa terkejut dan bertanya bagaimana dengan orang tua Alvin, aku dan Alvinpun menceritakan semuanya bahwa aku dan Alvin sudah mendapat lampu hijau dari orang tua Alvin.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, papa akan mengatur waktu untuk bertemu dengan pak haji Imam dan Bu hajah maimunah, agar segera dapat menggelar pernikahan ini" Ucap papa.


Akupun memeluk papa dan mama untuk berterimakasih.


__ADS_2