
Hari ini Alvin tidak bisa menemaniku berbelanja. Aku akan pergi sendiri me time sebelum aku menjadi istri dari Alvin Rezky Darmawan.
Aku memilih pergi ke mall tempat Evelyn membuka outlet. Aku ingin berbagi kabar bahagia ini dengan sahabatku, hari ini kedua keluarga sedang bertemu mengadakan rapat penting, yaaa rapat tentang hari pernikahanku dengan Alvin aku berharap semua berjalan dengan baik tidak seperti dulu saat dengan Reno, aku yakin pada Alvin bahwa calon suamiku itu orang yang bertanggung jawab, tidak neko-neko dan dapat di percaya.
Aku turun dari mobil, lalu berjalan menuju pintu masuk mall, kulihat Evelyn ada di outletnya, Evelyn melihatku seperti terkejut aku melambaikan tangan padanya.
Aku mendatangi Evelyn.
"Hay guys" Sapaku
"Hay Sar, bentar yaa gue selsaiin ini lu duduk dulu" Ucap Evelyn.
Aku duduk di meja yang hanya berisi dua kursi Evelynpun datang padaku.
"Gila, gue hampir gak bisa ngenalin lu Sar, lu mimpi apa tiba-tiba berubah kaya gini ?" Tanya Evelyn padaku.
Aku menceritakan semua kejadian dimana saat aku terjebak di club dan di masukkan ke dalam sel tahanan kemudian di tolong Alvin, dan aku bercerita pada sahabatku kenapa aku bisa berubah seperti ini, aku menceritakan mamaku sakit dan akhirnya aku memberi tahu pada Evelyn bahwa aku akan menikah dengan Ustadz yang dulu ku benci yang pernah ku ceritakan pada Evelyn dulu.
Evelyn tidak bisa menahan tawanya, dia merasa kisahku sangatlah unik dan lucu.
"Maafin gue Sar, ponsel gue hilang gak tau kemana malam itu saat gue nganterin lu, gue dapat telfon kalo bokap gue uda gak ada, gie langsung menuju rumah kakak ipar gue dan saat itu gue lupa naruh handphone di mana ketika pemakaman sudah selesai aku mencari handphone dengan mendial nomernya ternyata sudah tidak aktif" Jelas Evelyn padaku.
"Gak papa kog, gue turut berduka cita atas meninggalnya bokap lu" Ucapku pada Evelyn yang masih berduka.
"Gue juga maaf banget gak sempat jengukin tante Widya yang sakit, semoga nyokap lu cepet sembuh dan lu semoga pernikahan lu berjalan dengan lancar, bahagia sama Ustadz lu itu" Evelyn mendoakan.
"Aamiin.. Aamiin.. " Balasku.
"Yaudah gue balik dulu yaa" Pamitku pada Evelyn.
Aku dan Evelyn berpelukan.
Aku keluar dari pintu mall dan berjalan menuju mobilku. Tiba-tiba badanku seperti terseret.
"Wooyyyy berhenti lo"
Terjadi serang-menyerang antara dua orang pria di hadapanku. Aku melihat ke bawah ada dompetku terjatuh di bawah dua orang pria itu. aku baru menyadari aku hampir kecopetan.
__ADS_1
Satu pria lari meninggalkan tempat kejadian.
Satu pria lagi datang padaku sambil mengembalikan dompetku.
"Mbak lain kali hati-hati ini dompetnya" Ucap pria itu melihatku dengan terkejut.
Akupun sama terkejutnya.
"Sarah...." Ucap pria itu terkejut mungkin karena penampilanku yang berubah.
Tanpa mengucapkan terimaksih aku memalingkan muka dan berlalu pergi.
"Sarah tunggu" Ucap pria itu.
Aku terus berjalan.
Dia menghadang di depanku.
"Ada apa lagi ?" Tanyaku.
"Sarah maafkan aku, aku sangat menyesal" Ucap pria itu.
"Oh yaaa perlu kamu tahu, lusa aku akan menikah" Tambahku.
Pria itu terkejut mendengar ucapanku.
"Dengan siapa ?" Tanya pria itu.
"Pastinya dengan orang yang lebih baik dari kamu, Dia seorang Ustadz, ustadz Alvin Rezky Darmawan" Jawabku.
Dia tertawa terbahak bahak sambil tepuk tangan keras di hadapanku.
"Sarah.. Sarah.. Pikirkanlah sekali lagi, kamu akan menikah dengan orang seperti itu, kamu baru mengenalnya beberapa bulan saja jangan sampai kamu salah pilih pasangan hidup" Ucapnya penuh kesombongan, aku tidak bisa diam jika dia mengejek Alvin.
"Heeyyy diam" Ucapku dengan nada tinggi sambil menunjuk jari tepat di wajahnya, pria itu langsung terdiam.
"Apa yang kamu katakan tadi Reno ? Kamu menyuruhku berfikir ? Hello !! Lalu bagaimana denganmu, apa kamu tidak berfikir terlebih dahulu sebelum tidur dengan Riska di malam menjelang hari pernikahan ? Kamu mengatakan aku baru kenal beberapa bulan awas salah pilih pasangan !! Berapa lama kita kenal tidaklah dapat menunjukkan bahwa orang itu setia bahkan bisa saja yang baru berkenalan dialah yang setia dan dapat di percaya, Camkan itu !!" Ucapku memperingatkan lalu pergi meninggalkan Reno yang masih berdiri di belakangku.
__ADS_1
**********
Sampailah pada hari pernikahanku, hari yang sangat aku tunggu. Pernikahan yang tertutup dan sederhana ini di gelar di kediaman kami atas permintaan mama, untung keluarga Alvin menyetujuinya.
Terlihat rombongan keluarga Alvin datang. Alvin turun dari mobil terlihat dia sangat tampan dengan setelan berwarna celana grey dan atasan kemeja warna putih dan jas warna grey. Sedangkan aku gaun nan simple model a line berwarna putih dengan hijab yang di hiasi mahkota serta long laces veil berenda.
Sebelum memulai akad, aku dan Alvin meminta restu dari kedua orang tua.
Alvinpun duduk di kursi dengan penghulu dan saksi.
Sedangkan aku masih bersama mama di belakang.
"Saya terima nikah dan kawinya Sarah Silvia Wijaya binti Wijaya saputra dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" Ucap Alvin dengan mantap dan lantang.
"Bagaimana bapak.. Bapak.. ?" Tanya penghulu kepada para saksi.
"Sah.."
Alhamdulillah hati ini sangat lega, akupun di pertemukan dengan Alvin kami menandatangani dokumen juga surat nikah kemudian Alvin memakaikan cincin pernikahan. Kemudian kami datang kepada mama papa ayah dan ibu untuk berterima kasih atas doa dan restu mereka, tangis haru dan bahagia tidak dapat di bendung akhirnya aku dan Alvin sudah sah dalam ikatan pernikahan yang suci.
Aku dan Alvin sangat bahagia.
Acara telah selesai, semua kerabat telah pulang.
Alvin dan aku sudah berada di kamar.
Alvin mencium keningku dengan lembut.
Aku masih sedikit canggung ketika berdua dengan Alvin. Alvin hanya tertawa kecil dan mengatakan aku harus rilex, Tidak ada yang perlu di paksakan jika aku memang belum siap.
Tapi aku tidak ingin menyia-nyiakan malam ini, aku sepenuhnya sudah milik Alvin, dia berhak atas diriku jika dia mau melakukanya, dan aku tidak boleh menolaknya.
Aku pasrah berhadapan dengan Alvin yang sedari tadi memandangiku dengan senyuman yang meluluhkan hatiku, aku hanya tertunduk malu tanpa bisa bersuara satu katapun. Alvin mencoba mengajakku bercanda agar suasana tidaklah sekaku ini.
Alvin membelai rambutku dengan penuh kasih mendoakanku lalu mencium keningku, kali ini aku harus benar-benar siap dengan apa yang terjadi malam ini.
**********
__ADS_1
Aku dan Alvin bangun dari malam yang indah kami berdua bergantian mandi dan bersiap untuk sholat subuh berjamaah. Setelah itu kami akan berolah raga pagi dengan mama di jalanan komplek seperti biasa Alvin pasti berubatan denganku untuk mendorong mama.