
setelah mendapat restu dari kedua keluarga masing masing,Tania menjadi semakin yakin jika Adrian adalah takdirnya.tuhan mungkin sudah mengabulkan semua harapan dan doa dari Tania selama ini.dan Tania berharap jika kedepannya dia dan Adrian akan semakin bahagia lagi.
Tania sudah memulai kembali aktifitasnya setelah kemarin dia mengambil cuti kerjanya. pagi itu Tania sudah berada di pabrik,, tepatnya Tania baru turun dari motor kesayangannya yang sudah beberapa waktu ini tidak ia kendarai.Tania melihat Lala turun dari motor besar milik Irfan.Tania merasa aneh kenapa kedua orang itu bisa jadi dekat,padahal Lala sering sekali mengumpat pada Irfan di depan Tania.
mata Tania terus melihat ke arah 2 sejoli itu tanpa mereka sadari.ketika Lala turun dari motor Irfan,dia benar benar kaget melihat Tania yang menghampirinya.irfan pun menunjukan ekspresi yang sama dengan Lala.
"T...Ta..Taania...,,, he he..,!! loe baru datang yaa..?? jawab Lala gugup.
"ehh.. Tan,, apa kabar loe..!! he he...,,
"udah deh basa basinya,, kok kalian bisa barengan sihh,, ada apa?? tanya Tania curiga.
"ohh.. hehe,, i.. i.. ni,, tadi motor gue di dep....... Lala belum menyelesaikan omongan nya.
"mulai hari ini Lala akan jadi asisten gue.dia bakalan nuruti semua perintah gue...,!! jawab Irfan.
"maksud loe??.. Tania benar benar bingung.
"ihh,, apaan sih loe.. udah sana loe pergi.!! usir Lala.
Irfan pun berlalu pergi meninggalkan Lala yang harus siap dengan penjelasannya pada Tania.
"udah deh kita masuk dulu.nanti gue janji bakal jelasin sama loe.yukk !!
sebenarnya Tania benar benar penasaran ada apa dengan Lala dan Irfan.Tania tidak mau mereka dekat karena Tania takut jika nanti Lala akan tersakiti.
siang harinya di jam istirahat Tania menuntut penjelasan pada Lala.dan Lala harus menceritakannya dengan jujur pada Tania.Lala menceritakan seluruh kejadian malam itu ketika tanpa sadar dia mabuk.
"yaa ampun Lala fadhilah...!! kok kamu bisa ngelakuin itu sihh...!!
__ADS_1
"sekarang gimana coba,, kamu tuh di jebak,, gak usah di turutin maunya dia.nanti dia semena mena lagi sama kamu..!! Tania tidak percaya jika sahabatnya begitu bodoh.
Lala hanya diam dan pasrah saja Tania memarahinya.namun Lala yakin jika Irfan tidak akan membuat dia menderita seperti yang di lakukan Ghilbran pada Tania.
setelah selesai dengan meluapkan kemarahannya pada Lala,sirine tanda berakhirnya waktu istirahat pun selesai.dan Tania juga Lala harus kembali memulai aktifitas kerjanya kembali.
waktu itu Tania di suruh untuk pergi ke gudang oleh rekan kerjanya.karena stok beberapa barang di tempatnya sudah habis,, akhirnya Tania pergi ke gudang penyimpanan. di sana ternyata ada Ghilbran yang sedang berdiri di rak besar tempat menyimpan segudang barang.Ghilbran sedang mengecek beberapa item barang untuk edisi bulan depan.
dengan sangat teliti Ghilbran menulis dan mengecek barang yang ada. Ghilbran bahkan tidak menyadari keberadaan Tania saat itu.
Tania yang melihat Ghilbran sedang sibuk sebenarnya merasa malas untuk satu ruangan dengannya.Tapi beberapa detik kemudian Tania melihat benda besar di atas rak yang hampir terjatuh dan itu akan mengenai kepala Ghilbran.dengan berlari Tania bermaksud akan menarik tangan Ghilbran supaya kecelakaan di tempat kerja tidak pernah terjadi.
Awaaaaasss....,,,?? teriak Tania pada Ghilbran.
Ghilbran langsung menengok ke arah sumber suara. Ghilbran kaget ketika Tania berlari menghampirinya dan menarik,, mendorong Ghilbran dengan kencang sehingga Ghilbran terjatuh ke lantai. mereka terjatuh bersamaan dengan Tania berada di atas tubuh Ghilbran.
Ghilbran melihat wajah Tania dengan sangat dekat.wajah yang selama ini dia rindukan sekarang berada di depan matanya,,dan sedang menatapnya pula.jantungnya seperti akan meledak saat ini..!!
"awww... sakiiitt,, pekik Tania yang akan beranjak bangun dari tubuh Tania.
ternyata kaki Tania terjepit oleh barang yang terjatuh itu sehingga kakinya tidak bisa di gerakan.
Ghilbran yang sadar jika kaki Tania sedang terjepit segera bangun untuk menyingkirkan benda yang menindih kaki Tania itu.dengan sekuat tenaga Ghilbran mengangkatnya.dan benda itu pun akhirnya sudah tersingkir dari kaki Tania.
sementara Tania menangis sesegukan menahan rasa sakit di kakinya.reflek Ghilbran memangku Tania menuju lahan parkir tempat dia menyimpan mobilnya.dia bermaksud akan membawa Tania ke RS.sebenarnya ada ruang kesehatan di pabrik tempat para karyawan mendapat penanganan jika mereka merasa kurang sehat,,namun Ghilbran begitu khawatir sehingga melupakan itu.
Tania tidak tinggal diam ketika Ghilbran memangkunya.Tania bersikukuh meminta di turunkan namun Ghilbran tidak menghiraukan itu.
"udah turunin gue,, ghi...!! cepet turunin,,gue gak apa apa ghi...!!.
__ADS_1
(akhirnya kata kata 'ghi' keluar juga dari mulut Tania)☺️☺️☺️
setelah berada di dalam mobil,Ghilbran memakaikan seat beal pada Tania.dan itu membuat Tania memundurkan wajahnya.sementara Ghilbran teramat sangat senang dengan kejadian hari ini..,!! Ghilbran melajukan mobilnya dengan lumayan cepat untuk membawa Tania ke RS.
"Ghi..gue gk apa apa kok,, kita mau kemana?? mending loe turunin gue aja...
"mending loe diem aja. tuh kaki loe udah mulai bengkak kalo loe terus gerakin.
Tania tidak bisa membantah omongan Ghilbran,karena emang Tania sudah merasakan nyeri pada kakinya.
setelah sampai di RS swasta terbesar di Bandung,Tania langsung di tangani oleh dokter. karena Tania masuk ke RS Itu melalui jalur khusus VVIP.jadi dia tidak harus menjalani serangkaian prosedur terlebih dahulu.
setelah Tania mendapatkan penanganan di kelas VVIP, akhir dengan berat hati kaki Tania harus di Gips dulu untuk beberapa waktu sampai kakinya pulih.Tania juga untuk sekarang memakai kursi roda,, memang sedikit lebay buat Tania mendapatkan perawatan seperti itu.namun mau bagaimana lagi,, Ghilbran benar benar memaksa.
seakan tidak ingin menyia nyiakan waktu nya bersama Tania,, setelah selesai dengan segala pengobatannya Tania sudah di izinkan untuk pulang.
Ghilbran mendorong kursi rodanya,,ketika sudah berada di depan pintu keluar,Ghilbran membelokan arah roda Tania yang tadinya mau keluar menjadi masuk kembali ke dalam dan malah menuju arah cafetaria yang berada di RS.
"lhoo.. looo,, pintu keluarnya kan bukan ke sini,,?? itu udah kelewat Ghii..
"emang... !! lagian kita gak akan pulang dulu kok..!!
"hiyaahh... loe mau ngerjain gue haahh,," teriak Tania yang kesal.
"Ghilbran sudah berada di cafe itu dan sudah memilih tempat duduk yang pas.dan langsung memesan makanan untuk dia makan.sementaraTania berada di hadapannya masih dengan wajah yang marah.
beberapa saat Tania mendiamkan Ghilbran.tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut keduanya.sampai makanan yang di pesan pun datang.
"loe tuh yaa,, harusnya loe itu berterima kasih sama gue,,kalo bukan karena gue tarik loe tadi mungkin loe yang bakal kena.dan malah loe yang sekar...em..!! /
__ADS_1
Adrian memasukan beberapa makanan itu masuk ke mulut Tania.
"udah lahh... mending leo diem aja seperti satu ekor anak ayam heeemm.....!!