Wanita Buruk Rupa

Wanita Buruk Rupa
kesalahan Lala


__ADS_3

masih flashback


Lala melihat panggilan yang sangat banyak di hp miliknya. dan itu dari Irfan,, kemudian Lala menelepon kembali Irfan karena takut penting.setelah menelepon Irfan Lala melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat Irfan,, sekarang Irfan sedang berada di Bar dengan Lukman juga Ghilbran.


Lala menghampiri ketiganya,, Irfan dan Ghilbran sudah menenggak minuman dan mulai terlihat sedikit mabuk.


"emm,,ampun deh loe pada,, kebiasan banget kalo udah ada disini. seru Lala..!!


sementara Lukman yang melayani mereka hanya mengangkat kedua bahunya dan tersenyum,,


"dari mana loe,,,?? Tanya Lukman.


"abis ngehibur Tania yang lagi patah hati. jawab Lala


"emang keenaapa......?? Tanya Irfan kurang fokus. disusul Ghilbran yang langsung menyimak setelah mendengar kata Tania.


"Tania lagi berantem sama Adrian karena Tania udah tahu siapa Adrian sebenarnya dan ternyata Adrian itu seorang CEO,,


"emm,, guue.. kiraaa apaan. jawab Irfan setengah teler.


"kok reaksi loe bertiga biasa biasa aja.??


"kita udah pada tahu soal itu,,Ghilbran juga udah peringatin si Tania, yaa tapi si Tanianya aja gak percaya...! ucap Lukman


"gue pulang dulu,, kepala gue udah pusing..!! Ghilbran beranjak pulang terlebih dahulu meninggalkan Irfan dan Lala.


"yehh... dia udah tau ternyata,, kenapa pada gak ngasih tahu gue sih,, kalo tahu kan gue bisa bilangin Tania dari awal,, dasar loe semua.


Irfan masih menenggak minumannya sampai akhirnya tumbang juga,, Lukman dan Lala bingung kalo sudah seperti itu,,mereka saling pandang melihat Irfan terkapar di lantai.


"sebaiknya loe anterin si Irfan pulang deh,,kan loe udah tahu paswordnya. seru Lukman.


"kenapa gak loe aja yang anterin sih,


"gak bisa,, gue masih kerja. tuh liat gue di perhatiin terus sama orang yang badannya gede udah kayak buldozer itu.


"ahh.. elo mah,, dia kan berat.


"ntar gue panggil bantuan,, Lukman pun menyuruh bodyguard disana untuk membantu Lala.


Lala membawa Irfan menuju Apartemennya dengan mengendarai taksi,, dengan susah payah akhirnya Lala tiba di depan Apartemen Irfan. Lala teringat kembali ketika dia mabuk dan akhirnya Lala harus pasrah di kerjai Irfan,,


ceklek,,, Lala membuka pintu Apartemen yang sudah dia tahu paswordnya. karena semenjak Lala di perbudak Irfan,,dirinya sering berkunjung ke sana untuk menjadi pengantar pesanan khusus untuk Irfan.


bahkan semenjak mereka sering berdekatan,, mulai tumbuh rasa cinta di hati Lala untuk Irfan tanpa Irfan mengetahuinya.jantung Lala sering berdegup kencang jika Irfan sudah mendekatinya.

__ADS_1


susah payah Lala membawa Irfan masuk ke Apartemennya, hingga sudah bisa membaringkan Irfan di kasurnya. Lala menatap lekat wajah Irfan,, dia mendekatinya supaya bisa lebih jelas lagi.


Lala menyentuh mata,, hidung,, pipi dan bibir Irfan.dia tersenyum senyum memandangi Irfan. kemudian dia tersadar..


"ya ampun Lala,, apaan sih. sadar sadar loe..!!


kemudian Lala melepaskan sepatu Irfan dan membenarkan posisi tubuh Irfan.


seketika mendapat sedikit gerakan membuat Irfan tersadar,, dia memandangi wajah wanita yang ada di hadapannya, Irfan menatap wajah itu dan langsung menarik lengannya menuju dekapan tubuhnya. Irfan memeluk Lala dengan erat,, Lala mencoba melepaskan diri dari kukuhan Irfan,, kemudian Irfan membisikan sesuatu ke telinga Lala yang membuat jantung Lala berpacu hebat,,


"Lala,, I Love You."


mata Lala membulat tajam,, mendengar perkataan Irfan sangat sulit Lala mempercayainya karena kondisi Irfan yang sedang mabuk.


"lepasin Fan,, loe mabuk.." Lala menepuk nepuk dada Irfan,,namun irfan membalikan tubuhnya,, sekarang Irfan sudah berada di atas tubuh Lala,, menguncinya dalam dekapan,,


"gue sadar,, dan gue serius sekarang. gue suka sama loe entah sejak kapan La.. !!


tubuh Lala berdesir hebat mendapati pengakuan mengejutkan Irfan,, Lala hanya diam mematung,, seakan dirinya sudah pasrah saja saat itu.


Irfan mendekatkan wajah nya ke wajah Lala,, menciumnya dengan hanngat namun setengah sadar akan perbuatannya. Lala diam tidak bereaksi seakan tubuhnya menerima setiap sentuhan Irfan,, karena Lala sudah terbuai dengan ucapan Irfan yang mencintainya.


Irfan mencium Lala penuh nafsu mencoba membuka mulut Lala untuk mengeksflor bagian dalam mulut Lala,, membukanya supaya bisa melumatnya penuh nafsu,, mengulum lidah dan mencecapnya sedang tangannya sudah mulai mencari cari sesuatu sampai dia mendapatkannya.


Lala terperanjat kaget merasakan sentuhan itu,, dia memaksa Irfan menghentikan aktifitasnya,, sampai Irfan menghentikannya Irfan menatap lekat wajah Lala,,


Lala menggelengkan kepalanya sambil menahan tangan Irfan yang sudah menyentuh. p**y**ranya.


"jangan Fan,, gue gak siap.


"tenang gue tanggung jawab,, gue cinta sama loe Laa..!!


kembali tubuh Lala berdesir hebat,, Lala hanya terdiam tidak tahu apa yang di lakukannya ini benar atau salah,tapi Lala sudah terbuai dengan ucapan manis Irfan.


(jelas salah yaa,, tapi kalo cinta mah lupa deh sama dosa)


kembali Irfan melanjutkan yang tadi tertunda,, Irfan mencium Lala memainkan lidah mereka yang saling beradu beberapa saat,, kemudian beralih ke leher Lala meninggalkan bekas merah di beberapa tempat membuat Lala mendesah,, sementara tangan Irfan sudah ada di balik baju Lala,, dan mer***s satu da** nya,, keduanya terhanyut pada permainan malam itu,,


Lala memasrahkan tubuhnya di jamah oleh Irfan,, sementara Irfan yang sedikit tidak sadar akhirnya terbawa oleh nafsunya,, Irfan sudah melepaskan baju yang melekat di tubuh Lala sehingga Lala sudah tidak memakai sehelai benangpun,,


"ahrhhhggggg..... sakit."


"sabar sayang,, bentar lagi gak sakit,,


Irfan membungkam Lala dengan bibirnya,, menetralkan rasa sakit Lala dan melanjutkan aksinya,

__ADS_1


akhirnya Irfan berhasil mendapatkan tubuh Lala dan mengambil keperawanan Lala malam itu,, Lala menangis sejadi jadinya setelah kebodohannya malam itu,, sementara Irfan tertidur pulas setelah hasratnya sudah tuntas.


keesokan harinya Irfan terbangun dan Lala sudah tidak ada di Apartemennya.Irfan bingung melihat kondisinya yang sudah tidak memakai apapun, dia mencoba mengingat kembali apa yang terjadi semalam dan fikirannya sudah buntu untuk mengingat, hanya melihat bayangan Lala sekelibatan di ingatan irfan, membuatnya langsung berlari ke ruang kerjanya dan melihat isi cctv semalam.


"ohh.... ShiTtt...???? stupid.


Irfan memukul dan meremas rambutnya meratapi kebodohannya.


sementara Lala mengurung dirinya di rumah,, dia tidak bekerja hari itu.Lala meratapi kebodohannya yang dengan mudah memberikan harta satu satunya pada teman prianya. dadanya serasa sesak sekali hari itu.


*******


APA..... teriak Tania dan Dian syok.😨😱😱


"bener bener ya loe,, bodoh banget jadi cewek,, bisa bisanya loe berikan harta loe sama si laki laki busuk itu,, seru Dian menyemprot Lala.


"terus gimana sekarang,, apa Irfan mau bertanggung jawab,, kenapa kamu murung, kalo kamu dan dia melakukannya sama sama suka Laa..??


"gak tahu,, dia menghilang udah seminggu ini,, gue gak liat dia kerja... hiks... hiks..!! Lala menggelengkan kepalanya dan kembali menangis.


"gue nyesel Tan,, nyesel...!! hiks.. hiks..😭😭


Tania memeluk sahabatnya,, tidak pernah terbayangkan jika Irfan sampai bisa tidak bertanggung jawab atas perbuatannya itu. setelah di rasa tenang,, menjelang pulang Tania menghampiri Ghilbran.


Ghilbran sedang merapihkan map hasil kerjanya hari itu. Tania datang ke ruang kerja Ghilbran dan menutup pintunya.Ghilbran langsung melihat ke arah pintu untuk melihat wajah siapa yang datang, dan ternyata itu adalah Tania.


Tania menghampiri Ghilbran dan langsung to the point saja.


"dimana Irfan,,?? "


"Ghilbran bingung,, kenapa menanyakan Irfan padanya.


"gue gak tahu..!! dia ambil cuti.


"masa loe sebagai sahabatnya gak tahu di mana dia..?? paling tidak loe bisa hubungin si Irfan dan tanya dimana dia,,


"mungkin dia lagi liburan dulu,, dia gak pernah ambil cutinya. terus kenapa gue harus repot ngurusin dia,,??


"dia udah buat kesalahan sama temen gue,, dan gue pengen dia minta maaf dan bersujud dikakinya tahu.


"ha...ha.. kesalahan apa sampe harus berujud segala,


pokonya cepet loe hubungin tuh si Irfan cepet cepet balik kesini atau gue bakal bikin dia menderita seumur hidup.


"gak mau tuhh..?? itu bukan urusan gue..

__ADS_1


"dasar,, loe berdua sama sama b*****n . Tania pun pergi daru ruangan Ghilbran dengan wajah yang marah.


__ADS_2