Wanita Buruk Rupa

Wanita Buruk Rupa
menjenguk Tania


__ADS_3

Adrian dan Ghilbran pulang kerumah mereka masing masing dengan wajah yang sudah tidak berbentuk lagi.kedua sahabatnya pun merasa heran dengan sikap mereka.mereka tidak habis fikir kalo perkelahian itu bisa sangat brutal.sampe sampe kedua sahabatnya ini mengalami luka yang cukup parah.


""loe kalo mau bertarung secara gentlemen,, mending sekalian aja di ring tinju.biar gak nanggung tahu..??""


seru Irfan dan Rico di tempat teman mereka masing masing. namun keduanya tidak menghiraukannya.


*****


ke esokan harinya Ghilbran berniat akan menengok Tania ke rumahnya,, dirinya berharap bisa di terima berkunjung kali ini,,tidak seperti dulu yang selalu di usir jika hendak menanyakan keberadaan Tania.


tiba di depan rumah berpagar hitam milik kediaman Tania.Ghilbran hanya mondar mandir saja dengan membawa bingkisan buah.dia ragu antara akan masuk atau tidak.tapi Ghilbran tidak mungkin tidak bertanggung jawab,, terlebih Tania bisa seperti itu karena menolong dirinya. dan Ghilbran belum mengucapkan terima kasih pada Tania.


di halaman rumah itu Nayy sedang membantu neneknya menyiram tanaman. Nayy melihat sesosok pria yang mondar mandir dari tadi.Nayy menghampiri pria itu.dan memperhatikan dengan seksama wajahnya.dan wajah itu nampak tidak asing untuk Nayy.Nayy kerap kali melihat omm itu selalu memperhatikan dirinya atau ibunya.


"Omm,, kenapa mondar mandir terus,,?? Omm mau kesini yaa!! tanya Nayy polos.


"Ohh... he he...!! i.. i.. iya sih,, mau jenguk mamah kamu..?? Ghilbran yang ketahuan oleh anak Tania hanya bisa tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"bentar yaa Omm,, seru Nayy. Nayy kemudian menemui neneknya dan membisikan sesuatu.dan itu membuat nenek Nayy menghampiri sambil membukakan pintu gerbangnya.


"Ohh,, ada temennya Tania,,mau jenguk Tania yaa,,, silahkan masuk nak...!! ajak ibu tania.


"terima kasih bu..!!ucapnya.Ghilbran pun duduk di kursi teras rumah Tania dan terlihat gugup sekali.kaki kanannya tidak berhenti bergerak walau sudah berusaha dia tekan supaya tidak bisadi gerakan


"diam loe kaki,, bekerja samalah sedikit..!!


tak berselang lama akhirnya bapak Tania menghampirinya ke depan rumah.sementara ibu Tania memberitahukan pada Tania yang sedang duduk di ruang tv.


"maaf menunggu,,, suara khas bapak Tania yang sudah Ghilbran kenal dulu menghampirinya.dan ternyata bapak Tania mengenal wajah lelaki itu.wajah putus asa yang sering bapak Tania tolak kedatangannya dulu.


"kamu.. lelaki yang dulu itu kan,,??..


"i.. i.. iya pak..!! pak tolong jangan usir saya lagi,, saya kesini ingin bertanggung jawab terhadap kecelakaan Tania kemarin.

__ADS_1


"memang kenapa kamu harus bertanggung jawab,, kamu salah apa pada anak saya..?? tegas bapak Tania.


(banyak pak... banyak salah) bicara dalam hati.


"i.. i.. itu,,, saya atasannya Tania di pabrik,, dan kaki tania seperti itu karena menolong saya,, ucap Ghilbran tulus.


sementara mereka sedang berbincang,, di luar Adrian akan masuk kerumah Tania untuk menjenguk Tania sesuai janjinya kemarin.


kembali dua singa itu saling berhadapan dengan wajah yang sudah pada hancur lebur di hadapan bapak Tania. jelas bapak Tania bingung dengan melihat kedua wajah mereka itu.tapi bapak Tania sudah bisa menyimpulkan ada apa sebenarnya.


bapak Tania mengizinkan keduanya masuk dan duduk di ruang tamu sederhananya.bagi Ghilbran ini adalah mu'jizat karena setelah sekian lama akhirnya dia bisa di terima masuk kerumah itu.sementara Adrian menunjukan wajah yang benar benar tidak menyukainya.


Tania menghampiri keduanya susah payah dengan menggunakan tongkat.Tania menatap keduanya dan berspekulasi akan sesuatu kemarin malam.


Tania berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya tanda tidak menyukai situasi ini.


"kenapa wajah kalian,,habis di gebukin warga sekampung tadi pas mau kesini,,?? tanya Tania ketus.


Kemudian Nayy menghampiri mamahnya dan duduk di samping Tania.Tania mengarahkan pandangannya terhadap Nayy.


"Omm berdua habis di pukulin siapa?.....tanya Nayy polos


keduanya menengok keasal suara .


"Nayy..,, Nayy liatkan wajah kedua Omm itu,, mereka habis berantem nak,,, kalo yang suka berantem itu umurnya segimana Nayy...??


"yang suka berantem mah umurnya kayak Nayy mah,,, temen Nayy disekolah sering berantem terus di hukum sama bu guru.


"nah... kedua Omm itu juga masih pada kecil. makanya masih suka berantem. harusnya di kasih hukuman kan Nayy...??


"mamah aja yang kasih hukumannya yaa,, Nayy gak suka...!! kemudian Nayy berlalu pergi menghampiri neneknya.


sementara itu kedua orang tua Tania bermaksud untuk memberikan waktu pada kedua lelaki itu dan Tania berbicara.karena sudah terlihat pastinya Tania butuh penjelasan mereka.

__ADS_1


"Tann... ibu sama bapak mau ke rumah pak RW dulu. tadi pak RW mengundang ibu ke rumahnya. kata ibu Tania.


"iya maaf kami tinggal,, kami ada urusan sebentar,, timpal bapak Tania.keduanya pun meninggalkan Tania dan para lelaki itu.tak lupa ibunya menyuruh Dhini untuk membuatkan minuman terlebih dahulu.


Dhini menuju ruang tamu dengan membawa baki berisi minuman seadanya untuk tamu kakaknya.dia melihat kedua lelaki itu dengan muka mereka yang banyak tanda ungu.namun mata Dhini tertuju pada wajah yang sedikt dia kenali dulu.wajah yang masih sama menurutnya.wajah itu terlihat sangat tampan meskipun banyak luka menghiasinya. jantungnya pun berdebar entah kenapa.mungkin karena gugup fikirnya.Dhini sedikit melamun


"Dhin.. kamu mau taruh di mana air minumnya?? lantai apa di meja sihh...??? tanya Tania yang memperhatikan tingkah Dhini pada Ghilbran.


"ehhh.. iyaa,, maaf kak..?? silahkan di minum...!! kak Dhini sekalian pamit yaa...mau anterin barang dulu ke kantor pos.Nayy Dhini bawa sekalian main dulu sebentar yaa,, jawab Dhini.kemudian Dhini pun keluar dari rumah meninggalkan Tania dan kedua tamunya.


"Jadi mau apa loe kesini,, langsung aja deh dan cepet pulang...!! Tanya Tania tegas.Adriaan tersenyum merasa menang.


"yaa gue mau nengok loe lah,, seengaknya gue harus tanggung jawab dan liat kondisi loe,, gini gini juga gue punya empati kali,,, Ghilbran pun menjawabnya.


"Gak usah tanggung jawab,, lagian mana ada orang kayak loe berempati sama orang lain..?? luka gue juga gak parah parah amat kok,,


"ya udah gue pulang,, gue mau bilang makasih sama loe udah nolongin gue.gue pamit,, Ghilbran pun berdiri berlalu pergi,namun sebelum sampai ujung pintu dia berbalik.


"Harusnya loe cari cowok yang tulus,, bukan cowok kayak gitu. bermuka dua..!! nanti loe nyesel disakitin dia.


"Apa urusannya sama loe,, mau gue sakit hati juga itu gak ada hubungannya sama loe,, lagian gue udah BIASA di sakitin sama seseorang,, mungkin loe lupa.!!


"terserah,,,,!! Ghilbran pun pergi meninggalkan Tania karena dia sudah senang hanya melihat kondisi Tania saja.dia juga akan menerima setiap ucapan pedas yang kelur dari mulut Tania.


sementara pandangan Tania sekarang tertuju pada Adrian.dan Adrian tahu jika kekasihnya itu marah padanya.


"kenapa kamu berkelahi dengan Ghilbran mas,, harusnya kamu gak usah buang tenaga kamu hanya untuk berkelahi dengan dia.lihat muka kamu itu...


Tania mengusap luka di wajah Adrian dengan menitihkan setetes air mata di wajahnya. Tania merasa bersalah pada Adrian fikirnya ini semua karena dirinya mereka bisa berkelahi.


Adrian menggenggam tangan Tania yang sedang mengusap wajahnya.dia tersenyum getir.


"Tann.. maafin aku,, kamu boleh marah sepuas kamu, tapi jangan pernah tinggalin aku yaa..!! nanti setelah kamu sembuh aku akan menceritakan sesuatu padamu.

__ADS_1


__ADS_2