
satu hari Tania lalui tanpa Adrian,, dia hanya bisa menatapnya di layar ponsel ketika sedang melakukan video call. namun rasa rindunya sudah tidak bisa tertahan lagi.melihat wajah Adrian dari kejauhan membuat Tania menjadi semakin bergejolak ingin segera bertemu.
hari itu Tania berangkat kerja sore,, di tempat parkir Tania melihat Lala yang sedang berjalan dengan tertunduk lesu,, Tania pun segera menghampiri Lala.keduanya saling bertatap wajah dan tersenyum semu,, mengartikan kesedihan dengan masalah mereka masing masing,, tidak ada obrolan di antara mereka sampai akhirnya datang Dian dari belakang yang menghampiri mereka.
"Oiyy... loe berdua jalan nunduk,, kalo di depan ada tiang ****** deh loe berdua." seru Dian.
Tania dan Lala memandang Dian bersamaan dengan tawa semunya kemudian kembali berjalan tertunduk lesu.
"ya elahh,,, gue tahu masalah Lala yang berat,, noh ini yang satu napa..?? perasaan kemarin baru meletup letup kayak gunung berapi yang lagi erupsi,, sekarang udah kayak muka di kejar utang aja. kenapa loe Tann...?" tanya dian.
"aku di tinggal pergi Adrian,," jawab Tania asal.
"waduh.. bener yaa tuh si Adrian,, udah bikin anak orang bahagia melambung tinggi ke awan,,sekarang di jatuhin sejatuh jatuhnya. dia punya pacar lagi Tann.. mentang mentang ganteng udah gitu CEO juga,, semua cewek dia embat... emmmm !!! cerocos Dian yang langsung di bungkam oleh Tania.
"berisik... bukan gitu,,
"nah terus kenapa...??" tanya Dian bingung.
"cuma pergi seminggu karena urusan bisnis aja,,
"emm,,nih cewek lebay banget deh,,baru di tinggal LDRan seminggu doang,
"biarin,, kan masih anget anget nya😝😝
oh iya Laa.. adrian mau bantu kamu cariin si Irfan,,dia punya kenalan temen yang bisa cari orang hilang,
''biarin Tann.. gak usah di cari,, kalo dia serius pasti dia gak akan bertingkah sepengecut ini. aku udah ikhlas kok..!! Lala pun akhirnya bersuara.
"kedua sahabatnya pun sangat bersedih mendengar perkataan Lala.
tiba di dalam ruang kerja,, Tania kembali memulai pekerjaannya,, saat sedang bekerja Ghilbran terus saja memperhatikan Tania.
"Tania putri... bisa ikut saya sebentar...!! seru Ghilbran yang langsung pergi ke ruang kerjanya.
"iya pak... !! Tania pun mengikutinya.walaupun sebenarnya dia tidak menyukai itu.
sampai di dalam ruangan Ghilbran menutup tirai kaca dan menutup pintunya sahingga tidak ada orang yang melihat percakapan keduanya.
Ghilbran bersender ke pintu dan menyilangkan tangannya.Tania menatap atasannya itu berlagak aneh.. Tania sudah berfikir yang tidak tidak tentunya.
__ADS_1
"kenapa di tutup tirainya... terus pintunya juga kenapa di kunci..?? jangan macem macem yaa atau gue teriak.! ucap Tania ketus.
''tenang aja... gue tutup supaya gak ada yang liat atau denger percakapan kita. Ghilbran pun beranjak menuju sofa kecil disudut ruangan.
"gak usah sampe segitunya juga kali,, biasa aja..?? kayak omongan loe penting. Tania mendengus kesal.
"yaa... penting lah !! ini menyangkut temen loe dan gue. kalo orang denger gimana..?
"maksud loe... loe tahu dimana si Irfan..?? Tania yang nyolot langsung mendekati Ghilbran.
"sebelumnya ada masalah apa antara temen loe sama temen gue..?? sampe sampe gue harus bantu cariin.
"gak perlu tahu..!! yang jelas bilang aja dimana dia sekarang. itu bukan urusan loe.. !!
"ya udah... berarti gue gak akan bilang. Ghilbran masih tidak mau kalah dari Tania.
"heh.. bener bener ya loe berdua sama sama ba****ngn tahu...!! udah, bukain pintunya gue mau pergi. Tania yang masih tidak mau mengalah memilih untuk pergi.
"serius loe gak mau bilang masahnya apa.. gak bakal nyesel nanti kalo sampe terlambat.
mendengar hal itu Tania yang sedang mencoba membuka pintu langsung terdiam dan menatap Ghilbran.Tania langsung menghampiri Ghilbran.
"maksud loe apa..?? kenapa harus nyesel.
"............." akhirnya Tania menjelaskan pada Ghilbran.
"sekarang loe tahu kan perbuatan bejad temen loe..? loe kasih tahu di mana dia sekarang. gue bakal cari tuh orang. puas..!!
"ohh.. ya udah loe bisa keluar sana..??
"ehh.. dasar loe. barusan loe bilang mau kasih tahu gue dimana si Irfan. dasar penipu,, sama sama brengsek tahu. Tania pun keluar ruangan Ghilbran dengan marah karena sudah di kelabuhi.
waktu jam istirahat pun tiba,, Tania dan kedua sahabatnya menghabiskan waktu di kantin dengan tenang belakangan ini karena sudah tidak di gangguin Ghilbran lagi.
Ghilbran menghampiri Tania yang sedang asyik makan bersama temannya dan membuat semuanya terkejut.
"gue tahu di mana Irfan. dan gue akan antar loe buat ngehajar si Irfan gimana mau ikut gue..? tanya Ghilbran.
sontak hal itu membuat ketiganya terkejut.
__ADS_1
"Tan.. loe kasih Tahu Ghilbran masalah gue..?? cecar Lala.
"i.. i..iya Laa,, maaf. soalnya aku pengen tahu keberadaan Irfan.jadi aku tanyain dia.
mendengar hal itu,, nafsu makan Lala pun jadi hilang dan terlihat wajah kecewa dari Lala.
"maaf Laa,, aku gak maksud buat buka itu. maaf yaa..!!
"loe gak ngerasain jadi gue, seandainya itu terjadi sama loe gimana..? Lala sangat kesal pada Tania.
mendengar perkelahian Tania dan Lala,, Ghilbran pun langsung angkat suara.
"oh....oh... tenang,, sekarang bukan itu yang kalian harus ributin. bukankah tujuannya buat cari Irfan..?? dan gue yang tahu Irfan dimana sekarang.
"ya sudah loe bilang dimana dia sekarang..!!" kompak ketiganya langsung mendaratkan bentakan pada Ghilbran sambil menggebrak meja.
"dia jauh... gak di bandung sekarang. kalo kalian mau, gue bisa anterin kalian besok. gue kasih cuti buat kalian semua supaya bisa hajar si Irfan gimana..??
"jauh,, emang dia dimana..?? tanya Lala.
"di suatu tempat aja. kalo loe mau gue bisa anter besok gimana..??
"tumben loe baik,, ada angin apa..?
"yaa.. gue mau bantu aja,, gue gak suka aja ada cowok gak bertanggung jawab yang ngerendahin cewek. emm..!!
reflek Tania mengbungkam mulut Ghilbran yang gak punya rem.
"bisa diem gak loe..loe mau semua orang tahu hah..!! bentak Tania
"kemudian,, ketiganya saling tatap dan berbicara pakai bahasa isyarat yang hanya mereka saja yang tahu.sedang Ghilbran hanya melihat ekspresi ketiganya.
"kita belum bisa mutusin sekarang,, kita fikirin dulu. ayoo..!! Tania berbicara sangat judes terhadap Ghilbran dan berlalu pergi meninggalkan meja itu.
ketiganya pun sudah meninggalkan Ghilbran dan sekarang mereka sedang berdiskusi mengenai omongan yang tadi Ghilbran utarakan. sesekali mereka berdebat,
sampai pada kesimpulan awalnya hanya Lala saja yang ikut Ghilbran karena itu adalah masalahnya,, namun Dian dan Tania tidak bisa meninggalkan Lala pergi berdua dengan Ghilbran.
Tania dan Dian takut jika nanti mereka berdua sudah bertemu irfan, irfan akan mengatakan hal konyol yang membuat Lala manjadi frustasi dan tidak membawa hasil yang baik ketika mereka bertemu nanti. karena sekarang saja Lala sudah menampakan wajah yang frustasi.
__ADS_1
akhirnya karena sudah mendapatkan hasil akhir dan kesepakan,,mereka bertiga pun akan pergi bersama Ghilbran ke tempat Irfan berada besok.
Tania dan Dian sudah tidak sabar ingin menghajar irfan, sedangkan Lala terlihat sangat gugup,, dia takut jika Irfan akan membuangnya setelah apa yang dilakukannya terhadap Lala.