Wanita Buruk Rupa

Wanita Buruk Rupa
kemarahan Adrian


__ADS_3

Adrian


saat ini Adrian sedang disibukkan oleh berbagai pekerjaan yang sudah dia tinggalkan dan di serahkan pada sekertarisnya Hendra, Hendra benar benar kewalahan dengan segala macam pekerjaan yang bosnya berikan.dan ada beberapa pekerjaan yang Hendra sudah menyerahkannya pada Adrian secara langsung karena menyangkut dengan berbagai tender besar dan itu sudah seharusnya pemimpin sendiri yang mengerjakannya.


setibanya Adrian di bandara Adrian langsung bergegas ke gedung barunya, segala macam berkas dia tandatangani, dia juga langsung mengatur berbagai jadwal pertemuan dengan beberapa klien penting,, hari itu jadwalnya sangat dia padatkan supaya cepat terselesaikan.


Adrian ingin cepat menyelesaikan jadwalnya karena Adrian memiliki sejumlah rencana untuk kekasihnya di Bandung,, dia tidak ingin mengulur waktu begitu lama supaya cepat cepat segera menghalalkan wanita yang dia cintai.


satu hari dia habiskan untuk menyelesaikan pekerjaannya,, bahkan Adrian pulang sangat larut,, untuk sekedar mengecek hp saja rasanya tangan Adrian sudah tidak sanggup lagi, karena kelelahan Adrian langsung tertidur pulas malam itu,


Adrian terbangun saat mentari sudah sangat terangnya,,hari itu karena lelahnya Adrian bangun kesiangan, dia terbangun setelah mendengar suara tlp yang sudah dari tadi berdering entah berapa ratus kalinya.dengan mata yang masih berat dia mencoba membukanya,dia segera mengumpulkan kesadarannya.


"hemm,, Adrian mengangkat tlpnya.


"..................." suara dari seberang yang membuat Adrian terperanjat kaget.


"ohh. shitT...!! kenapa loe gak bangunin gue dari tadii hah...?? "


bentaknya dan langsung berlari dengan kekuatan super menuju kamar mandi,, Adrian bergegas membersihkan diri dan terburu buru langsung tancap gas menuju ke acara pertemuannya hari ini.


sampai di tempat tujuan Adrian sudah telat 1 jam,, hal itu membuat Hendra berkeringat dingin di depan para investor asing yang sudah menunggu lama, namun karena keahlian Adrian melobi dan kecerdasannya dalam berdiskusi membuat para investor itu tidak kecewa, alhasil Adrian memenangkan tender besar kali ini.


akhirnya Adrian sudah menyelesaikan pekerjaannya hari ini,, dia bisa beristirahat dulu sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya,, tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 20.00,hari ini pun Adrian tampak sangat kelelahan,, namun Adrian masih bisa sedikit mengintip layar hpnya yang dari kemarin malam tidak dia buka,,


"Whatt...!!

__ADS_1


Adrian terperanjat kaget melihat sekilas pesan dari Tania,,


"mas mf aku gak izin sama kamu soalnya pesan aku gak kamu buka terus,, hari ini aku mau pergi nganter Lala menemui Irfan, dan aku di antar Ghilbran,, dan a...........


belum sempat Adrian membaca seluruh pesannya Adrian langsung segera menghubungi Hendra,


"pesankan aku tiket ke Bandung hari ini secepatnya,, pokoknya aku gak mau tahu hari ini harus dapet tiketnya,kalo nggak kamu aku pecat.


damnnnn,, Hendra langsung lunglay seketika.


"emm.. bos. gue lagi, gue lagi. kenapa lagi nih sekarang...? gerutu Hendra. akhirnya Hendra menuruti keinginan bosnya dan langsung memesan penerbangan menuju bandung,


selama dalam perjalanan menuju Bandung hati Adrian begitu panas, dia tidak hentinya mengepalkan tangan. dia benar benar tidak habis fikir kenapa Tania bisa pergi tanpa seizinnya, dia bersumpah jika sampai terjadi sesuatu dengan Tania, dia akan membunuh Ghilbran dengan tangannya sendiri.walaupun hatinya sudah terbakar api cemburu,Adrian masih mencoba menetralkannya.


sampai di Bandung, Adrian langsung menuju ke rumah Tania,, sengaja Adrian menahan dirinya untuk tidak menyusul Tania ke tempat Tania berada,, karena Tania sudah menghubunginya jika dia sudah dalam perjalanan pulang,itulah mengapa jika Tania sangat gelisah selama dalam perjalanan.


dan selama dalam perjalanan Tania selalu mengabari Adrian, walaupun pesan darinya tak kunjung Adrian balas.


dari kejauhan Adrian melihat satu mobil yang berhenti tidak jauh dari rumah Tania, mobil berwarna putih itu berhenti cukup lama,dan Adrian melihat wajah yang tidak asing sedang berada di dalamnya. Adrian langsung menghampiri mobil putih itu.


********


"sekali saja Tan,, biarkan gue lakukan hanya sekali saja." Ghilbran memandang wajah Tania dan mendekatinya. lebih dekat,, sangat dekat,, bahkan nafas teratur Tania yang sedang tertidur sangat terasa di wajah Ghilbran.tinggal 1 cm lagi bibir Ghilbran menyatu dengan Tania, sedetik kemudian dari luar nampak seorang pria dengan kasarnya menendang kaca spion mobil Ghilbran dan sekuat tenaga pria itu mengetuk kaca mobil itu, berharap orang yang ada di dalamnya akan mengetahui aksinya dan segera keluar dari dalam mobil


mendengar suara dari luar membuat Tania terbangun dari tidurnya, Tania kaget karena wajah Ghilbran yang sudah mendekatinya. sontak hal itu membuat Tania mendorong Ghilbran sampai dia tersungkur ke pojok mobil. Tania langsung bergegas keluar dari mobil. Tania kaget melihat pria yang sudah berada di hadapannya dengan tatapan tajam penuh amarah.

__ADS_1


Adrian menarik tangan Tania dengan kasar menuju ke halaman rumah Tania,bahkan Tania tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya, hanya ketakutan yang tergambar dari raut wajah Tania.


"masuk...!! perintah Adrian tegas.


"mas... aku bisa jelasin itu tadi aku..." Tania belum sempat menyelesaikan kata katanya.


"AKU BILANG MASUK TANIA." masih dengan wajah tegas penuh amarah nya Adrian memberi perintah padaTania.Adrian tidak ingin bertengkar dengan Tania di pagi buta seperti ini,


mau tidak mau,, Tania menuruti kemauan Adrian,, mencoba menjelaskan sekarang pun tidak akan berguna jika Adrian terlihat sangat marah padanya.


dari sebrang jalan Ghilbran mencoba mendekati Tania, namun Tania tampak sudah masuk ke dalam rumahnya. akhirnya keduanya pun saling bertatapan penuh kemarahan.


Adrian mendekati Ghilbran sambil mengepalkan tangannya, mencoba untuk melayangkan pukulan terhadap Ghilbran,


"brengsek..!! seru Adrian mencoba memukul.


pukulan Adrian berhasil Ghilbran tangkis,, dan Ghilbran bisa menghindarinya.


"hah... kenapa loe,,? cemburu hah." pancing Ghilbran.


adrian mendekati Ghilbran dan memegang kerah baju Ghilbran dengan penuh kemarahan.


"denger b*****n gue peringatin loe jauhin Tania selagi gue masih baik, gue bisa hancurin loe sampe jadi debu tahu...!!"


"oh yaa.. loe sanggup ngelakuin itu hah.. sebelum loe lakuin itu gue duluan yang bakal bikin loe hancur jika sampe loe nyakitin Tania lagi.Ghilbran melepaskan kukuhan erat tangan Adrian di kerah bajunya dan balik mengancam Adrian.

__ADS_1


Ghilbran berlalu pergi, dan tidak ingin meladeni perkelahiannya dengan Adrian, Ghilbran masih waras jika harus bertarung di kawasan pemukiman seperti ini, pasti nya bukan tidak mungkin keduanya akan berakhir di pukuli masa nantinya dan berakhir di kantor polisi.


Adrian tampak sangat frustasi malam itu, setelah Adrian membiarkan Ghilbran berlalu pergi, Adrian pun melakukan hal yang sama. namun malam itu Adrian tidak langsung kembali ke studionya melainkan menghabiskan waktu di Bar dalam gedung miliknya. malam itu Adrian mabuk parah,bahkan dirinya tidak tahu siapa yang mengantarkanya pulang malam itu.


__ADS_2