
maaf yaa readers,,baru bisa up lagi. Author kurang enak badan nih...!! π·π·π· sekali lagi mohon dukungannya yaa,, biar Author bisa semangat menulis lagi.πͺπͺπͺ jangan lupa like, vote, comment dan bantu share yaa readers yang baik.β€β€β€
terima kasih banyak untuk yang sudah menyukai dan membaca novel Author.
L-O-V-E lah untuk kalian semua,,πππ
--------------------
Tania yang masih diliputi rasa marah dan kasian pada sahabatnya itu terlihat merenung sendiri di kamarnya, dia bahkan tidak menghiraukan panggilan masuk dari sang kekasih. hal itu membuat kekasihnya mengkhawatirkan Tania,,
karena malam ini malam minggu,, Adrian bermaksud untuk 'ngapel' ke rumah pacar,, sekalian dia ingin mengetahui kabar pacarnya itu. terlebih Adrian akan memberitahukan kabar lainnya pada Tania.
Adrian sudah berada di depan rumah Tania,, dan segera menghubungi Tania kembali.Akhirnya Tania mengangkat tlp dari Adrian dan membukakan pintu untuknya,, Tania begitu bahagia melihat Adrian berada di hadapannya.segera dia memeluk kekasih tercinta,, melepaskan segala kegundahan dihatinya. Adrian tentunya sangat senang mendapat perhatian itu.
"Ehemm... terdengar suara berat dan khas dari dalam rumah,, dan tak lain adalah bapak Tania,mereka melepaskan pelukan kerinduan mereka karena tertangkap basah,, mereka saling berpandangan dan tertawa sendiri,, karena baru sadar sedang berada dimana mereka kini.
Adrian pun masuk dan disambut oleh pelukan Nayy,,
"ommmm,, Nayy kangen deh sama omm.
"omm juga kangen sama kamu sayang,, gimana kabarnya..!!
"baik omm,, ππ
"ini omm bawain sesuatu buat kamu,, kamu pasti suka."πππ
Adrian datang tidak dengan tangan kosong tentunya,,Adrian membawa sekotak cake untuk buah tangan,, itu adalah aksi Adrian untuk memenangkan hati calon anaknya.
"yeaay.. asik..!! makasih omm, Nayy suka."
Nayy langsung membawa kue nya ke ruang tengah dan memperlihatkan kepada kakek dan neneknya. mereka sangat bahagia melihat Adrian yang sangat perhatian,, terlebih pada Nayy.
Tania datang keruang tamu dengan membawa teh hangat,, dan duduk di samping Adrian. terjadi kecanggungan antara mereka,karena mereka sedang berada di rumah. berbeda jika mereka sedang di luar mungkin mereka akan bermesraan.
untuk memecahkan keheningan Adrian membuka obrolan hangat malam itu.
"kalung kamu cantik,, siapa yang kasih yaa..!! godanya.
__ADS_1
"ihh.. kamu,, bisa bisanya. siapa lagi dong kalo bukan pelatihku.
"wahh,,itu si pelatih nekad juga yaa..!! aku kalah juga ternyata.
"udah ahh,, geli dengernya. aku lagi gak mood buat bercanda. Tania kembali memperlihatkan wajah murungnya.
"kamu kenapa Tann.. kayak yang ada masalah??..
"bukan aku yang punya masalah,, tapi Lala. Aku lagi sedih mikirin Lala,,
"kenapa dengan Lala...??
akhirnya Tania pun menceritakan tentang Lala pada Adrian.Adrian yang mendengarnya pun merasa geram pada si laki laki yang berani menyakiti hati sahabat pacarnya itu.
"Mas Adrian bisa bantu gak...? tolong cariin keberadaannya.biar aku kasih pelajaran sama tuh orang.
"mmm,, boleh nanti aku bantu cariin dia,, kamu punya fotonya atau no hpnya..??
"gk punya,, tapi nanti aku minta Lala deh." mudah mudahan bisa cepet ketemu tuh orang.
"liat nanti saja kalo udah ketemu mas,, aku juga bingung mau di apain kalo ketemu. yang jelas aku akan hajar dia dulu.
"hahaha... emangnya kamu berani hajar orang,,,? dengan tangan kecil ini..?? "
"ehh.. kamu ngeremehin aku,, kalo itu cowok berengsek tentu aku bisa,, lihat aja nanti. mau coba nih...nihh.. rasain
'bak.. bik.. buk..' πππsuara memukul.
"ahh..ahh,,,sakit. iyaa,,, deh aku kalah. aduhh pukulan kamu keras juga. ahh sakit semua nih,,
"makanya jangan jadi orang brengsek,, nanti kamu habis di tanganku..!!
"gak lah,,mana berani aku jadi cowok gitu. tenang aku bakal tanggung jawab kalo terjadi apa apa sama kamu." Adrian berbisik menggoda Tania yang membuat wajah Tania memerah.
"ihh.. dasar nah itu udah brengsek,, udah niat.
"Ha.. ha.. becanda aku,, emm... Taniakuh kalo lagi cemberut makin cantik deh,,"
__ADS_1
seakan tidak ada puasnya Adrian terus saja menggoda Tania supaya Tania berhenti murung. malah Adrian hampir lupa niatnya untuk menemui Tania malam itu.
"ohh.. iya Tan,, emm.... sepertinya kita gak bisa ketemu dulu seminggu ini. gak apa apakan,,
"kenapa..??? Tania bingung,,
"aku ada kerjaan di Bali,, yang kemarin sempat tertunda itu. ternyata sekertaris aku gak bisa handle,, dia kewalahan. lagian emang sebelumnya jatah aku di bandung hanya 6 bulan saja, habis itu langsung pergi ke Bali buat urus cabang disana. Tapi karena ketemu jodoh jadi tertunda. gimana...??
"gimana apanya,,,,!!
"kamu gak marah kan aku pergi,, hanya seminggu saja." Adrian memegang tangan Tania mencoba memberi pengertian pada Tania karena dia sudah melihat wajah yang kecewa.
"gak tahu,, kalo aku gak mau kamu tinggal pergi pasti aku egois kan,, tapi kalo di tinggal aku bakal kangen kamu,,
"hanya seminggu saja kok,, atau bisa jadi aku percepat kalo urusannya udah beres. soal masalah Lala aku bantu,, nanti aku temuin temen aku. dia hacker,, dia bisa aku andelin banget. soal mencari orang itu urusan yang mudah buat dia. jangan marah yaa..."
Tania hanya bisa pasrah saja jika itu sudah menyangkut pekerjaan Adrian yang baru Tania ketahui,, pastinya menjadi seorang CEO akan banyak menyita waktu Adrian,, dan itu sudah menjadi resiko Tania yang menjadi kekasihnya.
"berangkat nya kapan...?? " tanya Tania.
"besok pagi. he.. he..,, Adrian garuk kepala sendiri.
"hah... besok,, kok ngedadak..?? "
"gak ngedadak sih sebenarnya udah di rencanain,, cuma aku baru bilang sekarang aja,, maaf..!!
akhirnya dengan berat hati Tania melepaskan kepergian Adrian,, walaupun akan terasa berat menahan rindunya pada Adrian.
Adrian pun sebenarnya ingin sekali mengajak Tania pergi. tapi urusannya di bali adalah untuk mempromosikan tempat kebugaran terbarunya,, dan promo itu menyangkut Tania yang menjadi modelnya saat Adrian dan Rico juga Mira membuat Taruhan,, Adrian bermaksud untuk membatalkan rencana yang sudah dia susun waktu itu karena dia tidak ingin wajah kekasihnya terpajang di setiap majalah dan iklan. terlebih Adrian belum meminta izin Tania.
malam itu Tania sudah sangat gundah gulana,, sudah menghadapi masalah Lala yang rumit,, disaat dirinya butuh sandaran malah sandaran itu harus pergi walau hanya sebentar.
besok harinya,, pagi sekali Tania sudah berkunjung ke tempat tinggal Adrian,, Tania ingin mengantar Adrian ke bandara. dia tidak mau kehilangan moment sedetik pun selama Adrian masih berada di Bandung.
Adrian tentu saja senang mendapat perhatian dari kekasihnya. dia berjanji jika sudah menyelesaikan masalahnya di Bali,, dia akan melamar Tania dengan pantas dan di depan kedua orang tuanya,, semuanya sudah di rencanakan dengan matang. Adrian berharap semua yang sudah terencana akan berjalan lancar.
tiba mereka di bandara,, Tania terus saja menggenggam tangan Adrian,, seperti tidak mau terpisahkan. sampailah mereka di pintu keberangkatan,, Tania hanya bisa mengantar sampai disitu dan mereka pun harus berpisah,, Adrian memeluk Tania dengan erat.. kemudian menatapnya dengan senyuman,, sekilas Adrian mencium bibir Tania dan akhirnya mereka pun berpisah.
__ADS_1