
Di dalam mobil Adrian mendiamkan Tania saja,tidak ada percakapan yang keluar dari mulut Adrian.yang ada hanya hatinya kini mulai panas setelah mendengar kata kata dari mulut Ghilbran tadi.
dia memang melihat sekilas orang itu.namun meskipun hanya sekilas dirinya tahu jika Ghilbran masih menaruh hati terhadap Tania.jelas itu terlihat dari sorot matanya yang hangat saat memandang wajah Tania.
sesaat kemudian dalam keheningan di dalam mobil Adrian baru membuka suaranya namun terdengar dingin
"kamu kok gak nelepon aku kalo kamu terluka?...
"hemn.. ohh,, iya aku fikir mas Adrian mungkin sibuk. jadi aku berniat akan kasih tahunya nanti saat udah pulang...!! jawab Tania sambil melihat wajah Adrian.
"jadi maksud kamu nanti kamu pulang di antar mantan kamu itu?... Adrian kesal mendengar kata kata dari mulut Tania.
Tania yang mendengarnya tentu sangat kaget.karena dia tidak pernah memberitahukan jika Ghilbran adalah mantannya.tepatnya tidak pernah menunjukan wajah orangnya.fikir Tania dari mana Adrian mengetahui itu..?
"m.. m.. mas Adrian Tahu...?? kok bisa tahu.?? a.. a.. ku kan gak pernah kasih tahu...?? jawab Tania gugup seperti sedang ketahuan berselingkuh.
"kenapa kamu gugup..?? jelas aku tahu tadi dia memperhatikanmu.dan dia bilang jika dia atasanmu...! yaa.. atasanmu siapa lagi kalo bukan mantan mu yang suka gangguin itu.
"jadi mas Adrian marah sekarang sama aku..?? kenapa harus marah gara gara dia,, lahh itu mas Adrian tahu kalo dia orang yang udah bikin aku menderita.ini juga aku sebenernya gak suka dia bawa aku ke RS. Tania balik menyemprot Adrian. Tania benar benar gak habis fikir bukannya Adrian mengkhawatirkannya malah bertanya yang tidak penting menurutnya.
Adrian langsung meminggirkan mobilnya ketika Tania berbicara seperti itu.dia sadar jika seharusnya dia tidak sekasar itu pada Tania.
"maafin aku Tann... aku hanya gak suka liat dia tadi.aku gak ada maksud buat nyakitin kamu kok!! maaf yaa hemn...
"mas Adrian cemburu...??
"yaa jelas aku cemburu,,karena kamu gak ngasih kabar,,malah mau ngasih kabarnya nanti..!! aku gak suka Tania.pokonya apapun itu mau hal baik atau buruk kamu harus bicara sama aku,, titik.
Tania tersenyum melihat Adrian yang sedang cemburu.Tania merasa dirinya kini sangat beruntung karena bisa merasakan di cemburui oleh seseorang yang sangat berarti di hidupnya.
kemudian Tania memegang tangan adrian dengan kedua tangannya.
"makasih udah cemburu,,itu artinya aku sangat berarti di mata kamu bukan,,Tania menatap lekat wajah Adrian dan membelai pipinya.
jelas itu membuat Adrian terhanyut oleh perkataan dari mulut Tania.Adrian meraih tangan Tania yang sedang membelai pipinya. terasa begitu hangat menurutnya melihat Tania yang lugu di depannya.
"jangan pernah tinggalin aku apapun yang terjadi nanti yaa..?? kamu harus berada di sisi ku,, walau kamu marah sama aku, kamu jangan pernah tinggalin aku yaa?? janji.
"memang siapa yang mau ninggalin kamu,, jelas aku yang takut kamu tinggalin. jawab Tania tulus.Adrian hanya memandang saja dalam dekat dan mencuri satu kecupan manis di bibir Tania.
Cup..
__ADS_1
Adrian melanjutkan lagi perjalanannya.padahal sebenarnya dia sangat ingin memperdalam ciuman itu,tapi dia harus menahannya sejenak.
sesampainya di rumah,kedua orang tua Tania begitu terkejut mendapatkan anaknya pulang dengan keadaan di papah oleh Adrian.
"Tania,,kamu kenapa nak..??
"ahh heehe..!! ini cuma luka kecil aja bu..?? Tania gk terluka berat kok.tadi Tania kurang hati hati di pabrik.
"Gak kenapa kenapa kok pake yang gituan sih.?? ya udah berbaring dulu..
ibu Tania membantu Tania menaiki ranjangnya.sementara Adrian melihat dari balik pintu kamarnya.kemudian Adrian menunggu di ruang tamu sebentar hanya untuk menyapa kedua orang tua Tania.
bapak Tania menghampirinya dan bertanya kepada Adrian tentang apa yang sebenarnya terjadi,, kemudian Adrian menjelaskannya.
Nayy menghampiri Adrian dan memegang tangan Adrian sambil menangis.
"mamah kenapa omm?? tanyanya. kemudian adrian memangkunya dan mendudukan di atas pahanya.
"mamah gak kenapa kenapa kok sayang,, cuma mamah tadi gak sengaja terjatuh. jadi kakinya keseleo,, makanya kakinya di pakai itu. kamu tenang aja yaa??
"tapi nanti mamah masih bisa jalan kan omm...??
"iya dong,, mamah cuma butuh istirahat di rumah aja dulu,, jadi gak bisa berangkat kerja. Nayy senang kan mamah ada di rumah???
sementara Adrian langsung berpamitan pada kedua orang tua Tania.dan kedua orang tua Tania berterima kasih pada Adrian.
"Tann... aku pamit yaa.!! seru Adrian di depan pintu kamar Tania.
"makasih ya mas,, udah anterin..
"iyaa.. besok aku kesini lagi yaa..!! jangan lupa minum obat nya...!! dahh Nayy,,jagain mamah yaa?? Adrian melambaikan tangannya pada Nayy dan di sambut anggukan Nayy.
****
setelah Adrian sampai ke studio nya dan membaringkan diri di ranjangnya, Adrian memikirkan perkataan Ghilbran tadi sepertinya Ghilbran mengetahui sesuatu dan itu membuatnya penasaran.dia ingin sekali menemui lelaki itu,, dan berbicara secara jantan padanya.tapi Adrian tidak tahu keberadaannya.
karena hatinya sangat pengap,Adrian memutuskan untuk pergi ke Bar dan mengajak Rico,keduanya memutuskan untuk bertemu di Bar malam itu dan yang terlebih dulu datang adalah Adrian.
sesampainya di Bar Adrian melihat jika disana ada orang yang sangat ingin dia datangi dan sedang menenggak minuman yang di tuangkan bartender.
ketika bartender itu menuangkan minuman untuk Ghilbran,, Adrian langsung menyambarnya dan menenggak sepenuhnya minuman itu.dan Ghilbran pun menengokan kepalanya menghadap laki laki itu.
__ADS_1
"hahh... ada ADRIAN MAHARDHIKA sang CEO muda,, yang banyak di sukai wanita ke sini.. !! racaunya.
"apa mau loe..?? belum puas loe nyakitin Tania hahh.???Adrian mulai tersulut emosinya.
"kenapa...?? loe takut gue bilang sama Tania hahh..??
" dasar ********,, harusnya loe pergi saja dari hidup Tania,, kenapa loe menyiksanya terus hahh..??
"siapa yang ******** di sini hahh??... gue apa loe..?? apa bedanya gue sama loe,, jangan sok jadi pahlawan deh loe,,ahhh... jelas gue beda sama loe,, seenggaknya gue gak pernah manfaatin Tania.dan rasa yang gue punya dari dulu sampai sekarang tulus...,!! racau Ghilbran yang sudah mulai mabuk.
hal itu benar benar menyulut emosi Adrian,, dia langsung memukuli Ghilbran dengan satu pukulan keras ke arah pipinya.
BUKK....
Ghilbran yang tidak siap,langsung tersungkur ke lantai.dan memegang ujung bibirnya yang mengeluarkan darah.dia tidak terima di pukul oleh Adrian dan mencoba bangun untuk membalasnya.
"wahhh...kayaknya CEO kita takut hahh.,, kenapa,, loe takut rahasia loe gue bongkar,,,, atau loe takut Tania gue rebut kembali haa..,,??
kembali Adrian melayangkan pukulan terhadap Ghilbran namun Ghilbran berhasil mengelak.dan sekarang dia yang membalas pukulan Adrian kembali.
BUKK...
Brengsek...BUKK... BUKK..
malam itu terjadi baku hantam yang sangat sengit antara Adrian dan Ghilbran,, keduanya yang saling memendam emosi sudah tidak bisa lagi menahannya.beberapa barang dan meja tidak luput dari sasaran mereka.seperti mereka akan bertarung hingga mati saja.keduanya mendapatkan luka parah dan sobek di bagian wajah.
sampailah Rico dan Irfan yang datang bersamaan,, mereka mencoba menghentikan perkelahian itu dengan memegang tubuh teman mereka masing masing supaya saling menjauh.
"loe jauhin tania brengsekkk..??? teriak Adrian dan masih berusaha menghajar Ghilbran.
"loe yang jauhin dia ********,, loe yang lebih gak pantas dengan Tania.. hahhhh..???
"brengsek.. sini loe,, lepasin gue,, lepasin..!! teriak Adrian pada Rico.
"tenang bro... udah gk usah di ladenin. mending kita pergi.ayoo..!!
"lepas,, gue belum puas hajar dia.lepasin gue..?? Adrian masih tidak terima.
begitu juga Irfan yang yang kewalahan menenangkan Ghilbran.memang sepertinya Ghilbran harus mengeksfresikan dirinya sendiri dari pada terus diam dan menyiksa dirinya.
"lepasin gue fann... lelaki brengsek itu gak pantes buat Tania, loe harus matii...!! teriak Ghilbran.
__ADS_1
beberapa saat Rico dan Irfan menahan emosi dari kedua sahabatnya sebelum datang 2 bodyguard berbadan besar yang melerai perkelahian mereka.akhirnya Adrian dan Rico kelur dari Bar sementara Ghilbran masih di tahan oleh Bodyguard itu.
aaaaarggghhhhh....... keduanya berteriak histeris di tempat yang berbeda.