
sudah hampir seminggu Tania beristirahat di rumah. keadaannya sekarang sudah baik,, dan Tania sudah kembali lagi bekerja. hampir setiap hari Ghilbran berusaha mengunjungi Tania hanya sekedar untuk memastikan jika keadaan Tania sudah membaik. namun dirinya kerap kali di tolak Tania ketika hendak berkunjung. itu tidak menyurutkan tekad Ghilbran yang berusaha mengambil hati Tania sedikit demi sedikit. Ghilbran sekarang harus mulai dari awal kembali. namun kali ini dia mendapatkan bantuan dari Dhini. setidaknya Dhini sudah memberikan izin untuk Ghilbran mendekati Tania. (itu menurut Ghilbran)
berbeda dengan Adrian yang kedatangannya selalu Tania tunggu. pintu rumah Tania selalu terbuka untuk kekasihnya itu,, mau dia datang pagi, siang, atau pun malam Tania selalu menunggunya.
bagi Tania sekarang hidupnya sudah kembali normal. Tuhan sudah mengabulkan segala doa dan harapan Tania untuk bisa bahagia suatu hari nanti. Tania tidak pernah mengharapkan untuk mendapatkan lelaki kaya raya atau mempunyai kekuasaan,, dirinya hanya meminta pada Tuhan agar diberikan laki laki yang baik dan sabar juga menerima keadaan Tania apa adanya. dan itu semua ada di Adrian. apalagi kedua keluarga sudah saling merestui. kini tinggal melanjutkan hubungan mereka ke kenjang yang lebih serius lagi.
*****
Tania sudah menjalani harinya seperti biasa. dan tidak terasa waktu 6 bulan masa kontrak perjanjian Tania dengan "body perfack" sudah berakhir. hari ini menjadi hari terakhir Tania mengunjungi tempat Fitnes yang sudah membuat Tania jatuh cinta pada pelatihnya. hari ini Tania begitu antusias dan sedikit bersedih karena tidak akan lagi mendapatkan pelatihan yang romatis dari sang kekasih.
Tania sudah ada di tempat gym jam 08.00 pagi. disana Adrian sudah menunggu Tania. terasa aneh saat itu karena banyak dari pengunjung dan juga beberapa instruktur seperti sedang memperhatikannya. entah kenapa Tania tidak tahu. Tapi Tania segera menepis fikiran jeleknya itu.
Tania mendatangi Adrian yang sedang bersiap siap untuk melatih Tania,, Tania tersenyum senang melihat punggung kekasihnya yang atletis itu. Adrian terlihat seksi sekali dengan di balut pakaian olahraga yang sedikit memperlihatkan otot tangan dan dada bidangnya. aaahhh,, Tania meleleh setelah cukup lama dia tidak melihat pemandangan seperti itu.
"dorr.... " Tania mencoba mengagetkan Adrian padahal Adrian sudah menyadari kedatangan Tania dari kaca besar yang seperti dinding di sana. Adrian membalikan tubuhnya dan melihat Tania dengan senyum menggoda. hal itu membuat jantung Tania bergetar hebat. Adrian menghampiri Tania sangat dekat,,Tania yang belum bisa bernafas karena tatapan Adrian yang menggoda itu mencoba memundurkan langkahnya sedikit,, namun Adrian meraih pinggang Tania sedikit menghimpitkannya ke tubuh Adrian dan mengecup kening Tania.
Tania kaget dengan perlakuan adrian saat itu,, dia begitu malu apalagi suasana pagi itu cukup banyak orang.
__ADS_1
"m.. mas,,!! apaan sih,, lepasin malu tahu?? kita di liatin banyak orang." Tania mencoba menahan tubuhnya yang di himpit Adrian dengan kedua tangannya.
"kenapa malu,, kan kita pasangan." goda Adrian. dia tidak menghiraukan banyaknya orang yang berada di sana. ketika Adrian sedang bersama Tania seakan dunia hanya milik Adrian saja. dia tidak memperdulikan siapa pun lagi.
puas menggoda Tania, akhirnya Adrian melepaskan pelukannya itu dan Tania bisa bernafas sekarang. mereka kemudian memulai latihan terakhirnya,,karena sudah cukup lama Tania kurang menggerakan tubuhnya,, sekarang otot Tania sedikit kaku. dan itu membuat Adrian sering kali membantu Tania membenarkan pergerakannya. jika sudah seperti itu pastilah mereka berdua akan semakin menempel,, jantung Tania benar benar akan copot sepertinya jika di perlakukan seperti itu terus.
"aaa..hh sudah lah,, aku bisa lakukan sediri. jangan terlalu dekat mas,, itu buat aku gak nyaman. gerutu Tania.
"lhoo kalo aku gak bantu benerin yang ada nanti kamu salah gerak terus bisa jadi tulang kamu geser. itu fatal Tann,, "
"ya udah liatin aja atau kasih instruksi dari jauh aja lah.. jangan deket deket terus aku gak nyaman.
"pokoknya gak nyaman aja,, udah gak usah deket deket terus,, aku bisa sendiri kok.
puas Adrian menggoda Tania, akhirnya Adrian membiarkan Tania melakukannya sendiri sampai sisa waktu berakhir. keduanya duduk bersandar ke kaca besar sambil menurunkan keringat mereka. tak jarang mereka saling menatap.Tania begitu seksi ketika sedang mengeluarkan banyak keringatnya. itu membuat Adrian di mabuk kepayang.
hari itu Tania tidak di izinkan langsung pulang, karena ini adalah sesi latihan terakhirnya Tania di bawa dulu ke ruangan staff dan di sana sudah ada Mira dan Rico. keduanya memberi selamat pada Tania karena sudah berhasil menjalani kelasnya. dan artinya mereka telah berhasil dengan program mereka selama 6 bulan ini.
__ADS_1
cukup lama mereka sekadar mengobrol dengan sedikit menggoda Tania dengan Adrian, akhirnya Mira dan Rico pamit dari ruang staff untuk melanjutkan kembali aktifitas mereka. sebelumnya mereka mengutarakan ingin menggelar pesta makan malam untuk keberhasilan Tania. dan Tania menyetujuinya karena sedikit paksaan. jujur Tania tidak terbiasa dengan acara seperti itu.
tinggallah Adrian dan Tania di ruang staff. karena programnya dengan Tania sudah berhasil,, itu artinya Adrian akan memenuhi janjinya pada Tania untuk berkata jujur.
Adrian mengajak Tania mengelilingi gedung olahraga itu,satu per satu studio Adrian perlihatkan pada Tania. tak jarang hal itu membuat Tania takjub. karena selama ini dia tidak tahu bahwa isi gedung ini benar benar luas.
setiap Adrian membuka ruang studio disana,, pastilah ruangan itu ada isinya. para instruktur dan pengunjung ada di sana. dan tak jarang para instruktur yang melihat kedatangan Adrian atau berpapasan dengan Adrian akan sedikit membungkukan badannya,, tanda memberi hormat.
hal itu membuat Tania celingukan kebingungan,, dia mengira orang orang membungkuk padanya dan Adrian itu hanya sekedar menyapa saja. hal itu membuat Tania malu dan selalu menggaruk tengkuknya walaupun tidak gatal.sesekali Tania melihat kearah Adrian kebingungan,, namun Adrian berlaku tidak tahu apa apa.
Adrian menunjukan studio untuk filates,, zumba,, aerobik,, sanggar tari,,ruang tinju,, ruang karate,, taekwondo,, dan beberapa tempat olahraga lainnya. hingga kolam renang juga Bar dan cafe tidak luput dari penjelajahan Tania.
hingga akhirnya mereka sudah berada di lantai paling atas gedung itu, tepatnya di sebuah ruangan seperti sebuah ruang kantor yang cukup luas dan mewah dengan jendela besar yang menghadap ke jalanan kota.di sana terdapat sebuah meja dengan bertuliskan "ADRIAN MAHARDHIKA CEO"
"Adrian mendudukan Tania di sofa besar,, keduanya saling behadapan dan Adrian terlihat sangat serius kali ini. namun Tania kebingungan berada di sana.fikirannya melayang entah kemana saat itu.
"Tann,, sekarang latihan kita udah berakhir,, sesuai janji aku kemarin aku akan membicarakan sesuatu sama kamu. tapi kamu janji dulu sama aku,, kamu boleh marah tapi jangan pernah tinggalin aku. aku gak bermaksud apa apa selama ini kok. janji yaa...!!" pinta Adrian.
__ADS_1
"mas Adrian, kok ngomongnya berbelit belit sihh...!! ada apa emangnya..?? kenapa aku akan marah..?? emang mas adrian ngelakuin kesalahan samu aku...?? kata kata itu terus aja mas Adrian ucapin ke aku. sekarang aku bener bener penasaran. ada apa...?? ruangan apa ini...??