wanita mainan

wanita mainan
Bab 1. Prolog


__ADS_3

bruk...


''kamu mau apa?" didoronglah Agatha hingga jatuh diatas kasur oleh pria yang bertubuh tegap, di hadapannya.


pria itu masih diam tak bergeming, sembari melangkah maju menghampiri Agatha, yang tetap menatap lekat manik mata si lelaki dengan tatapan tajam terhadap Agatha.


"mundur, jangan mendekat!"teriak Agatha kepada lelaki tersebut, tapi sayang teriakan wanita itu sia-sia karena tak dihiraukan sedikitpun oleh lelaki itu.


"aku hanya ingin membelaimu." ucapnya sembari membelai pipi Agatha yang sudah basah karena cairan putih bening yang menetes dari matanya.


"tak usah takut, bukankah kita pernah melakukannya, apa kamu lupa?" imbuhnya sembari menunjukkan senyuman khas lesung Pipit yang terukir dipipi kanannya yang sulit untuk diartikan.

__ADS_1


"tapi, kita sudah selesai!" teriak Agatha lagi sembari tetap menangis sesenggukan.


"hahaha..... itu bagimu, tapi bagiku? aku masih ingin bersamamu! bukankah kamu yang dulu ingin berpisah?" tanya lelaki itu sambil menahan amarahnya terhadap Agatha.


Agatha hanya bisa tetap menangis, karena tangan lelaki itu sudah mulai menggerayangi tubuh sintal Agatha yang masih tertutup kaos oblong dan celana jeans miliknya.


tangan lelaki itu mulai menyentuh gundukan atas yang berjajar milik Agatha, Agatha mulai menggeliat dan melawan. tapi sayang perlawanannya sia-sia karena dikunci oleh tangan dan tubuh kekar lelaki itu.


"apa salahku padamu mas? bahkan kita sudah selesai secara baik-baik. aku juga tak pernah mempermasalahkan kau bersama wanita lain saat bersamaku dulu!" sulut Agatha yang berapi - api menahan sesak karena perkataan silelaki yang menghujam hatinya.


"aku bahkan juga tak pernah mempermasalahkanmu yang telah melecehkan dulu. sudah kututup rapat masalalu itu, meski ada trauma mendalam di hidupku!"pungkasnya sembari tetap berusaha sekuat tenaga membrontak untuk melepaskan kuncian tubuh kekar dari lelaki itu.

__ADS_1


"cih, kau mulai menyalahkanku? ayolah, dia hanya teman wanitaku. fine fine ajalah tha cowok sama cewek bareng, saling mengisi yang kosong, yang terpenting pada akhirnya rumahku tetap padamu." pungkasnya dengan percaya diri sembari mencoba memagut bibir si gadis yang akhirnya mulai kuwalahan mengahadapi tekanan dari pria tersebut.


perlahan lahan, pria tersebut memagut dan meremas payudara Agatha di balik kaos oblong yang dikenakannya. Agatha tetap memberontak tapi terlambat, pria itu sudah menjelajahi langit langit mulut Agatha dan begitu sangat menikmatinya. entah setan apa yang telah merasuki pikiran pria itu. hingga tega melakukan perbuatan kejam terhadap Agatha yang kesekian kalinya.


di saat keadaan sudah mulai genting, dimana pria itu mulai melancarkan aksinya untuk menanggalkan cel*n*nya untuk melancarkan aksinya menyetub*hi Agatha. Agatha berhasil melepaskan pagutan si pria dari bibir mungilnya.


"cukup mas, kamu anggap aku apa?" ucap Agatha sembari terisak dan memukul mukul dada bidang pria tersebut.


"aku capek mas, capek!" teriaknya sekali lagi yang akhirnya membuat aktivitas pria tersebut terhenti sejenak dan mulai menatap gadis dihadapannya yang sudah terurai air mata.


"kamu nanya? aku nganggep kamu apa? kamu itu rumahku!" serunya sembari menunjukkan tatapan yang meyakinkan.

__ADS_1


dengan senyuman miring Agatha mengatakan, " maksudmu, mungkin aku hanya sekedar rumah singgah!"


__ADS_2