wanita mainan

wanita mainan
Bab 2. kenalan


__ADS_3

Trink... Trink...


"Hy!"


Agatha melihat layar hp di atas meja yang menunjukkan pukul 11 malam, tertera ada pesan masuk dari seorang akun yang belum ia kenal. Lalu ia mengambil hp dari atas meja itu lalu mulai membalas pesan dari seseorang tersebut.


"Ya?", balas Agatha


"Dengan siapa?" lanjut Agatha.


"Hy, aku Firza." balas seseorang yang bernama Firza tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu?" balas Agatha


"Apakah kita boleh saling mengenal sebelum kita menjadi halal?" balas Firza.


Tanpa ia tahu bahwa Sanya di seberang sana yang jauh entah di mana, seorang gadis yang membaca pesan tersebut tengah tertawa terbahak bahak melihat pesan dari seseorang yang belum ia kenal.


"Maaf, mbak Firza salah orang kali." lanjut Agatha, tanpa ia tahu kalau Firza adalah seorang laki laki atau perempuan. Namun karena namanya yang dianggapnya pantas untuk nama anak perempuan, Agatha pun tanpa pikir panjang memanggilnya dengan sebutan mbak.


"Em, maaf? kamu cewek apa cowok sih? balas Firza. dengan sedikit kesal Firza membalas pesan tersebut sembari mengernyitkan dahi karena heran, kenapa orang diseberang sana memanggilnya mbak.


"Hayo? cewek or cowok ya? hehe....." balas Agatha


"Katanya kamu cewek." balas Firza.


sedikit emosi, Firza mulai mengetik balasan untuk gadis tersebut yang ia yakini bahwa seorang itu benar-benar seorang cewek.


"Kata siapa?" balas Agatha.


Balas Agatha yang masih cuek karena merasa belum kenal dengan orang itu.


"Lah, aku dapat Bc.an kontak kamu dari temen aku Lo!" lanjut Firza


"Kok bisa?" lanjut Agatha.


"Ya bisalah! makanya sekarang aku bisa chatting an sama kamu gitu." balas Firza.


"Oiya ya."


"terus?"lanjut Agatha.


"Kamu beneran cewekkan?" balas Firza.


Tanya Firza yang mulai menyelidik


"Tunggu, kamu dapat nomer aku dari siapa?" balas Agatha yang mulai keheranan. Karena selama ini ia tidak pernah merasa meminta BC pada temannya atau orang lain.


"Kamu kenal sama siukikan?" balas Firza


"Oh, masiu? ya kenal. kenapa?"balas Agatha


"Aku dapat nomor kamu dari dia." balas Firza


"kok bisa? lanjut Agatha.


"Mau aku ceritain gak?" balas Firza


"Em, terserah sih kalau mau. Aku gak maksa kok!" lanjut Agatha


"jadi, gini. 3 hari lalu, siuki kan di profil Wa sama SW nyakan ada foto cewek."

__ADS_1


"Terus aku ucapinlah selamat sama dia. Aku kira kamu ceweknya."


"Tapi, dia malah ketawa, kutanyailah dia."


"Kok malah ketawa bro?"


"Dia jawab, katanya kamu bukan ceweknya dan malah bilang iseng buat Manas manasin adik kelasnya dulu yang ngejar ngejar dia. Karena katanya kamu satu satunya temen cewek Yang gak pernah baperan. Jadi dia minta foto kamu buat ya kayak gitu deh." pungkas Firza.


"Oh! Tapi jangan jangan kamu si penguntit itu ya? balas Agatha, yang sedikit curiga dengan Firza. Karena Agatha takut kalau Firza adalah adik kelas yang selama ini mengejar masiu. Dan sebelumnya juga masiu memberi pesan kepada Agatha untuk menjaga rahasia dan pura pura menjadi pacar masiu saat itu.


"ha? penguntit? siapa? aku?" balas Firza keheranan.


"coba Papnya kalau kamu bukan si penguntit itu!" lanjut Agatha.


Dari seberang sana Firza pun mengirim sebuah foto selfie yang menunjukkan wajah yang cool dengan rambut berwarna hitam lurus model fringe crop.


*pesan gambar telah terkirim*


trink...


"gimana?" balas Firza


*pesan gambar masuk*


Agatha pun melihat pesan tersebut dan dibuat sedikit kagum dengan penampakan foto laki laki yang ada di pesan layar handphone nya tersebut. Foto seorang laki laki setengah badan yang mengenakan kaos over size, dan memakai tindik hitam ditelinga kanan namun tak mengurangi kharisma nya walaupun foto menghadap kesamping dengan berlatar belakang daun pintu kamarnya yang bernuansa monokrom.


trink...


"gimana?" balas Firza lagi


Bunyi pesan yang membuyarkan lamunan Agatha yang memandangi foto tersebut.


"it's oke. Sans aja."


"Btw, gak manggil aku mbak lagikan?hehe....." lanjut Firza.


"hehehe, iya maaf ya." balas Agatha, percayalah Agatha sebenarnya sudah malu karena telah salah paham dari tadi.


"Boleh, tapi kenalan ya?" lanjut Firza.


"Sampai lupa hehe,,, aku Agatha."


"Panggil aja aku Thata." pungkas Agatha.


"Well, aku Firza. Aku temen dari temen dari temennya siuki." balas Firza.


"Jadi bukan temen deketnya masiu?" tanya Agatha.


"Bukan, sih ya sekedar kenal lewat Bc.an doang sih." balas Firza.


"oh, gitu! em, gak kerasa udah jam setengah 1 nih." pungkas Agatha.


"eh, iya.. hehehe. Kok gak kerasa ya?" lanjut Firza


"Maaf aku tinggal tidur dulu ya, soalnya besok aku mau kerja!" balas Agatha


"Oh, iya deh. Lagian aku juga mau tidur kok. good nite ya tha. sambung besok lagi." balas Firza sembari memberikan emot senyum hati kepada Agatha tapi tak ada balasan.


Disisi lain di sebuah club malam di ruang VIP, Firza mulai mengirim pesan singkat kepada seorang laki-laki.


"Bro, gue lagi di club xxx. Cepetan ke sini gue tunggu Lo!" lalu ia pun menekan tulisan send dari handphone miliknya tersebut.

__ADS_1


trink.... trink...


pesan masuk


"Tumben, ngajak gue? what happen za?" balas seseorang yang telah dikirimi pesan oleh Firza tadi.


"mau ngajak diskusi Lo nih, haha!" balas Firza


"Soal apa? gak bisa lewat chatting aja nih?" tanya seseorang tersebut.


"Gak asik, enak di sini. Lo gue traktir minum deh ntar! Apa perlu pesen LC sekalian?" balas Firza lagi.


"Sa ae Lo bro, haha.... enggaklah makasih, lagian gue udah tobat juga!" serunya.


"Sekali aja gak apa apa kali bro!" pungkas Firza yang mencoba meyakinkan orang tersebut.


"Gue ke sana tapi ada syaratnya bro!" balas orang tersebut.


"Syarat apa lagi coba? buruan sini dah! banyak amat alasan Lo!" balas Firza


"Mau gak? kalau mau gue ke sana kalau enggak ya udah! toh gue gak rugi." balasnya lagi.


"Apa syaratnya buruan!" desak Firza.


"Fine, gak ada yang namanya alkohol, Jangan ada LC. Dan setelah urusan kita kelar gue boleh langsung cabut dari situ, gimana?" tanya orang itu.


"Oke Fine, Tapi Lo cepetan ke sini! gue nyuruh pelayan buat nyingkirin semua itu. gue tunggu Lo di room VIP no. 2 ya!" seru Firza


"15 menit lagi mungkin gue udah nyampai sana, Jadi Lo tunggu aja!" balas seorang l


yang jauh di sana.


"Siap bro!" balas Firza


Ditengah menunggu temannya Firza kini memainkan gawainya berselancar bebas di media sosialnya sembari menunjukkan senyuman smirk melihat lihat foto seorang wanita yang ada di media sosial tersebut.


"Kamu cantik juga kalau senyum." batin Firza.


beberapa saat kemudian


Seorang yang telah ditunggu tunggu oleh Firza datang dengan sebuah moge yang ia parkir di sebelah club xxx . Seseorang yang berusia sekitar 22 tahunan berkulit putih bersih karena chindo itu,mengenakan kaos putih polos oversize yang ditutupi jaket bomber hitam setelan celana jeans warna biru dengan menggunakan sepatu Oxford warna brown, rambut potongan rapi yang ditutupi topi warna hitam.Orang tersebut langsung masuk menuju room yang telah di pesan Firza.


"Sini bro duduk." panggil Firza sembari menepuk sofa yang ada di sebelahnya untuk mempersilahkan temannya itu duduk.


lelaki itu pun mengangguk dan segera menghampiri Firza dan duduk di sebelahnya sembari menghisap Vape yang dikalungkan di lehernya, " Ada apa Lo nyari gue? tumben tumbennya.?"


"Gue mau ngomong ke Lo, kalau gue udah mulai chatting sama cewek yang Lo buat SW di nomor Lo dulu!" ucap Firza dengan antusias.


"Kenapa Lo harus bilang gue? kayaknya gak perlu deh! jawabnya.


"Ya anggap aja gue nyari elo karena kangen! pungkas Firza sembari mengedipkan mata.


"Gue harusnya gak ke sini kalau gitu! jijik gue jadinya!" serunya.


"Tapi Lo belum ketemu lagikan sama tuh cewek setelah beberapa tahun ini? gak kangen Lo?" tanya Firza menyelidik.


" Biasa aja. Lagiankan gak ada hubungan juga gue sama dia!" sulitnya


" Well, jadi sabilah gue gas keun tuh cewek." pungkas Firza dengan penuh antusias.


"Terserah lo! Tapi inget, jangan buat mainan dia!" ucap datar lelaki itu lalu beranjak pergi meninggalkan Firza sendiri di ruang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2