wanita mainan

wanita mainan
Bab 5. Penasaran


__ADS_3

Di belakang motor Sky, yang tidak ia lihat ada dua orang yang masih memperhatikan Sky dan Agatha dari dalam mobil Honda Civic pas di belakang motornya. Sambil menunjukkan wajah kesal dari salah satu penumpang mobil tersebut. Dan satu lagi seorang laki-laki berkacamata menunjukan ekspresi wajah datar yang sulit diartikan.


Di sisi lain sky dan Agatha masih hening tanpa ada percakapan di tengah kemacetan. Sedangkan seseorang di dalam mobil Honda Civic itu bertanya pada temannya.


"Ngapain Lo kesel?" tanya seorang laki-laki putih yang berusia 25 tahunan dengan ekspresi datar.


"Gak ada ko." jawab lelaki satunya yang berkulit hitam manis berusia 21 tahun berlesung Pipit dengan model rambut Curly hair fade. yang berusaha menutupi emosinya.


"Btw, kenapa Lo ngajak gua keluar ko?" sambungnya


"Gue mau tanya tanya nih soal Thata sama Lo." pungkas Arsen


"k kenapa Lo tanya sama gua?" ucapnya


"Nothing, i see, Lo kayaknya lebih Deket sama doi." sambung Arsen.


"What? Do'i? mulai kapan?" tanya Rendi tanpa ia sadari mulutnya kini telah menganga lebar menatap Arsen yang masih menatap dua sejoli di depannya.


"Apa jangan jangan Lo naksir Agatha ya ko?" tanya Rendi menyelidik.


"mulai kapan ko?" sambung Rendi lagi.


"Maybe 5 or 6 month ago Ren." ucap Arsen sedikit kecewa.


"Ke--kenapa harus dia? kan di caffe banyak cewek yang ngejar Lo?" sungut Rendi sedikit kesal.


" Maka dari itu, semenjak 1 shift sama dia gue ngerasa beda aja."


"Eh malah, sekarang tikungannya malah tajam njirr!" seru Arsen.


"Kita kalah start bro." ucap Rendi sembari menepuk pundak Arsen yang ada di sebelahnya.


"Kenapa kita? you are just lazy only for her!" pungkas Arsen percaya diri.


"Wait, darimana Lo tau?" selidik Rendi.


Flashback back on


Setelah Arsen keluar dari dalam toilet taman, tanpa sengaja ia melihat Rendi dan Agatha di taman hanya berdua. Niat hati ingin menghampiri mereka untuk sekedar bertanya mengapa mereka tidak segera masuk karena jam istirahat akan segera usai. Tapi saat akan melangkah, ia mendengar percakapan mereka berdua yang terlihat serius. Dan akhirnya ia pun memutuskan untuk diam dan mendengarkan percakapan mereka di sudut luar kamar mandi taman. Ia pun mendengar dengan jelas percakapan mereka berdua


"Tha? boleh ngomong gak?" tanya Rendi Yang terlihat jelas sedikit kikuk bagi Arsen.


"Apasih Ren? mau omong apa?" pungkas Agatha.

__ADS_1


"e e em, a apa kita tidak bisa kembali seperti dulu lagi ya tha?" ucap Rendi dengan nada yang memelas.


"Maksud kamu? gimana? balik kayak dulu gimana ini?" tanya Agatha dengan tatapan mata menyelidik.


"Ya, kamu sama aku saling mengisi meski kini sempat acuh tak acuh. Dan bukankah lebih baik kita kembali seperti dulu untuk saling butuh?" pungkas Rendi yang mulai menatap dalam mata Agatha


"Ayolah Ren, aku udah bilang sama kamu berapa kali sih? itu dulu! Sekarang gak bisa! itu udah 3 tahun yang lalu! hanya cinta monyet. enggak lebih!" seru Agatha sembari memegang pundak kanan Rendi.


"Apa cintaku tak terlalu berkesan untukmu?" cecar Rendi.


" Entahlah Ren, aku tak berpikir sejauh itu." pungkas Agatha setelah itu berlalu meninggalkan Rendi sendiri. tanpa agatha tahu buliran air putih bening menetes di pipi Rendi saat ia pergi meninggalkannya.


Arsen pun juga kaget ketika melihat sosok Rendi meneteskan air mata setelah ditinggal sesosok perempuan di depannya.


Setelah kepergian Agatha, Arsen melihat jelas ada raut kecewa di wajah Rendi. Setelah melihat Rendi mengusap air matanya lalu kembali ke caffe. Arsen pun ikut kembali ke bar counternya. Dan masih menatap Agatha dan Rendi dengan tatapan heran yang melihat mereka berdua bisa bersikap seolah tak terjadi apa apa antara mereka berdua tadi. Dan ia pun melihat seperti biasa Rendi pun masih tetap bercanda dan juga tertawa bersama Agatha. sesekali merangkul dan mengusap puncak kepala Agatha di saat caffe sepi pengunjung.


Dan itu membuat dada Arsen semakin teriris tapi berusaha ia tutupi dengan tatapan dinginnya dibalik ekspresi wajah datar.


Flashback off


"Njir Lo nguping gua ko?" umpat Rendi ke hadapan pria di depannya tersebut.


"Ya sedikit, tapi gue seneng sih. Berarti Lo bukan saingan gue lagi!" pungkas Arsen dengan senyuman kemenangan.


"Ren, gimana kalau kita ngikutin tuh anak?" gagas Arsen.


"Terserahlah, tahu gini ogah dah gua ikut Lo ko!" seru Rendi yang masih menahan kesal pada Arsen.


"Yaudah, turun Lo!" sulut Arsen dibarengi ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Lah, anterin gua balik ke hotel dulu dong!" ucap Rendi kesal.


"Jalan aja Sono! Tuh mereka berdua udah gak keliatan lagi motornya." ucap Arsen malas melihat Rendi yang tak jelas ngomel ngomel sendiri sembari memanyunkan bibirnya yang jika diukur pasti sudah sepanjang 1 meter itu.


Di tempat lain Sky dan Agatha sudah sampai di sebuah Caffe ternama di kota B. Dengan perhatian Sky melepaskan helm yang dikenakannya. Agatha pun terkejut dengan perhatian Sky yang tiba tiba.


"Sky, gak usah repot-repot. Aku bisa sendiri kok." Timpal Agatha dengan tatapan yang masih keheranan.


Sambil tersenyum Sky menjawab,"Ah, biasa aja natapnya, entar kamu betah Lo, hehe.."


"Hahaha,,, apaan sih ky?" tawa Agatha membuat Sky sedikit salah tingkah.


"Masuk yuk?" ajak Sky.

__ADS_1


"Kayaknya jangan ke sini deh ky." saran Agatha.


"Kenapa? aku kok yang bayarin. Kamu gak usah khawatir. Akukan cowok, jadi ya harus tanggung jawablah. Masak ngajak cewek gak modal?" diiringi senyuman kecil Sky percaya diri mengatakan hal seperti itu pada Agatha.


"bu--bukan begitu Sky, akukan gak enak sama kamu. Btw tumben ngajak pulbar sama jalan bareng? Kamu ulang tahun? kok gak omong omong sih? terus kenapa kok cuma ngajak aku aja? kenapa yang lain enggak?" tanya Agatha panjang lebar.


"Udah gak usah banyak tanya masuk aja!" seru Sky dan segera meraih tangan Agatha dan menuntunnya masuk.


Sky dan Agatha masuk, mereka memilih duduk di pojok belakang. Lalu pelayanan pun menghampiri mereka untuk menanyakan perihal pesanan. Sky pun mendominasi memesan beberapa makanan dari buku menu yang telah diberikan oleh pelayan. Ia pun mulai memesan makanan mulai dari makanan pembuka, makanan berat hingga makanan penutup karena Agatha masih sedikit tidak enak hati diteraktir oleh Sky. Maka ia memutuskan agar makan sesuai apa yang telah dipesan Sky. Pelayanan pun mencatat semua pesanan makanan dan minuman yang telah dipesan oleh Sky, lalu ia pun segera bergegas ke kitchen untuk mengantarkan note reserve milik Sky ke pada chef.


"Tha, gimana hari ini?" tanya Sky membuyarkan lamunan Agatha.


"E--eh gimana apanya?" tanya balik Agatha yang masih menampakan ekspresi kaget di wajahnya.


"Lah, nglamunin apa sih kamu?" sungut Sky.


"Gak ada sih, hehehe. Emangnya kenapa kok nanya?" jawab Agatha sambil nyengir.


"Aku mau tanya serius nih!" ucap sky dengan tatapan mata yang serius.


"Tanya aja, gratis kok." jawab Agatha dengan bercanda.


"eits, tapi aku juga mau tanya serius! Kenapa kamu kok ngajak aku juga makan bareng? jawab! jangan buat aku penasaran!" seru Agatha sembari menunjukkan tatapan menyelidik.


"emm, kenapa penasaran?" tanya Sky.


"Because i think, sebelumnya kitakan gak pernah sedeket ini. Jadi wajarlah aku penasaran."


"Apa jangan jangan kamu ngajak aku jalan, karena kamu mau tau info tentang Gina ya?" Selidik Agatha lagi dengan memicingkan mata.


"Kok jadi Gina sih tha? come on, kayak gak ada cewek lain aja! lagian kamu bilang kita gak pernah sedeket ini, kamu itu beneran polos apa pura pura polos sih?" ucap Sky yang mulai gemas melihat gadis di hadapannya yang ia rasa tidak pernah peka.


" Kok malah kayak marah gitu sih ky kamunya?" sungut Agatha mencebikkan bibirnya.


"hmm, habis sih aku tuh kalau lihat kamu bawaannya tuh gemas tahu!" jawab Sky dengan tatapan teduh yang membuat pipi Agatha memerah seperti kepiting rebus karena salah tingkah melihat tatapan Sky.


"Apa kamu selama ini gak nganggep aku cowok normal? udah 2 tahun Lo kita barengan tha!" pungkas Sky lagi.


"Siapa yang bilang kamu cewek? aku kan gak pernah bilang gitu ke kamu?" jawab Agatha dengan polosnya dengan pipi yang masih merona.


"Terus buat apa kamu penasaran sama tujuanku kalau kamu sendiri gak peka tha?" tanya Sky


"Aku harus gimana dong? akukan bukan cenayang ky yang bisa baca pikiran kamu dengan mudah! ayolah too the point aja please!" bujuk Agatha dengan sedikit memohon kepada Sky

__ADS_1


__ADS_2