
Dengan tatapan fokus ke depan mengemudi mobilnya. Setelah 20 menit melewati keramaian jalanan ibukota yang di hiasi taburan bintang bintang di atas langit malam, akhirnya Firza sampai di depan sebuah kostan yang memiliki plang bertuliskan "kost khusus wanita"
"Halo tha? aku udah sampai di depan kostmu." ucapnya yang masih berada di dalam mobil melalui panggilan telepon.
"E--eh? Ngapain?" tanyanya.
"Cepat keluar! tadikan udah janji kalau aku bisa nemuin kostmu dalam waktu 30 menit mau aku ajak ketemuan." ucap Firza.
"Enggak ah!" ucap Agatha malas.
"Apa aku aja yang keluar dari mobil, terus jemput kamu di dalam kamar sana?" seringai Firza.
"Ja-jangan ngancam dong! gak bisa gitu kali!" Agatha mendengus kesal.
"Salah siapa? gak nepatin janji?" ucap Firza lewat sambungan telepon yang masih terhubung itu.
"I-iya iya aku keluar." ucap Agatha malas.
"Mobil aku warna hitam. Ada di seberang jalan di depan kost an mu!" pungkasnya.
"Oiya, maaf kaca mobilnya aku tutup dulu. Takutnya kamu malu. Nanti kamu ketuk aja kacanya. Ya udah kamu tutup teleponnya" sambung Firza.
"Hmmm." ucap Agatha, lalu mematikan telepon dan bergegas melangkahkan kakinya menuju mobil ranger Rover hitam yang ada di seberang jalan.
"Masak, mobil ranger Rover yang ada di depan sana itu sih? apa aku salah ya? tapi mobil hitamkan cuma itu doang? aku hampiri enggak ya?" ucap Agatha sendiri di dalam batin.
Saat sudah mendekati mobil tersebut, Agatha masih berdiri di samping mobil itu dengan masih mengenakan pajamasnya dengan rambut panjang yang tergerai indah.
"Ketuk enggak ya?" gumam Agatha sekali lagi. Yang membuat lelaki di balik mobil itu tersenyum geli melihat gadis di luar mobilnya tersebut.
"Ah, kayak wanita pangkalan dong kalau aku ngetok ngetok pintu mobil orang." batin agatha lagi.
Sedangkan seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah tidak sabar menunggu wanita di luar sana untuk mengetuk pintu mobilnya.
"Ah, nunggu apa lagi sih, tuh cewek? ribet amat dah." kesalnya.
Dengan mengumpulkan keberanian Agatha pun akhirnya mencoba mengetuk pintu mobil yang ada di depannya tersebut.
Walau sebenarnya ia merasa saat ini jantungnya hendak mencolos keluar dari dadanya.
tok...tok...tok...tokk
"Permisi?" ucap Agatha yang masih malu-malu.
ceklek... handle pintu mobil pun terbuka
Ada perasaan kagum yang melintas di benak Agatha saat ini, melihat seorang lelaki yang ada di hadapannya saat ini.
"Cepat masuk!" titah lelaki itu dengan ekspresi wajah datar.
"Eh? masuk? bukannya cuma ketemuan kayak gini doang ya?" tanyanya dengan ekspresi wajah polos.
"Ya kali aku ngajak anak orang ketemuan di pinggir jalan?" ketusnya.
"Yaudah pulang sana gih!" usir Agatha yang membuat lelaki di hadapannya saat ini sedikit kesal namun tetap menunjukkan ekspresi wajah datar.
"Enak aja, gak bisa. Tepatin janji kamu dulu!" serunya.
Agatha mengernyitkan dahinya, memikirkan janji apa yang sudah ia buat tadi.
__ADS_1
"Em, janji apa? kok aku gak inget ya?" ucapnya santai. Tanpa aba-aba lelaki yang duduk di dalam mobil tersebut langsung menarik pergelangan tangan Agatha sehingga tubuhnya terhuyung jatuh menimpa badan lelaki tersebut. Dengan posisi tubuh yang saling tumpang tindih, mata mereka pun saling bertemu dan tak hentinya saling bertatapan satu sama lain.
Agatha menelan ludahnya sendiri saat menatap manik mata lelaki itu. Dan buru buru ia langsung bangkit dari badan lelaki tersebut.
"Gila, rasanya jantungku mau copot aja." monolognya dalam batin lalu mengalihkan pandangannya kesegala arah.
"Gak usah gerogi gitu kali." ucap lelaki itu.
"Biasa aja!" serunya
"Baru pertama kali ya, lihat cowok yang tampan seperti aku?" cibir Firza tanpa ekspresi.
"Idih,,,,!" sahut Agatha yang kini tengah memutar bola matanya dengan malas.
"Kenapa? pasti iyakan?" kerling Firza dengan mata menggoda.
"Kan udah ketemu nih. Aku balik ke kamar ya?" ucap Agatha meski di dalam benaknya masih ada banyak pertanyaan perihal pria di depannya saat ini.
"Jangan pura pura gak peduli deh! aku tahu semua hal yang berkecamuk di dalam otakmu." pungkasnya.
"Sorry masnya, jangan sotoy deh!" tegasnya yang lalu melengos.
"Kalau gak mau aku ajak keluar, minimal aja aku masuk gitu!" serunya.
Dengan mata melotot agatha terkaget-kaget. "Gimana bisa? mau masuk kemana?" cecar agatha.
"Ya udah kalau gitu keluar ayok!" ajak pria tersebut.
Setelah menimang, memilah, dan menimbang. Agatha pun terpaksa menuruti permintaan pria tersebut.
" Baiklah, tapi jangan lama-lama Lo ya? Besok aku kerja." ucap Agatha.
" Tapi, aku gak ganti baju dulu nih?" tanya Agatha.
"Gak usah, gitu aja!" serunya.
"hmm, oke!" tungkas Agatha.
yang lalu melenggang masuk ke dalam mobil pria tersebut dan duduk di jok belakang.
"Ngapain kamu duduk situ?" tanya Firza.
"Lah katanya suruh masuk!" jawab Agatha polos.
"Kamu pikir aku sopir kamu? sini duduk samping aku!" titah Firza lagi.
"Alah, sama aja kali!" ucap Agatha.
"Gak bisa! duduk depan enggak?" ucap firza lagi.
"Kita harus jaga jarak, Kitakan masih belum kenal!" celetuk Agatha yang membuat Firza membulatkan matanya heran, "Bagaimana bisa udah ngobrol dari tadi, tapi dianggap masih belum kenal?" gumam Firza dalam hati .
"Tenang gak bakal aku apa apain kok kamu."
ucap Firza.
" Bisa jamin?" tantang Agatha.
"Ya mungkin khilaf dikit, tapi aku gantle kok orangnya!" sanggahnya
__ADS_1
"Bukannya cowok gantle itu gak ada khilafnya ya mas?" ketus Agatha yang masih anteng duduk di kursi belakang mobil pria tersebut.
"Hmm, sebaik-baiknya manusia itu pasti pernah khilaf." sanggahnya dengan tatapan yang teduh.
"Yuk, duduk sini. Janji aku gak bakal ngapa ngapain kamu!" pungkasnya lagi mencoba meyakinkan Agatha. Sembari membuka pintu samping mobilnya.
Lalu, Agatha pun beranjak turun dari mobil. Dan pindah duduk di kursi depan.
"Nah gitu dong, kalau nurut gitukan kelihatan cantiknya." ucapnya.
"Mau kemana?" tanya Agatha.
"Kalau ke hotel gimana?" saran Firza dengan senyum yang menyeringai.
"Lah emangnya aku tukang open BO apa?" sungut Agatha kesal.
"Just kidding, gak usah serius amat." ucap firza yang membuat mata Agatha mendelik tak percaya mendengar perkataan lelaki di sampingnya.
"Awas aja kalau macan macam!" ancam Agatha.
"Kalau aku macam macam, kamu mau apa?" tanya Firza santai.
"Aku teriak nih!" ancam Agatha lagi.
"Hmm, perasaan belum juga megang udah ngancem terus nih." cibir Firza.
"Lagian sih gitu..!" seru agatha.
Tapi tidak dihiraukan oleh Firza yang lalu tancap gas melajukan mobilnya menuju ke sebuah tempat.
30 menit Setelah perjalanan, akhirnya mereka berdua sampailah di sebuah pantai yang berada di pinggiran kota B tersebut.
Firza memarkirkan mobilnya di pinggir pelabuhan. Dan ia pun turun dari mobil untuk menikmati udara segar dengan nuansa malam yang bertaburkan bintang yang di temani sinar sang rembulan.
Sembari menyesap Vape, Firza memandangi lautan lepas yang berombak. Sedangkan di dalam mobil Agatha hanya memandangi wajah pria putih di luar mobil itu?
"Mimpi apa aku tadi? bisa di ajak jalan sama pangeran." gumamnya sendiri.
Namun, dari luar mobil tiba-tiba Firza melemparkan senyuman manis di hadapan Agatha. Yang membuat Agatha menjadi salah tingkah.
"Keluar sini yuk!" titah Firza kepada Agatha. Tapi hanya di balas gelengen kecil oleh Agatha.
"Apa mau aku jemput, terus aku gendong gitu?" godanya yang sedikit mengeraskan suaranya.
Agatha pun langsung keluar dari dalam mobil dan menghampiri pria tersebut dengan sedikit kesal ia masih memandangi wajah tampan pria dihadapannya yang tengah menyesap Vape dengan harum aroma mint dari asapnya.
"Kamu ngevape?" tanya Firza tiba tiba.
Agatha pun bergeleng cepat karena memang ia tak pernah merasakan yang namanya Vape selama ia hidup di muka bumi ini kurang lebih 20 tahun terakhir.
"Mau coba?" tanya Firza.
"Enggak, terimakasih!" ketus Agatha.
"Aku orangnya universal kok! Aku tidak terlalu peduli dengan wanita perokok atau pun peminum berat. I like it." ucapnya
"But i'm not like it!" seru Agatha.
"Emang bener kata dia, kamu itu memang berbeda." gumam Firza dalam hati.
__ADS_1