wanita mainan

wanita mainan
Bab 11. Kenalan lagi


__ADS_3

Aku orangnya universal kok! Aku tidak terlalu peduli dengan wanita perokok atau pun peminum berat. I like it." ucapnya


"But i'm not like it!" seru Agatha.


"Emang bener kata tuh orang, kamu itu memang berbeda." gumam Firza dalam hati.


"Why you not like that?" tanya Firza.


"Just simple. Aku terlalu mencintai diriku, sehingga aku tak rela menyakiti diriku sendiri!" tegas Agatha yang berhasil membuat pria dihadapannya menatap kagum pada wanita yang ada di hadapannya ini.


Ketika ia berkata seperti itu pada wanita lain, pasti wanita lain itu akan menyambut tantangan yang diberikan oleh Firza. Bahkan wanita lain pun tak akan segan segan minum bir atau pun alkohol bersama. Dan melakukan one night stand di sembarang tempat.


Tapi, gadis di hadapannya ini lebih memilih menjaga kewarasannya agar tak ada yang berani menjamah tubuhnya.


Memang, apa yang dikatakan sahabatnya waktu itu memang benar. Jika Agatha tidak sama seperti wanita lain yang sudah ia temui sebelum - sebelumnya.


"Bukankah umumnya wanita itu lebih suka hal hal yang berbau menantang?" tanya Firza.


"Tergantung sih, tapi gak semua cewek tuh suka mabok, sama ngerokok kayak yang kamu pikirin!" tegasnya.


"Lantas hal apa yang kamu suka?" tanya Firza yang masih menikmati sesapan Vape-nya.


"Banyak! Tapi, kenapa kamu perduli?" ucap Agatha.


"Apa salah? jika aku memperhatikan ataupun memperdulikan suatu hal kecil dari hidupmu?" tanya Firza.


"Salahlah! Kita bahkan belum kenal antara satu sama lain, dan bahkan kita baru bertemu." pungkas Agatha.


"Kalau gitu, apa salahnya kita mulai kenalan lagi?" tanya Firza yang sudah siap mengulurkan tangannya ke arah Agatha yang mulai menatap tangan kekar Firza itu.


"Kenalan lagi?" tanya Agatha yang masih menatap tangan Firza.


"Ya kenalan lagi, biar kita bisa dekat!" ucap Firza yang tiba tiba meraih jemari jemari halus Agatha untuk mengajak berjabat tangan antara satu sama lain.


Akhirnya mereka berdua saling berjabatan dan saling memperkenalkan diri.


"Kenalin lagi ya, Namaku Firza Hutama Xavier."


"Panggil saja aku Firza." pungkasnya.


"Aku Agatha Christie. Panggil saja aku Thata." jawab Agatha sembari melepaskan jabatan tangannya dari cengkraman tangan Firza.


"Usiaku 23 tahun. Aku baru lulus kuliah dari luar negeri. Dan aku adalah teman siuki." lanjut Firza.

__ADS_1


"Beneran? tapi kok aku gak pernah lihat?" tanya Agatha penasaran.


"Karena aku bukan teman dekatnya. Aku sahabat Leon." tungkasnya.


"Mas Leo maksudnya?" tanya Agatha lagi.


"Ya, Bahkan kami 1 kampus waktu masih di luar negeri." terangnya.


"Jadi, kamu dekat sama mas Leo?" ucap Agatha.


"Bisa di bilang begitu." ucap Firza.


"Terus, Gimana kamu bisa kenal aku? em maksudnya dapat nomor aku?" tanya Agatha penasaran.


" Akukan sudah bilang, Kalau aku dapat nomor kamu dari Leon, sebenarnya aku tuh udah pernah minta ke siuki. Tapi gak tahu kenapa dia gak pernah berniat buat ngasih. Terpaksa aku minta Leon yang katanya juga deket sama kamu dan punya kontakmu. Ya aku minta deh kontakmu ke dia. Meski awalnya sempet nolak buat ngasih, dengan berbagai pertimbangan, dan dengan berat hati akhirnya dia memberikan kontakmu deh." Jelas Firza dengan panjang lebar.


"Oh, jadi gitu. Syukurlah kalau kamu ternyata masih teman masiu." ucap Agatha sembari menunjukkan senyuman manisnya ke hadapan Firza.


"Udah gitu doang? Gak mau tanya apa lagi gitu?" tanya Firza.


"Emang soal apa lagi?" lirik Agatha.


"Gak penasaran, soal status aku?" ucap Firza.


"Enggak tuh, udah pasti kamu playboy berkelas!" cibir Agatha yang membuat Firza langsung tersedak oleh Vape yang ia sesap..


Agatha melihat jam tangan di lengan kirinya. Ia pun kaget saat jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Dan ia yakin pasti mami kost an sudah menunggu ia pulang.


"Oiya mas, udah jam 12 nih. Aku pulang dulu ya?" pamit Agatha yang sedikit terburu buru kembali masuk mobil dan mengambil Handphonenya di atas nakas mobil.


"Eh, tha!" panggil Firza, sehingga spontan Agatha langsung menoleh ke arah suara lelaki yang memanggilnya.


"Kenapa?" tanya Agatha yang berdiri di samping pintu mobil.


" Lupa ya, kan pulang sama aku bisa." ucap Firza.


Agatha tanpa sadar menepuk jidatnya sendiri dan mengaduh sendirian. "Aduh, iya ya maaf lupa mas." sembari menyengir kuda.


"Ayo masuk lagi." Ajak Firza sembari membukakan pintu mobil untuk Agatha dan lalu menutupkannya setelah agatha masuk. Dan Firza pun masuk juga, lalu ia pun bersiap menancap gas mobilnya menuju kost Delima.


"Aku kira masih sore." ucap firza yang membuka obrolan tapi tetap fokus menyetir mobilnya.


"Sore dari Hongkong! Tadi kamu telepon aku kan udah jam 10 malam!" gerutu Agatha yang sedikit mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Firza pun tak bisa menahan senyum di bibirnya melihat ekspresi gemas wanita yang ada di sampingnya, "Kalau gak gitukan, mana bisa kita ketemu?" Terangnya.


"Kayak besok gak ada hari aja!" seru Agatha.


"Aku tuh inginnya sekarang!" seru Firza.


"Tapikan, besok aku kerja mas, kalau aku terlambat gimana? Terus kalau dipecat macam mana?" tungkas Agatha.


"Ya berhentilah. Kan udah dipecat. Kok bingung." ucap Firza santai.


"Enak aja kalau ngomong!" sulut Agatha


Melihat Agatha yang sedikit emosi, Firza pun malah menggodanya.


"Kok marah? entar cantiknya hilang Lo." goda Firza.


"Emangnya cari kerja mudah apa!" seru Agatha.


"Kalau gak dapet kerja. Gimana kalau kamu kerja sama aku aja?" tawar Firza.


"Kerja apa?" tanya Agatha yang mulai penasaran.


" Nglayanin aku lah!" seru Firza dengan percaya diri.


"Nglayanin apa?" tanya agatha polos.


"Usia kamu berapa tahun sih?" tanya Firza penasaran.


"20 tahun, kenapa?" ucap Agatha.


"Harusnyakan kamu paham, kok malah dongo gitu sih tha?" tanya Firza


"Lah, kok gitu sih? aku kan emang gak tau!" seru Agatha.


Tak terasa, akhirnya mobilnya pun sudah sampai di depan kost an yang bertuliskan Kost untuk Wanita "KOST DELIMA"


"Udah sampai makasih ya mas." ucap Agatha sembari berusaha membuka sabuk pengaman yang bertaut di tubuhnya yang sulit untuk terbuka.


Tanpa basa-basi lagi, Firza dengan cekatan membantu membukakan sabuk pengaman itu. Dan tanpa sengaja wajah mereka berdekatan antara satu sama lain, mata mereka pun saling beradu tatap. Agatha sedikit salah tingkah karena jarak tubuh mereka saling berdekatan.


Firza dengan santai tetap membukakan sabuk pengaman itu, dan lalu kembali duduk ke tempat duduknya.


"Udah aku buka." terang Firza.

__ADS_1


"Makasih ya mas." ucap Agatha sembari membuka pintu mobil dan bergegas hendak turun dari mobil tersebut.


Agatha pun menutup pintu mobil itu kembali. Dan ia pun melenggang pergi untuk masuk ke dalam kost.


__ADS_2