wanita mainan

wanita mainan
Bab 12. Pulang malam


__ADS_3

"Udah aku buka." terang Firza.


"Makasih ya mas." ucap Agatha sembari membuka pintu mobil dan bergegas hendak turun dari mobil tersebut.


Agatha pun menutup pintu mobil itu kembali. Dan ia pun melenggang pergi untuk masuk ke dalam kost.


Sementara di depan gerbang sudah berdirilah sesosok perempuan tinggi bertubuh gempal usianya sekitar 50 tahun-an lebih... Ia menunggu kedatangan Agatha yang tidak seperti biasanya. Karena saat ini sudah menunjukan pukul setengah 1 lebih. tapi Agatha baru di antar oleh seseorang yang tidak ia lihat karena orang itu di dalam mobil tak menunjukan batang hidungnya.


Agatha berlari kecil menyeberangi jalan menghampiri mami Nora, sang pemilik kost an DELIMA tersebut.


"Dari mana aja kamu jam segini baru pulang tha?" suara bariton mami Nora yang sedari tadi sudah menunggu lama Agatha di depan gerbang dengan berkacak pinggang.


"Ma-maaf mi, ta-tadi baru main sa-sama te-temen." ucap Agatha sedikit gugup.


"Temen apa temen?" cecar mami.


"Beneran temen kok mi. Itu dia belum pulang!" sanggahnya dengan menunjuk mobil hitam yang terparkir di seberang jalan.


Mami Nora pun melihat mobil yang ada di seberang jalan itu. "Kok gak nganterin kamu di depan sini? kenapa malah di sana? gak sopan!" tegur mami Nora.


Melihat Agatha yang dicegat oleh seorang perempuan paruh baya, Firza pun inisiatif untuk menghampiri mereka yang sedang berbicara. Dengan larian langkah kecil Firza menuju tempat dimana Agatha dan mami berdiri.


"Permisi tan, maaf mengganggu. Sekali lagi minta maaf ya, karena telat mengantarkan Agatha." ucap Firza tulus.


Melihat seorang anak laki laki yang tampan nan rupawan membuat mami seketika lupa untuk memarahi Agatha. Tujuan memarahi Agatha buyar malah berganti fokus ke paras rupawan Firza yang berdiri menghampirinya.


"Oh, kamu ya cah bagus temennya Thata?" ucap mami Nora sedikit centil.

__ADS_1


"I-iya tan, lain kali kalau aku ngajak keluar Thata, aku minta izin ya Tan?" pungkas Firza yang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Boleh aja, tapi kalau bisa pulangnya jangan malam malam ya. Takutnya ada grebekan!" ucap mami Nora serius.


"Gerebekan?" tanya Firza yang tidak tahu.


"Iya, grebekan satpol PP atau polisi. Takutnya ada hal aneh aneh, jadi sering ada patroli di sini." pungkas mami menjelaskan pada Firza.


Firza pun mengangguk paham apa yang di katakan oleh mami Nora, "Kalau gitu, aku pamit undur diri ya tan. Titip Thata juga jangan boleh keluar sama cowok lain selain aku Tan." pamit Firza dengan melemparkan senyuman manis yang menimbulkan lesung Pipit yang ada di pipinya tersebut.


"Oh, baiklah. Ya sudah makasih udah nganterin anak mami dengan selamat kamu hati hati ya pulangnya. Lain kali kalau mau main masuk aja, jangan di pinggir jalan. Paham? tegas mami Nora dengan memberikan senyuman hangat pada Firza.


"Permisi ya Tan kalau gitu, aku pamit undur diri dulu." ucap Firza lagi.


"Jangan panggil Tante ya, panggil mami aja!" seru mami Nora.


"I-iya tan, eh maaf iya mami. Permisi ya. Aku pulang tha, jangan lupa cepat istirahat" ucap Firza sembari melangkah pergi meninggalkan mami Nora dan Agatha di depan gerbang menuju mobil di seberang jalan.


"Udah, cepat masuk!" titah mami Nora yang tanpa Agatha sadari, kini tangannya telah ditarik masuk oleh mami Nora.


"Iya mam," pasrah Agatha.


"Lain kali izin Lo ya tha!" seru mami Nora.


"Maaf ya mam, tadi gak sempat izin soalnya udah larut banget keluarnya." jujur Agatha.


"Udah tahu larut. terus kenapa keluar?" tanya mami Nora.

__ADS_1


"Hmm, sebenarnya sih aku gak mau mam, tapi dipaksa." ungkap Agatha menyesal.


"Harusnya kamu bilang ke dia suruh masuk dulu kalau mau ngajak kamu. Minimal izin. Kalau ada apa apa sama kamu, mami juga yang susah Tha." jelas mami Nora.


"Maaf ya mi, lain kali Thata janji gak gitu lagi." ucap Agatha menghambur ke pelukan mami Nora.


Mami Nora pun membalas pelukan Agatha, "Kamu itu udah mami anggap anak sendiri Tha. Jadi harus bisa jaga diri. Meskipun mami ini bawel, tapi itu semua demi kebaikanmu. Paham?" ucap mami Nora yang masih memeluk dan mengelus pundak Agatha.


"Iya mam, makasih ya mam selalu perhatian sama Thata." ucap Agatha sendu.


"Ya udah cepat masuk kamar gih, jangan lupa di kunci. Mami mau masuk kamar juga." ucap mami Nora, lalu Agatha dan mami pun melepaskan pelukan mereka berdua.


Agatha pun masuk ke kamarnya, sama halnya dengan mami Nora.


Setelah masuk ke dalam kamar, tak lupa Agatha mengunci kamar dan bergegas membersihkan dirinya lagi di kamar mandi. Ia pun sudah selesai membersihkan dirinya dan ia pun bergegas menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Di lihatnya jam di dinding sudah menunjukkan jam setengah 2, ia pun melihat malas karena sudah menjelang pagi. Sedangkan jam 7 ia harus segera sampai di hotel tempatnya kerja.


"Ah, udah jam segini lagi. Mana sempet tidur kalau kayak gini? Pasti besok bangunnya ke siangan kalau aku tidur jam segini." gumamnya sendiri.


"Mana mata gak mau merem lagi, huft...! dasar emang si mas Firza itu!" gerutunya lagi sembari membuang nafas kasar.


"Coba aja kalau aku tadi gak mau keluar, pasti sekarang aku udah mimpi indah nih. Gak bakal kayak gini ceritanya." lanjutnya.


10 menit telah berlalu, tapi mata Agatha sedikit pun masih tetap tidak bisa di pejamkan. Walau sebenarnya ia sangat ingin segera tidur.


Karena tidak bisa terlelap sama sekali, Agatha pun berinisiatif untuk melakukan yoga malam di samping tempat tidurnya yang telah ia gelar sebuah matras olahraga sembari mendengarkan musik yang menenangkan...

__ADS_1


20 menit berlalu, setelah ia merasa sedikit mengantuk, ia pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke atas tempat tidur. Tak lupa ia pun juga mematikan lampu kamarnya. Karena Agatha adalah orang yang tidak bisa tidur jika lamu di kamarnya menyala. Jadi saat ia tidur, di dalam kamar harus benar benar bernuansa nyaman, tenang dan juga redup. Semua itu ia lakukan agar mendapatkan kualitas tidur yang nyenyak dan juga nyaman.


Ia pun menyelimuti dirinya sendiri ayang sudah meringkuk di dalam selimut dengan mengenakan kaos kaki berwarna merah muda. Dan akhirnya ia pun tidur terlelap saat jam sudah menunjukan jam 2 lebih 15 menit.


__ADS_2