wanita mainan

wanita mainan
Bab 4. Pulang Bareng


__ADS_3

Tanpa mereka sadari, di pinggir meja bar sudah ada seseorang yang mengawasi Agatha dan juga Rendi sejak tadi dengan tatapan yang sulit diartikan.


Sedangkan di meja nomer 12, ada sepasang kekasih yang memanggil Agatha dengan mengangkat tangan dan menjentikan jari sebagai kode memanggil. Agatha dengan sigap menghampiri customer tersebut sembari membawa buku menu dengan ramah.


"Selamat siang kak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Agatha.


"Em, kentang goreng satu porsi. nasi goreng 2 porsi ya kak." ucap customer wanita tersebut sembari membolak balikan halaman buku menu yang ia pegang.


"minumnya kak?" tanya Agatha.


"cocktail 1, air mineral botol 2 ya kak." sambung sang gadis lalu memberikan buku menu tersebut kepada Agatha, dan Agatha mulai mencatat menu pesanannya.


"Baik saya ulangi lagi pesanannya ya kak?


1 porsi French fresh. 2 porsi fried rice . 2 botol mineral water dan 1 cocktail ya kak? apa ada tambahan lagi?" tanya Agatha kembali.


"Cukup kak itu aja dulu. Nanti kalau kurang aku kabarin lagi ya." sambung gadis tersebut dengan senyuman.


"Baik kak, ditunggu sebentar ya jamuannya." Agatha pun bergegas memberikan catatan heavy meal ke koki dan cocktail ke bartender.


" Chef ini catatan pesanan table 12 ya." ucap Agatha dengan senyuman menawannya.


"oke tha." timpal seorang chef wanita cantik yang berparas keibuan yang berusia sekitar 45 tahunan.


"siap chef ditunggu." seru Agatha lalu menghampiri seseorang dengan penampilan kalem tapi terkesan cool walaupun sekedar berdiri di balik bar counter dengan mengenakan kemeja hitam dengan lengan panjang yang dilipat dan jam tangan di sebelah tangan kiri. Di tambah lagi ia yang mengenakan kacamata simple dengan rambut lurus model undercut menambahkan kharismanya yang membuat setiap gadis menjadi klepek klepek oleh ketampanannya yang seperti oppa Korea.


"Ko, ini catatan untuk table no 12 ya. Ditunggu!" Agatha menyodorkan kertas yang sudah ada catatannya lalu mulai bergegas kembali untuk mengambil 2 mineral water dan mengantarkan ke meja no 12 tersebut.


"Ini kak minumnya. selamat menikmati." ucap Agatha tak lupa melemparkan senyuman.


"Terimakasih kak!" seru gadis tersebut. Lalu Agatha kembali ke waitress table. Dan meminta tolong kepada Gina untuk mengantar pesanan makanan ke meja nomer 12.


"Gin, minta tolong ambilin makanan ke bunda chef ya? makasih hehe." ucap Agatha dengan melemparkan senyuman yang mengembang kepada temannya yang bernama GINA tersebut.

__ADS_1


"Oke siap." timpal Gina yang juga melemparkan senyuman kepada sahabatnya tersebut lalu ia bergegas mengambil makanan di dapur dan mengantarkan makanan yang sudah siap ke meja pelanggan.


Setelah itu Agatha juga menghampiri Rendi, untuk mengantikan tugasnya untuk mengambilkan minuman.


"Oiya Ren, tolong ya ambilin cocktail ke ko Arsen ya. Makasih sebelumnya Ren." ucap Agatha yang tak lupa memberikan senyuman pula pada Rendi.


" yup, sama sama." ucap Rendi tanpa ia sadari senyum senyum sendiri memperhatikan Agatha melemparkan senyuman sembari berjalan menuju bar counter milik ko Arsen Yang sedari tadi sedang memperhatikan gerak gerik Rendi dengan tatapan geli.


Sesampainya di bar counter, Rendi sudah di sodorkan cocktail di atas table.


"nih minumannya!" ketus Arsen ke pada Rendi.


"makasih ko, jangan sok galak deh!" sahut Rendi sedikit terkekeh geli melihat ekspresi wajah pria dihadapannya sekarang yang jarang senyum.


"habis ini Lo ke sini ya!" seru Arsen pada Rendi.


"Ngapain?" tanya Rendi


"Penting, gak usah banyak tanya!" tegas Arsen yang masih menunjukkan wajah datar.


"Habis ini Lo ikut gue!" seru Arsen dengan wajah datarnya.


"why? ada urusan apa nih?" tanya Rendi dengan tatapan yang curiga.


"Jam pertukaran shift hampir selesai 2 menit lagi. mau ngapain gua ikut Lo ko?" tanya Rendi lagi.


"Gue mau tanya sesuatu!" seru Arsen.


"Di sini aja lah gak enak gua sama anak anak!" Pungkas Rendi.


"Gue yang tambah gak enak njirr!" sanggah Arsen.


"Tapi biar gua nganter pulang si Thata dulu ya ko. Soalnya gua takut entar dia jalan lagi." ucap Rendi.

__ADS_1


"Lo cowoknya Thata?" selidik Arsen yang sedikit membuatnya penasaran selama ini.


"e eh, Bu bukan sih hehe." ucap Rendi yang sedikit kikuk menahan malu kepada Arsen.


"Oh, Syukurlah." batin Arsen yang sedikit lega karena ucapan Rendi.


"Gak usah repot-repot anterin dialah. Biar dia pulang sendiri aja dulu Ren." pungkas Arsen.


Jam pergantian pegawai pun sudah di mulai.


Agatha, Gina dan Sky bersama sama keluar dari caffe untuk menuju loker pegawai untuk mengambil tas lalu mereka pun bergegas pulang. Saat di depan lobby, ternyata Gina sudah dijemput oleh seorang Laki-laki menggunakan mobil Brio merah di pinggir jalan raya. Lalu ia memanggil sosok pria tersebut dan melambaikan tangan.


"Ayang! dari tadi?" tanya Gina yang di balas anggukan oleh pria tersebut lalu ia menghampiri pria tersebut dan masuk ke mobil


"Gaes aku duluan ya." menoleh ke arah Agatha dan sky yang dibalas senyuman oleh mereka dan Gina pun mulai berlalu.


Saat Agatha hendak berlalu dari Sky, tiba tiba sky mencegal tangan Agatha yang membuat Agatha berhenti sejenak.


"Tha, pulang bareng yuk." tawar Sky dengan memelas.


"Lah tumben, ngajak pulbar? ada apa nih?" tanya Agatha lagi.


" E em, sebenarnya udah lama sih pingin ngajak pulbar, t t tapi baru berani ngajak sekarang hehehe." ucap Sky sembari melemparkan senyuman terhadap wanita yang ada di depannya.


"eh? kok bisa sih ky?" tanya agatha.


"Mau enggak?" tanya Sky balik.


"Oke deh, kasian juga aku hehe." sambung Agatha terkekeh dengan sikap aneh Sky.


"yuk kalau gitu." Senyum Sky mengembang terlihat jelas terbingkai diwajah pria berusia 21 tahun dengan kulit kuning Langsat tinggi badan 185cm dan berat badan yang ideal dengan senyum manis hidung mancung, potongan rambut clasic fade.


Agatha semakin bingung dengan tingkah laku temannya tersebut. Tapi tanpa berpikir panjang lagi Agatha mulai mengekor di belakang Sky yang menuju tempat parkir. Sky pun mengambil sepeda motor Vespa keluaran terbaru yang ia miliki. Lalu menghampiri Agatha yang tengah berdiri di sebelah pos satpam. Dan memberikan helm kepada Agatha.

__ADS_1


"Makasih ya Ky. Dah yuk jalan." ucap Agatha sembari menerima helm dan naik ke atas motor Sky. Dan hanya di balas senyuman dari pria tersebut. Akhirnya Sky pun melajukan motornya pelan meninggalkan Hotel bintang 6 tersebut.


__ADS_2