wanita mainan

wanita mainan
Bab 8. Perdebatan


__ADS_3

Elo?" tanya Leo yang menunjuk ke arah Agatha diiringi senyuman yang ada di bibirnya.


"I-iya Mas." ucap Agatha yang tersipu malu.


"Kalian saling kenal?" tanya Sky yang masih tidak percaya.


"Hmm, Lebih tepatnya 3 tahun yang lalu." ucap Sky yang masih tidak memalingkan pandangannya ke arah Agatha.


"Kok bisa? Dimana?" tanya Sky yang semakin penasaran kepada Leo


" Dia adik di panti asuhan temen gue." ucapnya.


"Beneran tha?" tanya Sky ke Agatha yang ada di sebelahnya.


Agatha pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Sky


"Apa kabar tha?" tanya Leo.


"Baik mas, mas Leo sendiri gimana?" pungkas Agatha.


"Baik kok! lama gak ketemu, lo tambah cantik aja." ungkap Leo dengan lirikan genit tapi hanya di balas senyum tipis dari Agatha.


"Udah deh kak, Lo lihat cewek gue biasa aja!" ketus Sky yang menatap tajam pada kakaknya tersebut. Namun tak di hiraukan oleh lelaki itu.


Dengan tatapan menyelidik Leo bertanya pada Agatha," Beneran Lo pacarnya adik gue tha?"


"i--iya mas." ucapnya lirih.


"Mulai kapan? tanyanya semakin penasaran.


"Ba-- baru mas!" pungkasnya yang terlihat gugup dan juga kikuk.


"Gak nyangka, ternyata dunia hanya selebar daun kelor." ucap Leo yang semakin menunjukan senyumnya pada gadis yang ada di hadapannya.


"Tapi kenapa Lo mau sama adek gue? Emangnya Lo udah kenal lama sama dia?" ucapnya sinis dengan melirik ke arah Sky.


"Kalau kenal udah lumayan lama mas, sekitar 2 tahun lalu. Kita juga 1 tempat kerja. Jadi ya maklumlah kenapa aku bisa mau sama Sky. karena nyaman mungkin." ucap Agatha yang masih meyakinkan pria tersebut.

__ADS_1


"Tuh denger!" sahut Sky dengan wajah yang menunjukkan kemenangan.


Senyuman yang sedari tadi menghiasi wajah Leo seketika berubah menjadi ekspresi wajah yang datar. Sekedar untuk menutupi rasa kecewa dan juga suatu hal yang sulit diartikan.


"Oiya ay, udah malem nih. Udah jam 8. Aku anter pulang yuk." ajak Sky yang kini telah menautkan jemarinya ke jemari Agatha dengan senyuman.


"E--eh, ay. Iya ayo. Mas aku pulang dulu ya?" pamit Agatha melemparkan senyuman kepada Leo.


"Hmm, hati hati ya tha. Kapan kapan ketemu lagi." pungkas Leo.


"Gak, enak aja! Doi cewek gue jangan coba-coba Lo nemuin dia." ucapnya pada Leo dengan tatapan menghunus


"Kamu juga ay, jangan mau ketemu sama dia kalau gak lagi sama aku. Atau jangan sampai kamu entar nyesel kalau udah ketemu sendirian." ucap sky lugas membuat mata Agatha mendelik mendengar ucapan lelaki yang memegang tangannya kini.


"Buset dah Sky posesifnya profesional amat!" batin Agatha yang masih tidak percaya dengan ucapan lelaki di sampingnya ini dengan mata yang terbelalak.


"Takut amat Lo, takut kalah saing?" cibir Leo dengan senyum menyeringai.


"Udah ya mas aku pamit dulu. Ay udah ayo! entar ku kemalaman enggak enak sama Bu kos." Ucap Agatha yang kini sudah menarik tangan Sky untuk segera keluar untuk mengakhiri perdebatan antara kakak adik ini.


Sky pun pasrah ditarik Agatha keluar dari apartemennya yang mereka masuki tadi. Meski sebenarnya hati Sky masih ingin untuk ditemani oleh seorang gadis cantik yang saat ini bersamanya. Ia menyesal malah terjadi perdebatan antara ia dan kakaknya.


"Harusnya aku tadi gak ajak kamu ke sini ya tha. Aku malu, harusnya kamu gak lihat perdebatan kami." sesal Sky yang menundukkan kepalanya dengan wajah sedih.


" Hmm, Lagian sih kamu aneh! kitakan cuma pura-pura Ky, kenapa kamu tanggepiin? kesal Agatha.


"Tau gini aku gak mau pulang sama kamu ih!" pungkasnya lagi.


"Jadi kamu nyesel aku ajak pulang bareng?" tanya Sky dengan tatapan mata sayu.


"E--eh bu--bukannya gitu. Cuma aku gak enak aja sama kamu dan mas mu itu." Ucap jujur Agatha.


"Kenapa kalian bisa kenal?" tanya Sky.


"Kalau diceritakan panjang Ky mending anterin ku atau aku pulang sendiri!" ucap Agatha yang kini telah keluar dari dalam lift. Dan Sky mengejar gadis itu menuju tempat parkir.


Dari atas lantai 7 sana, sudah ada Leo yang memandangi ke dua pasangan tersebut menaiki motor dengan mengenakan helm. Yang sudah beranjak pergi dari lingkungan parkiran apartemen itu. Dengan tatapan mata yang sulit diartikan.

__ADS_1


.


.


.


.


Setelah 30 menit, akhirnya Sky dan Agatha sampai juga mengendarai motor di depan kostan Delima. Dimana kostan tersebut adalah kostan yang di tempati Agatha sendirian. Agatha pun turun dari atas boncengan motor. Lalu ia melepaskan helm yang ia pakai dan memberikannya kepada Sky.


"Makasih ya Sky, udah nganterin aku. Maaf banget kalau udah ngrepotin. Lain kali gak usah repot-repot. Aku bisa pulang sendiri kok." ucap Agatha.


"Gak repot kok tha. Sebenarnya masih ada banyak hal yang pingin aku katakan sama kamu, tapi kayaknya udah kemaleman!" seru Sky yang di balas dengan anggukan oleh Agatha.


"Gih pulang sana. Hati-hati ya." ucap Agatha.


"Aku pamit, makasih hari ini ay." ucap Sky yang diiringi kepergiannya sendiri dengan menggunakan motor Vespa yang telah berlalu dari hadapan Agatha yang menatap punggung lelaki yang sudah jauh dari pandangannya dengan mata terbelalak. Ia tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Lelaki yang mengantarkan ia tadi.


"Ha? Ay? ih mulai aneh tu bocah!" gerutu Agatha sendirian sembari melangkah masuk menuju kamar. Sesudah menutup pintu lalu ia menguncinya,


bruukk....


Agatha menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.


"Hmm, akhirnya..... bisa membaringkan tulang tulang belakangku yang rasanya sudah ingin patah ini!" ucapnya sendiri. Lalu meraih tas ransel yang ada di sampingnya dan mengambil Handphone yang ada di dalamnya.


Jam menunjukkan pukul 21.00 di layar datar Hpnya. dan ada beberapa pesan juga telvon masuk di notifikasinya.


Ia pun mengernyitkan dahi, pada nomor telepon yang ia ingat sama seperti nomor milik orang yang mengirimkan pesan tempo hari. Dilihat banyak telvon masuk darinya.


"Ada perlu apa ya orang ini? aneh." gumam Agatha sendiri sembari meletakkan HP nya di atas nakas samping tempat tidurnya dan ia beranjak membuka lemari di samping kamar mandi untuk mengambil pajamas lalu bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


15 menit kemudian,


Setelah Agatha usai membersihkan dirinya ia pun menuju tempat tidur dan membaringkan dirinya disana.


tiba-tiba HP Agatha berbunyi lagi, menandakan ada panggilan masuk. Dan ternyata panggilan masuk itu dari orang yang sama. Orang yang mengiriminya puluhan pesan masuk dan puluhan panggilan.

__ADS_1


Dengan sedikit malas Agatha mencoba meraih hp di atas nakas yang sedikit tidak jauh dari tempatnya berbaring dengan berguling guling seperti anak kecil di atas tempat tidur.


__ADS_2