wanita mainan

wanita mainan
Bab 14.


__ADS_3

"Aduh honey, biasa aja ekspresinya." ucap Sky sembari melemparkan senyum kepada Agatha.


"Jangan gitu ih Ky gak enak dilihat temen temen." Ucap Agatha yang mencoba melepaskan tangan Sky yang ada di pinggangnya.


"wih, wih, wih.... Honey? mulai kapan nih? PJnya dong Sky..." pungkas Gina dan Ayu kompak.


"PJ apa an nih?" tanya Rendi yang membaur bersama mereka.


"Tuh, Thata sama Sky udah jadian." ucap ayu sembari menunjuk ke arah Sky yang masih merangkul pinggang Agatha.


Ada semburat raut wajah tak senang pada Rendi. Tapi ia segera mencoba untuk menutupinya dengan senyuman getir.


"Wah, selamat ya buat kalian.'' ucap Rendi masam.


"Selamat apa an coba? gak ada ah!" ucap Agatha kesal sembari melepas paksa rangkulan Sky.


"Kok gitu sih kamu Han?" sahut sky yang mencebikkan bibirnya.


"Bercandaannya gak lucu tau Sky." ucap Agatha kesal.


"Lah kok malah berantem sih?" ucap Gina.


"Kalian pacaran gak sih?" sahut Ayu.


"Iya!"ucap sky


"Enggak!"sahut Agatha bersamaan.


"Lupa ya kamu kemarin sama aku ngapain?" tanya Sky.


"Emang udah ngapain?" tanya Rendi menyelidik.


"Gak ada, ngaco aja ya kamu Ky! kalau kamu gini terus tak laporin ke mas Leo ya?" ancam Agatha.


"Mas Leo? Ciapa tuh?" tanya ayu dan Gina kompak.


"Kok kamu kenal sama kak Leo Tha?" sahut Rendi.


"Gimana Ky? pilih aku ceritain atau kamu cerita sendiri? ha?" pungkas Agatha.


"Iya deh iya aku ceritain sendiri!" ucap Sky lesu.


"Kemarin, kak Leo ada di apartemen gue Ren. Dan saat itu Thata baru pulang jalan sama gue. Rencananya sih kita mau sekedar sharing aja. Tapi malah ada kak Leo mampir ke apartemen, Karena dia capek baru pulang dari luar negeri. Dan terjadilah drama saat itu. Gue minta tolong sama Thata buat pura-pura jadi cewek gue. Tapi gue malah nyaman beneran sama Thata, karena dia belain gue di depan kakak gue." ucap sky jujur.


"Tuh denger ya guys, PURA-PURA!!" tegas Agatha.


"huuuuu, Sky tukang bokis nih!" timpal ayu dan Gina.


"hust.. gak boleh gitu. Diakan bohong juga buat kebaikan dia." sahut Rendi. Dengan menyembunyikan rasa bahagianya.


"Syukurlah cuma bohongan." batinnya.


"Udahlah lanjut kerja yuk guys." ucap Ayu.


Dan berapa saat kemudian, mereka pun mulai melayani para tamu yang ramai berdatangan memesan makanan.

__ADS_1


Setelah sekian lama berkutat melayani para pengunjung yang datang dan pergi, akhirnya jam istirahat pun tiba.


Di saat jam istirahat itulah Firza masuk ke dalam cafe and resto. Tujuan awalnya sih mau bertemu dengan Agatha. Tapi saat ia masuk, ia malah melihat pemandangan yang membuatnya jengah.


Ya, ia melihat Agatha duduk di depan meja bartender dan berbincang dengan seorang laki-laki berkulit putih pucat yang memakai kacamata transparan. Ia melihat Agatha sangat asyik berbincang dengan lelaki itu.


Karena sangat ingin menemui Agatha, ia pun dengan percaya diri menuju counter bartender dan duduk di sebelah Agatha.


"Tolong beri saya minuman yang menyegarkan." pesan Firza tiba-tiba. Dan spontanitas Agatha menoleh ke sumber suara bariton lelaki di sampingnya.


"Dia lagi?" batinnya.


"Mau pesan apa pak?" tanya Arsen.


"Menurutmu minuman yang menyegarkan itu apa?" tanya Firza.


"Em, juice jeruk atau jus semangka? atau cocktail?" tanya Arsen.


"Cocktail juga boleh deh."


"Mohon ditunggu dulu ya pak." ucap Arsen lalu membuatkan pesanan.


"ya." ucap Firza memanggutkan kepalanya.


"Hy!" Sapa Firza kepada Agatha yang duduk di sampingnya.


Agatha hanya membalas sapaan Firza dengan senyuman. Karena teman teman temannya tidak ada yang tahu kalau mereka berdua sebenarnya sudah saling mengenal.


Minuman yang dibuat Arsen pun sudah selesai ia pun mengantarkan minuman itu kepada Firza.


"Ini pak minumannya." ucap Arsen.


"Nama kamu siapa?" tanya Firza pada lelaki berkacamata di depannya.


"Nama saya Arsen pak." jawabnya.


"Ish, panggil aku Firza, oke." ucapnya.


"Oke, Maaf pak fir. eh maksud aku maaf ya Firza." ucap Arsen.


"it's oke. Udah lama kerja di sini?" tanya Firza.


"Udah hampir 3 tahunan." ucap Arsen santai.


"Lumayan lama ya. Gak kuliah kamu sen??" tanya Firza.


"Aku kerja sambil kuliah Fir. Sekarang lagi lanjut s2."


"Wah, good job!"


"Thanks."


"you are welcome bro." ucap firza yang lalu meminum cocktail nya.


Sedangkan Agatha mulai merasa jengah dan hendak pergi meninggalkan tempat duduknya. Akan tetapi tiba-tiba tangannya yang berada di atas meja di tahan oleh Arsen.

__ADS_1


"Mau kemana Tha?" tanya Arsen yang masih memegangi lengan Agatha.


"Eh, mau nyusul anak anak ko di taman belakang." ucapnya.


Akan tetapi lain hal dengan Firza. Ia hanya bisa merasakan kesal karena bagian lengan dari Agatha bisa dipegang oleh orang asing. Sedangkan ia tidak bisa melakukan hal apapun.


"Aku ikut ya." pinta Arsen.


"Boleh." ucap Agatha.


"Maaf ya bos, aku cabut dulu ya mau istirahat sama anak anak."


"Oiya Rud, tolong layani pak bos dengan baik ya! Ucap Arsen sembari mengikuti agatha dari belakang.


Setelah sesampainya di taman belakang seperti biasa ada Gina, Sky, Rendi sudah ada di sana dari tadi. Dan dengan bersamaan datanglah Ayu dari arah pintu toilet dan Agatha beserta Arsen pun papasan di sana.


"Eh ko acen.mau kemana ko?" tanya Ayu.


"Mau ke taman sama Thata." jawabnya.


"Ikut boleh?" ucap ayu dengan nada manja.


"Yok yu, ikut aja! lagian masih ada waktu istirahat 1 jam lagi nih." Ucap Agatha.


"Kok kamu ngajak dia sih Tha?" tanya Arsen.


"Gak papa lah ko biar rame." pungkas Agatha.


"Ih Koko kok gitu amat sama aku." ucap Ayu murung.


Tapi mereka bertiga pun masih tetap melangkahkan kakinya menuju taman dengan sedikit perbincangan.


"Dari mana aja nih tha?" Tanya Rendi.


"Dari counter barnya Koko tuh Ren." sahut Agatha.


"Tumben ikut ke sini ko?" tanya Sky dan juga Gina.


"Pengen istirahat aja di sini. Bareng kalian!"


"Bareng kalian? apa cuma akal akalan?" ledek Rendi.


"Ngomong apa sih kamu Ren?" tanya Ayu.


"Rahasia dong yu, gak usah ngikut deh." ucap Rendi.


"Dasar Lo ya! Awas aja Lo." ancam Ayu.


"Kalian kalau berantem gini kok kayak cocok ya?" ucap Sky.


"Iya so sweet banget. hahahaha." tawa gina menggelegar.


"iuh, ogah ah aku!" pungkas ayu.


"Gua juga ogah kali sama Lo yu!" timpal Rendi.

__ADS_1


Sedangkan Agatha hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku para teman kerjanya itu.


"Jangan gitu yu, benci bisa jadi cinta loh!" ucap Gina jujur.


__ADS_2