
"Cinta, cinta.... cinta apaan... gak ada gak ada!" geleng ayu.
"Awas Lo kalau entar kalian jadian. Gue minta PJ pokoknya."seru Gina
"Ko Asen, gak belain aku? gimana sih Koko ini!" rengek ayu.
Arsen hanya mengernyitkan dahinya heran dengan tingkah laku mereka semua yang seperti bocah.
"Ko ayo duduk. " Ajak Agatha untuk duduk di bangku taman di selah teman temannya.
"Hmmm, ya." pungkas Arsen.
"Tumben ikut ke sini ko?" tanya Sky.
"Gak boleh?" jawab Arsen.
"Terserah sih, cuma tumben aja Lo ngintipon Thata." ketus Sky.
"Thatakan mau, kenapa Lo yang protes?" pungkas Arsen.
"Apa apa an sih kalian ini, kayak bocah aja deh Koko sama Sky." ucap Agatha.
"Tau tuh, hari ini semua orang kayak bocah. pengecualian cuma aku doang ya yang enggak hehe." ucap Gina dengan menyengir kuda.
"Ah, sama aja lo juga kayak bocah." ucap Rendi dengan menoyor kepala Gina sambil ketawa.
"Dasar emang ya, lo aja yang sensi sama gue, iyekan? huh, emang dasar ya lo Ren." Kepala Rendi pun kena toyor juga oleh Gina.
"Toyor Toyoran aja terus, biar kepala kalian benjo semua." ucap Arsen dingin.
"Anak anak tuh emang kayak gitu ko, Jadi jangan heran ya." sahut Agatha sambil tersenyum.
"Tapi kamu kok enggak kayak gitu?" tanya Arsen.
"Kata siapa? biasanya tuh dia yang paling bawel ko." ucap Gina.
"Masak sih?"
"Iya ko, hari ini mungkin dia mulai lelah. Habis begadang. Tuh lihat matanya Belo kayak mata panda." Sahut Gina.
"Emang iya tha?" tanya Arsen yang kini memandangi wajah Agatha yang memang terlihat lesu.
"Hehe, iya ko. Baterainya masih melemah nih." ucap Agatha.
"Harusnya kamukan istirahat aja Tha." sahut Sky.
"Gak papa Ky, lagian kurang 2 jam lagi udah pulang. Masih kuatlah aku." pungkas Agatha.
"Utukutuk.... sini beib tidur di pangkuanku." ucap Gina dengan menepuk pahanya untuk menawarkan pangkuannya.
"Makasih beib, tapi enggak deh." ucap Agatha.
"Tha balik ke cafe yuk." Ajak Arsen.
__ADS_1
"Iya ayo ko, bentar lagi jam istirahat selesai." ujar Agatha.
"Kita duluan ya, cepet nyusul. nanti di cariin Bu Ira Lo." ucap Agatha.
"Tinggalin ajalah mereka tha." Ajak Arsen sembari menarik pergelangan tangan agatha lembut. Dan Agatha pun mulai mengikuti langkah Arsen.
Di saat hendak masuk ke dalam cafe and resto, tanpa sengaja Arsen dan Agatha berpapasan dengan Firza.
Firza yang melihat mereka berdua berjalan bersamaan pun merasa kesal tanpa alasan. Namun, ia masih berusaha menunjukan senyum kecutnya hanya untuk saling menyapa.
"Mau pulang pak? eh maaf Za maksudnya." ucap Arsen.
"Enggak sen, ini masih nunggu cewek gue. Soalnya doi genit banget." sindir Firza yang masih menatap Agatha. Dan Agatha pun bingung dengan tatapan mata Firza yang sulit diartikan.
"Emang cewek Lo, dimana? kok nunggunya di sini?" tanya Arsen.
"Rahasia dong, entar Lo tau sendiri siapa cewek gue." ucap Firza sembari berlalu meninggalkan mereka berdua.
Jam istirahat pun telah usai. Dan mereka pun kembali ke pekerjaan mereka masing masing.
Seperti biasa, cafe and resto kini sangat ramai pengunjung. Mereka pun disibukkan dengan aktifitas melayani pelanggan, setelah beberapa jam kemudian dan jam kerja pun berakhir. Agatha dan teman temannya berganti shift dengan temannya yang lain. Dan bergegas untuk pulang.
Saat hendak menuju ke loker, Tiba-tiba tangan Agatha di tarik yang membuat ia terjerembab di dada bidang seorang laki-laki. Saat mendongak ke atas, Agatha pun kaget. Ternyata seseorang yang menariknya adalah Firza.
"Mas Firza?" teriak Agatha kaget lalu Firza mengatupkan jari telunjuknya di atas bibir Agatha.
"Hust,, jangan keras-keras nanti ada yang lihat." ucapnya.
"Kalau gak boleh kayak gini, emang boleh langsung nemuin kamu dan ngajak ngobrol kamu?"
"Ya janganlah, entar anak anak mikirnya gimana tentang aku?"
"Kamu mikirin omongan anak anak apa mikirin perasaannya Arsen sama Sky?"
"Loh,,, kok malah nglantur."
"Habis, kamu tuh kalau ada aku kayak masa bodoh gitu.."
""Lha, emangnya kenapa?"
"Ya, sapa kek atau ngajak ngobrol aku. Bukan malah nyelonong pergi sama cowok lain." protes Firza.
"Diakan cuma senior aku mas, lagian kenapa mas Firza peduli?"
"Masa kamu gak tahu, kalau di balik kebaikannya itu ada niat terselubung!"
"Apaan sih mas? kamu aneh banget."
"Aku tuh juga cowok tha, aku tah pemikirannya dia tuh kek gimana."
"Terus menurut mas sendiri, dia kenapa?"
"Dia tuh suka sama kamu!"
__ADS_1
"Hahaha.... mana ada, kalau pun Koko Asen suka sama aku kenapa? Apa yang salah?"
"Salahlah!" bentak Firza.
"Kamu kok bentak aku sih mas. Salah aku apa?" tatap sendu Agatha yang membuat Firza semakin gusar dan mengacak rambutnya.
"Kamu mau tahu salah kamu apa?"
"Salah sendiri kamu buat aku cemburu." ucap Firza.
"Lah kenapa juga kamu cemburu?" tanya Agatha polos.
"Kamu g*bl*k apa t*l*l sih tha?"
"Aku tuh suka sama kamu." pungkas Firza meyakinkan Agatha.
"Mulai kapan? kok bisa? Kenapa?" cecar agatha
"Mulai dulu. Ya bisalah, namanya juga nyaman."
"Kan kita baru kenal dan ketemu." lanjut Agatha.
"Tapikan aku dulu udah pernah ketemu kamu. kamunya aja yang gak kenal aku."
"Tapikan kita gak ada hubungan apapun mas. Kenapa juga kamu cemburu. Aneh tahu!"
"Yaudah, mulai hari ini kamu pacarku. Dan gak ada kata penolakan di kamusku!" seru Firza yang masih menautkan pelukannya di pinggang Agatha tetapi harus terpaksa terlepas saat ada seorang wanita berusia 40 tahunan yang berdehem di hadapan mereka.
"Ehem, kayaknya seru amat." Goda wanita itu.
"Bu Ira!" buru buru Agatha menjauh dari dada bidang Firza yang kekar itu. Dan Firza hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya kepada wanita itu.
"Tha gak pulang?" tanya Bu Ira.
"Ini mau pulang Bu." ucap Agatha.
"Mau bareng?" tanya Bu Ira.
"Bo--" belum sempat melanjutkan perkataannya namun dipangkas oleh Firza.
"Boleh aja Bu, tapi lain kali aja ya. Soalnya Hari ini Agatha pulangnya sama aku."
"Lho, Pak Firza sama Agatha udah saling kenal toh? jangan jangan?" selidik Bu Ira.
"Biasa anak muda Bu." ucap Firza yang membuat Agatha tidak bisa melanjutkan pembicaraannya.
"Yaudah kalau gitu aku pamit dulu ya tha, Pak." ucap Bu Ira dengan senyuman lalu melenggang pergi meninggalkan mereka berdua.
Beberapa menit kemudian, anak anak mulai banyak yang lewat di depan mereka berdua dengan tatapan heran memandangi agatha.
"Eh ada Agatha sama pak Firza." ucap ayu dan Gina kompak.
"Hy, yuk, gin." sapa Agatha.
__ADS_1