
Mentari pagi telah bersinar, akan tetapi Agatha masih nyenyak di dalam tidurnya.
Suara alarm jam yang sedari tadi sudah menyala pun tidak dapat ia dengar. Sangking nyenyak sekali tidurnya.
jam menunjukan pukul setengah 7 pagi. Harusnya Agatha sudah bangun dari tidurnya sedari jam 5 tadi, tapi karena tadi malam ia begadang, terjadilah insiden bangun ke siangan hari ini.
Mami Nora yang khawatir soal Agatha yang tidak bangun bangun dari tidurnya pun menghampiri kamar Agatha sembari menggedor-gedor pintu kamarnya. Membuat anak Kost lain akhirnya ikut terganggu.
Karena tidak ada jawaban dari sang pemilik kamar. Akhirnya mami Nora pun mengambil kunci serep di kamarnya dan mulai membuka kamar tersebut. Kamar pun terbuka, betapa leganya mami, saat melihat Agatha yang meringkuk di dalam selimut masih ada gerakan kecil dan bernafas.
"Aduh tha, kamu bikin mami spot jantung aja." Toyor mami ke kening Agatha yang membuatnya menjadi terbangun dan mengaduh kesakitan.
"Aduh, mami apa'an sih?" sungut Agatha sembari mengelus elus jidatnya yang telah di toyor mami tadi.
"Udah hampir jam 7. Kamu masuk kerja apa enggak?" tanya mami yang duduk di ujung tempat tidur.
"Biasanya kan jam 5 kamu yang bangunin mami." lanjut mami Nora.
"Apa? jam 7 mam?" Aduh alamat terlambat nih mam." ucap Agatha paniklalu segera mengambil pakaian dan masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai bersiap dengan make up tipis dan setelan baju kerjanya. ia pun berpamitan pada mami Nora dan bergegas lari menuju tempatnya bekerja.
" Mam, minta tolong kunci.in pintunya aku berangkat kerja dulu ya." ucap Agatha sembari berlari kecil keluar kamar.
"Ya, hati-hati ya Tha!" ucap mami Nora.
"Iya mam, dah...." dada Agatha sembari berlari keluar kost.
15 menit kemudian akhirnya ia sampai di tempat kerjanya. Dengan keringat yang bercucuran di wajah putih mulusnya ia pun menuju finger print lalu menuju loker karyawan untuk menaruh tasnya. Semua mata tertuju pada Agatha. Bagaimana mana tidak, kemeja putih pres body yang ia kenakan kini basah dengan keringat yang membuat Sport bra nya terpampang jelas begitu pun dengan gundukan yang ada di dadanya.
Agatha yang tidak sadar akan hal itu, tiba-tiba seorang laki-laki menghampirinya dari belakang dan memakaikan sweater ke tubuh gadis itu.
Agatha pun berjinjit kaget karena tiba-tiba ada orang yang memakaikannya sweater dari arah belakang.
"Eh, apa ini?" kaget Agatha.
"Udah pakai aja, aku gak suka banyak yang mandangin aset kamu kayak gitu!" seru lelaki itu.
"Kamu?" ucap Agatha masih tidak percaya melihat sesosok lelaki yang kini ada di hadapannya.
"Hmm,,, dunia memang selebar daun kelor ya." ucapnya dingin.
"Kok bisa?" tanya Agatha.
"Entahlah." sembari mengedikkan bahunya.
"Jodoh kali." ucap pria itu asal.
__ADS_1
"Idih! mana ada? gak ada, gak ada!" seru Agatha sembari menggelengkan kepalanya.
"Jangan gitu, entar bisa benci jadi cinta Lo." pungkas pria itu.
"Hmm, terserahlah. ya udah aku mau briefing dulu. Btw makasih ya mas sweaternya." ucap Agatha yang melenggang pergi meninggalkan pria tersebut.
"Jadi di sini tempat kerjamu? kesempatan nih." gumamnya sendiri di dalam hati.
Setelah sampai di dalam cafe and resto Agatha pun menghampiri sahabatnya Gina yang sudah berbaris rapi untuk melaksanakan kegiatan briefing di pagi hari ini.
"Tumben terlambat berangkat kerjanya?" tanya Gina penasaran.
"Iya nih gin, ada something trouble." ucap Agatha.
"Bangun Lo kesiangan? tumben amat!" serunya.
"Iya nih tadi malem ada orang aneh ngajak aku ketemuan." cerita Agatha.
"Siapa? Sky? Rendi? atau siapa?" tanya Gina penasaran.
"Bukan, kamu gak kenal." ucapnya.
"hust...hust.... Bu manager Dateng tuh." ucap Agatha sembari menyenggol bahu Gina.
Semua karyawan pun mulai berbaris dengan rapi menyambut kedatangan Bu manager yang bernama Bu Ira itu.
"Selamat pagi Bu." ucap mereka serentak.
"Paham Bu." ucap serentak lagi.
"Dan perkenalkan tamu spesial kita adalah, Pak Firza. Anak dari pemilik hotel Hutama ini. Anak tunggal dari keluarga Bapak Hutama."
ucap Bu Ira sembari menunjuk ke arah meja pojok yang ada di belakang barisan para karyawan.
Mereka pun menoleh ke arah belakang, melihat seorang pria muda tampan berkulit putih dengan tampilan stylish nan rapi.
Banyak karyawan wanita yang terkesima oleh ketampanannya, tak terkecuali Gina yang begitu antusiasnya menatap pria tersebut.
Beda hal dengan Agatha, ia pun melotot tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. ia sangat terkejut dengan kehadiran orang tersebut.
Namun suara keras Bu Ira membuyarkan lamunannya.
"Pak Firza, tolong kemari sebentar. Perkenalkan diri anda." panggil Bu Ira.
Firza pun menghampiri Bu Ira dan para karyawan F&B. Lalu memperkenalkan dirinya.
"Selamat pagi." salam Firza
__ADS_1
"Pagi pak." ucap para karyawan serentak.
"Baik, perkenalkan nama saya adalah Firza Hutama Xavier. Kalian bisa panggil saya Firza saja. Tidak usah ada embel-embel bapak, karena saya merasa belum tua. Sekian perkenalan dari saya, Terimakasih." ucapnya santai sembari memandangi Agatha yang ada di barisan pojok kanan sendiri.
"wah pak Firza ganteng amat sih." ucap ayu keceplosan.
"ho.oh, jadi meleyot aku yu.'' sahut Gina yang membuat semua orang memandangi mereka.
"Sudah sudah, briefing kita pagi hari ini, sampai di sini. Sekarang cepat kembali bekerja ke tempat kalian masing-masing." ucap Bu Ira, lalu kembali ke ruang kerjanya sembari mengajak Firza pergi meninggalkan tempat itu. Firza pun mengikuti Bu Ira dari belakang.
"Siap Bu." sahut semua karyawan yang lalu kembali ke bagian pekerjaan masing-masing.
"Gila sih ini tha, tuh cowok cool banget ya." ucap Gina dengan mata berbinar.
"Iya gin, baru kali ini gue lihat cowok seganteng dia." ucap ayu yang tiba tiba menyahut saja.
"Lo suka juga yu?" tanya Gina.
"iyalah gin, mana bening banget tuh cowok, tapi ya tetep di hati gue sih Koko Asen yang paling nomer 1." ucapnya sembari terkekeh melihat ko Asen yang sudah ada di meja bartender.
"Alah akal akalan Lo aja yu, bilang aja mau gebet semuanya." sanggah Sky yang sudah ada di samping Agatha sembari merangkul pinggang Agatha.
"Eh, kirain siapa Ky." ucap Agatha kaget.
"Aduh honey, biasa aja ekspresinya." ucap Sky sembari melemparkan senyum kepada Agatha.
"Jangan gitu ih Ky gak enak dilihat temen temen." Ucap Agatha yang mencoba melepaskan tangan Sky yang ada di pinggangnya.
"wih, wih, wih.... Honey? mulai kapan nih? PJnya dong Sky..." pungkas Gina dan Ayu kompak.
"PJ apa an nih?" tanya Rendi yang membaur bersama mereka.
"Tuh, Thata sama Sky udah jadian." ucap ayu sembari menunjuk ke arah Sky yang masih merangkul pinggang Agatha.
Ada semburat raut wajah tak senang pada Rendi. Tapi ia segera mencoba untuk menutupinya dengan senyuman getir.
"Wah, selamat ya buat kalian.'' ucap Rendi masam.
"Selamat apa an coba? gak ada ah!" ucap Agatha kesal sembari melepas paksa rangkulan Sky.
"Kok gitu sih kamu Han?" sahut sky yang mencebikkan bibirnya.
"Bercandaannya gak lucu tau Sky." ucap Agatha kesal.
"Lah kok malah berantem sih?" ucap Gina.
"Kalian pacaran gak sih?" sahut Ayu.
__ADS_1
"Iya!"
"Enggak!" ucap sky bersamaan dengan Agatha.