wanita mainan

wanita mainan
Bab 6. Burung puyuh


__ADS_3

"Aku harus gimana dong? akukan bukan cenayang ky yang bisa baca pikiran kamu dengan mudah! ayolah too the point aja please!" bujuk Agatha dengan sedikit memohon kepada Sky


"Aku tuh sebe---" kalimat Sky terputus karena tiba tiba 2 orang pelayan wanita datang mengantarkan makanan di table mereka yang disambut senyum oleh Agatha.


"Ini kak, pesanannya silahkan dinikmati." ucap pelayan dengan ramah dan sedikit menunduk bermaksud pamit untuk meninggalkan mereka.


" Terimakasih kak." tungkas Agatha dan Sky dengan melemparkan senyuman.


"Wah ky, apa gak kebanyakan?" dengan mata berbinar Agatha tanpa sadar mulutnya sudah menganga karena melihat makanan yang begitu banyak dan juga mahal tersebut.


" Sekali kali lah tha, biasa aja!" seru Sky sedikit tersenyum.


"Emang kamu habis gajian ya?" sombong amat tungkas Agatha diiringi tawa ringan khasnya.


Sky pun terkekeh mendengar tawa Agatha yang ringan, " Kalau aku gajian, berarti kamu juga gajian dong? berarti Sabi lah kamu juga nraktir aku hehehe?"


"Ih ky kamu kok tega banget sih sama aku? Mana ada, inikan masih tanggal tua tau!" seru Agatha sembari mencebikkan bibir bawahnya ke depan.


"Just kidding, jangan dianggap serius kali. Aku traktir kamu kok." imbuh Sky untuk meyakinkan Agatha lagi.


"huft... gitu dong dari tadi." ucap Agatha dengan menghela nafas.


"Ya udah ayo cepat di makan entar keburu dingin malah gak enak lagi!" seru Sky, lalu di balas anggukan oleh Agatha. Mereka berdua pun menyantap sajian makanan di depan mereka dengan lahap. Tanpa ada percakapan sama sekali, karena mereka sangat menikmati hidangan tersebut.


Beberapa menit kemudian


Akhirnya mereka menyelesaikan makanan mereka.


" Wah,,,, kenyangnya!" seru Agatha yang terlihat mengelus elus perutnya karena merasa perutnya sudah penuh.


"Syukur deh kalau kamu kenyang, habis ini enaknya kita kemana?" tanya Sky.


"eh-- masih lanjut? kamu gak buru buru pulang?" ucap Agatha


" Enggak enggak teh Kayaknya aku nggak buru-buru pulang deh." pungkas sky kepada Agatha.


"Tumben, biasanya kamu langsung pulang!" serunya.

__ADS_1


"Gue boleh cerita jujur gak sih ke kamu? tapi kamu juga harus jawab jujur!" ucap Sky yang terlihat begitu serius menatap manik Agatha.


"Jujur soal apa? boleh aja sih pokoknya bukan jujur soal yang memalukan Lo ya!" seru Agatha.


"Selama 2 tahun inikan, kita udah barengan terus nih, Menurut kamu aku gimana sih, jawab jujur!" tanya Sky sembari menarik tangan Agatha.


"Sky, kayaknya kita keluar dari sini dulu yuk!" ajak Agatha dan menarik tangannya dari genggaman Sky.


"Yaudah deh aku bayar makan dulu, habis itu pergi ke tempat lain!" ucap sky yang menunduk menunjukan ekspresi wajah yang kecewa.


Ia pun mengangkat tangannya yang bermaksud memanggil pelayan. Pelayanan pun menghampirinya sembari menunjukkan bill pesanan lalu Sky pun mengambil dompet dari saku celana jeans-nya untuk membayar pesanan tersebut sebesar Rp. 1.350.000.00,-.


Agatha yang melihat pun terkejut karena ternyata makanan yang ia makan tadi sebanyak itu.


"Ini kak uangnya." ucap Sky yang lalu mengulurkan lembaran uang seratus ribuan sebanyak 14 lembar.


"Tunggu sebentar ya kak, saya ambilkan kembaliannya dulu ya." ucap sang waitress tersebut.


" Enggak usah kak, buat kamu aja kak. Anggap saja sebagai tips." pungkas Sky.


Sky dan Agatha pun beranjak dari tempat duduknya lalu mereka pun berjalan menuju parkiran motor dan beranjak pergi dari tempat itu.


Setelah perjalanan selama kurang lebih hampir 30 menit dan lagi lagi mereka berdua hanya diam dan saling tak bergeming antara satu sama lain, akhirnya mereka berdua sampai di sebuah kawasan apartemen elite yang biasa ditinggali oleh konglomerat kaya.


Agatha pun terheran-heran karena melihat bangunan gedung yang megah dan tinggi menjulang di depannya tersebut. Ia yang terbiasa tinggal di kawasan kalangan menengah ke bawah merasakan sebuah perbedaan yang sangat besar dan sangat berbanding terbalik dengan pemukiman rumahnya.


"Sky, dimana ini?" tanya Agatha sembari menepuk pundak pria yang memboncengnya.


"Maaf ya tha, aku ajak kamu mampir ke apartemen sini. Habis bingung mau pergi ke mana lagi." ucap Sky yang hendak turun dari motor dan tiba tiba melepaskan helm yang dipakai Agatha.


"eh, gak usah repot-repot Ky aku bisa kok nglepas sendiri." timpal Agatha yang sedikit kaget lalu menunduk.


"Gak repot kok, yuk ikut masuk!" ajak Sky kepada Agatha.


"T--tapi, di apart kamu ada orang lain enggak?" tanya Agatha yang sedikit takut.


"Ada kok, mbak aku biasanya jam 5 Dateng ke sini buat bersih-bersih." ucap Sky.

__ADS_1


"Mbak siapa? kakak cewek maksud kamu?" tanya Agatha ulang.


"Bukan, maksudnya tuh cleaning servis tha." ucap Sky santai.


"Hah? gaya amat kamu Sky nyewa cleaning service segala? boros tahu! kenapa gak dibersihin sendiri aja? Kan bisa ditabung duitnya!" omel Agatha yang membuat Sky terkekeh kecil mendengar semua Omelannya tersebut. Namun hal itulah yang membuat Sky bahagia karena masih ada yang memperdulikannya.


"Ah udah yuk jangan banyak tanya. Ayo masuk!" titah sky. Agatha pun turun dari motor tersebut lalu mengekor di belakang punggung pria tersebut.


Sesampainya di depan lift, Sky menekan tombol 7. Yang berarti, apartemennya berada di lantai nomor 7. Setelah liftnya terbuka, mereka pun bergegas masuk.


"Kok sepi sih Sky? perasaan kok gak enak ya?" ucap Agatha yang sedikit khawatir.


"Takut aku ***** ***** ya kamu? haha" ucap Sky dengan tawa yang renyah


"Awas aja kalau kamu macem-macem sama aku! Aku gak bakal segan buat nendang burung puyuh kamu itu!" ketus Agatha dengan tatapan mematikan yang ditujukan kepada pria tersebut.


Sky pun menelan Salivanya sendiri mendengar ucapan wanita di sampingnya tersebut. Karena meski mereka sudah kenal selama dua tahun, nyatanya mereka tidak pernah sedikit pun membahas atau bercanda tentang 18+.


"Kalau kamu tendang burung puyuh aku, terus gimana coba caranya entar kalau aku mau nanem ke kamu?" Canda Sky dengan menyengir kuda.


"Udah ya Sky! gak ada nanem naneman. Kalau mau nanem di sawah aja Sono! kalau masih ngeyel ngomongin burung puyuh-burung pung puyuh lagi, tak tendang beneran Lo burung puyuh mu itu!" gertak Agatha yang mulai gusar dengan omongan Sky. Meski ia sebenarnya takut, tapi ia tetap mencoba tenang sembari mencebikkan bibir ia berseloroh, " Becanda'an kamu gak lucu! mending aku balik aja deh!" serunya.


"Lah, just kidding tha, ku kira kita udah deket. Makanya aku bercandain kamu. Mana berani aku tuh! Masuk dulu aja ya please!" sesal Sky karena merasa bersalah karena ucapannya.


Tink..


Pintu lift akhirnya terbuka, Sky pun mengajak keluar dari lift tersebut. Namun Agatha masih enggan beranjak dari sana karena masih merajuk. Dengan sekuat tenaga, Sky pun berusaha mencairkan suasana kembali dan memohon pada Agatha untuk segera keluar bersama.


"Aku minta maaf deh tha. janji deh gak bakal macem macem!" ucap sky dengan menunjukkan tatapan mata yang penuh dengan penyesalan.


"Awas ya, kalau bohong!" Seru Agatha.


Sky pun tersenyum puas dengan jawaban Agatha, lalu mereka berdua pun keluar dari lift dan masuk ke apartemen milik sky yang ada di samping kanan lift tersebut.


Saat Sky membuka pintu dan mempersilahkan Agatha masuk, "Ayo tha ma--." ucapannya pun terhenti karena ia terkejut melihat seorang laki-laki yang sudah duduk di atas sofa di depan televisi itu.


"Kakak!" ucap Sky

__ADS_1


__ADS_2