Wanita Pembunuh Berdarah Dingin

Wanita Pembunuh Berdarah Dingin
Misi Pertama


__ADS_3

Hari ini cukup cerah..


udara yang sejuk..


burung-burung bernyanyi..


bunga-bunga bermekaran..


hari yang indah untuk untuk melakukan Kejahatan..


Kota metropolitan ini tampak sibuk dan berisik seperti biasanya..


Jalanan di sepanjang jalur Timur mengalami macet karena truk semen yang mogok..


suara kendaraan membunyikan klakson di segala penjuru jalan..


sedangkan di sebelah barat Jalanan di tutup sementara karena rombongan Keluarga Pemerintah akan melewati area itu..


Sepertinya tempat ku di gedung lantai 5 ini sangatlah cocok untuk mengintai rombongan keluarga Pemerintah itu..


Target utama ku adalah Anak perempuan dari Kejaksaan agung kota..


Kelemahan dari misi ini adalah..


Aku tidak tau pasti wajah anak yang masih gadis ini..


Itu mereka...


rombongan mereka telah tiba..


Penyekatan di buka kembali jalanan kembali ramai..


Namun tidak selancar dari area timur..


Aku bisa menggunakan jalan Timur itu untuk kabur agar dapat mengelabui pihak keamanan jika aku gagal..


Teropong yang aku gunakan ini ternyata cukup bermanfaat, aku akan membeli perlengkapan yang lebih bagus lagi nanti..


baiklah mereka sudah keluar dari mobil mereka masing-masing..


mobil pertama berisi 4 orang laki-laki..


bukan..


mobil kedua berisi 2 laki-laki 1 perempuan..


tandai..


mobil ke tiga berisi 2 laki-laki 2 perempuan..


cek list..


Mobil yang terakhir berisi 3 perempuan tidak ada laki-laki sama sekali.. salah satu dari ketiga perempuan sangatlah muda dan memakai baju seragam sekolah..


target di temukan..


Untuk menghindari kesalahan penculikan aku akan meneror nya sedikit..


Tampaknya mereka sedang makan siang bersama di salah satu Rumah makan Mahal yang terkenal di seluruh kota metropolitan ini..


Ini adalah kesempatan ku untuk Mengetahui lebih dekat keluarga pemerintah itu..


penjagaan..


tidak terlalu ketat tampaknya...


hanya dua Pasukan Keamanan berjas hitam putih yang berdiri di depan Pintu masuk..


Sepertinya restoran umum itu ditutup demi kepentingan pemerintah..


Pemerintah macam apa yang tidak mau membaur dengan masyarakatnya..


Menutup diri menjahui masyarakat dengan takut..


Namun mencalonkan diri dan Memohon meminta suara rakyat...


Hal ini membuat ku semakin bersemangat untuk menculik putri nya..


Saat nya menuju restoran..


pintu belakang nya terkunci dari dalam..


aku harus menunggu salah satu dari pegawai nya keluar..


tidak lama kemudian salah seorang penajaga keluar untuk membuang sampah..


saat pintu nya masih terbuka sedikit aku mencegat pintu besi itu menggunakan ujung sepatu ku agar tidak tertutup..


dan aku pun berhasil menyelinap kedalam restoran..


"Hei kau !!"


"Apa aku pernah melihat mu?" teriak salah satu pelayan


"Aku adalah pegawai baru.. Penyaji makanan.." jawab ku spontan dengan sedikit kaget


"Benarkah.. kau.. cantik juga.. maksud ku.. kebetulan kami membutuhkan pegawai baru.. banyak dari kami sedang agak sibuk memasak untuk Kepala kejaksaan dan keluarga nya yang terdiri dari beberapa anggota Dewan eksekutif kota..


"Sekarang pergilah menuju ruang ganti dan segeralah menuju ke tempat pelayan di mana makanan yang sudah jadi di ambil untuk di antarkan ke meja Pelanggan" kata koki muda itu dengan bersemangat


"Baik kak " jawab ku dengan kaku dan wajah ku pun memerah

__ADS_1


"Apa cuma aku atau.. dia.. imut juga..


"Ziana.. Fokus.. Tiket untuk bertemu Orang tua kandung mu ada di depan mata" kata ku sambil menepuk-nepuk pipi di ruang ganti


Sambil menarik napas panjang aku bergegas keluar dan menuju tempat pelayan tapi karena kebingungan aku memasuki dapur untuk kedua kalinya..


dan mereka para koki, menatap ku dan terkejut.. ternyata mereka kagum dengan kecantikan ku saat memakai baju pelayan..


mereka saling berbisik-bisik..


"siapa dia...


"seperti nya pegawai baru..


"cantik sekali...


"ayo taruhan 100 ribu yang bisa dapat nomornya malam ini..


"Heii heii.. kembali bekerjaa !! ada apa ini bisik-bisik!! apa kalian belum pernah melihat perempuan sebelumnya hah?


"ayo saat nya memasak !


"tunjukan profesionalitas kita kepada mereka !" teriak koki muda itu dengan lantang, yang ternyata adalah kepala koki dari Restoran mewah itu


Seluruh ruangan pun dengan serentak membalas..


"Yess Chef !!!"


"Cece.. maaf aku belum tau siapa nama mu..


" Seperti nya kau tampak kebingungan..


"aku maklumi karena dirimu masih baru..


"Tempat mu bukan di sini ayo segeralah ke depan..


"tunggulah masakannya di balik counter..


"dan antarkanlah sesuai nomor meja" perintah Kepala koki itu dengan pelan..


kami berdua saling bertatapan selama beberapa waktu dan akhirnya aku bergegas dan segera ke depan..


"K-kenapa jantung ku berdegup kencang..


"Fokus Ziana.. Fokus.." kata ku dalam hati sambil berjalan dengan cepat menuju kedepan counter..


"Pesanan untuk meja 7 !!!"


Makanan pun mulai berdatangan..


dengan sabar aku mengantarkan makanan-makanan enak itu..


wangi dari masakan mereka membuat ku kelaparan..


sambil menahan lapar aku melanjutkan pekerjaan ku..


sampailah aku di meja target ku..


saat nya klasifikasi..


"Makanan untuk meja no.3 silahkan...


"menu spesial untuk gadis yang spesial..


"boleh saya tahu nama anda..


"saya ingin mendekatkan diri kepada pelanggan dengan mengetahui nama mereka..


pertanyaan ku di jawab spontan dengan Nyonya yang dudu di sebelah nya...


"ohh sangat manis..


"pelayanan di sini sangat ramah dan bersemangat"


"tentu saja boleh..


"nama dia adalah Jessika putri kedua dari Kepala jaksa, suami ku..


"ayo jesika sapa pelayan mu" kata istri kepala jaksa


"H-hai kak.." kata jesika terbata-bata sambil menyuapi makanan nya


"putri ku jarang keluar rumah dan bertemu orang-orang..


"jadinya putri ku masih kaku jika bertemu orang baru.." jelas istri Kepala jaksa


"Terima kasih Jessika..


"Terima kasih bu kepala jaksa..


"saya pamit undur diri jika membutuhkan sesuatu saya berada di counter ya bu.. jangan sungkan"


mendengar kata-kata ku yang aku ucapkan sendiri seperti itu membuat ku mual dan jijik..


Target di temukan..


klasifikasi selesai, saatnya keluar dari sini...


pada saat aku sudah membuka pintu belakang restoran dan berjalan keluar kepala koki muda itu memegang pundak ku...


"Cece... !

__ADS_1


"kau.. sudah mau pulang..?" tanya kepala koki


Aku hanya menjawab dengan mengangguk sedikit malu..


"Oh.. emm.. aku.. tidak melarang mu pulang si..


"Tapi aku hanya ingin mengetahui Nama mu" tanya kepala koki muda itu sambil menatap mata ku


..pria ini manis sekali dari dekat..


tanpa menjawab pertanyaan nya karena bibir ku yang sudah kaku karena malu..


aku mengambil pena di saku baju nya..


menggenggam tangannya membalikan nya dan menuliskan nama ku di lengan kanan nya menggunakan huruf Kapital..


dan tanpa berkata-kata aku meninggalkannya dan berjalan menjauhi restoran..


"cece..! tunggu... teriak kepala koki itu


"*di*a sudah pergi menjauh... dia membawa pena ku"


aah kenapa aku tidak bisa mengeluarkan suara ku...


dia akan berpikir kalau aku ini wanita aneh..


menyebalkan..


*menepuk jidat*


Aku... Lupa mengembalikan Pena nya..


(jongkok merenung kebodohan yang canggung selama 5 menit)


(menarik napas panjang dan menghembuskan nya)


baiklah saatnya fokus..


Aku pun segera kembali menuju lantai 5 tempat pertama ku memantau lalu lintas pagi tadi..


sambil menunggu mereka keluar..


aku memulai menyusun segala bentuk skenario yang akan terjadi..


Dari segala jenis skenario sepertinya mengikuti mereka menuju rumah adalah pilihan terbaik..


Aku tiba-tiba mengalami deja vu, seakan-akan pernah juga membuntuti seseorang..


tapi ingatan itu sudah samar-samar..


Mereka pun sudah keluar dari restoran..


setelah menandai mobil yang di tumpai Jessika sang anak Ketua Kejaksaan itu...


berlari hingga ke lantai dasar..


dan segera memesan taksi..


di saat yang bersamaan konvoi keluarga pemerintah itu tertahan oleh lampu merah traffic light..


"Pak supir ! "


"ikuti mobil barisan ketiga ya..


"nanti aku kasih tip dan bonus"


"siapp dekk " kata pak supir taksi dengan bersemangat


di perjalanan taksi yang aku tumpangi mengikuti dari belakang dengan perlahan mobil yang di tumpangi jessika..


(Rombongan tersebut terpisah.. dan mobil yang di tumpangi jessika berjalan sendiri menuju rumah nya..)


setelah 30 menit..


sampai lah mereka..


(Ziana memberhentikan taksi nya sekitar 2 blok dari rumah Jessika..)


Rumah target di temukan..


aku harus segera bergegas..


ketika pintu pagar otomatis itu mulai tertutup rapat.. aku berlari sekuat tenaga dan berhasil melalui pintu pagar itu dan bersembunyi di balik pekarangan bunga di depan dekat pintu masuk..


Sekarang hanya tinggal menunggu waktu agar aku bisa masuk ke rumah nya..


tanpa di sadari malam pun tiba.. dan aku sedikit ketiduran di halaman mereka..


aku melihat waktu sudah menunjukan pukul 20.00 malam..


dan beberapa lampu ruang tamu sudah di matikan..


saatnya aku mendekati rumah mereka..


aku berjalan keliling dan menemukan sebuah fondasi dan atal yang rendah setinggi kanopi yang bisa aku panjat,..


setelah aku berhasil memanjat Atap kanopi itu..


jendela dari rumah itu masih aku dapati dalam keadaan terbuka..


dan segera setelah aku masuk ke dalam rumah mereka ayah mereka tiba-tiba pulang...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2