Wanita Pembunuh Berdarah Dingin

Wanita Pembunuh Berdarah Dingin
Diari Ziana


__ADS_3

terdengar suara mencoret-coret buku*


Dear Diary :


10/09/2021


Malam ini aku terbangun dengan mimpi yang sama..


teriakan Anak-anak menyebalkan itu masih menggema..


semua korban yang berjatuhan di tangan ku seakan-akan ingin menuntut balas dendam kepada ku..


Aku tidak akan takut..


Aku tidak akan pernah mundur..


Siapa pun berani berurusan dengan ku akan ku habisi.. F**k !


Sudah bertahun-tahun lama nya aku meninggalkan desa di mana tempat aku bertemu tuan dan Nyonya Smith…


pertemuan yang singkat namun sangat meninggalkan bekas di hati…


sudah kuduga seharusnya aku tidak berlama-lama di desa itu…


tapi Nyonya Smith berhasil membuat hati kosong ku terisi kembali dengan kasih saying nya yang berlimpah…


wajah terakhir itu..


tangisan terakhir itu..


masih membekas dalam ingatan ku ini.


aku berjani pada diriku bahwa aku akan kembali ke desa itu..


Ya..


aku pasti akan kembali..


saat ini aku sudah berumur 18 tahun..


Tanggal ulang tahun ku belum aku temui..


Bagaimana cara aku mengetahui umur ku yang sekarang?


aku hanya menebak…


Sangatlah tidak menyenangkan untuk tidak mengetahui asal usul dan identitas diri ku..


pertanyaan yang tidak terjawab saat memulai percakapan dengan ku, membuat orang-orang yang mencoba dekat dengan ku menjadi tidak nyaman…


Saat Panti asuhan membuka layanan adopsi..


aku tidak pernah terpilih dan selalu di kesampingkan karena alasan masa lalu ku yang tidak jelas...


Sebagai pengingat..


# aku harus terus mengingatkan diri ku untuk menyelidiki lebih lanjut masa lalu ku yang sebenarnya..


12 tahun sudah aku lalui dengan bersekolah…


pelajaran yang aku dapat semasa sekolah..


beranilah untuk menghadapi laki-laki dengan sedikit meninju hidungnya..


Acara kelulusan tahun ini sangatlah sepi..


tidak ada satu orang pun yang datang di hari kelulusan ku..


Aku hanya duduk sendirian di bangku taman sekolah..


memakai toga lengkap berawarna hitam sambil memandang mendung nya langit..


hujan pun turun dengan tiba-tiba..


tidak membawa paying..


aku berjalan pulang menyeret topi toga ku..


menahan dingin nya hembusan angin yang menerpa kulit basah ku..


Hari kelulusan terpayah dalam sejarah hidup ku..


Hidup sebagai Yatim Piatu memanglah sulit..


tapi semakin bertambah nya umur membuat ku semakin sadar akan pentingnya berperilaku Mandiri..


Semakin lama semakin terbiasa aku pun nyaman akan kesendirian ini..


Aku sangatlah teringat dengan masakan nyonya Smith yang sangat mengugah selera..


daging panggang dengan potongan labu empuk yang manis dengan kaldu daging yang di tuangkan di atasnya..

__ADS_1


membayangkanya saja sudah membuat mulut ku berair…


sebagai pengingat..


# melatih memasak dengan penuh percaya diri dan tekun


Saat ini aku masih bingung apa yang harus aku lakukan setelah lulus..


sudah saatnya aku mencari pekerjaan untuk menunjang kelangsungan hidupku..    


Pekerjaan seperti apa yang cocok dengan dengan tipe orang sperti ku..


Orang yang mudah tersulut amarah seperti ku ini bisa-bisa membuat seisi tempat ku bekerja penuh dengan kantung mayat..


sebagai pengingat..


#selalu mengutamakan pemusnahan seluruh barang bukti.


berbicara tentang barang bukti..


Pisau Perak ini masih ku simpan..


Aku tau pisau ini aku ambil dengan mencabut nyawa pemiliknya..


Tapi benda berkilau ini sangatlah membuat ku ingin terus menyimpan nya..


Entah kenapa aku tertarik dengan benda berkilau yang berwarna silver ini..


Semenjak aku tinggal di kota ini, aku belum pernah berhubungan erat dengan seorang laki-laki..


Bagi ku merasakan manis nya cinta itu seperti nya mustahil…


Maksud ku.. lelaki mana yang mau perempuan seperti ku..


Salah berkata-kata maupun saling menyinggung perasaan bisa membuat ku mengirim laki-laki itu ke Rumah sakit dengan luka yang serius..


Tuan Smith pernah berpesan kepada ku..


Temukanlah kebahagiaan..


Menikahlah..


Andai beliau ada di posisi ku.. apakah dia masih bisa menerima kenyetaan pahit ini…?


Seorang gadis pencabut nyawa yang siap menerkam korbannya tanpa belas kasihan sedang mencari cinta sejatinya..


Menuliskannya di diari seperti ini saja membuat ku mual..


Tapi sebagai pengganti orang tua kandung ku yang pernah merawat ku sejak kecil..


Yang menerima ku meskipun aku adalah pembunuh berdarah dingin..


Akan tetap aku genggam nasehat mereka berdua..


Akan selalu aku ingat setiap kenangan bahagia kita bersama..


#Teruntuk Tuan Smith dan Nyonya Smith.


Tidak..


Papah dan Mamah…


Aku saying sama kalian..


Aku Rindu #


(tetesan air mata berjatuhan di atas buku diari)


 


Dear Diary :


11/09/2021


Aku…


Melakukan nya lagi..


Mengotori tangan ku dengan darah..


Aku selalu bertanya kepada diriku..


Apa salah ku?


aku ini seperti ibarat magnet yang menarik setiap masalah agar keluar dari setiap sudut bangunan dan mengahmpiri ku seperti ini..


baru saja aku pergi untuk membeli kebutuhan makan malam ku..


saat itu jalanan memanglah sudah sepi aku memberanikan diri melewati gang sempit agar mempercepat waktu ku untuk bisa kembali ke rumah..


datanglah orang tidak tau diri itu yang muncul tiba-tiba dari belakang tempat sampah..

__ADS_1


dia menatap ku dari bawah keataas seperti lelaki mesum..


aku sudah memperingatkan dia..


aku maul lewat biarkan aku pergi..


dia menarik rok ku keatas dan menyentuh area belakang bagian bawah ku..


aku terdiam sejenak.. menaruh belanjaan ku dengan pelan..


aku ingat jelas beberapa perkataannya yang membuat  ku jijik..


“hehehe.. nona.. sebutkan harga mu” kata pria mesum tidak tau diri itu sambil mengayunkan tumpukan uang di tangannya..


Aku mendekati nya.. dia terlihat tersenyum..


Namun itu menjadi senyuman terakhir untuk nya..


Aku mengayunkan kaki ku dengan kencang kea rah ************ nya..


menendang area sensitiv nya dengan sangat kuat hingga pria gemuk itu terkapar kesakitan..


Apa aku berhenti itu saja.. tentu saja tidak..


Aku menginjal-injak leher gemuknya hingga terdengar suara remukan tulang yang menggetarkan sekujur kaki ku..


Pria gemuk itu beruntung aku tidak memaki high heels spesial ku yang sengaja aku runcingkan dan pertajam ujung nya, agar orang yang tidak tau diri seperti dia bisa mendapatkan ganjaran..


Setidak nya satu dengan high heels spesial itu aku bisa membuat satu atau dua lubang di tubuh area vital orang-orang yang berurusan dengan ku..


Setelah menumbangkan pria gemuk itu, dia tampak sudah tak sadarkan diri lagi..


Aku mendengar suara pintu yang di buka..


Dan benar adanya salah satu rekan nya keluar dan kaget melihat sahabat nya sudah terkapar di tanah..


Pria itu meneriaki ku menarik sepucuk senjata api dari belakang celana nya dan menodongkan ku dengan gemetar..


Aku hanya menatap remeh pria itu..


Mengambil uang yang ada di tangan pria gemuk mesum itu dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua..


Apakah pria gemuk itu mati?


Semoga saja..


Setelah tiba di rumah ku..


Hal yang tidak ku ketahui adalah aku diikuti oleh beberapa orang misterius..


Sampai akhirnya sepucuk surat di antarkan dan masuk oleh bibi penjaga panti Asuhan..


Sang bibi langsung mengantarkan surat itu kepada ku dan saat itu aku sedang mencoba untuk memasak makan malam  ku..


Sambil mengecilkan api kompor..


Aku membuka surat itu perlahan-lahan…


Aku menemukan sebuah potongan jari manusia di dalam amplop surat itu..


Dan isi surat nya adalah..


“mata ganti mata, gigi ganti gigi”


“anda sudah membunuh salah satu anggota mafia kami”


“sebagai ganti nyawa rekan kami yang kau bunuh itu”


“datang lah sendirian ke alamat ini, Bos kami ingin menemui mu empat mata”


“Jangan bertindak bodoh, jangan melapor ke polisi”


“jika kau tidak memenuhi panggilan ini, kami akan melacak dirimu beserta seluruh kenalan mu, bahkan hewan peliharaan mu dan akan menghabisi nyawa mereka sampai kau berharap untuk tidak di lahirkan lagi”


“jangan menganggap remeh Mafia RED BARON”


“jln.Cone st. 338”


Setelah membaca surat yang berisi ancaman itu..


Aku melanjutkan makan malam ku sambil mendengarkan music jazz lembut..


Siapa pun boss nya..


Seberapa banyak jumlah anak buah nya..


aku tidak akan lari dari takdir ku..


 


Bersambung..

__ADS_1



 


__ADS_2