Wanita Pembunuh Berdarah Dingin

Wanita Pembunuh Berdarah Dingin
Membuat Panik Seluruh Desa


__ADS_3

*Kepada Pembaca Yang Saya Hormati, Konten Di Bawah Ini Mengandung Unsur Kekerasan Terhadap Hewan Kecil.


Penulis Meminta Maaf Jika Telah Membuat Para Pembaca Menjadi Tidak Nyaman Atau Tidak Setuju Dengan Konteks Yang Mengandung Unsur Kekerasan Terhadap Hewan*


*Atas Perhatiannya Penulis Ucapkan Terima Kasih*


------------------------------‐-------------------------


mmmm...


hmm..


ha.. !!


Jam berapa ini.. !?


Masih Gelap..


Zania..!


nyonya Smith berlari menuju kamar nya ..


"T-tidak ada !" teriak panik nyonya Smith


nyonya Smith berlari menuju lantai dua menuju kamar tidur Zania.


"....... O-ohh.. Gadis kecil ku ternyata sedang tertidur pulas di kamar nya" kata nyonya Smith sambil menarik nafas lega.


"yah ampun dedek.. kenapa kamu bobok nya gak pake baju.. nanti masuk angin loh hmm" kata nyonya Smith dengan perlahan agar tidak membangunkan Ziana.


Sambil mengecup dahi Ziana nyonya Smith melapisi selimut Ziana dengan selimut tebal lainnya...


"Cepat besar ya sayang ku"......


Keesokan Pagi nya Tuan Smith pulang ke rumah dan langsung menuju ke kamar..


"Sayang.. kau tidak mau sarapan dulu?" tanya nyonya smith.


"hmm aahmm.. ahm.. aku makan nnti siang saja ya sayang.. masih ahmm.. ngantuk.." jawab Tuan Smith


"Yah.. Padahal aku baru selesai buat Kue isi selai nanas kesukaan mu.. aku simpan di kulkas ya sayang.." kata nyonya Smith sambil menutup pintu kamar agar suami nya bisa tertidur


"Ziana... udah pagi lohh bangun sayang.." kata nyonya Smith sambil menepuk paha Zania


"Hmmmmhh.. masih ngantuuuuk.. hmm Ziana masih mau bobok.." jawab Ziana Sambil menutup wajah nya dengan selimut.


"ha..? masih ngantuk..? ....nih anak padahal tidur nya cepat.. kata Nyonya Smith dalam hati


"Ya udah mamah tunggu di bawah ya.. jangan tidur kelamaan.. gak baik.." kata nyonya smith sambil menutup pintu kamar dan menuju dapur


Nyonya Smith pun duduk dan menikmati Masakan nya Sendirian di dapur..


"hmmphhh....!!! Entah itu Anak.. entah itu Ayah.. sama sajaa.. hmmmphh..." ngomel nyonya Smith sambil mengunyah makanannya..


Siang harinya Seluruh aktivitas warga tampak normal.


Sampai suatu ketika terdengar kabar yang sangat menggemparkan seluruh desa


Geri dan teman nya Fredi berhasil di temukan.


Namun kedua anak itu sudah tidak bernyawa lagi.


Kepala Desa pun melakukan rapat tertutup antara dia dan petugas keamanan desa yang dapat di percayai nya.


"Bagaimana kondisi di lapangan saat ini Pak Ketua Keamanan kampung?" tanya Pak kepala desa


"Ijinkan saya menjelaskan secara rinci berdasarkan laporan tertulis pak..


"Menurut kesaksian salah seorang Warga..


kedua mayat anak-anak itu di temukan tergeletak


di pinggiran sungai berdekatan dengan area memancing warga...


kondisi mayat sangat lah mengenaskan dengan banyaknya luka tusukan di wajah, dan salah satu anak masih tertancap sebuah batang bambu runcing yang cukup panjang..


"dan sekarang Kedua mayat itu sedang di bawa ke rumah duka.." Jelas Ketua Petugas Keamanan


Mendengar hal yang mengerikan itu Seluruh ruangan menjadi terdiam..


Para petugas yang ikut hadir dalam rapat tertutup itu saling berbisik-bisik...


"bagaimana kalau itu menimpa anak kita..


"Apa desa ini masih aman..


"jika aku menemukan pelakunya aku akan...


"Tuan-tuan..


"Mari kita tenangkan diri kita agar bisa berpikir dengan jernih...

__ADS_1


"aku ingatkan agar kita terus pertahankan kinerja profesional kita sesuai bidang kita masing-masing...


"Pekerjaan ini memanglah kecil dan sederhana..


"tapi dari sinilah kita belajar untuk mengembangkan jati diri kita..


Tiba-tiba di pertengahan rapat tertutup itu terdengar suara kegaduhan dari luar Balai Desa..


"Pak Kepala desa kami harus bagaimana???


"anak-anak kami dalam bahaya pakk !!!


"tutup pintu masuk Desa ini pak..!!


"Kami tidak mau ada korban lagi pak..!!


Pak Kepala Kampung segera bergegas keluar untuk menenangkan para warga untuk mencegah keributan lebih lanjut...


"tuan-tuan dan nyonya sekalian mohon perhatiannya sebentar.. teriak kepala kampung menggunakan pengeras suara ..


"Saya tahu dan sangat paham sekali perasaan ibu dan bapak sekalian...


"pernah saya katakan pada saat Rapat darurat kepada para kepala keluarga bahwa..


" ini adalah kejadian pertama kali yang menimpa desa kita..


" dan saya nyatakan kejadian ini menjadi salah satu yang terburuk setelah "Demam Hitam...


"oleh sebab itu saya akan menghubungi kantor pusat kota agar segera mengirimkan detektive terbaik untuk menyelidiki kasus Pembunuhan berantai yang terkutuk ini"


"Dan saya menghimbau..


"mulai dari sekarang untuk mempermudah penyelidikan..


"Semua warga yang ingin berkunjung ke kota harus melapor kepada petugas keamanan desa yang akan bertugas di setiap pos pengamanan yang berada di pintu masuk dan pintu keluar Desa..


"dan setiap warga desa yang tidak berkepentingan wajib tinggal di dalam rumah pada Pukul 18.00 tepat setelah matahari terbenam..


"dan sebentar lagi saya akan membagikan Selebaran yang berisi pengumuman yang sudah saya sampaikan tadi".


"Apakah Arahan dari saya sudah cukup jelas..?"


"Jika bisa di terima..


"Marilah kita semua kembali dengan rutinitas kita..


"Saya selaku Kepala Desa Mengucapkan Duka cita yang teramat dalam bagi keluarga yang kehilangan, semoga seluruh Pihak keluarga di beri kekuatan dan penghiburan"


Setelah mendengar Semua yang di ucapkan kepala desa, para warga desa mulai membubarkan diri..


Dan sesuai yang di ucapkan pak kepala desa selebaran pengumuman darurat pun di sebarkan ke seluruh penduduk desa yang tinggal menetap..


Kantor Pusat keamanan kota pun di hubungi dan laporan tentang kasus pembunuhan ini di kirim menggunakan mesin Faksimile atau biasa dikenal dengan faks/fax.


Mesin faks adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan dokumen dengan menggunakan suatu perangkat yang mampu beroperasi melalui jaringan telepon dengan hasil yang serupa dengan aslinya.


Seorang detektive muda pun di kirimkan ke desa untuk memulai penyelidikan.


Namun karena jarak antara desa dan kota cukuplah jauh..


Membutuhkan waktu 3 Jam agar bisa tiba di desa ini.


Sementara itu di rumah kediaman Tuan Smith..


"sayang... kemari lah.. temani aku makan" teriak manja tuan smith


"tidak mauuu.." balas nyonya Smith


"haa..?? kenapa tidak mau sayangkuu?" tanya Tuan smith dengan heran


"heh.. tadi kamu biarin aku makan sendiri pagi-pagi.. hmmph.. sekarang makan sendiri sanahh." jawab nyonya Smith sambil berpaling meninggalkan tuan smith di ruang makan.


"ooohh... sayang iih.. kan Aku capek.. baru pulang Jaga malam.. ayo dong sini.." kata tuan smith sambil memanggil manja istrinya.


"Tidak maooo!!" teriak nyonya Smith membalas


"sayang-sayang.. tuh lihat Ziana juga lagi makan sayang.. makan nya banyak looh ayo sini temani Ziana maem" goda tuan smith


"Ziana jugaa samaa.. kalian berdua tidak mau temanin aku sarapan pagii.. hmmphh menyebalkann.." jawab nyonya smith dengan gemas


"psst... hei nona kecil.. kamu juga tadi pagi tidak ikut sarapan.?" tanya tuan smith dengan berbisik-bisik


Ziana hanya menjawab dengan mengangguk-angguk...


"Yess... ayo toss" ajak tuan smith


*plak*


"apaa ituu.. kalian berdua tos-tossan hah??" teriak nyonya smith dengan curiga


"aaaa.. emm.. tidaakk tidakk.. anuu.. emm ada lalatt.. ia kan Ziana? ada lalatt.. uhuk.." jawab tuan Smith dengan takut

__ADS_1


"psst..hei.. nona kecil.. mamah menakutkan yah kalau lagi ngamuk" bisik tuan smith dengan pelan


Ziana membalas dengan ketawa manja sambil menutup sedikit mulut nya.


"Ziana ketawa nya manis banget.." kata Tuan Smith terheran.


*brukk..


*sreet...


suara piring yang di taruh dengan kasar di atas meja bersmaan dengan suara kursi yang di tarik..


Ziana dan tuan smith pun kaget dan tertunduk ketakutan..


"hmmphh.. dasar anak dan ayahh.. kalian berdua janjian yaa.. huuh.. ya udah ayo makan sama-sama..


sekali-lagi kalian berdua begini, aku jewer telinga kalian berduaa..!! hmmp" kata nyonya Smith sambil menyendok makanan ke mulut


dan akhirnya mereka pun duduk dan makan bersama-sama..


Di balai desa Pak Kepala Kampung sedang menunggu kedatangan seorang Detektiv muda yang akan membantu penyelidikan pembunuhan berantai.


Dan Setelah menunggu sekian lamanya mobil yang mengantarkan Detektiv muda itu akhirnya sampai di desa.


"ahh Tuan Detektiv selamat datang..


"Buatlah dirimu nyaman ...


"Setelah perjalanan panjang bagaimana kalau secangkir kopi?" tawar pak kepala desa


"terima kasih pak kepala desa maaf sudah merepotkan..


"sambil kita berbincang-bincang dan meminum kopi..


"aku minta tolong sediakan data kependudukan warga desa ini..


"peta lokasi..


"Kronologi pembunuhan beserta lokasi TKP para korban" Jawab Detektif dengan serius


Satu jam setelah setelah kedatangan Detektiv muda itu tanpa menunggu keesokan hari nya detektiv itu segera menuju lokasi TKP korban yang pertama untuk menjalankan penyelidikan.


Hal yang tidak terduga pun terjadi..


di rumah tuan Goldi beberapa ekor tikus datang untuk menyantap kue keju yang berada di atas meja makan tidak jauh dari mayat tuan Goldi yang tampak terduduk terbengkalai di atas kursi..


beberapa tikus itu berlarian di kesana kemari sehingga tubuh mereka berlumuran alkohol dan bercampur darah yang masih segar yang menyelimuti lantai dapur tuan Goldi..


Setelah kue keju itu habis tikus tikus itu mulai berlarian kesana kemari untuk menggigit dan mengunyah apa pun yang lunak yang di temukannya..


beberapa di antara mereka menggerogoti kaki mayat tuan Goldi..


hingga akhirnya seekor tikus menggigit kabel listrik rumah tuan goldi..


menyebabkan percikan api kecil yang kemudian membakar tubuh tikus itu dengan mudah karena adanya alkohol bercampur darah yang menempel di tubuh tikus malang itu.


Tikus yang masih terbakar hidup-hidup itu panik dan berlarian kesana-kemari sehingga alkohol yang tumpah di lantai menjadi tersulut dengan api yang ada di tubuh tikus itu..


dan lantai dapur tuan goldi menyala dengan api menyebar menuju tubuh nya dan membakar mayat tuan goldi beserta tikus lain..


Tikus-tikus yang terbakar itu berlarian ke sudut-sudut rumah..


menyebarkan api dan membakar beberapa perabotan kayu..


Api yang membakar ruang dapur tempat mayat goldi berada menimbulkan lapuk pada lantai dapur tuan Goldi yang ternyata terbuat dari kayu..


dan membuat lantai tersebut ambruk dan roboh dan membuat mayat tuan goldi jatuh di area basment atau ruang bawah tanah buatan nya yang merupakan tempat penyulingan alkohol..


dengan tubuh tuan goldi yang masih terbakar..


membuat ruang bawah tanah tuan goldi tersulut api..


api yang menyebar menyusup masuk kedalam botol penyulingan alkohol..


dan timbulah ledakan api yang kemudian membakar rumah tuan goldi dari bawah keatas..


apinya menyebar dengan cepat karena alkohol yang di simpan tuan goldi ada di setiap sudut ruangan..


suara ledakan yang cukup kuat dan kencang mengundang rasa penasaran warga desa untuk keluar dan menengok apa yang sebenarnya terjadi..


kejadian tersebut tepat pada pukul 8 malam


api yang membakar rumah tuan goldi menjadi besar dan berwarna merah menyalah di tengah-tengah gelap malam...


Beruntung nya Rumah tuan goldi terpisah dengan tetangga dan jarak antar rumah cukuplah jauh satu dengan lainnya sehingga api membakar rumah tuan goldi tidak menyebar ke rumah lainnya.


Beberapa tetangga dan warga yang tinggal berdekatan dengan tuan Goldi berhamburan keluar setelah mendengar suara letusan dan nyala api yang memerah memancarkan sinarnya di malam hari


Kejadian yang tak lazim ini pun membuat panik seluruh warga desa..


Menimbulkan banyak pertanyaan tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi di Desa kecil ini..

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2