Wanita Pembunuh Berdarah Dingin

Wanita Pembunuh Berdarah Dingin
Selamat Tinggal Ayah dan Ibu Part 1


__ADS_3

*suara jepretan foto*


*klik*


*klik*


"hmm.. menarik.. sangat menarik.." kata Detektiv sambil mengelus dagunya


"Pak ketua Keamanan desa, aku ingin anda perintahkanlah anak buah anda untuk berjaga-jaga di sini jangan biarkan


siapa pun masuk agar tidak mengacaukan area TKP" kata Detektiv


"dia pikir siapa dia memerintah seenaknya"


"Berparas muda seperti ini, apakah dia mampu memecahkan kasus ini.."


"akan kulaksanakan" kata Ketua Keamanan desa dengan terpaksa.


Para petugas keamanan desa pun di tempatkan di depan halaman rumah tuan Goldi.


kondisi rumah tuan Goldi yang sudah terbakar habis meninggalkan puing-puing yang berserakan.


Namun Mayat tuan goldi belum bisa di evakuasi untuk disemayamkan karena kondisi tubuh nya yang masih panas dan dapat hancur jika di angkat.


sehingga mayat tuan Goldi hanya di tutup kain putih di atas nya.


"Identifikasi korban.." perintah Detektiv


"baik pak.."


"korban adalah Goldi Spill umur 42 tahun bekerja sebagai pembuat alkohol dan distributor Minuman Keras antar desa dan kota..


"Sudah menikah dan memiliki kedua anak laki-laki..


"Kedua nya bekerja di kota Salah satu pekerjaan Anak nya adalah koki di restoran bintang 5 dan yang satu nya lagi adalah bekas kriminal yang bekerja di sebagai pengawal salah satu mafia"


"Tentang kedua anaknya, apakah mereka pernah berkunjung ke desa?" tanya detektif


"Sudah bertahun-tahun sejak tuan goldi pindah ke sini keluarga nya tidak ada satu pun yang datang untuk menemui nya...


"pernah sekali namun kejadiannya adalah 2 tahun lalu..


"istri nya hanya datang untuk menggugat cerai..


"dan setelah itu tidak ada lagi yang datang mengunjungi nya sampai sekarang..


"lalu... bagaimana dengan anak Pak Goldi yang bekerja sebagai bawahan Mafia?" sambung detektiv


"dia dan ayah nya masih saling berhubungan namun hanya sebatas bisnis, Alkohol yang di buat tuan Goldi adalah salah satu yang berkualitas dan di gemari bos mafia itu sehingga Bisnis tuan goldi menjadi cukup sukses" tutur petugas keamanan


"Deduksi sementara ku adalah...


"pertama-tama rumah tuan Goldi..


"sangat mudah terbakar karena tempat penyimpanan alkoholnya yang tidak beraturan..


"kedua penyebab kebakarannya adalah arus pendek listrik..


"dan menurut saksi dari dua orang petugas yang mengantarkan tuan Goldi tepat sebelum rumah nya kebakaran adalah tuan Goldi masih dalam keadaan mabuk...


"alkohol yang di minumnya jatuh dan menyelimuti lantai..


"Dan...."


"Tuan Goldi meninggal karena tidak sadarkan diri dan tidak tau kalau rumah nya terbakar..? potong Ketua petugas kemanan..


"tidak.. jika di lihat sekilas kejadian yang tersembunyi ini tidak akan terungkap.." tegas detektiv


"namun.. jika di perhatikan dengan seksama dari mayat tuan goldi..


kata detektiv sambil menurunkan kain putih yang menutup mayat tuan goldi..


"pada leher nya terdapat goresan benda tajam dan luka di leher nya cukuplah terbuka, sehingga beberapa daging di bagian leher tuan goldi matang dengan sempurna di tandai dengan warna pink dan coklat seperti daging steak yang sudah di potong" Kata detektiv


"h-hebat.. dia bisa berpikir sejauh itu"


"tapi jika demikian.. apakah kecurigaan mu itu menjadikan tersangka kedua anak buah ku yang mengantarkan tuan Goldi pada malam itu?


"Tidak... aku tidak berpikir seperti itu.


"jika pembunuh nya salah satu anggota mu, aku sudah berhasil menemukan pelaku sejak pertama kali aku menggeledah kantor kalian pagi tadi..


"cih.. detektiv sombong.."


"kau lihat pintu depan yang masih utuh itu..


"kunci nya dalam keadaan terbuka ..


"itu bukanlah hanya sekedar kelalaian menurut ku sang Pembunuh bisa saja sudah berada di dalam rumah..


"Menunggu pak goldi pulang..


"dan menghabisi nya..


"ketika pak Goldi masih di bawah pengaruh minuman keras...


"Pertanyaan nya adalah.. di mana.. Pisau itu"


kata detektiv dengan penasaran


"Pisau..? pak?" tanya ketua keamanan desa


"Ukuran sayatan di leher mayat tuan Goldi sangatlah sempit dan kecil..

__ADS_1


"Pisau yang di gunakan adalah pisau untuk memotong Kue..


"Kita harus bergegas menemukan pisau itu..


"Pisau itu adalah kunci dari semua pembunuhan berantai di desa ini.." tegas Detektiv


Siang hari nya di kediaman Tuan Smith...


"huupp haaahh.. saat nya mencuci" kata nonya Smith sambil menarik nafas dalam dan menghembuskannya.


"duuh banyak sekali baju kalian berdua..


"oh suami ku kenapa kau menumpuknya di keranjang seperti ini astaga..


"mari kita lihat seberapa banyak baju anak gadis itu ..


"mudah-mudahan tidak di tumpuk seperti ayahnya.." kata nyonya Smith dalam hati


Ketika mengeluarkan isi lemari pakaian Zaiana


nyonya Smith kaget ketakutan melihat selembar baju yang kotor dan penuh dengan noda bekas darah yang sudah mencoklat membungkus sebuah Pisau perak.


"S-sayang... b-bisa kesini sebentar suami ku"


teriak nyonya smith dengan gugup


"ia sayang sebentar.. aku dan ziana lagi melukis"


balas tuan Smith


"o-oh ia sayang.. k-kesinilah sebentar.. a-ada sesuatu yang ingin ku tunjukan" jawab nyonya smith terbata-bata


tuan smith yang penasaran berjalan menuju kamar ziana dan melihat istri nya tampak terduduk pucat memegang baju ziana yang penuh dengan bercak darah dengan pisau perak yang tergeletak di lantai..


"Sayang kau tidak apa-apa?" tanya tuan smith dengan perlahan


"A-apakah anak kita yang melakukan semua ini?" kata nyonya Smith dengan heran


"Bisa saja orang lain sayang mustahil dia melakukan semua ini sendirian" jawab tuan smith untuk menenangkan istri nya.


"bagaimana kalau kita menanyakan nya secara langsung dengan baik-baik" ajak tuan smith


kemudian mereka turun ke ruang tamu dan tampaklah Ziana sedang serius mengukir buku gambarnya sambil tiduran di lantai..


"oh dia lucu sekali.."


"Ziana sayang.. bisa berhenti sebentar mamah dan papah mau tanya nih.. boleh sayang?" kata nyonya Smith dengan membujuk manja


Ziana yang polos mengangguk dan merubah posisi nya menjadi duduk dengan rapi..


"psst.. sayang.. kau yang melanjutkan" kata nyonya Smith sambil menyikut suami nya


"uhuk.. emm... eeh.. bagaimana ya..


"hei nona kecil.. apakah nona kecil mau berjanji satu hal sama ayah?


"Papah mau tanya-tanya nih sayang..


"kalau papa selesai bertanya Ziana jawab dengan jujur ya sayang?"


Ziana menjawab dengan mengangguk..


"Sayang ingat teman nya sayang yang gemuk itu?"


ingat gak?"


Ziana spontan menjawab ..


"udah mati papah.."


kedua suami istri tertegun


"darimana dia tau kalau temannya sudah meninggal?"


"Ziana.. dedek sayang.. kenal sama temen-temen cowok yang pernah kita berjumpa di pasar gak?"


sambung nyonya Smith


"emmm iah mamah.. sudah mati" jawab spontan Ziana dengan tatapan kosong


kedua suami istri itu mulai panik dan gelisah..


"Ziana.. papa nemu sesuatu loh di lemari..


"Ini baju siapa Ziana?? kok kotor? tanya tuan Smith dengan perlahan


"hooo.. papa nemu Baju Ziana.. yeey" Jawab Ziana sambil menepuk tangan


Kedua suami Istri terdiam sejenak..


"S-sayang kita harus bagaimana..." tanya nyonya smith dengan gemetar


"Ziana sayang.. A-apakah Ziana yang m-membunuh mereka sayang?" tanya Nyonya Smith dengan gemetar


Ziana menjawab dengan mengangguk dan tatapan kosong..


"Aku... masih tetap belum percaya sayang.. dia masih terlalu kecil.. bisa saja dia kebingungan.." kata tuan smith sambil menggosok dagu.


Tatap Ziana dengan heran sambil memiringkan kepala..


"baik kita maupun Ziana..berada dalam bahaya yang besar..


"pak kepala desa telah menyewa Detektiv dari luar kota untuk mengusut masalah ini..

__ADS_1


"Jika kedapatan maka kita semua akan di hukum mati karena telah membunuh maupun melindungi tersangka..


"orang miskin seperti kita tidak akan mampu membayar pengacara untuk meringankan tuduhan ..


"Aku harus membawa Ziana keluar dari desa..


"aku tau satu tempat yang aman, yang dapat menjamin makan dan minumnya..


"Aku terpaksa harus mengantarkan ya ke panti Asuhan kota tempat kenalan ku bekerja..


Kata tuan Smith sambil tertunduk dan mengusap mata


"oh tuhan kenapa ini terjadi" kata nyonya smith sambil meneteskan air mata


"mamah dan papa kenapa menangis?" tanya heran Ziana


"sayang... maafkan mamah yah.. Sampai di sini Pertemuan kita ya sayang.. Mamah bersyukur sekali Ziana sudah datang dalam kehidupan mamah.. meskipun mamah mu ini bukan mamah kandung Ziana.. Terima kasih ya sayang" Kata nyonya smith sambil memeluk Ziana dan meneteskan air mata


"kumpulkan semua bekal dan apapun yang menjadi keperluan Ziana, semua berkas dan dokumen-dokumen penting yang akan menunjang nya kehidupan nya di kota... termasuk baju berdarah dan pisau perak ini..


"aku tidak akan membiarkan anak kecil ini masuk penjara meskipun dia sudah membunuh sekalipun" kata Tuan Smith dengan tegas.


"Aku pergi akan menyiapkan perahu bermotor ku..


"Kita akan menelusuri sungai..


"Dan sayang.. aku ingin kamu tinggal di rumah..


"bilamana Detektiv itu datang ke sini buatlah penyangkalan tentang aku dan Ziana..


"katakanlah bahwa pernah ada anak kecil yang menumpang, namun sudah lama pergi beberapa minggu lalu..


"Jika mereka menanyakan keberadaan ku katakanlah aku sedang berburu di kaki gunung..


"Sayang tatap lah mata ku.. kuatkanlah dirimu.. demi aku.. dan juga Ziana" kata tuan smith sambil mencium mesra nyonya Smith


Kedua Suami istri pun bersiap-siap untuk membawa kabur Ziana keluar dari Desa..


Sekembalinya tuan Smith dari hutan


Hidangan makanan mewah pun sudah di siapkan istrinya...


"ini adalah makan malam terakhir kita bersama-sama dengan Ziana..


"waktu berjalan sangatlah cepat" kata tuan smith sambil menyendok makanan ke mulut


nyonya smith makan sedih hati..


"sayang.. dedek.. malam ini bobok cepat yah.. besok pagi-pagi sekali sudah harus bangun..


ayah mau anterin dedek ke Kota besok pagi.." kata nyonya Smith sambil mengusap kepala Ziana


"mamah.. Ziana dah selesai.." kata Ziana


"hiks.. anak pintar.. gosok gigi terus bobok ya sayang" kata nyonya smith sambil mengusap air mata


Ziana pun bergegas dan pergi ke kamar tidur nya..


sementara itu kedua pasangan suami istri itu masih tidak menyangka akan kejadian yang menimpa mereka..


Tangisan Nyonya Smith yang cukup kuat terdengar di seluruh ruangan..


hingga akhirnya semua menjadi hening dan sepi..


seluruh nya tidur dengan nyenyak..


hari pun berganti..


pada waktu subuh dengan udara dingin yang menusuk terbangunlah nyonya Smith..


dan ia pun bergegas menuju kamar Ziana yang berada di lantai dua rumah untuk membangunkan Ziana..


"bangun sayang.. sudah pagi ayok"


"hhmmmmmhh"... jawab Ziana memelas


"ayok mandi.. airnya hangat kok" kata nyonya smith


setelah mandi dan sarapan terakhir Ziana dan tuan Smith bersiap-siap untuk pergi...


"sini sayang peluk mamah mu..


"Tumbuhlah menjadi gadis yang kuat..


"temukanlah Pria yang baik..


"Menikahlah..


"dan hiduplah.. temukanlah kebahagiaan mu"


kata nyonya smith sambil memeluk dengan erat dan mencium pipi Ziana..


"sayang aku dan Ziana pergi dulu yah, ingatlah pesan-pesan ku.. aku akan segera kembali" kata tuan smith dan mengecup bibir nyonya smith dengan mesra.


"ayok nona kecil kita berangkat" kata tuan Smith sambil menggenggam tangan Ziana


mereka berdua pun berjalan menjauhi rumah..


Ziana menoleh ke belakang untuk melihat Nyonya Smith..


dan kemudian melambaikan tangan..


Nona Smith yang melihat Ziana berjalan menjauh menangis dengan tersedu-sedu..

__ADS_1


Ziana gadis kecil yang sempat menghiasi kehidupan nyonya Smith akhirnya pergi...


Bersambung


__ADS_2