
Dear diary :
12/09/2021
Hari ini aku akan pergi memenuhi panggilan berbahaya itu..
Entah apa yang akan terjadi padaku aku tidak akan takut..
Jadi aku mempersiapkan diri ku dengan hanya membawa pisau perak yang aku sisipkan di belakang pinggang ku jika terjadi sesuatu aku akan menggunakan pisau perak ku itu..
Setidaknya benda itu bisa aku jadikan jimat keberuntungan untuk sementara waktu..
Menurut alamat yang di berikan yang di tuliskan di atas sepucuk surat yang sebagian besar berisi ancaman itu aku di arahkan ke sebuah kompleks bangunan tua yang sudah tidak berpenghuni..
Bangunan tersebut terdiri dari beberapa apartemen kosong dan toko-toko bekas yang sudah usang..
Pada waktu itu aku sengaja pergi kesana pada saat siang hari..
Cuaca yang cukup cerah membuat ku merasa cukup aman..
Namun ketika aku berjalan di sepanjang terotoar, aku merasa seperti ada banyak sekali pandangan mata yang menatap ku dari dalam bangunan kosong yang aku lewati..
Dan benar saja firasat ku ini.. ujung laras dari sebuah senapan panjang tampak mencolok dari salah satu bangunan yang cukup tinggi..
10 orang…
Tidak..
50 orang..
Sepertinya lebih..
Aku merasakan gerak gerik mereka di dalam ruangan bangunan-bangunan yang kosong itu..
Beberapa langkah mereka terdengar cukup jelas..
Kenapa langkah nya terdengar cukup berat.. sepertinya aku di kepung dengan orang-orang gemuk..
Aku masih heran dan tidak paham.. tipe mafia seperti apa yang bekerja menggunakan parfum?
Ughh.. bau parfum bercampur keringat nya sangat menyengat..
Dia bisa mati di bunuh ku dengan mudah hanya dengan mengikuti aroma bau parfum busuk nya itu..
Setelah ku pikir-pikir kembali tempat macam apa yang dibiarkan sepi dan meninggalkan bangunan yang kosong seperti ini..
Di kota besar dan cukup maju seperti ini ternyata masih saja tersimpan tempat kumuh..
Aku yakin kota-kota lainnya memiliki rahasia mereka sendiri…
Dan sekarang mari kita lihat siapa kah yang bersembunyi di balik tumpukan bangunan bekas ini..
Setelah beberapa blok berjalan kaki, aku berhenti sejenak…
Tampak di hadapan ku dua orang memegang senjata laras panjang..
Paras mereka cukup menakutkan, salah satu dari mata mereka memiliki bekas luka seperti sayatan benda tajam yang membuat mata sebelah mereka tertutup dan memiliki bekas luka seperti garis lurus yang membelah dari alis hingga di bawah mata..
Salah satu dari mereka mengisyaratkan untuk maju kedepan..
Tanpa ragu aku melangkahkan kaki ke depan dan berjalan menghampiri mereka..
“Apa yang membuat gadis manis seperti mu datang ke tempat berbahaya seperti ini ?” Tanya penjaga itu dengan menatap ku dengan remeh.
Aku menjawab dengan memberikan mereka sepucuk surat yang di kirimkan bersama dengan sepotong jari yang ada di dalam kantung surat itu..
“hoo.. jadi kau yang membunuh Bradi.. harus ku akui kemampuan mu menaklukan salah satu staff penting Boss kami bukanlah sesuatu yang harus di remehkan..
“Para lelaki Zaman sekarang adalah pengecut, jarang sekali bahkan hampir tidak pernah ku temukan satu ekor pun yang berani datang ke tempat ini untuk memenuhi panggilan Boss setelah bermasalah dengan dia…
“Beberapa dari mereka bersembunyi di belakang polisi, ada yang pindah kota dan beberapa bergabung dengan Mafia sebelah agar mendapat perlindungan…
“tetapi.. Dengan kedatangan mu ke tempat ini dengan penuh keberanian membuat ku cukup kagum dan setelah mengetahui bahwa kau adalah wanita yang berhasil menaklukan staff penting kami aku semakin memandang rendah setiap lelaki yang ada di kota ini…
“berani berbuat berani bertanggung jawab..
“Kau.. Gadis Muda.. Siapa nama mu? Tanya penjaga itu dengan tegas
“Ziana.. jawab ku dengan datar
“Ziana ya… kau baru saja mendapat “Respect” dari ku.. aku akan mengingat nama mu..
“lewat sini nona..
“tahan sebentar kawan” kata salah satu penjaga
“kita harus memastikan dia tidak membawa senjata hehehe..” kata rekan penjaga itu dengan tatapan mesum
“rentangkan tangan dan kaki mu…
Aku melakukan seperti yang dia perintahkan dan.. rekan penjaga yang tidak sopan itu meremas bokong ku dan...
“oops salah pegang heheh..”
*buk
*buk
*plak….
“hwaakk !!!”
“H-hei !!.. a-ku bukan musuh mu kenapa kau memukul ku bro..?” Tanya heran penjaga mesum itu
“Boss tidak menyuruh kita untuk menyentuh nona ini..
“Apa kau tidak takut jika Boss mengetahui kalau kau sudah menyentuh dia sebelum ada perintah? Kau tidak mau di anggap pembangkang kan.. bro?
__ADS_1
“Cih.. terserah..” jawab penjaga mesum itu
Dan.. sebuah kedipan mata di layangkan kepada ku, kedua penjaga itu membuat ku jijik..
Mereka berdua pun mengawal ku untuk masuk ke dalam salah satu bangunan tua, di dalam nya masih cukuplah kokoh dan terlihat kuat.. mereka mengawal ku dan mengantar ku menuju sebuah lift..
Lift itu membawa kami menuju ke lantai paling bawah bangunan itu,..
Sesampai nya di lantai yang paling bawah kami pun keluar dan tampak lah banyak anggota mafia yang sedang latihan..
Beberapa dari mereka terlihat sedang menikmati minuman keras, meninju-ninju samsak, dan bergulat..
Tidak sedikit juga aku melihat mafia wanita di sini..
Mereka berdiri dengan angkuh dan menatap ku dari atas kebawah sambil menghisap rokok ketika aku berjalan melalui mereka..
Aku mendengar sedikit bisik-bisik dari mereka.. dan membuat marah ku semakin menjadi-jadi..
Setelah beberapa saat berjalan melalui koridor sampai lah kami di suatu ruangan bekas diskotik dan bar…
Sebelum aku masuk tubuh ku di periksa menggunakan “metal detector”..
Dan sekali lagi tubuh ku ingin di sentuh oleh penjaga pintu masuk namun di hentikan oleh pengawal pribadi ku..
Kata “respect” nya bukanlah bualan semata.. sepertinya hanya dia saja yang memiliki martabat di sini..
“hei botak..
“Siapa nama mu?” Tanya ku dengan sedikit mengejek
“hmm.. botak? Kata mu? Ini potongan cepak..
“dah lah.. nama ku adalah Jack
“okeh.. om jack” jawab ku dengan spontan
“oeh aku blm menikah.. dan aku belum setua itu..” jawab Om Jack
“sudahi percakapannya kita sudah sampai di tempat Boss bekerja”
Tampak ruangan itu penuh dengan preman dan tukang pukul yang bermain kartu dan mabuk..
Om jack menekan sebuah bell..
Dan seseorang berbadan besar pun keluar..
Dengan badan yang tinggi dan berisi, perut yang sedikit buncit, telapak tangan yang cukup lebar.. tato di sepanjang leher hingga pipi.. cincin permata di setiap celah jari nya.. dan sepuntung rokok berukuran besar yang di apit bibir nya.. dan kalung rantai emas di lehernya.. dan dengan alisnya yang cukup tebal dengan rambut tipis sedikit botak di bagian tengah sebagai tanda-tanda penuaan..
Dia lah sang boss mafia..
Pemimpin kelompok mafia Red Baron..
“duduklah..” kata boss mafia itu
Aku menarik kursi yang ada di dekat ku dan duduk dengan tegap..
Boss mafia itu menatap kedua mata ku sambil mengertkan dahi nya.. dia tampak memikirkan sesuatu..
“gadis muda yang elok rupawan seperti mu.. berhasil mencabut nyawa anggota eksekutifku..?” tanya heran boss mafia itu sambil mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja
“benar..” jawab ku dengan tak gentar
“di sisi lain lubuk hati ku yang gelap dan penuh dosa ini, aku ingin sekali merobek-robek daging muda mu itu memotong-motong tubuh mu dan memberi makan ikan piranha ku..
“tapi di sisi lain yang berisi logika dan akal sehat seorang pemimpin.. kau.. bisa saja berguna bagi ku di masa yang akan datang..
“Kau berhasil datang ke tempat ini.. sendirian.. tanpa di temani polisi..
“dan setelah melihat ku dan tempat ini dan isi nya pertanyaan ku adalah apa kau takut?” Tanya pemimpin mafia itu sambil bersandar di meja memajukan kepala dan badanya dan menatap ku
“tidak.. aku bisa saja membunuh mu sekarang memakai tangan kosong, dan aku tidak peduli dengan anak buah mu yang menghujani ku dengan tembakan.. setidak nya aku sudah mencabut nyawa mu duluan dan kita mati bersama-sama..
” jadi cepat katakanlah apa mau mu om gendut” kata ku sambil menatap tajam mata boss mafia itu
“Wwaahahahah…’ boss mafia itu ketawa dengan terbahak-bahak
Tiba-tiba salah satu anak buah nya berlari ke arah ku dan berteriak…
“dasar gadis tidak tahu diri… Rasakan inii !!... teriak salah satu preman itu sambil mengayunkan tongkat baseball kea rah kepala ku..
*cklik* suara kokang senjata*
“hentikan..”
“selangkah lagi mengenai nya dan aku akan membocorkan kepala ku dengan pistol ini..” teriak boss mafia itu dengan geram
“t-tapi B-boss.. gadis kurang ajar ini sudah m-menghina mu..” kata salah satu preman itu dengan gemetaran
“yang menghina ku adalah kau dasar anak kurang ajar dan tidak tau sopan santun..
“aku sedang berkomunikasi dengan tamu kita dan kau hendak berbuat onar sesuka mu,..
“kita memanglah penjahat tapi yang membedakan kita dengan hewan adalah etika..
“Tuan jack.. bawa anak kurang ajar ini ke ruangan “pencabutan” dan ajari dia tata karma..
Perintah boss mafia.
“T-tunggu dulu.. B-boss.. A-aku hanya …”
“diam ! kesini kau cepat..” kata jack sambil menarik preman itu menuju ruangan ‘pencabut”
__ADS_1
“gadis sialan !! kau akan ku balass” teriak preman itu dari kejauhan
“maaf atas kelancangan anak buah ku..
“sampai di mana tadi kita..
“ahh benar..
“aku belum memperkenalkan nama ku..
“nama ku adalah T-Rex”
“sekarang perkenalkan lah nama mu”
“kau bisa memanggilku Ziana.. itu adalah nama asli ku” jawab ku dengan datar
Sambil mengangguk-angguk boss mafia itu berkata..
“jadi begini.. Ziana.. aku tidak akan berbasa basi lagi..
“Mau tidak mau.. suka tidak suka kau akan bekerja kepada ku dan tunduk atas semua aturan yang berlaku dan menjadi bagian dari Mafia Red baron..
Ketika mendengar perkataan boss mereka seluruh ruangan menjadi hening dan segala aktifitas terhenti dan semua anak buah nya menatap ku..
“peraturan utama dalam mafia kami adalah jika salah satu anggota Mafia berpangkat tinggi di kalahkan dalam pertarungan satu lawan satu maka orang yang menang akan mendapatkan jabatan nya..
“sedangkan dalam kasus mu.. kau adalah orang luar.. dan tentu saja aku tidak akan memberikan jabatan apapun kepada mu.. tapi jika kinerja mu bagus dan membuktikan kesetiaan mu kepada kami.. maka kau akan menduduki posisi tuan Bradi dalam waktu dekat ini..
“jika kau menerima tawaran ku, aku akan memberikan mu misi yang pertama..
“jika kau berhasil, kau akan mendapat gaji pertama mu sebesar 10 juta Rupiah, mendapatkan nama baru sebagai samaran.. dan mendapat akses apartemen dengan fasilitas mewah dengan menggunakan cap cincin ku dan berhak mendapatkan perlindungan nyawa di bawah pengawasan ku..
“….dan Jika aku menolak..?” kata ku dengan memotong penjelasan Boss mafia itu
“sudah kuduga kau akan berkata seperti itu..
“dan scenario yang terjadi adalah..
“kau akan menjadi musuh kami.. di mana pun kau pergi.. tempat mu berbelanja.. tempat makan favorit mu..bahkan tempat tinggal mu akan kami terror habis-habisan sampai kau berharap ingin meninggalkan kota ini..
“kami tidak akan membunuh mu tapi akan menyiksa mu di setiap detik dalam kehidupan mu..
“ini adalah kota ku.. kau tidak akan bisa kemana-mana..
“tawaran ku hanya bersifat satu kali..
“ dan untuk membuat mu yakin agar tidak salah membuat keputusan..
“dengarkanlah ini baik-baik..
“identitas Asli mu, keluarga dan orang tua kandung mu dan semua yang berkaitan dengan mu sudah berhasil aku kantongi..
”jadi bagaimana? Sudah adakah gambaran dalam otak mu itu? kata boss mafia itu sambil tersenyum menyindir.
“…..” setelah mendengar penjelasan nya aku pun terdiam dan terpaku seperti mayat
“kenapa kau terdiam pucat seperti itu?" Tanya boss mafia dengan senyum jahat nya
“sebutkan misi mu…” kata ku sambil mengepalkan tangan dan menggeram..
“ahh gadis pintar.. percayalah setelah menjadi bagian dari kami kau tidak akan menyesal..
“win to win situation, atau artinya kedua pihak saling menguntungkan itulah bisnis yang aku ajarkan kepada anak buah ku.” Jelas Boss T-Rex sambil menghisap rokoknya
“dengan satu syarat om T-Rex Boss” kata ku sambil menunduk
“sebutkan lah” jawab boss T-Rex dengan percaya diri
“Kembalikan lah identitas asli ku dan keluarga ku dan orang tua kandung ku” kata ku sambil menatap dengan memohon
“kau akan mendapatkannya setelah menunjukan kesetiaan mu” jawab boss T-Rex dengan tegas
“dan sekarang Misi pertama mu adalah…
“bawa kepada ku hidup-hidup anak perempuan, putri dari kejaksaan kota” perintah boss T-Rex
Tanpa berkata-kata aku beranjak dari kursi ku dan pergi meninggalkan ruangan beraroma tembakau dan alkohol itu..
…Pekerjaan kotor bagi seseorang yang terlanjur berlumuran lumpur...
Bersambung.
--------------------------------------------------------
*Foot note :
Artt by : @Guweiz
Source : Instagram
__ADS_1