Wanita Pembunuh Berdarah Dingin

Wanita Pembunuh Berdarah Dingin
Mafia, Perang dan Pernikahan


__ADS_3

Saat ini aku bersama dengan Ziana, dalam sebuah usaha untuk melarikan diri dari markas besar mafia Black jacket..


Gerhana bulan yang cukup singkat membuat kami berdua harus sesegera mungkin berpindah lokasi..


seorang pengawas yang berada tepat diatas kami mengintai kian kemari dengan teliti..


tujuan kami adalah menelusuri parit yang cukup dalam ini agar bisa kabur melalui Garasi yang berada di sebelah timur kompleks Markas besar mafia Black jacket.


kompleks ini sangatlah luas dan memiliki beberapa bangunan penting, seperti gudang persenjataan, suplai, Apartemen, penyimpanan wine, taman bunga, bahkan gereja kecil yang ada berada tepat di tengah komplek itu..


Aku bersama Ziana sedang mengendap-endap mengitari kompleks itu dengan hati-hati kami melewati beberapa penjaga yang berpatroli, beruntung nya para penjaga itu seperti nya sedang mabuk, rupanya para mafia Black jacket baru saja berpesta atas sesuatu yang belum kami berdua ketahui..


apapun itu bisa dibilang dewi keberuntungan sedang memihak kepada kita..


dua hari yang lalu tepat sesudah aku di tangkap dan di sekap di ruang penyimpanan wine, aku diinterogasi habis-habisan oleh seorang algojo raksasa, mereka selalu menanyakan keberadaan Ziana, Ziana yang sudah meninggalkan ku terlebih dahulu tentu saja membuat ku tidak bisa mengetahui kemana ia pergi, tetapi para mafia ini beranggapan bahwa aku berbohong kepada mereka..


Tetapi mereka bersikeras untuk menyelidiki setiap sudut ruangan apartemen ku..


dan tentu saja mereka tidak akan menemukan apa-apa disana..


kecuali..


Diari Ziana yang sudah aku amankan yang sudah aku simpan di dalam lemari es..


Otak kecil mereka tidak akan tau kalau ada sebuah buku yang terbungkus rapih di dalam lemari es..


Ada sebuah lemabar diari ziana yang aku ingat..


yang selalu aku baca berulang-ulang..


Isi diari Ziana yang terngiang-ngiang di dalam pikiran ku...


"Diari ku, catatan harian ku, dan segala pengalaman ku, sebagai pengingat dan sebagai penuntun dikala aku bingung dan bimbang dalam mengambil keputusan.


Sudah banyak hal yang terjadi sejak aku memutuskan untuk bergabung menjadi anggota Red Barron, semua hal keji yang aku lakukan bersama mereka, berbekas seperti luka yang tidak kunjung sembuh.


Semua korban-korban itu, nyawa yang melayang itu.. Wajah mereka sering terlintas di benak pikiran ku. sudah 3 hari lama nya aku kerap kali terbangun dari mimpi buruk ku, semua jeritan itu, dan darah yang mengalir, seakan menghantui ku dan membuat ku semakin muak.


Siapa kah aku ini? Darimana asal ku berada?


siapa orang tua ku..


aku masih tidak tahu apa-apa..


Semua ini hampir membuat ku gila..


tapi..


sejak aku bertemu dengan dia..


aku merasa...


sedikit damai..


entah ramuan apa yang dia berikan kepada ku, tapi berada di dekat nya saja sudah membuat ku tenang..


seakan semua kejadian keji itu tidak pernah terjadi..


heran..


Aku belum pernah merasa setenang ini sejak aku keluar dari desa..


Sepertinya aku harus memulai lembaran baru..


sudahlah cukup aku menumpahkan darah..


Aku harus berhenti.."


isi diari yang penuh dengan perjuangan dan harapan..


membuat ku semakin paham isi hati dari seorang Ziana..


Kami pun sudah mendekati tempat tujuan, tinggal beberapa langkah lagi..


dan kami akan berhasil kabur dengan selamat..


Tapi semua itu berubah ketika Mafia dari Twin Bros dan Mobs Mordue menyerang markas besar Black jacket..


Penyerangan itu terjadi secara tiba-tiba..


sebuah mobil jeep masuk menabrak pagar dari arah utara dan menembakan roket ke arah salah satu menara pengawas dan meledakannya..


tak lama setelah terjadi ledakan dari arah pintu gerbang sebelah selatan, dan twin Bros menerjang masuk menggunakan sepeda motor mereka..


bunyi sirene alaram pun terdengar dan terjadilah perang antar gang aliansi twin bros dan mobs mordue melawan Black jacket..


"kevin, ini kesempatan emas kita ayo larilah menuju garasi itu"


teriak Ziana sambil menarik tangan kevin


Setelah sampai di garasi, terdapat pintu darurat kecil yang bisa mereka dobrak hingga terbuka..


dan pintu itulah yang menjadi salah satu jalan utama menuju kebebasan mereka..


*suara dobrakan pintu*


"Terbuka....!!"


"ayo Ziana kita pergi dari sini.."


"Ziana??"


"kamu kenapa diam?"


tanya Kevin


"pergilah duluan kevin"


"aku masih punya beberapa urusan penting disini, yang harus aku selesaikan"


kata Ziana dengan tegas


"t-tapi.. Ziana.."


"aku tidak ingin meninggalkanmu disini"


"aku.. Aku takut kamu..."


sebelum Kevin menyelesaikan perkataannya, Ziana memeluknya dan berkata..


"aku tidak akan mati semudah itu disini"


"aku berjanji setelah semuanya ini usai"


"aku akan mencari mu"


"sekarang pergilah, aku mohon"


Ziana melepas pelukan kevin dan kembali masuk kedalam markas besar mafia Black jacket...


Kevin yang terdiam dan tidak bisa melakukan apa-apa hanya bisa melihat Ziana berjalan perlahan menjauhi nya..


"apa aku pantas disebut pria...


harusnya aku yang menyelamatkan dia...


bukan sebaliknya...


aku adalah lelaki yang lemah..


sudah dari dulu..


Dialah yang selalu membela ku..


melawan semua anak-anak yang pernah membully ku..


tapi kenapa..


kenapa aku tidak bisa menolong nya sekali saja.."


dengan putus asa kevin berjalan perlahan sambil menunduk, berjalan menjauh dari lokasi markas itu..


Ziana menyempatkan diri untuk menoleh kebelakang menitihkan air mata dan membasahi kedua pipinya..


"kevin.. Aku minta maaf"


Perang semakin berkobar..


korban telah berjatuhan dimana-mana..


terjadi kebakaran di gedung utama di sebelah barat.. Seluruh mafia saling tembak menembak, beberapa dari mereka menggunakan parang dan katana sebagai senjata jarak dekat...


Perang semakin memanas ketika para algojo raksasa keluar dan menyerbu setiap mafia Twin bros dan mobs mordue..


Ziana yang melihat kesempatan ini bergegas berlari menuju ruang penyimpanan wine..


*bunyi ledakan granat*


*bunyi letupan senjata*


ziana melangkah kedepan menuju dua orang mafia yang sudah berhasil diamankannya dalam keadaan tergantung..


ziana mengeluarkan sumbatan mulut dari si cungkring dan si botak..


"yooow.. Apa yang sudah terjadi yooww"


"markas kita sedang di serang itulah yang terjadi dunguu"


"diamlah"


"aku ingin bertanya kepada kalian sebelum aku menggorok leher kalian disini"


bentak Ziana sambil menatap tajam kedua mafia itu.


kedua mafia itu pun menelan ludah dan pucat...


" sekarang beritahu aku, dimana lokasi boss nya kalian?"


tanya Ziana sambil mengokang senjata..


Perang yang sudah berlangsung selama 30 menit itu telah membuat markas besar Black jacket menjadi lautan api yang dahsyat..


Bala bantuan dari aliansi iti berdatangan dan tak kunjung habisnya..


pasukan mafia dari black jacket menolak itu menyerah dan mereka pun mengeluarkan kartu as mereka yaitu Si mata elang sang ahli penembak jitu, dan mayor Calibre sang ahli senjata mesin...


berselang ziana yang sudah berhasil mendapat informasi mengenai lokasi boss black jacket menyusup masuk melalui sebuah terowongan kecil rahasia yang dibocorkan keberadaan nya oleh si botak dan si cungkring..


Ziana mengendap-endap dengan perlahan dan menelusuri ruang bawah tanah itu,..


Ziana menemukan sebuah ventilasi udara yang cukup besar untuk dia masuk kesitu..


Ziana melihat banyak hal..


ziana melewati sebuah laboratorium dan melihat beberapa eksperimen aneh yang dilakukan para ilmuan ilegal..


kemudian ia melewati ruang ganti para mafia, dan tampaklah beberapa dari merek yang sudah berpakaian lengkap siap tempur berbaris untuk melakukan serangan balik..


ziana merangkak lagi kedepan dan mendapati sebuah ruangan gelap dan memiliki jeruji..


dilihatnya sebuah bayangan hitam gelap berbadan besar sedang duduk di pojokan dan tatapan mata nya yang tajam berhasil mendapati Ziana yang sedang memperhatikan dia..


Ziana sedikit gemetar melihat tatapan itu, dan ia melanjutkannya lagi menuju sebuah bar yang terdapat banyak sekali wanita berpakaian eksotis yang sedang di kurung dan menunggu untuk dilayani..


setelah melewati bar, ziana menemukan dapur dan memutuskan untuk turun disitu..


ziana menangkap salah satu dari pramusaji pria yang ada di dapur dan mengambil baju miliknya..


Ziana yang sudah memakai baju pramusaji yang di lucutinya, dengan segera membaur di dapur selayaknya karyawan baru..


"pesanaann datang !"


teriak kepala koki yang ada disitu


"oi.. Kamu yang disana !"


"hey ! Aku belum pernah melihat mu sebelumnya !"


"hmm, aku yakin kamu adalah pegawai baru"


"jangan hanya diam saja disitu !"


"bawalah masakan ini ke ruangan boss"


"dan pastikan kamu tidak rayu olehnya"


"hmmm.. Bukannya aku sudah memperingati henri bahwa jangan menerima karyawan wanita"


"pokoknya aku tidak akan bertanggung jawab jika karyawan baru itu hamil"

__ADS_1


Segera Ziana melaksanakan perintah kepala koki..


dan mendorong makanan itu dengan penuh waspada.. Kemudian ziana bertemu salah satu penjaga yahg bertugas..


"emm anu.. Kak.."


"ruangan boss dimana ya?"


"aku masih baru.. Aku bingung"


tanya Ziana dengan suara lembut


"Uhuuy.."


"karyawan baru yah, uuh manis lagi"


"lurus saja kesana.. Dan belok kiri dua kali"


"terima kasih kak"


jawab ziana dengan pelan


ziana menoleh kebelakang dan merasakan bahwa dia sedang diikuti,..


Setelah melalui belokan pertama ziana bersembunyi di celah tembok...


"eh dimana gadis itu."


"padahal aku ingin merasakan nya sedikit"


tiba-tiba ziana menyerang dari belakang dan mengunci lengan dan leher pria itu memggunakan tangan dan kaki Ziana dengan kencang hingga membuatnya pingsan..


*bragg.. Brugg*


*kreek* *kreek*


"tidurlah dan jangan bangun lagi dasar lelaki mesum"


kata ziana sambil meludah pria itu


Sesampainya di ruangan boss, ziana mendapati dua orang penjaga berbadan kekar berdiri mengawal pintu masuk boss Black jacket..


"permisi kakak-kakak, aku ingin mengantarkan makanan untuk boss kita"


Kata ziana dengan tersenyum


"m-manis sekali.."


"si-silahkan masuk nona"


kedua penjaga itu pun mengijinkan Ziana masuk..


sesampainya didalam...


"Siapa disana?"


teriak boss dengan kencang..


"aku adalah pelayan baru.."


"aku ingin mengantarkan makanan ini kepadamu"


kata ziana sambil menunduk


"wanita?? Ah koki tua itu akhrnya mengirimkan ku seorang wanita"


"biarkan aku melihat mu sebentar"


kata boss mafia itu sambil memutar kursi nya..


"waahh.."


"dihadapanku telah berdiri seorang malaikat !"


kagum boss mafia itu


"ayo kemarilah, mendekatlah, jangan malu-malu"


ajak boss mafia itu


Zania mendekat dengan perlahan..


dan tiba-tiba boss mafia black jacket itu menari nya dan memeluk Zania seperti boneka..


"haaah.. Wangy sekalii aroma kamuuh"


"sial.. Tangan ku tidak bisa digerakan"


kata ziana dalam hati


"empuk sekali badan mu"


kata boss mafia sambil *******-***** badan Ziana


"ahn.. Boss pelan-pelan"


desah Ziana


"huuuuhh.. kau membuat ku terangsang !"


teriak boss mafia itu..


"b-bos bagaimana kalau di atas ranjang saja"


"lepaskan pelukan mu dan perlakukan aku dengan lembut"


rayu Ziana


"makan dan berhubungan badan"


"aku suka komposisi ini.. Huhuy"


kata mafia itu dengan bergairah


Boss mafia itu melepaskan pelukan nya dan membiarkan Ziana turun dari kursi..


"ayo bos sebelah sini"


rayu ziana..


"hehehehehe... Tunggu akuuh"


kata bos mafia yang gemuk itu sambil turun dari kursi dan mengikuti ziana..


"apakah ini yang kau cari boss?"


"apa kau mau melihatnya dulu?"


rayu Ziana


"hohohoho.. Kau nakal ya ternyata"


"aku datang yayaang"


boss mafia itu merangkak diatas kasur dan menghampiri ziana,..


ketika boss mafia itu melihat ****** ***** ziana mendekatkan muka nya ke arah ************ ziana..


disitulah ziana sigap dan mengunci leher boss mafia itu menggunakan paha dan kaki nya dengan erat sehingga leher boss mafia itu terjepit dan boss mafia yang tidak bisa apa-apa melakukan sedikit perlawanan dan hendak membuka kancingan maut ziana..


Namun pisau kecil yang terselip di stocking paha ziana di keluarkannyalah untuk mengiris leher boss mafia itu..


Dan pada akhirnya bos mafia itu tewas karena kehabisan darah..


ziana yang berlumuran darah membersihkanya di toilet yang ada di ruang kerja boss mafia itu..


Sesudah itu ziana keluar dari ruangan itu seperti pelayan normal pada umumnya..


pada saat membuka pintu dan keluar, ziana menitipkan pesan kepada dua penjaga itu..


"kakak.. Jangan masuk dulu ya, boss lagi kecapean, lagi istirahat.. boss baru saja selesai bermain dengan ku"


"aku pergi dulu ya kak"


kata ziana dengan lembut sambil mendorong troli makanan menuju dapur..


"menjadi bos itu enak ya.."


"bisa mendapat wanita cantik semaunya"


Ziana yang berhasil mencabut nyawa boss mafia black jacket bergegas keluar mencari jalan untuk kabur...


sementara itu semua mafia sedang berperang dan saling menembak satu dengan yang lain..


Ziana yang berhasil keluar dari ruang bawah tanah berlari menuju garasi untuk melarikan diri, namun dalam perjalanan nya di hadang oleh seorang wanita yang tidak asing baginya..


Wanita itu melontarkan pukulan dan tendangan kearah ziana, berhasil di tangkis dan dihindari ziana.. Namun salah satu kuku nya mencakar pipi ziana hingga berdarah..


"lama tak jumpa Wahai wanita ****** penilat boss"


"apa kau masih mengenal ku?"


"Zania"


"bagaimana aku bisa lupa"


"aroma parfum busuk yang selalu kau pakai itu bukankah selalu mengganggu indra penciumanku?"


"Jess si pengkhianat?"


balas Ziana


mereka berdua pun bertarung..


jess dan Ziana saling membalas pukulan dan tusukan pisau, sayatan pisau dari jess melukai lengan kiri Ziana..


ziana pun membalas dan melukai mata kiri Jess..


Jess menendang ziana hingga terpental dan ziana pun tergeletak di lantai..


jess mengambil pistol ziana dan mengarahkan nya ke arah ziana yang terkapar...


"kemampuan bertarung mu tidak cukup buruk"


"tapi sayangnya aku harus menghabisi mu disini"


"tidak kusangka reuni kita yang terakhir akan menjadi seperti ini"


"sampai jumpa.. kawan ku"


*dor*


...


...


...


*brug*


*suara badan terjatuh*


"aku harap aku tidak terlambat"


"Keviinn !!!"


teriak Ziana


kevin yang datang tepat waktu menembak Jess hingga pada akhirnya jess tewas dan kevin berhasil menolong Ziana..


"bagaimana kau..."


"kenapa kau kembali.."


"disini sangat berbahaya"


cemas Ziana


"aku kembali.. Tapi aku tidak sendiri"


kata kevin sambil menoleh kebelakang


"T-Rex !!!"


"bagaimana ceritanya kamu bisa tau aku disini"


tanya Ziana histeris


"kekasih mu itu kami tangkap dan kami interogasi di markas anak ku"

__ADS_1


"kau sudah 3 hari belum pulang anak ku"


"tentu boss mu ini cemas anak ku"


"tapi berterima kasihlah kepada kekasihmu"


"berkat dia aku bisa datang kesini untuk menolongmu:"


kata T-Rex sambil menghisap rokok..


"aww T-Rex"


Ziana luluh mendengarnya


"yayaya.."


"kalian mau tau sesuatu?"


"aku sudah semakin terbiasa dengan penculikan dan penyekapan ini"


kata Kevin sambil menyindir


"hihihi dasar koki bodoh"


Kata ziana sambil tertawa kecil


*dor*


*dor*


*dor*


*boom*


Suara rentetan senjata dan ledakan bom terdengar di setiap sudut markas Black jacket..


"Red barooon !!!"


"Red baron datangg !!!"


Kedatangan T-Rex dan anak buahnya membuat area perang semakin ramai dan brutal..


"panggil bantuann"


"kita kepuung mereka disini"


dalam waktu singkat seluruh area Berhasil di kepung aliansi twin bros dan mobs mordue..


"semuanya !! bentuk barisan perimeter pertahanan !!!"


perintah T-rex


Red baron yang di kepung dari segala penjuru menahan seluruh serangan dengan gagah..


"Zianaaa..."


"Bocah ingusaann"


"kalian harus segera kabur dari sinii"


teriak T-Rex Sambil melemparkan granat kedepan..


"Tiidaakk !"


"aku tidak akan meninggalkan mu disini"


"aku akan berperang bersama mu"


"kau sudah aku anggap seperti ayah ku sendiri T-Rex !!"


teriak Ziana dengan nyaring


"mohon maaf omm !!"


"Ziana tidak pergi, maka aku pun tidak akan kemana-mana"


jawab kevin sambil menembak


"Sialan kalian berdua bocah-bocah durhaka yang tidak mau pernah mendengarkan !!!"


teriak T-Rex sambil menembakan senajata rentet


sepintas terlihat dalam pandangan Ziana gereja kecil yang masih utuh di belakang perimeter penjagaan Red baron..


"T-Rexx !!!"


"akuu punya satu permintaan terakhirrr"


teriak Ziana dengan kencang


"cepaat katakanlahh wahai anak durhakaa!!"


teriak jengkel si T-Rex


"Ikut aku ke gereja.."


"Nikahkanlah aku dengan kevinn"


"aku mohoonn Restuilah kamiii !!!!"


teriak Ziana sambil menggenggam tangan Kevin


!!!! AAAAPPPAAA !!!!


serentak seluruh anggota Red Baron berteriak keheranan


"Haaaahh"


"ini bukan waktu yang tepat untuk bercandaa anak kuu"


"bisakah kita tunda setelah kita berhasil kuar dari sini hah?? Anak ku???


teriak T-Rex sambil menembakan senjata dan melemparkan granat untuk kesekian kalinya..


"tapi... T-Rex... Bukan.. Ayahh"


"aku butuh restu mu Ayah"


"aku tidak tau bakal keluar dari sini hidup atau mati"


"oleh karena itu.. Aku mohon.. Jadikan ini permintaan terakhir kuu"


"restui hubungan ku dengan kevin"


"dan nikahkanlah aku"


"aku mohoon.. AYAAH"


teriak Ziana dengan suara nyaring


"Z-Ziana.."


"k-kau...."


kevin tidak mampu berkata-kata lagi


"ngggraaahhh"


"Semuaanyaaa wahaii anak'anak kuuh !!!!"


"rombak pertahanan, lindungi Ziana dan kevin"


"bentuk barisan alpha, perkuat sisi timur dan barat.."


"panggil si pendetaaa"


"dan aku membutuhkan 2 orang saksiii !!!"


"dan pemain piano segeraa!!!"


" ada pernikahan yang harus aku datangi"


Perintah T-Rex


!!! Siapp papaahh !!!!


"oi pak pendeta !!!"


"papa memanggil muu !!"


"masuklah kedalam gerejaa !!"


"akuu dataang !!"


teriak pendeta sambil membawa senjata mesin di tangannya..


Seluruh pasukan red baron mengamankan gereja sambil membalas serangan demi serangan yang ada..


Sementara itu Pendeta sedang memberkati Ziana dan kevin,..


*dor* *boom*


*dor* *boom*


suara dentuman senjata dan bom yang begitu keras tidaklah mengganggu proses pernikahan itu. T-Rex dan beberapa saksi berdiri di belakang sedang dihadapan mereka tampaklah dua orang mempelai pria dan wanita, kevin dan Ziana..


"Apakah kau Ziana Smith bersedia menerima Kevin Gerard menjadi Suami mu?"


"Ya"


"Apakah kau Kevin Gerard bersedia menerima Ziana Smith, sebagai istri mu? Dalam susah maupun senang? Hingga maut memisahkan kalian?


"Ya"


Maka dengan kuasa yang diberikan Tuhan kepada ku, aku meresmikan kalian Sebagai Suami Istri..


sang mempelai boleh mencium pasangan mu..


*suara piano*


kevin menatap mata Ziana dengan lembut dan mencium nya dengan perlahan..


"hwwwaaaaahhh"


"Anak ku menikaahh !!!"


teriak T-Rex sambil menangis kencang


"sudah ayah sudah sudah"


sambil menepuk pundak T-Rex


Dan selesailah sudah acara pernikahan Kevin dan ziana..


pernikahan berbahaya yang di lakukan ditengah-tengah peperangan yang memakan banyak cukup korban..


Sesaat setelah pernikahan itu usai..


polisi dan seluruh garda pertahanan kota membanjiri markas Black Jacket dan menangkap seluruh mafia yang berperang saat itu,..


Seluruh anggota Red baron T-Rex dan anak buahnya beserta mafia aliansi yang masih hidup di tangkap pihak kepolisian..


Penangkapan besar yang sukses ini menuai banyak pujian dari masyarakat..


Era revolusi pun dimulai,..


Semenjak boss mafia black jacket ditemukan meninggal dan seluruh boss mafia sang 5 besar tertangkap, timbulah keberanian dari masyarakat metropolis, dan mereka menyerukan untuk tidak tunduk lagi kepada segala jenis organisasi mafia manapun.. Dan menyerahkan semua keamanan kepada pihak kepolisian..


Sejak perang besar itu berakhir..


kota metropolis mulai pulih dari segala jenis bentuk kejahatan yang ada..


kota metropolis perlahan-lahan menjadi kota tenang yang indah dan tentram..


Dan bagaimanakah dengan nasib kedua mempelai itu???


ada yang bilang mereka berhasil kabur dari kejaran polisi..


ada yang bilang mereka tewas di tembak...


ada yang bilang mereka tenggelam saat menyeberangi sungai...


Tidak ada yang tahu lagi keberadaan mereka...


kemudian sebuah surat yang ditujukan kepada T-Rex yang masih berada di dalam penjara datang..


T-Rex membuka surat itu dan menemukan sebuah foto, seketika air mata membasahi pipinya..


T-rex pun merasa puas setelah melihat foto itu..

__ADS_1



-Tamat-


__ADS_2